{"id":58979,"date":"2022-06-14T09:30:47","date_gmt":"2022-06-14T02:30:47","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=58979"},"modified":"2022-06-13T13:56:45","modified_gmt":"2022-06-13T06:56:45","slug":"puisi-perpisahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/","title":{"rendered":"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati"},"content":{"rendered":"<p>Ada banyak cara untuk mengekspresikan perasaan ketika harus meninggalkan atau ditinggalkan seseorang. Salah satunya dengan membuat sebuah puisi perpisahan. Cara ini memang cukup konvensional, namun memiliki efek sentimentil yang akan selalu diingat oleh orang lain.<\/p>\n<p>Puisi perpisahan juga menjadi karya sastra yang sudah ada sejak zaman dahulu. Para penyair biasanya menggunakan puisi perpisahan dalam banyak kondisi baik itu momen senang ataupun sedih.<\/p>\n<p>Nah, bagi Sedulur yang ingin mencari inspirasi puisi yang cocok untuk dibacakan ketika ada momen perpisahan dengan orang terkasih. Berikut ini daftar puisi yang bisa dicoba.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/puisi-cinta\/\">16 Puisi Cinta Paling Romantis untuk Meluluhkan Hati Pasangan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Apa itu puisi perpisahan?<\/h2>\n<figure id=\"attachment_58984\" aria-describedby=\"caption-attachment-58984\" style=\"width: 1159px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-58984\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-5-2.webp\" alt=\"Puisi perpisahan\" width=\"1169\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-5-2.webp 1169w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-5-2-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-5-2-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-5-2-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1169px) 100vw, 1169px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-58984\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Puisi memiliki banyak jenis, ada puisi cinta, puisi doa, puisi ceria, sampai puisi sedih. Pada tiap jenis puisi, seorang penyair biasanya ingin menyampaikan seperti apa perasaannya melalui kata-kata.<\/p>\n<p>Lalu apa yang dimaksud dengan puisi perpisahan? Ini merupakan salah satu karya sastra yang dibentuk dalam susunan kata bernuansa sedih dan menyakitkan. Biasanya puisi ini dibuat saat seseorang merasakan kesedihan atau perasaan kelabu akibat berpisah dengan keluarga, teman, atau orang yang tersayang.<\/p>\n<p>Momen-momen seperti ini biasanya muncul dalam seremoni perpisahan sekolah, perpisahan kerja, hingga perpisahan akibat kematian seseorang. Memahami definisi puisi perpisahan di atas, tentu masih belum membuat Sedulur puas. Untuk itu, simak beberapa contoh puisi perpisahan berikut.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/puisi-adalah\/\">Apa itu Puisi: Pengertian, Jenis, Ciri Ciri &amp; Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Puisi perpisahan cinta<\/h2>\n<figure id=\"attachment_58981\" aria-describedby=\"caption-attachment-58981\" style=\"width: 1160px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-58981 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-1.webp\" alt=\"Pasangan kekasih\" width=\"1170\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-1.webp 1170w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-1-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-1-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-1-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1170px) 100vw, 1170px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-58981\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Puisi perpisahan paling banyak digunakan untuk menyatakan kesedihan seseorang ketika putus cinta. Nah, berikut ini puisi perpisahan cinta yang paling sedih.<\/p>\n<h2>1. Luka dan Air Mata oleh Anonimus<\/h2>\n<p>Perpisahan<\/p>\n<p>Sebuah kata yang mengandung makna kesedihan<\/p>\n<p>Selalu ada kecewa Selalu ada air mata<\/p>\n<p>Dan pasti ada hati yang terluka<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perpisahan memang menyakitkan<\/p>\n<p>Saat kita terlalu larut akan kesedihan<\/p>\n<p>Namun, dari perpisahan itulah kita belajar arti sebuah kehilangan<\/p>\n<p>Dan belajar untuk menghargai apa yang telah kita miliki.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>2. Perpisahan oleh Anonimus<\/h2>\n<p>Aku belajar dari sang rembulan<\/p>\n<p>Yang selalu setia menyinari langit malam dengan cahayanya<\/p>\n<p>Walau awan menyapa kelam<\/p>\n<p>Walau bintang terlihat suram<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Seperti aku yang mencintaimu dari balik kegelapan<\/p>\n<p>Menjagamu di balik bayangan<\/p>\n<p>Tersembunyi, tanpa pernah kau tau<\/p>\n<p>Aku akan tetap menjagamu dalam bentangan sayapku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ku maknai arti cinta dalam renungan<\/p>\n<p>Cinta bagiku adalah ketulusan<\/p>\n<p>Mengihlaskan saat cintamu bukan lagi milikku<\/p>\n<p>Dan melepaskanmu, saat kau tak lagi bahagia bersamaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>3. Ini Sakit oleh Anonimus<\/h2>\n<p>Tangis, tawa, sepi, ramai, kita jalani<\/p>\n<p>Seperti tali yang menyimpul<\/p>\n<p>Menghiburku di kala sunyi hinggap<\/p>\n<p>Menghiburmu di kala gusar menyelimuti<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kini beda, Ketika perpisahan terjadi<\/p>\n<p>Ruang dan waktu kita berbeda<\/p>\n<p>Aku tenggelam dalam sepi<\/p>\n<p>Hingga,<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kau hanya tinggalkan bayangmu<\/p>\n<p>Tanpa tuan<\/p>\n<p>Kaupun tak memahaminya<\/p>\n<p>Aku adalah orang lain bagimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>4. Luka oleh Mentari Kembali<\/h2>\n<p>Sekian lama kamu pergi<\/p>\n<p>Tinggalkan sesak dalam hati<\/p>\n<p>Kenangan dirimu<\/p>\n<p>Sejujurnya aku merasa kehilangan arah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Entah ke mana kuharus melangkah<\/p>\n<p>Apakah ini perpisahan?<\/p>\n<p>Ataukah ini ujian?<\/p>\n<p>Sampai kapan kau kan menguji aku?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kita dipertemukan hati laksana dilanda kabut dalam kesedihan<\/p>\n<p>Kebahagiaan kini berubah menjadi luka<\/p>\n<p>Terlebih lagi kepergianmu tanpa kabar<\/p>\n<p>Entah sampai kapan? Entah di mana?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Rasa ini sangat menyakitkan<\/p>\n<p>Rasa ini sangat memilukan<\/p>\n<p>Inilah kepedihan luka dan luka<\/p>\n<p>Kepergianmu membuat lubang di hatiku<\/p>\n<p>Membuat luka terpatri di hatiku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>5. Pertemuan dan Perpisahan<\/h2>\n<p>Seperti air<\/p>\n<p>Cinta ini akan terus mengalir<\/p>\n<p>Walau aku sadar kutak pernah bisa slalu disampingmu<\/p>\n<p>Namun tak berarti kutak mencintaimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Pertemuan dan perpisahan<\/p>\n<p>Selalu mengiringi perjalanan kita<\/p>\n<p>Kuahanya bisa terdiam saat kau bilang<\/p>\n<p>&#8220;Tinggalkan saja aku!&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Inilah jawab setiap perjuanganku<\/p>\n<p>Inilah jawaban dari penantianku<\/p>\n<p>Aku tak selalu bersamamu bukan berarti aku tak mencintaimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Taukah kau tentang itu<\/p>\n<p>Kau yang memilih melepasku<\/p>\n<p>Maafkan aku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>6 Menghabisi Ragu oleh Ris Nun Cordurray<\/p>\n<p>Sudah saatnya menghabisi<\/p>\n<p>Semua tidak munkgin kembali sama<\/p>\n<p>Merelakan adalah yang terbaik<\/p>\n<p>Dan akan menjadi terbiasa dengan sendirinya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ini hanyalah soal waktu saja<\/p>\n<p>Sakit hanyalah permulaan<\/p>\n<p>Yang harus kusegerakan<\/p>\n<p>Takut hanyalah bayangan<\/p>\n<p>Yang harus kuputuskan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bila cinta yang membuat aku menyayangi<\/p>\n<p>Cintapun yang membuat aku membenci<\/p>\n<p>Dengan begitu aku sanggup melewati<\/p>\n<p>Sakit yang tidak kuhendaki<\/p>\n<p>Tanpa harus berkubang dalam penyeselan diri<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bukan berarti aku tak menyesal sama sekali<\/p>\n<p>Percayalah akan kuakhiri ini<\/p>\n<p>Aku pernah menyiapkan diri untuk perjumpaan<\/p>\n<p>Aku juga pasti akan menyiapkan diri untuk perpisahan<\/p>\n<p>Begitupun dengan kebersamaan dan yang sebaliknya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku sudah harus mempersiapkan<\/p>\n<p>Menyiapkan diri untuk segala kemungkinan<\/p>\n<p>Yang tak sanggup aku mengerti<\/p>\n<p>Seperti saat ini<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/puisi-tentang-alam\/\">16 Kumpulan Puisi Tentang Alam yang Menyentuk &amp; Bermakna<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Puisi perpisahan kerja<\/h2>\n<figure id=\"attachment_58982\" aria-describedby=\"caption-attachment-58982\" style=\"width: 1064px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-58982\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-7.webp\" alt=\"Puisi perpisahan kerja\" width=\"1074\" height=\"806\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-7.webp 1074w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-7-768x576.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-58982\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam dunia kerja pasti ada yang namanya momen perpisahan dengan para kolega. Entah karena harus berpindah tugas atau sudah masuk ke masa-masa pensiun. Momen-momen semacam ini tentu menyedihkan dan bisa ditunjukkan dengan puisi perpisahan kerja.<\/p>\n<h2>1. Salam perpisahan<\/h2>\n<p>Kini, hatiku tergores kesedihan<\/p>\n<p>Ketika terucap salam perpisahan<\/p>\n<p>Walau air mataku tak berlinang<\/p>\n<p>Bukan berarti suatu kerelaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat-saat langkah terayun<\/p>\n<p>Jarak kita pun semakin membentang<\/p>\n<p>Akankah semuanya jadi terkenang<\/p>\n<p>Atau hanyut terbawa gelombang<\/p>\n<p>Bahkan mungkin, terkubur oleh waktu dan keadaan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sobat, dalam hatiku ini<\/p>\n<p>Akan tetap membekas suatu kenangan<\/p>\n<p>Kau sungguh baik, supel dan komunikatif<\/p>\n<p>Siapapun mengenalmu pasti akan merindu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun untukku, janganlah kau biarkan<\/p>\n<p>Aku terkulai lemas dalam kehampaan<\/p>\n<p>Karena rasa rinduku yang tak kau harapkan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>2. Mutiara Kebersamaan<\/h2>\n<p>Sahabat, kehidupan ini tak lain adalah hamparan samudera luas<\/p>\n<p>Kita renangi dan selami kedalamannya<\/p>\n<p>Untuk mencari tiram di dasarnya, dan kita petik mutiaranya<\/p>\n<p>Bahwa selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dengan bahtera tulus kebersamaan kita berlayar<\/p>\n<p>Untuk saling menjaga dan saling percaya<\/p>\n<p>Dan saat ini, saat dimana kita harus lalui waktu<\/p>\n<p>Waktu dimana kita harus mulai maju<\/p>\n<p>Maju untuk sesuatu harapan baru<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Mungkin saat ini kita akan berpisah<\/p>\n<p>Namun semua itu hanyalah sementara<\/p>\n<p>Karena kau akan kembali dan harus kembali<\/p>\n<p>Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Puing-puing masa lalu bersamamu<\/p>\n<p>Namun karena di sini lah tanah kelahiranku<\/p>\n<p>Dimana ada engkau dan orang-orang terdekatku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>3. Aku<\/h2>\n<p>Akulah karyawan terajin sedunia<\/p>\n<p>Berani berkorban tidak nonton Piala Dunia<\/p>\n<p>Meski hati merana dedikasi tetap tinggi<\/p>\n<p>Meski hari Sabtu pun tetap berdasi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akulah karyawan yang layak dapat promosi<\/p>\n<p>Yang terdahulu mengisi daftar absensi<\/p>\n<p>Di antara semuanya akulah yang terajin<\/p>\n<p>Bahkan teman tak masuk pun ku absenin<\/p>\n<p>Sebelum jam delapan sudah masuk kantor<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Tanpa lupa membeli koran di depan<\/p>\n<p>Berita koran penuh dengan koruptor<\/p>\n<p>Kenapa aku tak dapat jatah bagian?<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Zaman sekarang, hidup benar-benar tidak aman<\/p>\n<p>Pake ponsel di mobil langsung ditodong kapak merah<\/p>\n<p>Itulah kenapa aku tak membeli mobil atau ponsel<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Akulah karyawan yang penuh setia<\/p>\n<p>Sedari peletakan batu pertama, aku pula yang jadi kulinya<\/p>\n<p>Jaringan komputer kantor, aku juga yang jadi bagian IT-nya<\/p>\n<p>Bahkan sampai kantor diledakkan, akulah dalangnya!<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/\">Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Puisi perpisahan sekolah<\/h2>\n<figure id=\"attachment_58980\" aria-describedby=\"caption-attachment-58980\" style=\"width: 1160px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-58980\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unplash-3.webp\" alt=\"Puisi perpisahan sekolah\" width=\"1170\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unplash-3.webp 1170w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unplash-3-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unplash-3-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unplash-3-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1170px) 100vw, 1170px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-58980\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Perpisahan sekolah adalah momen yang mungkin banyak dikenang oleh orang-orang. Hal ini tak lepas dari banyaknya kenangan manis dan pahit selama kita menimba ilmu di sekolah. Tak jarang untuk menunjukkan rasa kesedihan meninggalkan sekolah, para pelajar membuat puisi perpisahan sekolah dan puisi perpisahan guru. Berikut ini contohnya.<\/p>\n<h2>1. Tiba Waktunya<\/h2>\n<p>Selama 3 tahun kita menyelami telaga ilmu di sini<\/p>\n<p>Mengukir pendidikan untuk masa depan yang gemilang<\/p>\n<p>Segala diraih hingga indah diperaduan prestasi<\/p>\n<p>Tertanam di dalam hati sanubari dan terkenang dimemori<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sekolah engkaulah tempat berteduh kami dari heningnya kebodohan<\/p>\n<p>Tempat menempa diri dengan senjata ujung tinta pena yang menjadi saksi<\/p>\n<p>Dinding-dinding ruang belajar menghiasi kata-kata motivasi setiap hari<\/p>\n<p>Menjadi cerita tersendiri tersimpan dalam peti berisi prestasi<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Teman simpan baik-baik kenangan ini dalam sejarah hidupmu<\/p>\n<p>Teruskan perjuangan untuk bangsa, negara, dan agama demi Indonesia tercinta<\/p>\n<p>Jangan sampai terhenti melihat dalamnya jurang perjuangan<\/p>\n<p>Terus lewati hingga mampu menyebrangi tanpa kata lelah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Perpisahan hanya kata peninggalan sejenak dari tempat peraduan ilmu<\/p>\n<p>Tidak ada alasan jiwa untuk saling melupakan kenangan<\/p>\n<p>Kebersamaan akan terus terajut dalam naungan persaudaraan<\/p>\n<p>Erat tidak akan terlepas sampai meraih bersama kesuksesan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Teman jadikan perpisahan ini bukan untuk mengakhiri sebuah pertemuan<\/p>\n<p>Jangan kau jadikan alasan untuk saling mengsombongkan<\/p>\n<p>Tapi jadikan sebuah perpisahan termanis ini adalah<\/p>\n<p>Momen besar untuk saling bertemu dan menggenggam keberhasilan bersama<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selamat berpisah teman<\/p>\n<p>Kehadiranmu aku tunggu dipuncak kesuksesan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>2. Waktu<\/h2>\n<p>Waktu<\/p>\n<p>Waktu berjalan cepat<\/p>\n<p>Bagai daun di tiup angin<\/p>\n<p>Raib di telan hilang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waktu<\/p>\n<p>Sudah terlalu lama kita beku terpaku<\/p>\n<p>Pucat di bawah kebersamaan<\/p>\n<p>Kebersamaan yang perlahan hilang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waktu<\/p>\n<p>Kita bersama kita berjalan<\/p>\n<p>Di bawah rasa sepi kita berteduh<\/p>\n<p>Menunggu sang waktu menerkam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waktu<\/p>\n<p>Kawan kita jauh melangkah<\/p>\n<p>Bersama kita duduk di kotak yang bernama kelas<\/p>\n<p>Kita bermain bersama hujan kering.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waktu<\/p>\n<p>Masa sekolah teramat indah<\/p>\n<p>Semua warna bercampur menjadi bahagia<\/p>\n<p>Bersama kita menari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Waktu<\/p>\n<p>Sekarang kita adalah langit yang jauh<\/p>\n<p>Hitam biru menjadi saksi<\/p>\n<p>Saksi bahwa waktu tidak akan beku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>3. Sahabat<\/h2>\n<p>Sahabatku tercinta<\/p>\n<p>Inilah hidup<\/p>\n<p>Kadang kita membuka<\/p>\n<p>Suatu saat kita kan menutup<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sahabatku tercinta<\/p>\n<p>Ribuan jalan telah kita lewati<\/p>\n<p>Berbagai rintangan telah kita lalui<\/p>\n<p>Penuh wewangian bunga maupun bertabur duri<\/p>\n<p>Penuh suka maupun duka di hati<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Saat berpisah harus menyapa<\/p>\n<p>Ku tak ingin kau teteskan air mata<\/p>\n<p>Ku tak ingin kau berduka<\/p>\n<p>Karena hati kita kan tetap bersama<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Namun, kita telah tahu<\/p>\n<p>Kita tak selamanya bersatu<\/p>\n<p>Menempuh jalan hidup yang bertabur debu<\/p>\n<p>Bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Semua bukanlah sekedar kenangan<\/p>\n<p>Semua bukanlah sekedar renungan<\/p>\n<p>Saat kita dalam kebersamaan<\/p>\n<p>Dalam suka maupun pengorbanan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>4. Guru<\/h2>\n<p>Ibu bapak guru, ini aku tiga tahun yang lalu<\/p>\n<p>Kuharap, pagi ini engkau baik-baik saja<\/p>\n<p>Pagi ini masih terasa seperti pagi yang lalu<\/p>\n<p>Ini aku yang dulu selembar kertas putih<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Yang pernah engkau lukis warna-warna damai nan berarti<\/p>\n<p>Putih, agar diriku berpikir jernih<\/p>\n<p>Emas, agar diriu bersinar cerah<\/p>\n<p>Dan merah, agar hatiku penuh dengan semangat yang membara<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dan akhirnya hari yang kunanti tiba saatnya<\/p>\n<p>Hari untuk melepas tanganmu dari pundakku<\/p>\n<p>Sketsa aku yang tangguh yang akan engkau lepaskan<\/p>\n<p>Sketsa aku yang tersenyum cerita yang siap untuk melangkah<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ibu bapak guruku tersayang<\/p>\n<p>Aku telah siap meneruskan impianku ini<\/p>\n<p>Terima kasih telah membimbingku<\/p>\n<p>Terima kasih bersabar atas kenakalanku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terima kasih telah mengajariku tanpa pamrih dan iklhas<\/p>\n<p>Dengan kesederhanaanmu<\/p>\n<p>Dengan doa, cinta dan harapan<\/p>\n<p>Maafkanlah kami ibu bapak guru<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>5. Terimakasih Guru adalah puisi perpisahan karya Chairil Anwar<\/h2>\n<p>Terima kasih, guru<\/p>\n<p>Untuk teladan yang telah kau berikan<\/p>\n<p>Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan<\/p>\n<p>Dan merefleksikan itu semua pada karakter dan pribadiku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku mau menjadi sepertimu<\/p>\n<p>Pintar, menarik, dan gemesin,<\/p>\n<p>Positif, percaya diri, protektif<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku mau menjadi sepertimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berpengetahuan, pemahaman yang dalam<\/p>\n<p>Berpikir dengan hati dan juga kepala<\/p>\n<p>Memberikan kami yang terbaik<\/p>\n<p>Dengan sensitif dan penuh perhatian<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Aku mau menjadi sepertimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Memberikan waktumu, energi dan bakat<\/p>\n<p>Untuk meyakinkan masa depan yang cerah<\/p>\n<p>Pada kita semua.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Terimakasih, guru<\/p>\n<p>Yang telah membimbing kami<\/p>\n<p>Aku mau menjadi sepertimu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>6. Akhir dari sebuah awal<\/h2>\n<p>Masih ingat ketika pertama melangkah di pintu ini?<\/p>\n<p>Seragam merah putih awal kita bertemu<\/p>\n<p>Kini terpisah dengan seragam-seragam baru<\/p>\n<p>Dengan impian-impian baru<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di rumah ilmu ini<\/p>\n<p>Kita berjuang menggali pengetahuan<\/p>\n<p>Yang tercecer di lisan guru<\/p>\n<p>Tersembunyi di buku-buku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di rumah ini<\/p>\n<p>Kita berjuang menggali pengetahuan<\/p>\n<p>Yang tercecer di lisan guru<\/p>\n<p>Tersembunyi di buku-buku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di rumah ini<\/p>\n<p>Kita merasakan marah<\/p>\n<p>Menahan benci dan dengki<\/p>\n<p>Seringkali menahan tangis<\/p>\n<p>Tak terkecuali tertawa ria<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Masih ingatkah kawan?<\/p>\n<p>Tentang impian cita kita?<\/p>\n<p>Dokter, guru, pengusaha atau penyanyi?<\/p>\n<p>Inilah akhir dari sebuah awal<\/p>\n<p>Pintu terakhir menuju dunia baru<\/p>\n<p>Semangat wahai para pejuang<\/p>\n<p>Kita bertemu sebagai pemenang<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/pantun-anak-anak\/\">80 Pantun Anak-Anak Lucu, Jenaka, Suka Cita &amp; Penuh Nasihat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Puisi perpisahan lucu<\/h2>\n<figure id=\"attachment_58983\" aria-describedby=\"caption-attachment-58983\" style=\"width: 1160px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-58983\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-4-2.webp\" alt=\"gambar lucu\" width=\"1170\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-4-2.webp 1170w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-4-2-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-4-2-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-4-2-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1170px) 100vw, 1170px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-58983\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p>Penasaran dengan puisi perpisahan lucu? Berikut ini Sedulur bisa mencoba beberapa puisi lucu yang cocok untuk momen perpisahan. Selain karena puisi ini merupakan puisi perpisahan pendek yang mudah diingat, tentu bisa membuat suasana menjadi lebih cari lho.<\/p>\n<h2>1. Janji Palsu<\/h2>\n<p>Tiga tahun kita jalani bersama<\/p>\n<p>Namun kini semua telah sia-sia<\/p>\n<p>Rasa yang pernah ada tak lagi sama<\/p>\n<p>Karena cintamu kau gadaikan dengannya<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Bertahun-tahun ku coba mengerti<\/p>\n<p>Tapi, kau terus saja ingkar janji<\/p>\n<p>Namun tak apa<\/p>\n<p>Kini aku telah terbiasa<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Janjimu hanya janji palsu<\/p>\n<p>Seperti sepatu dan tasmu<\/p>\n<p>Yang hana barang KW Satu<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sepatumu KW, tasmu KW<\/p>\n<p>Bajumu KW, jaketmu KW<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Cintamu dan janjumu juga KW<\/p>\n<p>Menjauhlah dariku<\/p>\n<p>Dasar manusia KW<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>2. Jerawat<\/h2>\n<p>Jerawat oooh jerawat<\/p>\n<p>Kau tumbuh subur menutupi jidat<\/p>\n<p>Kau buat mukaku terasa pekat<\/p>\n<p>Jika kupijat mukaku langsung pucat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jerawat oooh jerawat<\/p>\n<p>Karena kau hari-hariku terasa berat<\/p>\n<p>Karena kau mukaku seperti tak terawat<\/p>\n<p>Jika ku berkaca ingin rasanya cermin ku sikat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jerawat oooh jerawat<\/p>\n<p>Kau terus bertambah seolah menjerat<\/p>\n<p>Kau bisa menyebabkan aku berbuat nekat<\/p>\n<p>Jika kubiarkan mukaku pasti sekarat<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jerawat oooh jerawat<\/p>\n<p>Kini tampangku semakin berkarat<\/p>\n<p>Kupencet satu timbul empat<\/p>\n<p>Kupencet di jidat timbul di pantat<\/p>\n<p>Dasar jerawat!!<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>3. Kentut<\/h2>\n<p>Kentut, hal tak berwujud atau pun bernyawa<\/p>\n<p>Hanya ada baunya saja<\/p>\n<p>Tak berbahaya namun dijauhi<\/p>\n<p>Ramah namun tak ada yang mau mendekati<\/p>\n<p>Kalau berbunyi keras itu jujur<\/p>\n<p>Kalau lirih tak berberbunyi itu pemalu<\/p>\n<p>Kalau keluar semua sekaligus itu berjiwa besar<\/p>\n<p>Kalau setengah-setengah itu hemat<\/p>\n<p>Orang Inggris kentut akan berkata, &#8220;Excuse me&#8221;<\/p>\n<p>Orang Amerika kentut akan berkata, &#8220;I&#8217;m sorry&#8221;<\/p>\n<p>Orang Indonesia kentut akan berkata, &#8220;Not me\u2026 not me,&#8221;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kentut itu seru<\/p>\n<p>Asyiknya kalau dikumpulkan, ditahan<\/p>\n<p>Lalu ledakkan keras-keras di tengah kelas<\/p>\n<p>Buat semua teman tertawa<\/p>\n<p>Atau malah jadi gila<\/p>\n<p>Kentut itu bagai persahabatan<\/p>\n<p>Hangatnya terasa dan begitu tercium langsung tahu dia ada<\/p>\n<p>Yang selalu menemani hidup kita<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kentut itu tandanya sehat<\/p>\n<p>Banyak kentut itu dahsyat<\/p>\n<p>Kentut, berhati-hatilah saat melepasnya<\/p>\n<p>Bertubi-tubi adalah bukti habis makan ubi<\/p>\n<p>Berair adalah bukti mencret<\/p>\n<p>Kentut itu bagaikan slogan pertemanan<\/p>\n<p>&#8216;nggak ada lo nggak rame&#8217;<\/p>\n<p>Disegani, dikucilkan, tapi sering pula dirindukan<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h2>4. Dalam<\/h2>\n<p>Dalam..<\/p>\n<p>Setiap datang dan pergi<\/p>\n<p>Dinding narasi ini tak pernah sama<\/p>\n<p>Hanya janjikan bunga yang layu<\/p>\n<p>dan tumbuh di taman lain<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam<\/p>\n<p>dalam yang tergali sudah cukup dalam<\/p>\n<p>Kalau ada ruang yang gelap dan sepi<\/p>\n<p>Dan kau sudah tepat di dalam lubang hatiku<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Dalam<\/p>\n<p>Hanya sebuah kata gurauan<\/p>\n<p>Kata yang ku buat tanpa perasaan<\/p>\n<p>Jadi yang aku pikirkan<\/p>\n<p>Hanya hati yang kesepian<\/p>\n<p>Beruntunglah hati ini made in Tuhan<\/p>\n<p>Kalau buatan Made udah hang duluan<\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>Nah, itu tadi adalah deretan puisi perpisahan terbaik dari yang paling sedih sampai yang kocak. Semoga inpirasi puisi di atas bisa Sedulur pakai di momen yang tepat ya.<\/p>\n<div dir=\"ltr\"><i>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/i><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><i>\u00a0<\/i><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><i>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":20,"featured_media":58985,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[3151,8011],"class_list":["post-58979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-puisi","tag-puisi-perpisahan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini inspirasi puisi perpisahan paling menyedihkan untuk momen patah hati, kelulusan sekolah, sampai pelepasan jabata kerja.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini inspirasi puisi perpisahan paling menyedihkan untuk momen patah hati, kelulusan sekolah, sampai pelepasan jabata kerja.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-14T02:30:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-13T06:56:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/25-2-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/25-2-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/25-2-1.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"puisi perpisahan\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/\",\"name\":\"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-14T02:30:47+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-13T06:56:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\"},\"description\":\"Berikut ini inspirasi puisi perpisahan paling menyedihkan untuk momen patah hati, kelulusan sekolah, sampai pelepasan jabata kerja.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\",\"name\":\"Titis Haryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Titis Haryo\"},\"description\":\"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati","description":"Berikut ini inspirasi puisi perpisahan paling menyedihkan untuk momen patah hati, kelulusan sekolah, sampai pelepasan jabata kerja.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati","og_description":"Berikut ini inspirasi puisi perpisahan paling menyedihkan untuk momen patah hati, kelulusan sekolah, sampai pelepasan jabata kerja.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-14T02:30:47+00:00","article_modified_time":"2022-06-13T06:56:45+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/25-2-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Titis Haryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Titis Haryo","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/25-2-1.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/25-2-1.webp","width":682,"height":536,"caption":"puisi perpisahan"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/","name":"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-14T02:30:47+00:00","dateModified":"2022-06-13T06:56:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda"},"description":"Berikut ini inspirasi puisi perpisahan paling menyedihkan untuk momen patah hati, kelulusan sekolah, sampai pelepasan jabata kerja.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/puisi-perpisahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Puisi Perpisahan yang Berkesan dan Menyentuh Hati"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda","name":"Titis Haryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Titis Haryo"},"description":"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58979"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":58987,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58979\/revisions\/58987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}