{"id":63094,"date":"2022-07-06T21:30:53","date_gmt":"2022-07-06T14:30:53","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=63094"},"modified":"2022-07-06T11:49:29","modified_gmt":"2022-07-06T04:49:29","slug":"down-syndrome-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/","title":{"rendered":"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Down syndrome adalah suatu kelainan genetik yang paling umum terjadi dan bisa dialami oleh siapa saja. Diperkirakan, dari 800 bayi yang baru lahir paling tidak ada satu bayi yang mengalami kondisi ini. Down syndrome bisa terjadi karena beberapa alasan, seperti usia ibu saat hamil yang sudah terlalu tua, atau memang adanya faktor genetik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seorang bayi down syndrome ringan akan memiliki ciri fisik yang cukup berbeda dengan bayi pada umumnya. Beberapa gejala akan dapat diamati seiring berjalannya usia mereka. Namun, untuk lebih jelasnya, para orang tua dapat membawa anak ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui diagnosis secara lebih tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobati anak yang mengalami down syndrome? Simak artikel berikut ini dengan baik, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ciri-ciri-maag\/\"><b>12 Ciri-ciri Penyakit Maag Kambuh &amp; Pertolongan Pertamanya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63095\" aria-describedby=\"caption-attachment-63095\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63095 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw2-570x468.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63095\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Down syndrome adalah kelainan pada kromosom. Kelainan genetik ini dikenal sebagai sindrom Down yang terjadi ketika bayi dalam kandungan memiliki jumlah kromosom yang lebih banyak daripada kondisi normal. Kromosom down syndrome berjumlah 47 kromosom. Hal ini berbeda dengan kromosom manusia normal yang berjumlah 46 kromosom, yakni 23 kromosom dari ibu dan 23 kromosom dari ayah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seseorang yang mengalami sindrom Down akan memiliki pertumbuhan yang terlambat dan masalah perilaku, seperti kesulitan memusatkan perhatian, perilaku obsesif\/kompulsif, keras kepala dan emosional. Mereka juga berisiko mengalami beberapa kondisi medis, seperti GERD, hipotiroidisme, cacat jantung bawaan, intoleransi gluten, serta masalah pendengaran dan penglihatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Anak-anak dengan kondisi ini juga didiagnosis memiliki gangguan spektrum autisme sehingga mempengaruhi cara mereka dalam berkomunikasi maupun berinteraksi dengan orang lain. Tidak hanya itu, kondisi ini juga berisiko menyebabkan penurunan kemampuan berpikir yang dikaitkan dengan penyakit Alzheimer serta gangguan otak yang mengakibatkan kehilangan daya ingat secara bertahap seiring bertambahnya usia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi sindrom Down merupakan kondisi seumur hidup. Meskipun begitu, dengan perawatan yang tepat, orang-orang dengan kondisi tersebut akan mampu hidup sehat, melakukan aktivitas harian secara mandiri, dan produktif bagi lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/manfaat-jintan-hitam\/\"><b>Ragam Manfaat Jinten Hitam (Habbatussauda) Melawan Penyakit<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63096\" aria-describedby=\"caption-attachment-63096\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63096 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw1-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63096\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk mengetahui kondisi perkembangan bayi down syndrome umur 2 bulan, Sedulur dapat memperhatikan beberapa gejala berikut ini\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat celah antara jari kaki pertama dan kedua.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Telapak tangan melebar dengan jari-jari yang pendek.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berat dan tinggi badan lebih rendah dibanding rata-rata.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perkembangan fisik anak-anak cenderung lebih lambat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian mulut yang berukuran kecil dengan lidah yang terjulur.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki ukuran kepala yang lebih kecil dengan bagian belakang yang datar.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki penampilan wajah yang khas, seperti tulang hidung rata atau telinga yang kecil.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Muncul bintik-bintik putih di bagian hitam mata yang disebut bintik Brushfield.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian leher pendek dengan kulit di belakang leher yang terlihat agak kendur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian mata sedikit naik ke atas dan lipatan kulit keluar dari kelopak mata atas serta menutupi sudut mata bagian dalam.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63097\" aria-describedby=\"caption-attachment-63097\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63097 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw3-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63097\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab down syndrome adalah adanya pembelahan sel abnormal. Penyebab down syndrome menurut islam sama dengan penyebab menurut medis, yaitu adanya tambahan kromosom yang terbentuk saat perkembangan sel telur pihak ibu, sel sperma dari ayah, atau saat masa embrio sehingga bayi akan memiliki 47 kromosom.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sindrom Down dapat terjadi ketika adanya replikasi pada kromosom 21. Kondisi ini terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Trisomi 21<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merupakan jenis sindrom Down yang paling sering terjadi. Kondisi jenis ini membuat setiap sel tubuh memiliki salinan ekstra dari kromosom 21.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Mosaik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada jenis ini, salinan ekstra dari kromosom 21 hanya menempel di beberapa sel, oleh karena itu ciri-cirinya tidak terlalu terlihat jelas seperti pada trisomi 21.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Translokasi<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada jenis ini, salinan ekstra dari kromosom 21 menempel di kromosom lain. Jenis ini dapat diturunkan dari orang tua ke anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/daun-binahong\/\"><b>15 Manfaat Daun Binahong yang Dapat Atasi Berbagai Penyakit<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor risiko<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63098\" aria-describedby=\"caption-attachment-63098\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63098 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw4-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63098\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kondisi down syndrome dapat meningkat jika terdapat beberapa faktor risiko seperti di bawah ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Riwayat genetik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada jenis translokasi, kelainan genetik yang diwariskan orangtua merupakan penyebabnya. Ayah atau ibu dapat membawa kelainan genetik tersebut dalam gennya tanpa mereka sadari. Orang tua tersebut mungkin tidak menunjukkan gejala dari sindrom Down karena hanya menjadi carrier.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Usia ibu saat hamil<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Usia ibu saat hamil dapat menjadi faktor penyebab seorang anak mengalami down syndrome. Hal ini usia wanita saat hamil dapat mempengaruhi kesehatan dan keselamatan janin yang dikandungnya. Wanita yang hamil di usia 35 tahun ke atas memiliki risiko yang lebih tinggi daripada usia dibawahnya. Risiko ini akan meningkat seiring penambahan usia, seperti saat wanita hamil di usia 49 tahun, maka ia berisiko mengandung bayi down syndrome 1 : 10.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Riwayat melahirkan bayi down syndrome<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Wanita yang memiliki riwayat bayi dengan kondisi sindrom Down sebelumnya, berisiko melahirkan bayi dengan kondisi yang sama. Akan tetapi, faktor ini termasuk risiko yang rendah.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Kekurangan asam folat<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Faktor risiko lainnya adalah kekurangan asam folat selama kehamilan. Hal ini karena asam folat merupakan zat yang penting dalam perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Metabolisme yang kurang optimal untuk memecah asam folat dapat berpengaruh pada pengaturan epigenetik untuk membentuk kromosom.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/manfaat-bawang-putih\/\"><b>13 Manfaat Bawang Putih Bagi Tubuh, Ampuh Melawan Penyakit<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Diagnosis<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63099\" aria-describedby=\"caption-attachment-63099\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63099 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw5-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63099\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk mengetahui seseorang mengalami sindrom Down atau tidak, terdapat dua tes yang dinilai efektif. Berikut adalah penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">1. Tes skrining<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tes skrining dapat dilakukan di trimester awal kehamilan dengan tiga cara, yakni tes darah untuk mengukur kadar protein plasma-A (PAPP-A) dan hormon kehamilan human chorionic gonadotropin\/hCG). Selanjutnya adalah pemeriksaan USG pada trimester kedua untuk mengidentifikasi adanya kelainan pada perkembangan bayi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terakhir adalah melakukan uji nuchal translucency yang dikombinasikan bersama USG untuk memeriksa ketebalan leher belakang janin. Jika terlalu banyak jumlah cairan di bagian ini, maka diperkirakan ada kelainan pada bayi. Meskipun tes skrining tidak dapat memberikan hasil akurat, namun tes ini dapat memberikan gambaran khusus jika bayi memiliki risiko tersebut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">2. Tes diagnostik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah melakukan tes skrining, Sedulur juga dapat melakukan tes diagnostik. Terdapat dua tes, yakni amniocentesis dan chorionic villus sampling. Chorionic villus sampling atau CVS merupakan prosedur yang dilakukan dengan memasukkan jarum untuk mengambil sampel sel dari plasenta bayi. Prosedur ini biasa dilakukan pada usia 9 sampai 14 minggu kehamilan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sementara itu, amniocentesis merupakan prosedur yang dilakukan dengan memasukkan sebuah jarum melalui rahim ibu untuk mengambil sampel cairan ketuban untuk dianalisis kromosom mana yang abnormal. Prosedur ini bisa dilakukan pada 15 hingga 18 minggu kehamilan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara mengobati<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63100\" aria-describedby=\"caption-attachment-63100\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63100 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw6-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63100\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dapat dikatakan bahwa tidak ada pengobatan yang dapat menyembuhkan kondisi sindrom Down. Oleh karena itu, kondisi ini akan berlangsung seumur hidup penderita. Meskipun demikian, terdapat beberapa metode pengobatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa pengobatan tersebut antara lain, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fisioterapi, yang meliputi terapi wicara, terapi perilaku, dan terapi okupasi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ikut dan aktif dalam komunitas, misalnya YSDI (Yayasan Sindroma Down Indonesia) atau Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS).<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Waktu ke dokter<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63102\" aria-describedby=\"caption-attachment-63102\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63102 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw8-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63102\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Waktu yang tepat bagi orang tua untuk memeriksakan buah hatinya ke dokter adalah ketika si kecil mengalami beberapa kondisi berikut ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengalami sakit perut, mual, atau muntah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menunjukkan masalah mental, seperti gelisah atau depresi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengalami kesulitan bernapas dan susah makan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kesulitan melakukan sesuatu secara tiba-tiba.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bertingkah aneh atau tidak dapat melakukan sesuatu yang biasanya dapat dilakukan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengalami gangguan pada jantung yang ditandai dengan perubahan warna pada bibir dan jari-jari menjadi kebiruan atau keunguan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/manfaat-air-kelapa\/\"><b>10+ Manfaat Air Kelapa Muda Untuk Berbagai Penyakit<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Komplikasi<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_63101\" aria-describedby=\"caption-attachment-63101\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-63101 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/dw7-570x467.webp\" alt=\"down syndrome\" width=\"570\" height=\"467\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-63101\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">iStock<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa komplikasi yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Leukemia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Obesitas.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Osteoporosis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan endokrin.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit autoimun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelainan jantung bawaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan pendengaran.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyakit infeksi, misalnya infeksi telinga.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan penglihatan, seperti juling dan katarak.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangguan pencernaan, misalnya penyakit celiac.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dementia, terutama penyakit Alzheimer saat berusia 50 tahun.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sleep apnea, kelainan bentuk tulang dan jaringan dapat menyebabkan saluran napas tersumbat sehingga memicu sleep apnea.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, itulah informasi mengenai down syndrome beserta gejala, penyebab, dan cara mengobatinya. Semoga informasi ini dapat membuka wawasan Sedulur semua dan menjadikan kita semua manusia yang senantiasa berbuat baik dengan semua orang bagaimanapun kondisi fisiknya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":24,"featured_media":63232,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4215,8772,8771],"class_list":["post-63094","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-down-syndrome","tag-down-syndrome-adalah","tag-penyebab-down-syndrome"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Down syndrome adalah kondisi kelainan genetik pada kromosom seseorang. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Simak artikel ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Down syndrome adalah kondisi kelainan genetik pada kromosom seseorang. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Simak artikel ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-06T14:30:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-06T04:49:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-2.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Belila Mega\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Belila Mega\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-2.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-2.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Down Syndrome\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/\",\"name\":\"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-06T14:30:53+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-06T04:49:29+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\"},\"description\":\"Down syndrome adalah kondisi kelainan genetik pada kromosom seseorang. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Simak artikel ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a\",\"name\":\"Belila Mega\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Belila Mega\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya","description":"Down syndrome adalah kondisi kelainan genetik pada kromosom seseorang. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Simak artikel ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya","og_description":"Down syndrome adalah kondisi kelainan genetik pada kromosom seseorang. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Simak artikel ini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-07-06T14:30:53+00:00","article_modified_time":"2022-07-06T04:49:29+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-2.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Belila Mega","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Belila Mega","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-2.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/7-2.webp","width":682,"height":536,"caption":"Down Syndrome"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/","name":"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-06T14:30:53+00:00","dateModified":"2022-07-06T04:49:29+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a"},"description":"Down syndrome adalah kondisi kelainan genetik pada kromosom seseorang. Bagaimana gejala, penyebab, dan cara mengobatinya? Simak artikel ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/down-syndrome-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Down Syndrome: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/be363d47d5673b325043e360b084311a","name":"Belila Mega","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/bbceca0257647b7b2ca9148ae7ec1df4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Belila Mega"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63094"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63094"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63094\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63234,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63094\/revisions\/63234"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63094"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63094"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63094"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}