{"id":63039,"date":"2022-07-06T22:30:36","date_gmt":"2022-07-06T15:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=63039"},"modified":"2022-07-06T12:00:22","modified_gmt":"2022-07-06T05:00:22","slug":"penyakit-ocd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/","title":{"rendered":"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pernahkah Sedulur mendengar penyakit OCD? OCD merupakan singkatan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obsessive Compulsive Disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, sebuah masalah kesehatan mental yang membuat para pengidapnya memiliki pemikiran dan dorongan berulang, serta muncul perilaku kompulsif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada artikel ini Sedulur akan diajak untuk mengulas bersama mengenai penyakit OCD ini, mulai dari gejala, penyebab, dan cara mengobatinya. Yuk, simak pembahasannya sampai usai!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/buah-kundur\/\"><b>10 Manfaat Buah Kundur untuk Kesehatan &amp; Cara Konsumsinya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian penyakit OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/26727728\/56699\/i\/600\/depositphotos_566991748-stock-photo-obsessive-compulsive-disorder-words-wooden.jpg\" alt=\"penyakit ocd\" width=\"600\" height=\"367\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah disinggung secara singkat di atas, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obsessive Compulsive Disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau OCD adalah suatu masalah kesehatan mental yang membuat penderitanya memiliki pemikiran atau dorongan yang tidak bisa dikontrol dan bersifat berulang (obsesi), serta memunculkan perilaku paksaan yang kompulsif.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh penyakit OCD ringan yang paling sederhana adalah ketika seseorang mencuci tangan hingga bersih secara berulang-ulang pasca kontak terhadap sesuatu yang menurutnya tidak bersih. Padahal, belum tentu tangan orang tersebut kotor, tetapi pemikirannya yang berulang memunculkan perilaku untuk mencuci tangan hingga bersih.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pemikiran dan perilaku tersebut tidak bisa dikendalikan oleh penderita penyakit OCD. Padahal belum tentu bahwa ia memiliki pemikiran untuk melakukan tindakan tersebut. Tetapi, di bawah alam sadarnya, ia tidak berdaya untuk menghentikan perilaku tertentu tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam hal ini, sudah terlihat jelas bahwa penyakit OCD memang begitu signifikannya mempengaruhi keseharian sang penderita.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kolesterol-normal\/\"><b>Kadar Kolesterol Normal dan Penyakit yang Bisa Ditimbulkan<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab penyakit OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/1194063\/2842\/i\/450\/depositphotos_28423197-stock-photo-washing-hands.jpg\" alt=\"penyakit ocd\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setiap masalah kesehatan tentu memiliki penyebab serta faktor yang memunculkan penyakit tersebut, sama halnya dengan OCD. Penyakit OCD penyakit mental yang lazim muncul pada anak-anak, remaja, dan bahkan orang dewasa di seluruh dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengutip dari situs Halodoc, rata-rata diagnosis penyakit OCD terjadi pada usia 19 tahun, dan cenderung menyerang kaum pria dibandingkan kaum wanita. Meskipun sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab-penyebab apa saja yang memungkinkan munculnya penyakit OCD ini, namun para ahli sepakat bahwa terdapat setidaknya lima penyebab utama yang sering muncul pada penderita OCD.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sirih-cina\/\"><b>15 Manfaat Daun Sirih Cina untuk Berbagai Macam Penyakit<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Genetik<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab OCD yang pertama adalah genetik. Risiko seseorang mengidap OCD akan lebih besar jika keluarga dalam lingkar pertama, seperti orang tua, kakak atau adik kandung, pun dapat juga dari keturunan seseorang yang mengalami masalah mental ini. Risiko anggota keluarga lain terkena OCD akan lebih tinggi jika penyakit tersebut diderita sejak kanak-kanak atau remaja.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Struktur dan fungsi otak<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab OCD yang kedua berasal dari struktur dan fungsi otak. Berdasarkan berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli, pengidap OCD menunjukkan adanya perbedaan struktur pada bagian korteks frontal (bagian otak yang terletak di belakang dahi). Korteks frontal sendiri memiliki tugas untuk berpikir, merencanakan, memutuskan, mengontrol emosi dan tubuh, memahami diri sendiri, serta berempati terhadap sesuatu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penelitian tersebut juga mengungkapkan fakta bahwa terdapat perbedaan struktur subkortikal otak. Tetapi, perlu ditegaskan sekali lagi bahwa sampai saat belum ditemukan secara pasti penyebab-penyebab utama dari penyakit OCD. Maka dari itu, hubungan antara gejala OCD dan kelainan pada bagian otak tertentu ini masih perlu untuk digali lebih dalam lagi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Lingkungan<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab OCD yang ketiga adalah lingkungan. Mereka yang mengalami riwayat kekerasan baik fisik, psikis, seksual, maupun trauma kekerasan lainnya semasa kanak-kanak lebih berisiko terkena penyakit OCD.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Infeksi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penyebab OCD yang keempat adalah infeksi. Dalam beberapa kasus yang telah diteliti, seseorang juga dapat menderita penyakit OCD setelah mengalami infeksi streptokokus. Biasanya mereka yang mengidap penyakit ini karena infeksi berasal dari anak-anak. Sindrom ini disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pediatric Autoimmune Neuropsychiatric Disorders Associated with Streptococcal Infections<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (PANDAS).<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Gangguan kesehatan mental lain<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penyebab OCD yang keempat adalah kaitan dengan gangguan kesehatan mental lainnya. OCD dapat muncul sebagai salah satu bawaan dari depresi, gangguan kecemasan, penyalahgunaan zat, atau juga tic disorder.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tanaman-toga\/\"><b>14 Jenis Tanaman Toga Beserta Manfaatnya untuk Kesehatan<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala penyakit OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st3.depositphotos.com\/1010613\/18693\/i\/600\/depositphotos_186938592-stock-photo-close-up-of-a-man.jpg\" alt=\"penyakit ocd\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai sebuah penyakit, pastinya OCD memiliki beberapa gejala yang dapat diamati. Gejala pada pengidap OCD dibagi menjadi dua, gejala pikiran obsesif dan juga gejala perilaku kompulsif. Kira-kira apa saja gejala dari penyakit OCD?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Gejala pikiran obsesif<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketakutan yang berlebihan terhadap kuman atau bakteri.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketakutan yang berlebihan dalam melakukan suatu kesalahan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketakutan yang berlebihan akan dipermalukan atau berperilaku yang tidak diterima secara sosial dan norma masyarakat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara berulang memikirkan hal-hal tabu atau larangan, seperti seks, agama, dan bahaya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara agresif memikirkan tentang diri sendiri atau orang lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sangat terobsesi dengan hal-hal yang simetris atau urutan sesuatu yang sempurna tepat.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki pemikiran ragu-ragu yang berlebihan dan selalu berniat untuk memastikan sesuatu secara berulang-ulang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Gejala perilaku kompulsif<\/b><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mandi, bersih-bersih, atau mencuci tangan secara berlebihan dan berulang-ulang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menghindari jabat tangan atau memegang gagang pintu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menata dan mengurutkan barang-barang sesuai dengan cara yang tepat dan khusus.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memeriksa sesuatu secara berulang-ulang, seperti berulang kali pergi ke dapur untuk memeriksa apakah kompor sudah benar-benar dalam keadaan mati.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berhitung secara agresif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Makan dengan urutan spesifik sesuai ketentuan pribadinya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sering terbayang-bayang secara berlebihan tentang kata-kata, gambar atau pikiran tertentu hingga mengganggu keseharian, bahkan mengganggu ketika hendak tidur.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sering mengulang kata-kata, kalimat, atau doa tertentu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merasa memiliki kebutuhan untuk melakukan tugas dalam beberapa kali.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengumpulkan atau menimbun barang tanpa nilai dan tujuan yang jelas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Diagnosis penyakit OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/1194063\/1282\/i\/600\/depositphotos_12822844-stock-photo-doctor-with-female-patient.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila seseorang merasa mengalami gejala-gejala penyakit OCD ekstrem, maka hendaknya ia datang ke dokter atau ahli kejiwaan untuk melakukan pemeriksaan fisik dan mendapatkan diagnosis yang tepat. Pemeriksaan fisik dilakukan agar dapat menghilangkan kemungkinan masalah kesehatan lain dan juga memeriksa kemungkinan adanya komplikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, biasanya pihak dokter akan melakukan beberapa rangkaian pemeriksaan melalui laboratorium sebagai penunjang, seperti perhitungan dara, pemeriksaan fungsi tiroid, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">screening<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> alkohol dan konsumsi obat.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Barulah pasien dibawa untuk melakukan evaluasi psikologis. Pada evaluasi ini, biasanya pasien akan diajak untuk membahas perasaan, pikiran, gejala, serta pola perilaku. Menurut American Psychiatric Association, diagnosis penyakit OCD mengacu pada Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ematerai\/\"><b>Apa itu e-Materai? Ketahui Penjelasannya dan Cara Membelinya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengobatan OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/8993284\/54443\/i\/600\/depositphotos_544432946-stock-photo-medial-pills-are-scattered-from.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berkenaan dengan belum adanya penelitian yang dapat menyatakan penyebab pasti dari OCD, pengobatan untuk penyakit ini pun belum sepenuhnya ditemukan. Alhasil, OCD masih menjadi salah satu masalah kesehatan mental yang belum dapat disembuhkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Walaupun begitu, penderita OCD bisa mengurangi gejala yang muncul dengan menjalani serangkaian perawatan. Perawatan tersebut terdiri dari konsumsi obat-obatan, psikoterapi, atau juga integrasi keduanya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Komplikasi OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/13318524\/25114\/i\/450\/depositphotos_251143214-stock-photo-sleepless-desperate-beautiful-caucasian-woman.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"436\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pentingnya seseorang memperhatikan gejala-gejala OCD salah satunya adalah karena OCD bisa menimbulkan komplikasi masalah kesehatan mental yang lainnya. Masalah kesehatan yang dapat muncul karena penyakit OCD adalah stres, depresi, serta gangguan kecemasan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pencegahan OCD<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/zonasoal.live\/baca-https-st.depositphotos.com\/17968594\/56627\/i\/450\/depositphotos_566271076-stock-photo-two-millennial-asian-young-healthy.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sampai sekarang, para ahli kejiwaan belum dapat menemukan pencegahan dari masalah mental ini. Tetapi yang jelas, memperhatikan berbagai gejala serta melakukan pemeriksaan dan pengobatan sedini mungkin dapat membantu mencegah penyakit OCD memburuk dan semakin membebani aktivitas sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di atas merupakan ulasan singkat dari penyakit OCD atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Obsessive Compulsive Disorder<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Pun sudah dijelaskan beberapa gejala, penyebab, dan juga tindakan-tindakan yang perlu seseorang lakukan apabila merasa mengidap masalah kesehatan mental ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Sedulur, ya!<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":63201,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[1719,8764,8763],"class_list":["post-63039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kesehatan","tag-ocd","tag-penyakit-ocd"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Penyakit OCD merupakan singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, salah satu masalah kesehatan jiwa yang lazim dialami.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Penyakit OCD merupakan singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, salah satu masalah kesehatan jiwa yang lazim dialami.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-06T15:30:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-06T05:00:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/16.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/16.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/16.webp\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/\",\"name\":\"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-06T15:30:36+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-06T05:00:22+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Penyakit OCD merupakan singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, salah satu masalah kesehatan jiwa yang lazim dialami.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya","description":"Penyakit OCD merupakan singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, salah satu masalah kesehatan jiwa yang lazim dialami.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya","og_description":"Penyakit OCD merupakan singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, salah satu masalah kesehatan jiwa yang lazim dialami.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-07-06T15:30:36+00:00","article_modified_time":"2022-07-06T05:00:22+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/16.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/16.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/16.webp","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/","name":"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-06T15:30:36+00:00","dateModified":"2022-07-06T05:00:22+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Penyakit OCD merupakan singkatan dari Obsessive Compulsive Disorder, salah satu masalah kesehatan jiwa yang lazim dialami.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penyakit-ocd\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Penyakit OCD: Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63039"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=63039"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":63043,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/63039\/revisions\/63043"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/63201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=63039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=63039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=63039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}