{"id":61901,"date":"2022-07-01T12:30:45","date_gmt":"2022-07-01T05:30:45","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=61901"},"modified":"2022-07-01T09:20:18","modified_gmt":"2022-07-01T02:20:18","slug":"naturalisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/","title":{"rendered":"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pernahkah Sedulur mendengar tentang istilah naturalisme? Ia merupakan salah satu nama dari sebuah aliran dalam seni lukis sebagai cabang dari seni rupa. Aliran tersebut berusaha untuk menyajikan keindahan secara jujur dan apa adanya melalui goresan-goresan di kanvas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam seni lukis, terdapat beberapa aliran yang biasanya dianut oleh para pelukis untuk mencerminkan objek gambarnya. Di antara beberapa aliran dalam seni lukis tersebut adalah kubisme, ekspresionisme, impresionisme, realisme, fauvisme, dan lain sebagainya. Salah satu aliran yang akhir-akhir ini sering dipakai dalam seni lukis adalah naturalisme.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lantas, apa yang dimaksud dengan naturalisme seni? Apa saja ciri-ciri beserta tokoh pentingnya? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/dongeng-adalah\/\"><b>Dongeng: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Jenisnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian aliran naturalisme dalam seni lukis<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/1017950\/1581\/i\/600\/depositphotos_15811437-stock-photo-street-artist.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"421\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengutip dari penjelasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), naturalisme adalah aliran dalam seni yang menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya. Selain itu, istilah tersebut juga dapat berarti karya seni rupa yang memiliki sifat kebenaran fisik dari alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ia dibedah secara mendalam, istilah tersebut berasal dari bahasa Inggris \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">naturalism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d atau \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Kata \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nature<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d dalam bahasa Inggris sendiri memiliki arti alam. Maka dari itu, setiap lukisan yang termasuk dalam kategori aliran tersebut biasanya menggambarkan alam sekitar dengan mencerminkan kesesuaian dan kemiripan objek lukis tersebut. Tujuan dari aliran ini adalah agar objek lukis tersebut terlihat sangat natural.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Naturalisme secara ontologis dan metodologis<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apabila kita melihat istilah naturalisme dari sudut pandang ontologis, ia merujuk ke sesuatu yang serupa dengan bentuk materialisme. Dengan kata lain, ia mengacu pada hal material atau kebendaan yang terlihat serta tampak nyata.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di sisi lain, apabila kita melihatnya dari sudut pandang metodologis, maka istilah naturalisme lebih mengacu kepada pencarian dari sebuah penjelasan. Penjelasan tersebut dapat berupa bagaimana atau apa yang ada dalam lingkungan sekitar kita. Lebih lanjut lagi, penjelasan tersebut dapat diamati, diuji, ditiru, dan juga\u00a0 diverifikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/moral-adalah\/\"><b>Moral adalah: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri dan Macamnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Seni lukis aliran naturalisme<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/21607914\/24446\/i\/600\/depositphotos_244463382-stock-photo-visitors-look-at-a-painting.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kembali ke pembahasan seni lukis sebagai cabang dari seni rupa, lukisan yang menganut aliran ini dibuat agar terlihat realistis seperti referensinya yang terdapat pada alam sekitar. Naturalisme juga dapat menjadi bentuk apresiasi dari seniman-seniman terhadap keindahan alam. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pelukis dengan aliran ini lazimnya akan mengangkat sebuah tema tentang kecantikan dari pemandangan alam yang ia lihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam seni lukis aliran naturalisme, seniman biasanya akan berusaha untuk menggambarkan objek lukis yang ia pilih secara apa adanya. Walaupun begitu, para seniman ini tidak begitu saja meninggalkan subjektivitas dalam karyanya. Tetap saja dalam lukisan beraliran ini akan diselipkan emosi, pandangan, opini-opini pribadi, dan juga keinginan di bawah alam sadar sang pelukis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Subjektivitas ini pada akhirnya menimbulkan berbagai macam variasi dalam aliran seni lukis ini. Sebagai contoh, lukisan alam yang digambarkan secara indah namun tampak begitu romantis, erotis, bergairah, atau kesan-kesan tersirat lain yang pelukis berusaha sampaikan. Selain itu, lukisan yang termasuk dalam kategori ini juga lebih sering memilih objek lukis yang keindahannya terpancar. Hal itu karena memang aliran ini lebih mementingkan bentuk fisik dari objek lukis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Seniman naturalisme<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Para seniman dalam aliran ini umumnya akan melihat sebuah objek lukis dari satu sudut pandang. Contoh naturalisme adalah ketika melukis sebuah lembah. Maka yang dilihat adalah hamparan pepohonan dan juga bukit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mereka pun tidak bisa serta merta memasukkan aspek-aspek lain dalam objek lukis yang tidak tampak secara kasat mata. Terlebih jika tidak tampak oleh mata di dalam bidang lukisan. Sebagai contoh dalam lukisan lembah tadi, meskipun terdapat sisi-sisi lembah atau bukit yang sebenarnya dapat terlihat, akan tetapi dalam persepsi tercipta makna lembah atau bukit yang lain juga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alhasil, apabila terdapat keterbatasan dalam menginterpretasikan objek lukis yang seniman lihat, maka biasanya seniman akan berusaha untuk meniru semirip mungkin alam atau lingkungan sekitar objek. Teknik tersebut kemudian akan menghasilkan lukisan yang natural dengan imajinasi yang berkembang dari realitas objek lukis sesungguhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/inovatif-adalah\/\"><b>Inovatif: Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat, Karakteristik &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Naturalisme dalam sastra<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static8.depositphotos.com\/1052340\/1002\/i\/600\/depositphotos_10026345-stock-photo-old-letters-and-pen-as.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Istilah naturalisme tidak hanya terdapat pada bidang seni lukis dan seni rupa. Istilah tersebut juga ada dalam bidang sastra.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedikit berbeda dari definisinya dalam lingkup seni lukis, istilah naturalisme dalam sastra merujuk pada karya-karya berjenis prosa fiksi yang lebih radikal dari karya-karya realisme. Karya tersebut akan akan menceritakan segamblang dan senyata mungkin dari peristiwa yang sering terjadi sehari-hari. Tentunya tidak akan ada sensor dalam adegan atau dialog yang agak kontroversial.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti yang Sedulur telah pahami, naturalisme dalam seni lukis merupakan salah satu aliran atau kategori dimana karya-karya lukis yang dihasilkan memiliki kemiripan dengan alam, sangat mirip dengan referensi objek lukis. Sementara dalam dunia sastra, karya-karya yang dapat dimasukkan ke dalam kategori tersebut umumnya ditulis dengan huruf \u201cN\u201d besar, dengan tujuan untuk menyatakan konteks spesifik yang dikandung di dalamnya, bukan sekedar sifat yang natural.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Perbedaan naturalisme dan realisme<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedulur pastinya sudah lebih paham dengan apa yang dimaksud aliran naturalisme dalam seni lukis. Aliran tersebut adalah aliran dalam seni lukis yang menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya. Istilah tersebut juga dapat berarti karya seni rupa yang memiliki sifat kebenaran fisik dari alam. Ternyata, aliran tersebut juga mirip dengan realisme sebagai salah satu aliran dalam seni lukis lainnya. Lalu, apa yang membedakan kedua aliran tersebut?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagi sebagian orang awam, definisi dari aliran naturalisme sering tertukar dengan aliran realisme. Tetapi, pada kenyataannya cukup mudah untuk membedakan dua aliran dalam seni lukis sebagai cabang seni rupa tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya-karya lukis yang termasuk ke dalam aliran realisme umumnya mengangkat tema yang realistis, gambar pada lukisan tidak perlu dibuat dengan semirip mungkin terhadap referensinya. Beda dengan aliran naturalisme dalam seni lukis, karya-karya yang termasuk ke dalam aliran tersebut lebih mengutamakan kemiripan gambar yang dilukiskan sesuai dengan referensi objek lukis di alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cerpen-adalah\/\"><b>Cerpen: Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri, Unsur &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Ciri-ciri naturalisme<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st3.depositphotos.com\/3258807\/14033\/i\/600\/depositphotos_140337418-stock-photo-concentrated-artist-helping-elderly-man.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah memahami tentang definisi aliran tersebut sebagai salah satu aliran yang banyak digunakan pada karya-karya lukis saat ini dan juga perbedaanya dengan aliran realisme, pada pembahasan ini kita akan membahas tentang ciri-ciri serta karakteristik yang dicerminkan oleh karya lukis dalam aliran tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Membedakan aliran naturalisme dari aliran lainnya memang susah-susah gampang, terlebih lagi jika karya lukis dari aliran ini disandingkan dengan karya lukis dari aliran realisme. Tetapi tenang dulu Sedulur, kita dapat mengacu kepada beberapa poin di bawah ini untuk mencirikan beberapa karakteristik khasnya.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya lukis yang termasuk ke dalam aliran naturalisme lebih mengutamakan kemiripan lukisan dengan objek lukis yang menjadi referensi seniman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya lukis yang termasuk ke dalam aliran tersebut mengangkat tema tentang pemandangan yang nyata dapat dilihat secara kasat mata, seperti keindahan alam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya lukis yang termasuk ke dalam aliran naturalisme tidak hanya menampilkan berbagai lukisan yang indah, tetapi akan menampilkan kemurnian yang terkandung dalam objek lukis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya lukis yang termasuk ke dalam aliran tersebut melukiskan keindahan sesuai dengan apa yang dilihat oleh mata sang pelukis, tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi keindahan tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya lukis yang termasuk ke dalam aliran tersebut utamanya memiliki teknik-teknik serta keterampilan dari para seniman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karya lukis yang termasuk ke dalam aliran tersebut merupakan apresiasi dan bentuk kekaguman para seniman kepada alam sekitar.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tokoh aliran naturalisme<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Naturalisme merupakan aliran dalam seni lukis yang menggambarkan sesuatu sebagaimana adanya. Istilah tersebut juga dapat merujuk ke karya seni rupa yang memiliki sifat kebenaran fisik dari alam. Terdapat beberapa ciri dari aliran ini yang membedakannya dari aliran-aliran lain dalam seni lukis, seperti mengutamakan kemiripan dengan objek lukis, menampilkan kemurnian objek lukis, serta menjadi bentuk apresiasi dan kekaguman terhadap objek lukis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai sebuah aliran dalam seni lukis, tentunya terdapat beberapa tokoh yang berjasa dan banyak memberikan sumbangsih terhadap perkembangan aliran ini. Kira-kira siapa saja tokoh penting dalam aliran seni lukis ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ragam-hias-geometris\/\"><b>Ragam Hias Geometris: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. John Constable<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_61903\" aria-describedby=\"caption-attachment-61903\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-61903\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Wikimedia-Commons-1-1-570x468.webp\" alt=\"naturalisme\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61903\" class=\"wp-caption-text\">Wikimedia Commons<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">John Constable merupakan pelukis landscape berkebangsaan Inggris yang lahir pada 11 Juni 1776. Ia dikenal luas dengan ekspresi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">romantic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">-nya dalam setiap goresan yang ia tuangkan ke kanvas. Nama John Constable menjadi melejit karena lukisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dedham Vale<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menarik banyak perhatian orang. Kesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">romantic<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memang sering tersirat dalam setiap lukisannya. Ia pernah menuturkan bahwa melukis hanyalah kata lain dari perasaan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa karya lukis John Constable yang paling terkenal adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Wivenhoe Park<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1816), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dedham Vale<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1821), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Hay Wain<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1821). Walaupun memang ia menjadi salah satu tokoh dalam aliran naturalisme pada seni lukis, tetapi John Constable tidak memiliki kesempatan yang lama untuk menikmati pundi-pundi hasil karya dan jerih payahnya tersebut. Terlebih lagi, karya-karya lukis John Constable lebih banyak diminati di negara Prancis ketimbang di kampung halamannya di Inggris.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Amaldus Clarin Nielsen<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_61907\" aria-describedby=\"caption-attachment-61907\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-61907\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Artvee-2-570x468.webp\" alt=\"naturalisme\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61907\" class=\"wp-caption-text\">Artvee<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Amaldus Nielsen, atau yang bernama lengkap Amaldus Clarin Nielsen, merupakan salah satu pelukis kenamaan dari Norwegia. Ia lahir pada tanggal 23 Mei 1838 di Halse, Norwegia. Amaldus Nielsen mendapat julukan \u201cpelukis naturalis pertama Norwegia\u201d karena dedikasi dan sumbangsihnya terhadap aliran tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa karya lukisan ternama milik Amaldus Nielsen adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hval\u00f8rhei<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1874), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Skovbillede<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1896), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Morgen ved Ny-Hellesund<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1885), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ensomt sted<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1901), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fra Bankefjorden<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1910) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kveld p\u00e5 J\u00e6ren<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1925). Rata-rata lukisan naturalismenya dihasilkan di daerah Norwegia Barat dan Norwegia Selatan.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. William Bliss Baker<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_61902\" aria-describedby=\"caption-attachment-61902\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-61902\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Wikipedia-3-1-570x468.webp\" alt=\"naturalisme\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61902\" class=\"wp-caption-text\">Wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">William Bliss Baker merupakan salah satu tokoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">influential<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam perkembangan aliran seni lukis ini. Ia lahir pada 27 November 1859 di New York. Pelukis berkebangsaan Amerika Serikat tersebut dianugerahi penghargaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Hallgarten Prize<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada tahun 1884 oleh National Academy of Design atas karya-karyanya. Salah satu lukisan William Bliss Baker yang paling terkenal adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fallen Monarchs<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1886) yang ia lukis di daerah Ballston Lake. Selain itu juga terdapat beberapa lukisan lain seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">A Pleasant Day at Lake George<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1883) dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Morning After the Snow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1887).<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Thomas Cole<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_61906\" aria-describedby=\"caption-attachment-61906\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-61906\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Metropolitan-Museum-of-Art-4-570x468.webp\" alt=\"naturalisme\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61906\" class=\"wp-caption-text\">Metropolitan Museum of Art<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Thomas Cole lahir pada 1 Februari 1801. Ia merupakan pelukis kebangsaan Inggris-Amerika yang terkenal karena karya-karya lukisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">landscape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan lukisan sejarahnya. Thomas Cole juga dikenal karena kemampuannya merepresentasikan kesan romantis dalam setiap karya indahnya. Beberapa lukisan terkenal dari Thomas Cole adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Titan\u2019s Goblet<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1833), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Course of Empire<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1833\u201336), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Oxbow<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1836), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Voyage of Life<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1842).<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. B\u00e9la Iv\u00e1nyi-Gr\u00fcnwald<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_61904\" aria-describedby=\"caption-attachment-61904\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-61904\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Wikimedia-Commons-5-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61904\" class=\"wp-caption-text\">Wikimedia Commons<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Salah satu tokoh aliran naturalisme dalam seni lukis adalah B\u00e9la Iv\u00e1nyi-Gr\u00fcnwald. Ia lahir pada 6 Mei 1867 di Som, Hungaria. B\u00e9la Iv\u00e1nyi-Gr\u00fcnwald merupakan lulusan dari Academy of Fine Arts Budapest dan juga sempat menimba ilmu di Acad\u00e9mie Julian.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Warrior\u2019s Sword<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1890), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ave Maria<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1891), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Moonrise<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1897), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">In the Valley<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1901), <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dying Clothes<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1903), dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gypsy Girls by the Banks of the L\u00e1pos<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (1909) menjadi beberapa lukisan kenamaan buatan B\u00e9la Iv\u00e1nyi-Gr\u00fcnwald. Selain dikenal sebagai salah satu tokoh dalam aliran naturalisme, ia ternyata juga beberapa kali menghasilkan karya-karya bernuansa aliran fauvisme dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">baroque<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Soedjono Abdullah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_61905\" aria-describedby=\"caption-attachment-61905\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-61905\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Invaluable.com-6-570x429.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"429\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-61905\" class=\"wp-caption-text\">Invaluable.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Soedjono Abdullah merupakan salah satu seniman naturalisme Indonesia. Ia lahir pada tanggal 31 Agustus 1911 di Yogyakarta, Indonesia. Soedjono Abdullah merupakan kakak dari Basuki Abdullah dan anak dari Abdullah Suriosubroto, yang keduanya merupakan sama-sama pelukis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">landscape<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Soedjono Abdullah terkenal dengan cara pengerjaan lukisan yang cepat, memberikan impresi yang apik, berkesan sekelebat, dengan garis-garis yang tampak tangkas. Beberapa karya terkenal yang dihasilkannya adalah Pasar Ikan (1950), Gunung Gede (1940-1960), Ngarai Sianok (1940-1960), dan Telaga Di Kaki Gunung (1940-1960) yang menjadi salah satu koleksi Ir. Soekarno di Istana Kepresidenan Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah pembahasan lengkap mengenai naturalisme sebagai salah satu aliran dalam seni lukis. Di atas sudah diulas mengenai beberapa pengertiannya, ciri-ciri, serta contoh dari karya yang termasuk dalam kategori aliran seni lukis tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":62478,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8549,8550,8551],"class_list":["post-61901","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-naturalisme","tag-naturalisme-adalah","tag-pengertian-naturalisme"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Naturalisme merupakan salah satu dari sekian banyak aliran dalam seni lukis yang sering digunakan semenjak dulu hingga sekarang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Naturalisme merupakan salah satu dari sekian banyak aliran dalam seni lukis yang sering digunakan semenjak dulu hingga sekarang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-07-01T05:30:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-07-01T02:20:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Seni-Naturalisme.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Seni-Naturalisme.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Seni-Naturalisme.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Naturalisme adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/\",\"name\":\"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-07-01T05:30:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-07-01T02:20:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Naturalisme merupakan salah satu dari sekian banyak aliran dalam seni lukis yang sering digunakan semenjak dulu hingga sekarang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya","description":"Naturalisme merupakan salah satu dari sekian banyak aliran dalam seni lukis yang sering digunakan semenjak dulu hingga sekarang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya","og_description":"Naturalisme merupakan salah satu dari sekian banyak aliran dalam seni lukis yang sering digunakan semenjak dulu hingga sekarang.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-07-01T05:30:45+00:00","article_modified_time":"2022-07-01T02:20:18+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Seni-Naturalisme.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Seni-Naturalisme.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Seni-Naturalisme.webp","width":682,"height":536,"caption":"Naturalisme adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/","name":"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-07-01T05:30:45+00:00","dateModified":"2022-07-01T02:20:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Naturalisme merupakan salah satu dari sekian banyak aliran dalam seni lukis yang sering digunakan semenjak dulu hingga sekarang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/naturalisme\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Naturalisme: Pengertian, Ciri-Ciri, Tokoh Beserta Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61901"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=61901"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61901\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":61908,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/61901\/revisions\/61908"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/62478"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=61901"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=61901"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=61901"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}