{"id":65532,"date":"2022-07-22T22:30:21","date_gmt":"2022-07-22T15:30:21","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=65532"},"modified":"2022-07-22T13:10:40","modified_gmt":"2022-07-22T06:10:40","slug":"brd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/","title":{"rendered":"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam menjalankan suatu bisnis, mengetahui dokumen persyaratan bisnis atau business requirements document (BRD) merupakan hal yang penting. Hal ini karena dokumen tersebut merupakan laporan formal yang merinci semua tujuan atau persyaratan dalam menjalankan suatu program, proyek, atau solusi bisnis baru. Jika diterapkan dengan baik, maka dokumen tersebut dapat dijadikan sebuah pedoman dalam memanajemen sebuah proyek.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">BRD <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">document<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah dokumen yang berisi sejumlah penjelasan mengenai keperluan dan harapan pengguna, tujuan dari sebuah solusi yang diajukan, serta berbagai kendala yang memiliki potensi mempengaruhi penerapan solusi. Dokumen ini digunakan untuk menjelaskan semua target proyek dan solusi apa yang paling efektif untuk setiap fungsi proses dalam sebuah proyek.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tertarik untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai apa saja yang harus diperhatikan dalam membuat <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">BRD dan contoh dokumen BRD<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">? Simak artikel berikut ini dengan baik, ya, Sedulur!<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/surat-paklaring\/\"><b>Contoh Surat Paklaring yang Benar Beserta Cara Membuatnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian BRD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65555\" aria-describedby=\"caption-attachment-65555\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65555\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS9-570x344.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS9-570x344.webp 570w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS9-495x300.webp 495w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65555\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam dunia bisnis, dikenal istilah business requirements document atau BRD. BRD adalah sebuah dokumen yang menjelaskan tentang solusi bisnis pada suatu proyek yang akan dikerjakan. Penjelasan ini dapat berupa apa yang harus dilakukan oleh perusahaan pada produk baru ataupun pada produk yang akan diperbarui, bagaimana keperluan atau harapan pengguna, apa tujuan dari solusi yang diajukan, dan apa saja kendala yang berpotensi mempengaruhi penerapan solusi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dokumen persyaratan bisnis ini dapat digunakan sebagai pedoman bagi para stakeholder untuk membuat kebijakan penting terkait desain, prioritas, dan struktur kepemimpinan di dalamnya. Tidak hanya itu, dokumen ini juga bisa digunakan sebagai kontrak dasar antara vendor dengan pelanggan yang nantinya akan berisi harapan serta gambaran proyek yang akan dilakukan. Biasanya, perusahaan akan menetapkan standar untuk bisa menentukan waktu proyek akan mencapai target yang diharapkan di dalam dokumen tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Fungsi dan manfaat BRD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65563\" aria-describedby=\"caption-attachment-65563\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65563\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS1-570x393.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"393\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65563\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diketahui bersama bahwa setiap manajemen proyek sangat membutuhkan business requirements document dalam praktiknya. BRD berfungsi untuk membedakan antara solusi bisnis dan solusi teknis proyek. Selain itu, dokumen ini juga berfungsi untuk memberikan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">critical to quality<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (CTQ) yang akan menghasilkan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> voice of customer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (VOC). Selanjutnya, dokumen penentu bisnis, akan menjelaskan apa saja manfaat yang didapat dari kedua hal tersebut melalui perspektif bisnis yang ada.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, manfaat menggunakan business requirements document adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk dapat memberikan sebuah solusi terbaik pada setiap tahapan proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bertindak sebagai landasan untuk mengkomunikasikan solusi yang akan dilakukan kepada perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, bisnis, dan proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dapat digunakan untuk mendapatkan sebuah kesepakatan dengan stakeholder.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk menggambarkan bagaimana suatu kebutuhan pelanggan dan bisnis akan bisa terpenuhi dengan solusi yang diajukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/pic-adalah\/\"><b>PIC: Pengertian, Tugas, Skill dan Tanggung Jawabnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Ruang lingkup <\/b><b>BRD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65562\" aria-describedby=\"caption-attachment-65562\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65562\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS2-570x268.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"268\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65562\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Business requirements document dirancang pada sebuah proyek untuk memastikan penerapan semua persyaratan sudah sesuai dalam mencapai tujuan bisnis. Biasanya, seorang analis bisnis atau manajer proyek yang memiliki pemahaman menyeluruh tentang proses bisnis akan menyusun dokumen persyaratan bisnis ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, sebelum menyusun, terdapat sebuah komponen yang paling penting, yaitu ruang lingkup proyek bersama dengan pembatasan dan kendalanya. Tiga hal utama dalam ruang lingkup tersebut adalah:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa masalah yang ingin dipecahkan oleh bisnis?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa saja batasannya?<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apakah layak untuk menginvestasikan waktu dan uang yang dibutuhkan untuk proyek tersebut?<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Hal penting sebelum membuat dokumen BRD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65559\" aria-describedby=\"caption-attachment-65559\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65559\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS5-570x354.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"354\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65559\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk membuat dokumen persyaratan bisnis, terdapat beberapa hal yang perlu Sedulur lakukan, yang merupana BRD format. BRD format adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menentukan kebutuhan perusahaan\/organisasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melibatkan semua pemangku kepentingan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengidentifikasi fase proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menetapkan tolok ukur\/standar untuk semua persyaratan proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memerlukan proses untuk memantau jadwal &amp; mengukur pencapaian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan template yang sesuai.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/linkedin-adalah\/\"><b>Linkedin: Pengertian, Manfaat &amp; Cara Membuatnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Siapa yang bertanggung jawab membuat BRD?<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65556\" aria-describedby=\"caption-attachment-65556\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65556\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS8-570x408.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"408\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65556\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pertanyaan yang sering muncul adalah siapa yang bertanggung jawab untuk membuat dokumen persyaratan bisnis. Sebenarnya, dalam pembentukan dokumen tersebut, siapapun yang mungkin akan terlibat dalam proyek harus diikut sertakan, baik dari tim proyek maupun mitra bisnis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lebih jelasnya, berikut adalah penanggung jawab pembuatan dokumen persyaratan bisnis tersebut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tim inti proyek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setiap atau semua mitra bisnis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemilik proses atau perwakilannya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ahli materi pelajaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Manajemen perubahan\/proyek\/produk, departemen kualitas dan\/atau manajemen TI sesuai kebutuhan atau yang tersedia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Konten di dalam BRD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65557\" aria-describedby=\"caption-attachment-65557\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65557\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS7-570x268.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"268\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65557\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagian besar bisnis yang dijalankan pada umumnya akan mengikuti template untuk mendokumentasikan persyaratan proyek yang dikerjakan. Dengan begitu, dalam membuat dokumen persyaratan bisnis, dibutuhkan template yang ideal agar bisa menjaga standar dokumentasi pada seluruh bagian organisasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meskipun secara struktur penempatan memiliki kemungkinan yang berbeda sesuai dengan keperluan proyek, namun business requirements document secara umum akan mencakup beberapa bagian dasar dan komponen sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Ulasan proyek<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Komponen paling utama yang harus dicantumkan saat membuat dokumen persyaratan bisnis adalah ulasan semua proyek. Para pembuat dokumen ini harus meringkas apa saja garis besar persyaratan proyek tersebut. Dalam pembuatan ulasan proyek ini, waktu yang paling baik dapat dilakukan setelah business requirements document sudah berhasil ditulis secara lengkap.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Pernyataan kebutuhan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Para penyusun dokumen persyaratan bisnis harus menyertakan pernyataan terkait kebutuhan logistik dan juga sumber daya yang dibutuhkan untuk mengerjakan proyek. Dalam pembuatan pernyataan tersebut, maka harus disertakan perhitungan yang matang dan apa saja faktor pendukung agar kebutuhan bisa disepakati oleh seluruh pihak stakeholder.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Laporan keuangan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karena fokus utama pembuatan dokumen persyaratan bisnis adalah menyediakan solusi paling baik untuk bisnis. Maka pihak perusahaan harus bisa mencantumkan laporan keuangannya. Dengan adanya laporan keuangan yang baik, maka pihak pelaksana proyek akan terbantu untuk bisa memperkirakan dampak proyek pada neraca serta pendapatan perusahaan dalam kurun periode waktu tertentu. Laporan keuangan juga sangat berguna sebagai pedoman untuk mencegah kerugian yang tidak diinginkan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Jadwal, timeline, dan tenggat waktu<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Konten lain yang ada dalam dokumen ini adalah jadwal, timeline, dan tenggat waktu. Pada bagian ini, setiap fase pengerjaan proyek harus dibahas secara detail. Hal ini berfungsi untuk membantu pihak perusahaan dalam menilai performa proyek sesuai dengan lini waktu yang ditetapkan. Penjelasan yang menyeluruh mengenai konten ini juga akan membantu perusahaan dalam memastikan seluruh pemilik kepentingan sama-sama menyadari apa yang sedang dibutuhkan dalam fase proyek.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Perkiraan biaya dan keuntungan<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam pembuatan dokumen persyaratan bisnis, para pihak juga harus menjelaskan perkiraan biaya dan juga nilai keuntungan yang akan didapatkan dari proyek yang dijalankan. Bagian ini juga harus diisi secara rinci, meliputi seluruh biaya yang digunakan dalam proyek beserta dengan analisa biaya dan keuntungan. Selain itu, pada bagian ini juga harus dicantumkan perhitungan terkait penghematan biaya dari proyek tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/manajemen-adalah\/\"><b>Pengertian Manajemen Beserta Fungsi, Tujuan &amp; Unsurnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain komponen di atas, dalam membuat business requirements document yang baik, maka beberapa unsur berikut harus diperhatikan. Berikut adalah penjelasan mengenai unsur-unsur tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Deskripsi pekerjaan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65553\" aria-describedby=\"caption-attachment-65553\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65553\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS11-570x408.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"408\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65553\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur deskripsi pekerjaan merupakan penjelasan mengenai jenis pekerjaan seperti apa dan untuk siapa pekerjaan tersebut ditujukan. Selain itu, latar belakang dari pekerjaan ini juga ditentukan atas dasar kebutuhan dari pihak klien.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Situasi saat ini<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur situasi saat ini merupakan penjelasan mengenai kondisi yang ada pada saat ini sebelum sistem yang akan dibuat akhirnya dijalankan. Selain itu, di dalam unsur ini juga terdapat informasi mengenai berbagai kendala dan berbagai masalah yang terjadi pada saat ini. Informasi ini biasanya akan ditampilkan dalam bentuk diagram ataupun flowchart.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Tujuan proyek<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur selanjutnya adalah tujuan proyek yang akan dikerjakan. Maksud dari adanya unsur ini dalam pembuatan dokumen persyaratan bisnis adalah memberikan kejelasan untuk apa sistem tersebut dibuat dan keuntungan serta kerugian apa saja yang kira-kira akan terjadi jika diterapkan sistem tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/copywriting\/\"><b>Copywriting: Pengertian, Jenis, Contoh dan Cara Membuatnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Gambaran proyek<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65552\" aria-describedby=\"caption-attachment-65552\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65552\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS12-570x408.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"408\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65552\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Maksud dari adanya gambaran proyek adalah menunjukkan penjelasan alur proses sistem yang akan dibuat. Selain itu, gambaran proyek biasanya juga akan ditampilkan dalam bentuk diagram dan flowchart alur dari sistem yang akan dibuat tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Hak akses pengguna<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur lainnya adalah penjelasan terkait pembagian kewenangan akses yang ada di dalam sistem. Melalui hak akses ini klien dapat mengetahui siapa saja pengguna dari sistem tersebut dan berbagai akses apa saja yang diterima dari setiap pengguna. Biasanya informasi mengenai hal ini ditampilkan dalam bentuk tabel secara lengkap.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Modul front end dan modul back end<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pada unsur ini, pembuat dokumen persyaratan bisnis juga harus mampu menggambarkan berbagai modul yang terdapat dalam sistem. Hal ini karena modul tersebut nantinya akan dibuat dalam bentuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mock up <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">beserta penjelasan kegiatan pengguna.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/surat-pengunduran-diri\/\"><b>8 Contoh Surat Pengunduran Diri untuk Dijadikan Referensi<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Spesifikasi pembuatan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65554\" aria-describedby=\"caption-attachment-65554\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65554\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS10-570x408.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"408\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65554\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selanjutnya adalah unsur spesifikasi pembuatan. Bagian ini akan menampilkan penjelasan mengenai spesifikasi yang digunakan dalam pembuatan serta perekaman di dalam sistem yang akan dibuat tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Timeline<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terakhir adalah unsur timeline. Unsur ini akan menjelaskan tentang detail pekerjaan yang akan dilakukan, meliputi kapan waktu dimulainya dan kapan pekerjaan bisa diselesaikan dengan baik. Lebih lanjut, beberapa dokumen persyaratan bisnis juga dilengkapi dengan milestone dari timeline sehingga seluruh pihak dapat mengetahui hasil dari setiap pekerjaan yang dilakukan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tips menulis BRD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_65558\" aria-describedby=\"caption-attachment-65558\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-65558\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS6-570x344.webp\" alt=\"brd\" width=\"570\" height=\"344\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS6-570x344.webp 570w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/BUS6-495x300.webp 495w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-65558\" class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika Sedulur berencana untuk menulis dokumen persyaratan bisnis yang sukses, beberapa tips berikut mungkin dapat membantu.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berorientasi pada tindakan. Dalam menulis dokumen persyaratan bisnis usahakan untuk tidak menggunakan bahasa yang rumit. Sedulur dapat menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami yang mendorong tindakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Libatkan pemangku kepentingan. Dalam menulis dokumen persyaratan bisnis sebisa mungkin untuk melibatkan semua pemangku kepentingan proyek dalam kegiatan seperti dengar pendapat, survei, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">focus discussion group<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, wawancara, dan ide untuk pembuatan prototipe.<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lakukan riset kelayakan. Dalam menulis dokumen persyaratan bisnis, Sedulur harus meneliti beberapa proyek sebelumnya untuk menentukan kelayakan BRD yang akan dibuat. Setelah itu, evaluasi proyek yang Sedulur kerjakan untuk memahami apakah solusi yang diinginkan dapat dikembangkan dalam batasan waktu &amp; biaya yang dimiliki atau tidak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sertakan visual. Dalam menulis dokumen persyaratan bisnis, visual dan representasi grafis seperti bagan dan diagram, dapat membantu untuk memperkuat penyampaian maksud yang ada dalam dokumen.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Validasi konten. Setelah menulis dokumen persyaratan bisnis, Sedulur dapat meninjau ulang secara menyeluruh sebelum akhirnya dokumen akan didistribusikan. Dengan begitu, Sedulur akan memperoleh validasi informasi dan isinya beserta asumsi-asumsi serta dapat memastikan bahwa semua kesalahan atau kelalaian sudah dikoreksi.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, itulah informasi mengenai business requirements document (BRD) yang merupakan sebuah dokumen penentu bisnis. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan Sedulur dalam memahami bagaimana sebuah proyek dapat dijalankan dengan baik, meskipun Sedulur tidak menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":24,"featured_media":65671,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[9156,9155,9157],"class_list":["post-65532","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-apa-itu-brd","tag-brd","tag-brd-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Business requirements document atau BRD merupakan sebuah dokumen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagaimana cara membuatnya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Business requirements document atau BRD merupakan sebuah dokumen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagaimana cara membuatnya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-22T15:30:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-22T06:10:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-9.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Belila Mega\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Belila Mega\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-9.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-9.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"brd\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/\",\"name\":\"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-22T15:30:21+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-22T06:10:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\"},\"description\":\"Business requirements document atau BRD merupakan sebuah dokumen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagaimana cara membuatnya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\",\"name\":\"Belila Mega\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Belila Mega\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis","description":"Business requirements document atau BRD merupakan sebuah dokumen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagaimana cara membuatnya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis","og_description":"Business requirements document atau BRD merupakan sebuah dokumen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagaimana cara membuatnya?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-07-22T15:30:21+00:00","article_modified_time":"2022-07-22T06:10:40+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-9.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Belila Mega","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Belila Mega","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-9.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-9.webp","width":682,"height":536,"caption":"brd"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/","name":"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-22T15:30:21+00:00","dateModified":"2022-07-22T06:10:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a"},"description":"Business requirements document atau BRD merupakan sebuah dokumen penting dalam menjalankan sebuah bisnis. Bagaimana cara membuatnya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/brd\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Business Requirements Document, Dokumen Penentu Bisnis"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a","name":"Belila Mega","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Belila Mega"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65532"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65532"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65532\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":65672,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65532\/revisions\/65672"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/65671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65532"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65532"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65532"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}