{"id":60311,"date":"2022-06-21T11:00:57","date_gmt":"2022-06-21T04:00:57","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=60311"},"modified":"2022-06-21T10:31:08","modified_gmt":"2022-06-21T03:31:08","slug":"kalimat-majemuk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/","title":{"rendered":"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Kalimat merupakan salah satu pokok bahasan dalam tata bahasa bahasa Indonesia. Tepatnya, masalah kalimat dikaji dalam bidang sintaksis, yakni cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang susunan kalimat dan hubungan antarkata maupun kata dengan bentuk satuan bahasa lainnya. Dalam bahasa Indonesia sendiri, kalimat dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya ialah kalimat majemuk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sederhananya, kalimat majemuk adalah jenis kalimat yang dikategorikan berdasar bentuknya. Kalimat jenis ini terdiri atas dua klausa atau lebih. Adapun kebalikan dari jenis kalimat ini adalah kalimat tunggal yang hanya terdiri atas satu klausa. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Nah, pada artikel kali ini, mari membahas mengenai pengertian, jenis, hingga contoh kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia. Simak sampai habis, ya, Sedulur!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kata-tanya\/\">7 Jenis Kata Tanya Beserta Contoh Kalimat Penggunaanya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">Mengenal kalimat dalam bahasa Indonesia<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_60348\" aria-describedby=\"caption-attachment-60348\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-60348\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kalimat-majemuk-istock-570x408.webp\" alt=\"kalimat majemuk\" width=\"570\" height=\"408\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60348\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum mempelajari lebih jauh tentang jenis kalimat ini, ada baiknya Sedulur memahami terlebih dahulu apa itu kalimat dalam bahasa Indonesia. Menurut <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia<\/em> (KBBI), kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final dan secara aktual maupun potensial terdiri atas klausa. Dengan kata lain, kalimat adalah kesatuan bahasa yang berupa kata atau kumpulan kata dan memiliki intonasi yang menunjukkan bahwa kesatuan tersebut sudah lengkap.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam bahasa Indonesia, kalimat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sejumlah kategori. Mulai dari kalimat aktif dan pasif, kalimat transitif dan intransitif, hingga kalimat tunggal dan majemuk. Adapun pada artikel kali ini akan dibahas lebih rinci\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">tentang kalimat majemuk, lengkap dengan pengertian, jenis, hingga contoh-contohnya.<\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">Pengertian kalimat majemuk<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_60349\" aria-describedby=\"caption-attachment-60349\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-60349\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kalimat-majemuk-istock-2-570x411.webp\" alt=\"kalimat majemuk\" width=\"570\" height=\"411\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60349\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah disampaikan sebelumnya, kalimat merupakan sebuah kesatuan bahasa yang dapat berdiri sendiri. Dengan demikian, suatu kalimat telah memiliki arti atau dapat dipahami maksudnya. Lantas, apa itu kalimat majemuk?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut KBBI, kalimat ini terjadi dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu. Sehingga bisa dipahami, kalimat majemuk merupakan gabungan dari dua klausa atau lebih. Perlu diketahui, klausa adalah gabungan kata yang setidaknya memiliki subjek dan predikat. Namun, klausa bukanlah kalimat, melainkan merupakan bagian dari kalimat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada umumnya, sebuah klausa-klausa dalam kalimat jenis ini dihubungkan dengan kata hubung atau konjungsi. Misalnya kata &#8220;dan&#8221;, &#8220;tetapi&#8221;, &#8220;atau&#8221;, &#8220;serta&#8221;, dan &#8220;sedangkan&#8221;. Selain menggunakan kata hubung, ciri-ciri kalimat majemuk lainnya adalah adanya tanda koma di tengah kalimat seperti pada contoh kalimat, &#8220;<\/span><span style=\"color: #000000;\">Tantri memesan bakso, tetapi suaminya memesan sate sapi.&#8221; <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">P<\/span><span style=\"color: #000000;\">erlu digaris bawahi bahwa konjungsi atau kata hubung memiliki peranan penting dalam kalimat ini. Sebab konjungsi tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan antarklausa di dalam kalimat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sisi lain, perlu Sedulur ketahui bahwa klausa-klausa dalam kalimat pada umumnya memiliki peran atau kedudukan yang berbeda. Salah satu klausa ada yang berperan sebagai induk kalimat. Sedangkan klausa lainnya merupakan anak kalimat. Namun, dalam kondisi tertentu dapat pula ditemukan kalimat dengan klausa yang setara, sehingga tidak dapat ditentukan mana klausa yang menjadi induk kalimat dan mana yang menjadi anak kalimat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA: <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/phrasal-verb\/\">Phrasal Verb: Pengertian, Jenis-Jenisnya dan Contoh Kalimatnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">Jenis-jenis kalimat majemuk<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_60350\" aria-describedby=\"caption-attachment-60350\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-60350\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kalimat-majemuk-istock-1-570x408.webp\" alt=\"kalimat majemuk\" width=\"570\" height=\"408\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60350\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara umum macam-macam kalimat majemuk dibagi menjadi 4 kategori yaitu kalimat setara, bertingkat, campuran, dan rapatan. Berikut ulasan beserta contoh untuk masing-masing kategori.<\/span><\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">1. Kalimat majemuk setara<\/span><\/strong><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang klausanya berkedudukan setara atau sederajat. Sehingga, kedua klausa di dalam kalimat ini tidak saling bergantung dan dapat dihubungkan dengan penghubung intrakalimat. Jenis kalimat ini kerap disebut sebagai kalimat majemuk koordinatif. Adapun jenis kata hubung atau konjungsi yang digunakan pada kalimat majemuk setara adalah &#8220;dan&#8221;, &#8220;atau&#8221;, &#8220;tetapi&#8221;, &#8220;sedangkan&#8221;, &#8220;lalu&#8221;, dan &#8220;kemudian&#8221;. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, menurut konjungsi yang digunakan atau hubungan antarklausanya, kalimat majemuk setara dibedakan menjadi empat kategori sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Kalimat penjumlahan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis kalimat ini menggunakan konjungsi yang menunjukkan hubungan penjumlahan atau penambahan dari klausa yang membentuknya. Pada umumnya, konjungsi yang digunakan meliputi &#8220;dan&#8221;, &#8220;serta&#8221;, dan &#8220;lagipula&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat majemuk setara penjumlahan adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Aku membacakan buku dongeng dan adik-adik menyimak dengan antusias.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Guru berbicara di depan kelas dan seorang murid bertanya dengan lantang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Kalimat pemilihan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalimat majemuk setara berikutnya menunjukkan pemilihan antara satu klausa dengan klausa lainnya. Jenis kalimat ini menggunakan kata hubung &#8220;atau.&#8221; Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Murid kelas 10 bisa memilih jurusan IPA, IPS, atau Bahasa ketika naik ke kelas 11.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kakek yang akan datang ke rumah kita atau kita sekeluarga yang akan berlibur ke rumah kakek.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Kalimat pertentangan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalimat majemuk ini menunjukkan pertentangan atau perlawanan antara satu klausa dengan klausa lainnya. Hal itu ditunjukkan dengan penggunaan kata hubung atau konjungsi &#8220;tetapi&#8221;, &#8220;melainkan&#8221;, dan &#8220;sedangkan&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh kalimat majemuk yang menyatakan pertentangan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perundungan di bawah umur bukan sepenuhnya salah anak-anak, melainkan juga menjadi tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak-anak mereka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Aku ingin makan permen, tetapi Ibu melarang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Kalimat urutan kejadian<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis kalimat berikut ini menunjukkan urutan peristiwa atau kejadian. Hal itu ditandai dengan digunakannya kata hubung seperti &#8220;lalu&#8221;, &#8220;lantas&#8221;, &#8220;kemudian&#8221;, dan lain sebagainya. Perlu diingat, meskipun kalimat majemuk tersebut menunjukkan urutan kejadian, tanda baca koma tetap digunakan sebagai pembatas antara kedua klausa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat majemuk menyatakan urutan kejadian adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Aku pergi ke sekolah di pagi hari, kemudian pergi les piano di sore hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kamu tuang putih telur dalam wadah, lalu kamu kocok putih telur menggunakan mixer sampai mengembang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">2. Kalimat majemuk bertingkat<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_60351\" aria-describedby=\"caption-attachment-60351\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-60351\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kalimat-majemuk-2-freepik-570x417.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"417\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60351\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalimat bertingkat adalah jenis kalimat majemuk yang klausa-klausa pembentuknya memiliki kedudukan yang tidak sederajat. Sederhananya, dalam bentuk kalimat tersebut, terdapat induk kalimat\u00a0 yang menjelaskan inti informasi dan anak kalimat yang berperan menunjang induk kalimat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan konjungsinya, kalimat majemuk bertingkat dapat dibagi menjadi lima kategori, sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Hubungan sebab akibat<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis kalimat ini memiliki ciri yaitu kedua klausanya menunjukkan hubungan sebab akibat. Hal itu ditandai dengan digunakannya kata hubung atau konjungsi di antaranya &#8220;karena&#8221;, &#8220;hingga&#8221;, &#8220;sehingga&#8221;, &#8220;akibatnya&#8221;, dan &#8220;maka&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh kalimat majemuk bertingkat yang menunjukkan sebab akibat.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hujan deras mengguyur kota ini semalaman, sehingga beberapa ruas jalan terendam air.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ani terlambat ke sekolah karena semalam begadang.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Hubungan tujuan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anak kalimat pada jenis kalimat ini memiliki peran menunjukkan hubungan tujuan. Adapun kata hubung atau konjungsi yang digunakan dalam kalimat ini di antaranya adalah &#8220;supaya&#8221;, &#8220;agar&#8221;, dan &#8220;untuk&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh kalimat majemuk hubungan tujuan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sanjaya melancarkan rayuannya agar hati Teresia luluh.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dinda mengendarai sepeda secara pelan, supaya telur ayam yang dibawanya tidak pecah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Hubungan syarat<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Adalah kalimat yang menggunakan konjungsi atau kata hubung yang menunjukkan syarat, yakni &#8220;apabila&#8221;, &#8220;asalkan&#8221;, &#8220;jika&#8221;, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contohnya seperti pada kalimat berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pak Guru tidak akan marah, apabila Rudi jujur dari awal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika tidak ingin terlambat ke sekolah, kamu harus bangun lebih awal.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Hubungan perbandingan<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hubungan perbandingan antara satu klausa dengan klausa yang lain pada jenis kalimat ini ditunjukkan dengan kata hubung &#8220;daripada&#8221;, &#8220;ibarat&#8221;, dan lain-lain. Berikut contoh kalimatnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rizal lebih suka menonton film horror daripada film laga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ceramah yang kedua menarik, sedangkan ceramah yang pertama tidak begitu menarik.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><strong><span style=\"color: #000000;\">Hubungan konsensip<\/span><\/strong><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis kalimat konsensip ditandai dengan penggunaan kata hubung &#8220;meskipun&#8221;, &#8220;walaupun&#8221;, dan lain sebagainya. Berikut contoh kalimat konsensip.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Meskipun belum lulus sekolah, Andre sudah harus bekerja berjualan di pasar.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA: <\/strong><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kalimat-perintah\/\">Kalimat Perintah: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">3. Kalimat majemuk campuran<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_60352\" aria-describedby=\"caption-attachment-60352\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-60352\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kalimat-majemuk-1-freepik-570x418.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"418\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60352\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalimat ini adalah gabungan dari kalimat setara dan kalimat bertingkat. Salah satu ciri dari bentuk kalimatnya menggunakan konjungsi lebih dari satu. Selain itu, klausa pembentuknya juga lebih dari dua.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perhatikan contoh kalimat campuran berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Karena tidak pernah menyimak pelajaran di sekolah, Erfan mendapat nilai jelek dan tidak naik kelas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebelum meninggal dunia, nenek berpesan kepadaku agar jangan pernah meninggalkan salat meskipun aku sibuk bekerja mencari rezeki.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">4. Kalimat majemuk rapatan<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure id=\"attachment_60353\" aria-describedby=\"caption-attachment-60353\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-60353\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/kalimat-majemuk-freepik-570x417.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"417\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-60353\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kategori yang terakhir adalah kalimat rapatan. Kategori ini dapat dijelaskan sebagai kalimat yang terdiri atas beberapa kalimat tunggal yang kemudian digabungkan menjadi satu kalimat utuh. Jenis kalimat ini ditandai dengan tidak adanya penyebutan kata-kata yang sama dalam kalimatnya. Selain itu, kata hubung atau konjungsi yang digunakan umumnya adalah &#8220;dan&#8221;, &#8220;juga&#8221;, dan &#8220;serta&#8221;.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh kalimat rapatan adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Maria membeli buah, sayur, dan ikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila dijabarkan, kalimat tersebut terdiri atas tiga kalimat tunggal, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Maria membeli buah, Maria membeli sayur, dan Maria membeli ikan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi pembahasan mengenai kalimat majemuk dalam bahasa Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa kalimat ini merupakan jenis kalimat yang didasarkan pada bentuk dan jumlah klausa yang membentuknya. Selain itu, kalimat tersebut juga dibagi kembali menjadi empat kategori, yakni setara, bertingkat, campuran, dan rapatan.<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"color: #000000;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":28,"featured_media":60316,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[8268,8269,8270],"class_list":["post-60311","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kalimat-majemuk","tag-kalimat-majemuk-adalah","tag-pengertian-kalimat-majemuk"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu menggunakan kata hubung atau konjungsi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu menggunakan kata hubung atau konjungsi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-21T04:00:57+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-21T03:31:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kalimat-Majemuk.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Clarissa Fauzany\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kalimat-Majemuk.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kalimat-Majemuk.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"kalimat majemuk\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/\",\"name\":\"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-21T04:00:57+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-21T03:31:08+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\"},\"description\":\"Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu menggunakan kata hubung atau konjungsi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315\",\"name\":\"Clarissa Fauzany\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Clarissa Fauzany\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya","description":"Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu menggunakan kata hubung atau konjungsi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya","og_description":"Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu menggunakan kata hubung atau konjungsi.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-21T04:00:57+00:00","article_modified_time":"2022-06-21T03:31:08+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kalimat-Majemuk.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Clarissa Fauzany","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Clarissa Fauzany","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kalimat-Majemuk.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Kalimat-Majemuk.webp","width":682,"height":536,"caption":"kalimat majemuk"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/","name":"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-21T04:00:57+00:00","dateModified":"2022-06-21T03:31:08+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315"},"description":"Kalimat majemuk adalah kalimat yang dibentuk dari dua klausa atau lebih yang dipadukan menjadi satu menggunakan kata hubung atau konjungsi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kalimat-majemuk\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Kalimat Majemuk: Pengertian, Jenis dan Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/631ce5a2267f0fc9bf9921a7d3497315","name":"Clarissa Fauzany","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/69e561f1825307597aed5fa04813af99?s=96&d=mm&r=g","caption":"Clarissa Fauzany"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60311"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=60311"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60311\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":60502,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/60311\/revisions\/60502"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/60316"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=60311"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=60311"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=60311"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}