{"id":69101,"date":"2022-08-16T22:00:02","date_gmt":"2022-08-16T15:00:02","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=69101"},"modified":"2022-08-16T13:11:32","modified_gmt":"2022-08-16T06:11:32","slug":"diagram-konteks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/","title":{"rendered":"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat &#038; Cara Membuat"},"content":{"rendered":"<p>Bagi Sedulur yang bekerja di bidang sistem informasi tentu tidak asing dengan istilah data flow diagram atau DFD. Namun pada artikel kali ini, Super bukan akan membahas tentang DFD. Melainkan hal lain yang masih berkaitan erat dengan DFD, yaitu diagram konteks atau <em>context diagram<\/em>. Sederhananya, diagram konteks merupakan bagian dari tingkatan DFD. Diagram ini menggambarkan keseluruhan proses dalam suatu sistem.\u00a0<\/p>\n<p>Ingin tahu lebih jauh mengenai diagram konteks? Yuk, simak informasi selengkapnya termasuk cara membuat dan contohnya-contohnya berikut ini!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/flowchart\/\">Pengertian Flowchart Serta Fungsi, Jenis, Simbol &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Pengertian diagram konteks<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69118\" aria-describedby=\"caption-attachment-69118\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-69118\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-626x405.webp\" alt=\"diagram konteks\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69118\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Sebelumnya sudah disinggung bahwa diagram konteks atau<em> context diagram<\/em> merupakan bagian dari diagram aliran data atau <em>data flow diagram<\/em> (DFD). Mengutip dari Kata Data, diagram ini digunakan untuk menetapkan konteks dan batasan sistem pada suatu pemodelan.\u00a0<\/p>\n<p>Sebagai suatu bagian dari DFD, <em>context diagram<\/em> merupakan bagian atau tingkatan tertinggi yang hanya memuat satu proses. Dengan kata lain diagram konteks menunjukkan seluruh input ke dalam sistem maupun output dari sistem yang menggambarkan keseluruhan sistem.<\/p>\n<p>Adapun proses pada <span style=\"font-weight: 400;\"><em>context diagram <\/em><\/span>umumnya ditandai dengan nomor atau angka nol. Oleh karenanya, diagram ini juga kerap disebut sebagai DFD level 0.<\/p>\n<h2>Pengertian menurut para ahli<\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk lebih memahami tentang diagram konteks, berikut beberapa pengertian menurut para ahli.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Jogiyanto (2005) <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">&#8211; <em>context diagram<\/em> adalah diagram yang terdiri atas suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Andri Kristanto (2003)<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8211;\u00a0<em>context diagram<\/em> adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antara entitas luar, masukan, dan keluaran dari sistem. Diagram ini direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/statistik-adalah\/\">Statistik: Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Jenis-jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Simbol-simbol<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69116\" aria-describedby=\"caption-attachment-69116\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-69116\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-1-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69116\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dikutip dari situs Unikom, terdapat tiga simbol yang umum digunakan dalam <em>context diagram<\/em>. Ketiga simbol itu meliputi terminator, process, dan data flow. Berikut penjelasan tentang simbol diagram konteks.<\/p>\n<h2>1. Terminator<\/h2>\n<p>Simbol pertama adalah terminator yang ditandai dengan bentuk persegi panjang. Simbol ini memiliki arti pihak luar yang berada di luar sistem namun berhubungan dengan sistem secara tidak langsung. Hal-hal di luar sistem itu memiliki peran dalam hal memberi data atau menerima informasi.<\/p>\n<h2>2. Process<\/h2>\n<p>Simbol berikutnya adalah process atau proses yang dilambangkan dengan bangun lingkaran. Simbol ini menandakan bahwa di dalam diagram berisi mengenai suatu sistem yang akan dibuat.<\/p>\n<h2>3. Data flow<\/h2>\n<p>Terakhir adalah data flow atau aliran data. Simbol ini ditandai dengan bentuk anak panah. Data flow menunjukkan data informasi yang mengalir dari satu pihak ke sistem dan sebaliknya.<\/p>\n<h2>Manfaat diagram konteks<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69117\" aria-describedby=\"caption-attachment-69117\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-69117\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-2-626x405.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69117\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdapat sejumlah manfaat menggunakan <em>context diagram<\/em> untuk menggambarkan suatu sistem. Salah satunya ialah diagram ini dapat memudahkan dalam memahami sistem komputer yang sedang dikembangkan, terutama bagi orang yang belum menguasai komputer. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu ada beberapa manfaat lainnya sebagaimana dikutip dari Kata Data berikut ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sistem yang dibuat dengan diagram ini dapat dengan mudah dikembangkan dalam data flow diagram agar menjadi lebih detail.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Context diagram<\/em> cenderung lebih mudah untuk diubah dan dikembangkan karena notasi yang terhubung masih terbatas.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memudahkan banyak pihak dalam menggunakan dan mendapatkan informasi pada diagram karena menampilkan sistem secara transparan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Cenderung mudah dipahami karena memiliki sistem yang sederhana.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kemudahan dalam memahami diagram DFD level 0 ini juga membawa keuntungan berupa apabila terjadi masalah maka akan dapat diselesaikan dengan mudah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA:\u00a0<a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/\" data-wpmeteor-mouseover=\"true\" data-wpmeteor-mouseout=\"true\">Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Contoh diagram konteks<\/h2>\n<p>Untuk lebih mudah memahami tentang <em>context diagram<\/em>, berikut beberapa contoh yang bisa Sedulur simak. Contoh-contoh berikut juga bisa menjadi referensi untuk Sedulur dalam membuat diagram sendiri.<\/p>\n<h2>1. Diagram konteks siklus pendapatan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69112\" aria-describedby=\"caption-attachment-69112\" style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-69112\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-siklus-pendapatan-StuDocu-720x405.webp\" alt=\"diagram konteks\" width=\"720\" height=\"405\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-siklus-pendapatan-StuDocu-720x405.webp 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-siklus-pendapatan-StuDocu-800x450.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-siklus-pendapatan-StuDocu-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-siklus-pendapatan-StuDocu-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-siklus-pendapatan-StuDocu-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69112\" class=\"wp-caption-text\">StuDocu<\/figcaption><\/figure>\n<h2>2. Diagram konteks perpustakaan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69114\" aria-describedby=\"caption-attachment-69114\" style=\"width: 340px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-69114\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-perpustakaan-pinhome.webp\" alt=\"diagram konteks\" width=\"350\" height=\"240\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69114\" class=\"wp-caption-text\">Pinhome<\/figcaption><\/figure>\n<h2>3. Diagram konteks penjualan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69113\" aria-describedby=\"caption-attachment-69113\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-69113\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-konteks-penjualan-academia-600x405.webp\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69113\" class=\"wp-caption-text\">Academia<\/figcaption><\/figure>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Cara membuat diagram konteks<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_69124\" aria-describedby=\"caption-attachment-69124\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-69124\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-istock.webp\" alt=\"diagram\" width=\"612\" height=\"382\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69124\" class=\"wp-caption-text\">istock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah memahami tentang diagram konteks, kini Sedulur dapat mulai mencoba membuatnya sendiri. Selain memperhatikan contoh-contoh diagram seperti yang sudah dipaparkan di atas, Sedulur juga dapat menyimak uraian langkah-langkah berikut ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama, sebelum mulai membuat diagram, Sedulur perlu untuk berdiskusi dengan klien atau pihak terkait. Sebab, pembuatan diagram konteks umumnya berkaitan dengan sistem yang dikerjakan bersama atau atas permintaan klien. Nah, dari hasil diskusi tersebut, Sedulur dapat mengidentifikasi dua hal, yakni entitas eksternal dan aliran data.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jika proses identifikasi sudah selesai, langkah berikutnya adalah membuat analisis yang meliputi sebagai berikut.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Identitas arus data di dalam sistem<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Identitas arus data dari entitas eksternal<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gambar dan beri label untuk semua proses yang mewakili pekerjaan di dalam sistem.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gambar dan beri label pada setiap entitas yang terhubung dalam sistem, baik itu entitas internal maupun entitas eksternal.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tambahkan aliran data yang mewakili perpindahan data antarproses maupun entitas.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah diagram selesai dibuat, Sedulur dapat kembali berdiskusi untuk membahas hasil diagram tersebut.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><b>BACA JUGA:\u00a0<\/b><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/\">DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mengenal data flow diagram (DFD)<\/h2>\n<figure id=\"attachment_69125\" aria-describedby=\"caption-attachment-69125\" style=\"width: 602px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-69125\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/diagram-istock-1-612x405.webp\" alt=\"diagram \" width=\"612\" height=\"405\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-69125\" class=\"wp-caption-text\">istock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Telah diketahui bersama bahwa <em>context diagram<\/em> merupakan bagian atau tingkatan dari DFD. Untuk itu, berikut ini Super juga akan memaparkan sedikit tentang apa itu DFD dan perbedaannya dengan context diagram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dirangkum dari berbagai sumber, DFD merupakan singkatan dari data flow diagram atau bisa diterjemahkan sebagai diagram aliran data. Singkatnya, DFD merupakan diagram yang menggambarkan bagaimana data diproses dalam suatu sistem dari segi input dan outputnya.<\/span><\/p>\n<p><b>Lantas, apa perbedaan diagram konteks dan DFD?<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kedua hal tersebut sekilas terlihat sebagai hal yang sama, yakni merupakan sebuah diagram. Namun sebenarnya keduanya memiliki perbedaan dari segi fungsi maupun isi atau proses yang dijelaskan di dalamnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum, pembuatan diagram konteks atau context diagram mengawali pembuatan DFD. Sehingga sebuah DFD biasanya merupakan hasil pengembangan dari sebuah context diagram.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu context diagram juga biasanya masih bersifat umum. Sementara DFD yang merupakan hasil pengemabangan dari context diagram memuat informasi yang cenderung lebih detail. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Di sisi lain, seperti yang telah diketahui context diagram juga dikenal sebagai DFD level 0. Sehingga dapat diketahui bahwa istilah diagram konteks dan DFD level 0 merujuk pada satu hal yang sama.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu dia rangkuman tentang diagram konteks atau <em>context diagram<\/em>, termasuk mengenai pengertian, manfaat, hingga contoh dan cara membuatnya. Selain itu juga telah dipaparkan perbedaan antara <em>context diagram<\/em> dengan DFD yang perlu untuk Sedulur ketahui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, semoga informasi ini dapat membantu Sedulur untuk memahami apa itu diagram konteks sehingga dapat membuatnya sendiri, ya!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":69103,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9667,9666],"class_list":["post-69101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-diagram","tag-diagram-konteks"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat &amp; Cara Membuat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Diagram konteks merupakan bagian atau tingkatan tertinggi dari diagram aliran data atau data flow diagram (DFD).\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat &amp; Cara Membuat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diagram konteks merupakan bagian atau tingkatan tertinggi dari diagram aliran data atau data flow diagram (DFD).\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-16T15:00:02+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-16T06:11:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1-6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1-6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1-6.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"diagram konteks\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/\",\"name\":\"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat & Cara Membuat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-08-16T15:00:02+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-16T06:11:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Diagram konteks merupakan bagian atau tingkatan tertinggi dari diagram aliran data atau data flow diagram (DFD).\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat &#038; Cara Membuat\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat & Cara Membuat","description":"Diagram konteks merupakan bagian atau tingkatan tertinggi dari diagram aliran data atau data flow diagram (DFD).","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat & Cara Membuat","og_description":"Diagram konteks merupakan bagian atau tingkatan tertinggi dari diagram aliran data atau data flow diagram (DFD).","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-08-16T15:00:02+00:00","article_modified_time":"2022-08-16T06:11:32+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1-6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1-6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/1-6.webp","width":850,"height":450,"caption":"diagram konteks"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/","name":"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat & Cara Membuat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-08-16T15:00:02+00:00","dateModified":"2022-08-16T06:11:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Diagram konteks merupakan bagian atau tingkatan tertinggi dari diagram aliran data atau data flow diagram (DFD).","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/diagram-konteks\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pengertian Diagram Konteks Beserta Manfaat &#038; Cara Membuat"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69101"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=69101"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":69197,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/69101\/revisions\/69197"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/69103"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=69101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=69101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=69101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}