{"id":57748,"date":"2022-06-07T11:00:21","date_gmt":"2022-06-07T04:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=57748"},"modified":"2022-06-07T00:09:40","modified_gmt":"2022-06-06T17:09:40","slug":"stereotip-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/","title":{"rendered":"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Stereotip adalah konsep yang dimiliki seseorang atas sifat suatu golongan tertentu. Konsep tersebut dapat berupa konsep yang negatif atau bisa juga positif. Stereotip sering kali membuat sebagian orang menggeneralisasi golongan tertentu memiliki sifat yang sama semua, tanpa mempertimbangkan bahwa setiap orang punya kepribadian dan ciri khasnya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p>Supaya lebih memahami tentang stereotip<span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"> adalah dan contohnya, berikut ini ulasan singkatnya. Y<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">uk, simak sampai akhir!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/\"><b>Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian stereotip adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat beberapa definisi mengenai istilah stereotip. Menurut <em>Kamus Besar Bahasa Indonesia<\/em>, kata stereotip atau stereotipe memiliki arti sebuah konsep yang dimiliki individu mengenai sifat suatu golongan tertentu. Konsepsi tersebut didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut kamus <em>Merriam-Webster<\/em>, stereotip adalah sikap yang merujuk pada serangkaian gambaran mental seseorang yang terstandarisasi terhadap individu atau kelompok sosial tertentu. Gambaran dapat berupa pendapat yang disederhanakan, sikap berprasangka, dan bisa juga berupa penilaian yang tidak kritis terhadap individu atau kelompok sosial lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Definisi tentang stereotip lainnya datang dari Dr. Saul McLeod, di mana ia menjelaskan bahwa istilah tersebut memiliki arti keyakinan seseorang yang tetap dan digeneralisasikan tentang kelompok atau kelas orang tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam sebuah artikel jurnal yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Stereotype Threat and The Intellectual Test Performance of African Americans<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Claude M. Steele dan Joshua Aronson mendeskripsikan stereotip sebagai persepsi karakterisasi yang logis atas dirinya sendiri dan orang lain. Sehingga, dengan stereotip tersebut setiap orang harus memahami ancaman di baliknya, sekalipun tidak percaya dengan persepsi yang ia miliki. Ancaman dari stereotip dapat menyebabkan kecemasan yang berujung pada tekanan emosional dan kekhawatiran berlebihan.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Contoh stereotip adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah kita membahas tentang beberapa definisi dari stereotip, pada bagian ini akan dijelaskan mengenai contoh dari stereotip. Secara garis besar, stereotip dibagi menjadi dua yaitu stereotip negatif dan stereotip positif. Stereotip positif memiliki maksud sebagai asumsi jelek seseorang terhadap kelompok tertentu. Sedangkan stereotip positif memiliki maksud sebagai asumsi baik seseorang terhadap kelompok tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Di bawah ini merupakan beberapa contoh stereotip di Indonesia dan negara-negara lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Rasisme<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/1028879\/8704\/i\/600\/depositphotos_87044738-stock-photo-afro-american-woman.jpg\" alt=\"stereotip adalah\" width=\"600\" height=\"345\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis pertama dari stereotip adalah rasisme. Rasisme merujuk pada sikap berprasangka terhadap ras atau kelompok nasional seseorang. Bentuk paling umum dari rasisme adalah sikap berprasangka yang didasarkan pada warna kulit. Warna kulit memang menjadi salah satu tanda utama yang paling jelas dari ras seseorang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh sederhananya adalah ketika melihat seseorang yang berkulit gelap, terkadang muncul pikiran bahwa orang tersebut jorok dan tidak menjaga kebersihan. Padahal belum tentu pikiran tersebut benar, belum tentu mereka yang berkulit putih dan cerah lebih menjaga kebersihan daripada mereka yang berkulit hitam.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Seksisme<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st3.depositphotos.com\/1594308\/13059\/i\/600\/depositphotos_130596238-stock-photo-woman-with-taped-mouth.jpg\" alt=\"stereotip adalah\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seksisme merupakan stereotip berdasarkan gender. Sedari dulu sampai sekarang, seksisme mayoritas terjadi pada perempuan, walaupun memang sejatinya hal tersebut dapat juga terjadi pada laki-laki. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh sederhananya adalah pandangan sebelah mata dari kaum laki-laki terhadap perempuan di tempat kerja, menganggap perempuan tidak lebih mampu dibanding laki-laki ketika berurusan dengan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/evolusi-adalah\/\"><b>Evolusi: Pengertian, Teori, Prinsip, Proses &amp; Contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3.<i> Classism<\/i><\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static4.depositphotos.com\/1005518\/296\/i\/600\/depositphotos_2969417-stock-photo-poor-siblings.jpg\" alt=\"stereotip adalah\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh lainnya dari stereotip adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">classism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Jenis ini <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merujuk pada perlakuan berbeda terhadap individu atau kelompok sosial lain atas kelas sosial mereka. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Classism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjadi karena mereka yang berada di kelas sosial atas ingin menjadi lebih dominan terhadap mereka yang berada di kelas sosial bawah. Akibat paling buruk yang dapat ditimbulkan oleh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">classism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kesenjangan sosial yang memperjauh jarak antara si kaya dan si miskin.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. <i>Ageism<\/i><\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/2249091\/11200\/i\/600\/depositphotos_112003876-stock-photo-loneliness-and-old-age-appear.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"411\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ageism<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan sebuah istilah stereotip yang merujuk pada perlakuan berbeda terhadap individu atau kelompok sosial lain atas usia mereka, baik itu muda maupun tua. Istilah <em>ageism<\/em> pertama kali digagas oleh Robert Neil Butler pada tahun 1969, di mana ia mendeskripsikan tentang diskriminasi yang dihadapi oleh orang-orang berusia lanjut.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Homofobia<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/17007214\/29962\/i\/600\/depositphotos_299626630-stock-photo-free-sexual-orientation-and-lgbt.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"410\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis lainnya dari stereotip adalah homofobia. Homofobia secara konstan dihadapi oleh mereka yang berada dalam kelompok LGBTQIA+. Homofobia merupakan perasaan irasional seperti ketakutan, kebencian, ketidaknyamanan, dan ketidakpercayaan seseorang terhadap kaum lesbian, gay, dan biseksual. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Stereotip jenis ini sangat membahayakan bagi mereka yang termasuk dalam kategori LGBTQIA+, di mana stereotip tersebut dapat menimbulkan persekusi serta mengancam nyawa dan hak hidup mereka.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Xenofobia<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/4384909\/7862\/i\/600\/depositphotos_78620958-stock-photo-bullying-at-school.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Xenofobia adalah ketakutan atau kebencian terhadap sesuatu yang dianggap asing atau aneh. Perasaan ketakutan dan kebencian tersebut dapat berbentuk kecurigaan seseorang terhadap kegiatan kelompok sosial tertentu, keinginan untuk menghapus keberadaan kelompok sosial tertentu, dan menghilangkan identitas etnis, ras, serta nasional mereka. Xenofobia dan rasisme merupakan dua stereotip negatif yang saling berkaitan satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/observasi\/\"><b>Observasi: Pengertian, Tujuan, Jenis, Ciri-ciri dan contohnya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Stereotip terhadap agama<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/2927537\/22043\/i\/600\/depositphotos_220430122-stock-photo-muslim-girl-in-black-hijab.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Stereotip terhadap agama adalah sikap berprasangka seseorang terhadap agama yang dianut seseorang atau kelompok tertentu. Contoh sederhananya adalah mengidentikkan umat Islam yang bercelana cingkrang, berjenggot, dan yang menggunakan pakaian hitam bercadar dengan kegiatan terorisme atau termasuk anggota kelompok teroris.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Nasionalisme<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/1587911\/42125\/i\/600\/depositphotos_421257358-stock-photo-brooklyn-new-york-october-2020.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"434\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh terakhir dari stereotip adalah nasionalisme. Nasionalisme merupakan sebuah anggapan atau gerakan yang mengampanyekan ketertarikan seseorang terhadap kelompok maupun kebangsaan lain. Mereka yang memiliki pemikiran semacam ini secara tidak sadar akan merasa lebih hebat ketimbang individu yang berasal dari etnis, latar belakang agama, dan budaya lain.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Cara menekan stereotip<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_57829\" aria-describedby=\"caption-attachment-57829\" style=\"width: 616px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/closeup-diverse-people-joining-their-hands_53876-96081.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-57829\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/closeup-diverse-people-joining-their-hands_53876-96081.webp\" alt=\"\" width=\"626\" height=\"352\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-57829\" class=\"wp-caption-text\">Freepik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perlu diakui bahwa stereotip merupakan pola pikir yang terkadang sulit untuk dihindari. Empati kita perlu dilatih untuk menerima perbedaan yang ada dalam masyarakat. Perbedaan merupakan hal yang biasa, tidak perlu dilebih-lebihkan. Apabila kita berhasil melatih empati, maka kita akan lebih mudah memahami dan menempatkan diri pada posisi orang lain. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa cara untuk menekan stereotip adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggalakkan dukungan dan membangun kesadaran menolak hal-hal yang berkaitan dengan stereotip.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengintensifkan interaksi sosial dengan mereka yang berasal dari kelompok sosial lain.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Membantu orang lain sadar terhadap fakta bahwa kemungkinan prinsip seseorang bisa berubah.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mendukung pembentukan hukum serta regulasi penerapan keadilan bagi seluruh kelompok manusia, tidak memandang etnis, ras, gender, nasionalitas, seksualitas, umur, dan lain-lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah ulasan singkat dari pengertian stereotip adalah, jenis-jenis, dan contoh yang berkaitan dengan sikap berprasangka tersebut. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan membuat Sedulur lebih menghargai perbedaan yang ada pada setiap orang maupun golongan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":57828,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[7826,7825,7824],"class_list":["post-57748","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-pengertian-stereotip","tag-stereotip","tag-stereotip-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Stereotip adalah konsepsi didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Berikut merupakan ulasan singkatnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Stereotip adalah konsepsi didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Berikut merupakan ulasan singkatnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-07T04:00:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-06T17:09:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-4.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-4.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-4.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"stereotip adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/\",\"name\":\"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-07T04:00:21+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-06T17:09:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Stereotip adalah konsepsi didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Berikut merupakan ulasan singkatnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya","description":"Stereotip adalah konsepsi didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Berikut merupakan ulasan singkatnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya","og_description":"Stereotip adalah konsepsi didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Berikut merupakan ulasan singkatnya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-07T04:00:21+00:00","article_modified_time":"2022-06-06T17:09:40+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-4.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-4.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-4.webp","width":682,"height":536,"caption":"stereotip adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/","name":"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-07T04:00:21+00:00","dateModified":"2022-06-06T17:09:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Stereotip adalah konsepsi didasarkan atas prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Berikut merupakan ulasan singkatnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/stereotip-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Stereotip: Pengertian, Jenis-jenis Beserta Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57748"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57748"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57748\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57830,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57748\/revisions\/57830"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57828"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57748"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57748"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57748"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}