{"id":58969,"date":"2022-06-13T20:00:08","date_gmt":"2022-06-13T13:00:08","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=58969"},"modified":"2022-06-13T15:53:17","modified_gmt":"2022-06-13T08:53:17","slug":"drama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/","title":{"rendered":"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur tentu akrab dengan istilah drama kan? Namun kata tersebut yang sering Sedulur lihat dalam contohnya kata <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drama Korea<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki pengertian yang berbeda jauh. Pada dasarnya istilah yang dimaksud adalah bagian dari pertunjukan atau pementasan, salah satu media untuk menampilkan pertunjukan tersebut adalah televisi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Drama juga memiliki pengertian yang hampir sama dengan teater, sama-sama merupakan pementasan atau pertunjukan. Nah, bagi Sedulur yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal tersebut dan berkaitan dengan hal lainnya. Sedulur bisa menyimak artikel di bawah ini hingga tuntas!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/palindrome\/\"><b>Pengertian Palindrome Beserta Asal Usul &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian drama<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/fO9zUBWxmq4rtfgcw-tjiq1cPrI=\/1200x900\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)\/kly-media-production\/medias\/3313497\/original\/098753800_1606907151-pexels-pixabay-45258.jpg\" alt=\"drama\" width=\"1200\" height=\"900\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Fimela<\/em><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Drama adalah sebuah kata atau istilah yang berasal dari etimologi Yunani yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">draomai<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berarti berbuat, berlaku, bertindak atau beraksi. Dari etimologi tersebut, kita dapat memahami bahwa pengertian istilah ini merupakan suatu tindakan yang ditulis dan digunakan untuk kepentingan pementasan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pementasan drama adalah sebuah pertunjukan atau penampilan teks drama yang ditulis berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Seiring perkembangan zaman, tidak hanya terbatas dipentaskan antar panggung. Sekarang ini, istilah ini juga dapat didefinisikan sebagai suatu cerita yang dipentaskan di atas panggung atau tidak dipentaskan di atas panggung, misalnya seperti film, televisi, drama radio, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Drama juga dikenal dengan istilah pementasan, karena hal ini berkaitan dengan sesuatu tontonan yang memiliki pesan di dalamnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Ciri-ciri drama<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sg.cdnki.com\/pertanyaan-berikut-yang-bukan-karakteristik-atau-ciri-ciri-utama-drama-adalah---aHR0cHM6Ly9jZG4xLXByb2R1Y3Rpb24taW1hZ2VzLWtseS5ha2FtYWl6ZWQubmV0LzJuLXo0TW83RHZmQlhPR3RNTDhXR0c2VkdSdz0vNzUweDQxNi9zbWFydC9maWx0ZXJzOnF1YWxpdHkoNzUpOnN0cmlwX2ljYygpOmZvcm1hdCh3ZWJwKS9rbHktbWVkaWEtcHJvZHVjdGlvbi9tZWRpYXMvMzI5MzQ0NC9vcmlnaW5hbC8wNDEyNDAyMDBfMTYwNTA4MzA5MS1wZXhlbHMtbW9uaWNhLXNpbHZlc3RyZS03MTMxNDkuanBn.webp\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"416\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\"><em>Lovely Ristin<\/em><\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan pengertian di atas, maka drama merupakan sebuah pementasan berdasarkan teks. Teks drama adalah panduan sebuah pementasan yang terdiri dari struktur drama. Struktur drama adalah komponen dalam teks drama yang membentuk drama itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Karena drama merupakan bagian dari karya sastra, terutama teksnya, maka drama sendiri memiliki beberapa ciri-ciri, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki cerita yang berbentuk dialog, baik yang dituturkan oleh narator maupun tokoh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seluruh dialog pada teks tidak menggunakan tanda petik.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki beberapa petunjuk khusus yang harus dilakukan oleh aktor atau aktris yang memerankan tokoh-tokoh di dalam teks tersebut.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terletak di atas dialog atau di samping kiri dialog.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memuat banyak konflik dan aksi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Harus dilakonkan atau dipentaskan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biasanya dapat dipentaskan dengan durasi kurang dari tiga jam.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak dapat diulang dalam satu masa tertentu.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pementasan sendiri secara umum mengandung dua unsur. Unsur drama adalah komponen atau hal-hal yang membentuk drama itu sendiri. Terdapat dua unsur drama, pertama unsur intrinsik, kedua unsur ekstrinsik. Berikut ini penjelasan lebih lanjut agar Sedulur lebih memahaminya:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Unsur intrinsik<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn1-production-images-kly.akamaized.net\/Hvo015alEgnZHPCissXnxMzTFi8=\/638x0:4639x4001\/1200x900\/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)\/kly-media-production\/medias\/3291456\/original\/000414700_1604921310-pexels-magno-coronel-4063120.jpg\" alt=\"drama\" width=\"1200\" height=\"900\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Fimela<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pertama adalah unsur intrinsik. Unsur ini merupakan hal yang berkaitan dengan pementasan dari drama itu sendiri. Daftar dari unsur intrinsik itu sendiri adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penokohan: Yaitu karakter ciptaan yang terdapat dalam naskah dan dimainkan oleh aktor atau pemeran pementasan. Tokoh harus dimainkan semirip mungkin dengan naskah yang ditulis oleh penulis naskah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Latar: Hal yang berkaitan dengan ruang atau tempat, juga waktu hingga peristiwa yang menggambarkan adegan dalam naskah atau pementasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alur: Merupakan rangkaian peristiwa yang terjalin dalam sebuah naskah, biasanya berlandaskan hukum sebab akibat. Alur juga merupakan sebuah po;a atau keterkaitan peristiwa yang menggerakan cerita.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tema: Merupakan sebuah gagasan atau ide pokok dalam jalannya pementasan berdasarkan naskah yang ditulis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Amanat: Pesan moral yang disampaikan oleh pengarang melalui pementasan berdasarkan naskah yang ditulis. Sehingga pembaca atau penonton bisa mendapatkan sesuatu setelah menonton atau membaca pementasan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Unsur ekstrinsik<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 950px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ap.cdnki.com\/r_sebelum-membuat-naskah-teater-dalam-bentuk-utuh-sebaiknya-membuat---0b3fb3871b796a8e5bd7f73a389d3d65.webp\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"480\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Hasil Copa<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur kedua dalam drama adalah unsur ekstrinsik. Unsur ini merupakan unsur dari luar teks yang digunakan. Namun memiliki peran yang penting. Berikut beberapa ciri dari unsur ekstrinsik itu sendiri diri:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biografi atau riwayat hidup pengarang<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Falsafah hidup pengarang teks<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur sosial budaya masyarakat yang menjadi inspirasi dalam pembuatan naskah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-tunggal\/\">50 Contoh Tari Tunggal dan Daerah yang Tersebar di Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Struktur drama<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn0-production-images-kly.akamaized.net\/gQhIKRCShTxqsyHDzGtSA9zCI6o=\/1200x675\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)\/kly-media-production\/medias\/987068\/original\/036136300_1442155870-teater.jpg\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"675\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Fimela<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah mengetahui pengertian, ciri, dan unsur, selanjutnya akan dipaparkan penjelasan tentang struktur itu sendiri. Sebagai bagian yang menjadi kerangka dari sebuah naskah, struktur naskah terdiri dari tiga bagian, meliputi prolog, dialog, dan epilog. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Prolog<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 730px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/v1644306586\/xgmystfmqs3n1hdh6ayk.webp\" alt=\"drama\" width=\"740\" height=\"493\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Kumparan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian pertama dari struktur teks pementasan adalah prolog. Prolog dapat dipahami sebagai kata pendahuluan atau kata-kata pembuka yang memiliki peran sebagai pengantar. Prolog sendiri biasanya berisi penjelasan gambaran umum tentang tokoh, konflik, latar belakang cerita, atau berbagai hal yang terjadi dalam pementasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam pementasan, prolog sering kali disampaikan oleh narator atau bisa disebut juga dengan dalang, terkadang juga prolog secara khusus disampaikan oleh tokoh tertentu dalam pementasan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Dialog<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.genpi.co\/resize\/1080x720-100\/uploads\/data\/images\/teater.webp\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>GenPI<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian kedua dari struktur teks pementasan yaitu dialog. Dialog dapat didefinisikan sebagai sebuah percakapan atau pembicaraan antara dua orang atau lebih. Dalam struktur teks pementasan, dialog menjadi unsur yang memiliki peran yang sangat penting. Hal itu dikarenakan sebuah pementasan dibangun dengan menggunakan setiap dialog antar tokohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam teks pementasan, dialog juga dapat menyampaikan gambaran tentang perasaan dari para tokoh. Hal ini yang menjadikan pementasan pementasan perlu diperankan oleh aktor atau aktris yang dapat menjiwai karakter dan perasaan dari tokoh yang diperankan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, aktor dan aktris juga harus mampu mengucapkan dialog dari tokoh yang diperankan, misalnya dengan menggunakan suara yang sesuai dengan perasaan dan watak dari karakternya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Epilog<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/headtopics.com\/images\/2020\/7\/10\/mediaindonesia\/kcci-hadirkan-drama-teater-video-korea-untuk-penonton-indonesia-1281395438512304129.webp\" alt=\"frama\" width=\"1280\" height=\"815\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Head Topics<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagian ketiga dari struktur teks pementasan yaitu epilog. Epilog pada dasarnya adalah kata penutup dalam sebuah teks pementasan, yang mana fungsi dari epilog untuk mengakhiri sebuah pementasan. Dalam pementasan, epilog biasanya memuat simpulan atau amanat atau isi pokok dari teks pementasan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sama seperti prolog, epilog umumnya disampaikan oleh narator atau dalang. Namun, bisa jadi karena kebutuhan pementasan epilog disampaikan oleh tokoh dalam pementasan tersebut. Selain penjelasan tentang bagian di atas, pada bagian dialog dari struktur teks pementasan sendiri memiliki tiga bagian, meliputi orientasi, komplikasi, dan resolusi (denouement).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tiga bagian dialog tersebut kemudian dibagi lagi dalam beberapa babak dan adegan tertentu. Satu babak dalam sebuah teks pementasan biasanya mengandung cerita tentang sebuah peristiwa besar dalam dialog. Hal itu dapat dilihat dengan munculnya beberapa perubahan atau perkembangan dari peristiwa yang dialami oleh tokoh utama. Sedangkan, adegan dalam sebuah teks pementasan hanya mencakup satu pilihan-pilihan dialog dari setiap tokoh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/\"><b>Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Kaidah kebahasaan dalam drama<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn0-production-images-kly.akamaized.net\/hnSEhx3KsCd-pTq_d_3wWw8sQAw=\/1200x900\/smart\/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)\/kly-media-production\/medias\/2896837\/original\/088912500_1567134272-Indonesia_Menuju_Broadway__4_-min.JPG\" alt=\"\" width=\"1200\" height=\"900\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Fimela<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedulur juga harus tahu kaidah kebahasaan yang digunakan, berikut ini adalah beberapa kaidah kebahasaan yang digunakan dalam sebuah naskah atau pementasan itu sendiri:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Naskah biasanya terdiri dari dialog<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Biasanya menggunakan tanda petik dalam dialognya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada bagian prolog dan epilog, biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam dialog, biasanya menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Naskah biasanya memakai keterangan waktu, seperti sebelum, sekarang, setelah, awal mula dan lain sebagainya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Naskah biasanya menggunakan kata kerja untuk menggambarkan peristiwa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan kata kerja untuk menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain kaidah kebahasaan di atas, terdapat juga beberapa jenis dari pementasan berdasarkan naskah yang digunakan. Jenis-jenis drama yang dimaksud adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan ada atau tidaknya naskah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan bentuk sastra dan percakapannya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan sajian dan isi dari naskahnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan kuantitas percakapan atau dialog<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan pengaruh unsur seni lainnya dalam naskah<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan bentuk-bentuk pementasan lainnya<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan sarana penyajiannya<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara lebih lengkap, jenis-jenis yang dimaksud di atas lebih kompleks lagi untuk dipelajari. Bahkan di beberapa perguruan tinggi tertentu, terdapat program studi atau jurusan khusus untuk mempelajari tentang pementasan, baik itu lakon, teater dan segala macam hal yang berkaitan dengan pembahasan kita kali ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/hiburan\/snowdrop\/\">8 Fakta Snowdrop, Drama Korea yang Membelokkan Sejarah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Contoh drama<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 718px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.statically.io\/img\/4.bp.blogspot.com\/-BmTfOCdDD9I\/XCtDAdiEXDI\/AAAAAAAAd5s\/zAXVJTj-m94SPxN81G0-3cWH25XlI82KACLcBGAs\/s1600-rw\/idiot_38.jpg\" alt=\"\" width=\"728\" height=\"485\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Aroeng Binang<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Agar Sedulur bisa lebih mudah memahami pengertian yang telah dibahas di atas terkait pementasan, berikut ini adalah contoh singkat yang bisa Sedulur bedah untuk memehami pengertian yang telah Sedulur baca. Yuk, simak contoh pementasan yang dimaksud:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Suatu hari lima sekawan sedang bermain bola di lapangan desa tempat mereka tinggal. Mereka memang sering bermain bola sore hari di lapangan tersebut. Dan saat ini mereka sedang beristirahat di pinggir lapangan.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: Dod, kamu dibawakan bekal apa sama ibumu? (sambil membuka kotak bekalnya).<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: Aku dibawain bekal ayam goreng nih. Kalo kamu Bay?<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: Aku dibawain bekal udang besar sama bundaku. Soalnya kemarin ayahku menangkap udang bersama ayah Ehsan.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: Jadi bekalmu juga juga pake udang San?<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ehsan: Iya Dod. Aku samaan sama Bayu (tersenyum semringah).<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: Waaahhh enaknya\u2026 aku juga suka sekali udang. Kalo kamu ham?<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ilham: Aku dibawain sayur daun ubi dengan ikan sambal Dod. Makanan kesukaanku.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: Wahhh, itu juga tak kalah enaknya. Kalau kamu, Ton?<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anton: (tersenyum meringis) Aku gak bawa bekal. Ibuku pagi-pagi sekali suda bekerja karena abangku akan masuk SMA. Maka dari itu ayah sama ibu harus giat mencari uang. Jadi ibuku tak sempat masakin aku bekal (sedih).<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: Ya sudah, Ton. Kamu masih bisa kok makan bersama kami.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anton: Maksudnya ?<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ihsan : Gimana kalo kita ramai-ramai makannya biar Anton juga bisa makan, makanan kita.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ilham: Bagaimana caranya ?<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ihsan : Begini saja, bagaimana kalo kita makannya pakai daun pisang? Jadi makanan kita, kita tuang ke daun pisang itu. Biar kita semua bisa makan bareng-bareng.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dodi: Ide bagus tuh. Ayo!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ilham dan Bayu mengambil daun pisang yang tak jauh dari tempat mereka. Dan mereka semua menuangkan makanannya di daun pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anton: Terima kasih ya teman-teman. Cuma kalian teman yang mengerti keadaanku.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bayu: Siap. Santai aja, Ton (tersenyum).<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"> <div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, itulah tadi penjelasan lengkap tentang drama. Semoga dari penjelasan di atas, Sedulur bisa memahami apa itu drama dengan lengkap dan menyeluruh. Juga semoga dari pemahaman di atas, Sedulur bisa lebih menikmati pementasan lebih baik lagi dan juga lebih khidmat lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":58966,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5460,8009,8010],"class_list":["post-58969","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-drama","tag-drama-adalah","tag-pengertian-drama"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-13T13:00:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-13T08:53:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"drama\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/\",\"name\":\"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-13T13:00:08+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-13T08:53:17+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya","description":"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya","og_description":"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-13T13:00:08+00:00","article_modified_time":"2022-06-13T08:53:17+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya","twitter_description":"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.","twitter_image":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/12-6.webp","width":682,"height":536,"caption":"drama"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/","name":"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-13T13:00:08+00:00","dateModified":"2022-06-13T08:53:17+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Yuk, simak penjelasan drama di bawah ini. Agar Sedulur bisa lebih memahami salah satu seni pementasan yang populer saat ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/drama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Drama: Pengertian, Ciri-Ciri, Unsur, Struktur dan Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58969"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58969"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58969\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":59092,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58969\/revisions\/59092"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58969"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58969"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58969"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}