{"id":68282,"date":"2022-08-10T16:00:33","date_gmt":"2022-08-10T09:00:33","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=68282"},"modified":"2022-08-10T11:46:17","modified_gmt":"2022-08-10T04:46:17","slug":"dfd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/","title":{"rendered":"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis &#038; Contoh"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Sedulur mendengar singkatan DFD? Ya, rasa-rasanya memang singkatan tersebut jarang Sedulur temui, kecuali jika Sedulur bekerja dalam instansi yang sering menggunakannya. Ia sendiri merupakan singkatan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, salah satu metode ilustrasi atau penggambaran informasi yang berkaitan dengan pembuatan sebuah sistem informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdengar rumit, ya? Tenang, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak seribet yang Sedulur bayangkan, kok! Yuk, coba berkenalan dulu dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melalui ulasan di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/hp-tidak-bisa-di-cas\/\"><b>10 Cara Memperbaiki HP yang Tidak Bisa di Cas, Ini Solusinya<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Pengertian DFD adalah<\/b><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/2605379\/29499\/i\/450\/depositphotos_294999608-stock-photo-creative-nodes-backdrop.jpg\" alt=\"dfd\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DFD adalah singkatan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Singkatnya, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan sebuah ilustrasi yang menggambarkan alur dari program tertentu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini banyak digunakan oleh para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau pengembang dalam proses pembuatan sistem informasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DFD diagram dapat memberikan kepada kita gambaran secara visual mengenai siapa saja yang terlibat dalam program, apa saja yang dikerjakan, serta poin-poin penting lainnya yang diikutkan ke dalam diagram tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bisa saja apabila Sedulur ingin membuat diagram ini secara manual. Tetapi, untuk mengefisienkan alur kerja, terdapat beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat diagram ini, seperti Power Designer 6, Easycase, Edraw Mind Map, dan juga Pencil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, beberapa orang juga ada yang kerap menggunakan metode UML dalam proses pembuatan sebuah sistem informasi. Lantas, apa bedanya kedua metode penggambaran tersebut?<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kebudayaan-adalah\/\"><b>Kebudayaan adalah: Pengertian, Jenis, Ciri, Fungsi &amp; Unsurnya<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Perbedaan DFD dengan UML<\/b><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/1907633\/20445\/i\/600\/depositphotos_204456332-stock-photo-developing-programming-and-coding-technologies.jpg\" alt=\"dfd\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dalam kegiatan pembuatan sebuah sistem informasi, para <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">developer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> lazim untuk menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Namun, tidak jarang juga ada yang menggunakan metode UML sebagai sarana ilustrasi kerja. Apa sih, yang dimaksud dengan UML?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">UML merupakan singkatan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unified modeling language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dalam bahasa Indonesia, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">unified modeling language<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat diartikan sebagai bahasa pemodelan dalam pengembangan suatu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">software<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mungkin sebagian besar dari Sedulur bertanya-tanya, apa yang membedakan UML dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ya? Sejatinya, keduanya memiliki beberapa kesamaan. Sama-sama digunakan untuk membuat sistem informasi, memperjelas tiap-tiap alur kerja, agar tidak terjadi kebingungan di antara para pengembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, hal yang membedakan adalah dari segi detailnya. Komponen DFD kurang detail jika dibandingkan dengan UML, karena UML berfokus pada objek sistem informasi yang sedang dibuat tersebut.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pengertian-politik\/\"><b>Pengertian Politik Beserta Ciri, Konsep, Tujuan &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>DFD simbol, apa saja?<\/b><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static7.depositphotos.com\/1026550\/784\/i\/450\/depositphotos_7840864-stock-photo-futuristic-flowchart.jpg\" alt=\"dfd\" width=\"600\" height=\"450\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai sebuah diagram penting bagi para pengembang, ia memiliki beberapa simbol yang dapat dibedakan berdasarkan perannya masing-masing. Apa saja simbol-simbol tersebut?<\/span><\/p>\n<h2><b>1.<i> Data store<\/i><\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu simbol dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki arti sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">file<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> penyimpanan seluruh informasi yang nantinya akan menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam proses selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>2.<i> Data flow<\/i><\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data flow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu simbol dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data flow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki arti sebagai alur informasi dari sistem satu ke sistem lainnya, biasanya berbentuk seperti tanda panah.<\/span><\/p>\n<h2><b>3.<i> Process<\/i><\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu simbol dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki arti sebagai alur untuk mengolah input proses menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> proses, biasanya berbentuk seperti bangun ruang yang berkesinambungan satu sama lain (lingkaran, persegi, ditambah dengan sudut bulat).<\/span><\/p>\n<h2><b>4.<i> External entity<\/i><\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">External entity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan salah satu simbol dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">External entity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki arti sebagai pihak ketiga, biasanya dilambangkan dengan kotak atau persegi panjang.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/3-digit\/\"><b>3 Digit Berapa Rupiah? Ini Penjelasannya &amp; Contoh Penggunaan<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Fungsi DFD<\/b><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st3.depositphotos.com\/15971766\/19028\/i\/600\/depositphotos_190288518-stock-photo-creative-web-application-development-for.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas sudah Sedulur ketahui bahwa DFD atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah ilustrasi yang menggambarkan alur dari program tertentu dalam proses pembuatan sistem informasi. Terdapat beberapa simbol yang biasanya ada di dalam diagram tersebut, seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">process<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, serta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">external entity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai sebuah diagram yang sangat membantu dalam perumusan sebuah sistem informasi, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki beberapa fungsi penting. Berikut ini adalah penjelasan dari tiga fungsi utama sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Mengilustrasikan suatu sistem<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat berfungsi sebagai ilustrasi atau gambaran dari suatu sistem. Dengan adanya ilustrasi ini, Sedulur dapat dengan mudah melihat berbagai macam komponen DFD yang memiliki keterkaitan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga Sedulur dapat memperoleh berbagai informasi tambahan mengenai proses dan progress kerja dari pengembangan sistem informasi tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Menyampaikan rancangan suatu sistem<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga dapat berfungsi untuk menyampaikan rancangan suatu sistem. Penyampaian rancangan tersebut akan lebih mudah karena DFD menyediakan gambaran atau ilustrasi visual yang memperjelas tiap-tiap proses, langkah, serta informasi yang tersedia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya, tidak hanya pengembang yang akan terbantu dengan gambaran atau ilustrasi visual tersebut, namun juga pihak ketiga yang berusaha memahami proses tertera.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Merancang sebuah model<\/b><\/h2>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya dapat berfungsi menjadi rancangan sebuah model. Gambaran dan ilustrasi visual yang ditawarkan oleh diagram tersebut sifatnya adalah sistematis. Maka dari itu, pengembang dapat dengan mudah menggaris bawahi setiap alur atau proses dengan urgensi lebih.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kritik-seni\/\"><b>Pengertian Kritik Seni Beserta Jenis dan Bentuk-Bentuknya<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Jenis DFD<\/b><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static3.depositphotos.com\/1007309\/218\/i\/600\/depositphotos_2188813-stock-photo-hand-with-process-diagram.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada pembahasan sebelumnya, Sedulur sudah memahami apa saja fungsi-fungsi dari sebuah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Diagram tersebut dapat mengilustrasikan atau menggambarkan suatu sistem informasi, menyampaikan rancangan, dan juga dipakai untuk merancang sebuah model.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tahukah Sedulur bahwa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki tiga jenis? Ya, terdapat jenis diagram level 0, level 1, dan level 2. Berikut ini adalah pembahasan singkatnya.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Level 0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DFD level 0 adalah diagram paling mendasar. Biasanya jenis ini akan digunakan untuk memberikan gambaran sistem informasi kepada pihak ketiga atau pihak eksternal. Lebih lanjut lagi, level 0 tidak memiliki hubungan atau korelasi terhadap basis data di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Level 1<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DFD level 1 adalah diagram dengan proses penjabaran di atas level 0. Informasi serta alur-alur proses yang terdapat pada level ini biasanya dirancang agar para pengembang lebih mudah memahami berbagai informasi yang terkandung. Informasi-informasi tersebut akan dipecah menjadi beberapa bagian kecil, sehingga proses pengerjaan suatu sistem informasi dapat lebih cepat.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Level 2<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">DVD level 2 adalah diagram dengan proses penjabaran di atas level 1. Informasi serta alur-alur proses yang terkandung di dalam level 2 ini biasanya lebih detail, dengan deskripsi yang lebih rinci jika dibandingkan dengan level 1 atau level 0. Maka dari itu, tidak banyak sistem informasi yang membutuhkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> level 2 ini.<\/span><\/p>\n<h2><b>Contoh DFD<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_68288\" aria-describedby=\"caption-attachment-68288\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-68288\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Anak-TIK.webp\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"361\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Anak-TIK.webp 640w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Anak-TIK-444x250.webp 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Anak-TIK-600x337.webp 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Anak-TIK-285x160.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-68288\" class=\"wp-caption-text\">Anak TIK<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas adalah DFD contoh yang dapat Sedulur amati untuk memberikan pemahaman yang lebih sempurna.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara membuat DFD<\/b><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/1003697\/8476\/i\/450\/depositphotos_84760638-stock-photo-startup-business-people-group-at.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ingin membuat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sendiri? Tentu saja, bisa! Yuk, coba ikuti empat langkah sederhana di bawah ini!<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Kelola basis data yang dimiliki<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah yang pertama adalah kelola basis data yang dimiliki. Pastikan Sedulur sudah memiliki semua informasi yang diperlukan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, siap untuk diproses agar menghasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Tentukan berapa jumlah masukan dan keluaran<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Biasanya DFD memiliki satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan satu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, namun tidak terbatas pada jumlah tersebut. Tentukan berapa jumlahnya, lalu tentukan juga jenis diagram yang akan dipakai.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Hubungkan pada <\/b><b><i>data store<\/i><\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah yang ketiga adalah hubungkan pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data store<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Data store harus terhubung pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">input<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, masing-masing adalah satu unit agar informasi terekam jelas.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Lakukan <\/b><b><i>output<\/i><\/b><b> sesuai proses<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pastikan alur pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Sedulur bisa menghasilkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">output<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sesuai dengan kehendak.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Demikian ulasan singkat mengenai dfd atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">data flow diagram<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Informasi di atas telah mencakup beberapa aspek penting, seperti pengertian, perbedaannya dengan UML, simbol-simbol, fungsi, jenis, contoh, serta cara pembuatan dari <em>data flow diagram<\/em> tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan serta wawasan Sedulur, ya!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":68289,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[9524,9526,9525],"class_list":["post-68282","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-dfd","tag-dfd-adalah","tag-pengertian-dfd"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis &amp; Contoh<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"DFD adalah singkatan dari data flow diagram. Apa yang dimaksud dengan DFD? Yuk, cari tahu dalam pembahasan berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis &amp; Contoh\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"DFD adalah singkatan dari data flow diagram. Apa yang dimaksud dengan DFD? Yuk, cari tahu dalam pembahasan berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-10T09:00:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-08-10T04:46:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/4-2.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/4-2.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/4-2.webp\",\"width\":850,\"height\":450},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/\",\"name\":\"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis & Contoh\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-08-10T09:00:33+00:00\",\"dateModified\":\"2022-08-10T04:46:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"DFD adalah singkatan dari data flow diagram. Apa yang dimaksud dengan DFD? Yuk, cari tahu dalam pembahasan berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis &#038; Contoh\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis & Contoh","description":"DFD adalah singkatan dari data flow diagram. Apa yang dimaksud dengan DFD? Yuk, cari tahu dalam pembahasan berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis & Contoh","og_description":"DFD adalah singkatan dari data flow diagram. Apa yang dimaksud dengan DFD? Yuk, cari tahu dalam pembahasan berikut ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-08-10T09:00:33+00:00","article_modified_time":"2022-08-10T04:46:17+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/4-2.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/4-2.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/4-2.webp","width":850,"height":450},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/","name":"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis & Contoh","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-08-10T09:00:33+00:00","dateModified":"2022-08-10T04:46:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"DFD adalah singkatan dari data flow diagram. Apa yang dimaksud dengan DFD? Yuk, cari tahu dalam pembahasan berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dfd\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"DFD (Data Flow Diagram): Pengertian, Fungsi, Jenis &#038; Contoh"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68282"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=68282"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":68291,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/68282\/revisions\/68291"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/68289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=68282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=68282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=68282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}