{"id":57549,"date":"2022-06-07T20:00:44","date_gmt":"2022-06-07T13:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=57549"},"modified":"2022-06-07T09:41:24","modified_gmt":"2022-06-07T02:41:24","slug":"rima","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/","title":{"rendered":"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedulur pernah mendengar istilah rima? Istilah tersebut biasanya sering muncul pada saat pelajaran Bahasa Indonesia atau juga pada saat pembahasan linguistik dari bahasa-bahasa lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rima artinya adalah pengulangan bunyi yang berselang, baik itu di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang posisinya berdekatan. Pengulangan bunyi tersebut sering muncul dalam sebuah puisi atau dalam pantun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penasaran mengenai ulasan lebih lanjut tentang rima? Berikut adalah pembahasannya, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dan juga contoh yang dapat Sedulur pelajari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kata-serapan\/\"><b>Kata Serapan: Pengertian &amp; Contohnya dalam Berbagai Bahasa<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian rima<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static9.depositphotos.com\/1037987\/1188\/i\/450\/depositphotos_11883381-stock-photo-senior-woman-writing-in-notebook.jpg\" alt=\"rima\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rima (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">rhyme<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah pengulangan bunyi berselang. Pengulangan tersebut terjadi baik pada lari maupun pada akhir kalimat puisi yang berdekatan. Bunyi yang berima atau berulang tersebut dapat berbentuk tekanan pada kata, nada pengucapan yang tinggi, atau bisa juga berbentuk perpanjang suara.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pengertian lain datang dari beberapa ahli. Menurut Abdul Rozak Zaidan, dkk. dalam buku yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Kamus Istilah Sastra<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, ia menjelaskan bahwa rima adalah pengulangan bunyi berselang, baik di dalam larik atau di akhir sajak yang berdekatan. Bunyi yang berirama serta berulang tersebut dapat berupa tekanan, nada tinggi, atau juga dapat berupa perpanjangan suara.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sedangkan menurut Aminuddin dalam bukunya yang berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pengantar Apresiasi Karya Sastra<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, rima adalah bunyi yang berulang atau berselang. Ia bisa terletak pada dalam larik puisi maupun pada akhir larik puisi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat rima pantun dan juga puisi. Puisi-puisi yang memiliki pengulangan bunyi tersebut mayoritas adalah mereka yang berjenis Melayu. Kebanyakan puisi karya penulis kontemporer juga banyak yang memiliki pengulangan bunyi pada kata-katanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Puisi berima memang mirip seperti pantun modern. Puisi dengan rima artinya terdapat beberapa bunyi yang sama pada setiap pengulangan bunyi dengan berselang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Artikel ini akan menjelaskan penggunaan rima, jenis-jenis, dan juga beberapa contohnya. Yuk, simak terus sampai akhir pembahasan!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/belajar-id\/\"><b>Belajar.id: Pengertian, Manfaat, Cara Daftar dan Aktivasinya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis-jenis rima berdasarkan bunyi<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_57888\" aria-describedby=\"caption-attachment-57888\" style=\"width: 1064px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-1.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-57888\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-1.webp\" alt=\"Rima adalah\" width=\"1074\" height=\"806\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-1.webp 1074w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-2-1-768x576.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1074px) 100vw, 1074px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-57888\" class=\"wp-caption-text\">Unsplash<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terdapat beberapa jenis dari rima puisi dan juga pantun. Jenis-jenis tersebut dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan bunyi dan berdasarkan letak kata. Berikut ini adalah penjelasan singkatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/relasi-adalah\/\"><b>Relasi: Pengertian, Bentuk, dan Perbedaannya dengan Fungsi<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Rima sempurna<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rima sempurna merupakan pengulangan bunyi dimana seluruh suku kata terakhir pada akhir baris berwujud sama. Jenis pengulangan bunyi ini dapat ditemukan pada puisi-puisi yang berbentuk pantun. Berikut adalah contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ada jarum yang patah,<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">jangan disimpan di dalam peti.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ada salah sepatah,<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">jangan disimpan di dalam hati.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sungguh malang ia mati,<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">meski berpulang ia di hati.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Rima tidak sempurna<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nama lain rima tidak sempurna adalah pengulangan bunyi paruh. Ia dapat dikategorikan menjadi tidak sempurna apabila yang berulang hanya sebagian suku kata terakhir. Maksudnya, persamaan bunyi hanya terdapat pada sebagian dari suku kata terakhir dari suatu kata. Berikut adalah contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berkenalan dengan se<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">pi<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">pada kejemuan bersandarlah pundak<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jalanan sepi tak berha<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ti<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">lewat nasib yang menatap<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">nya<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rumah tu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">a<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dengan tepi ba<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tu<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kenangan la<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ma<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">dengan hati yang syah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">du<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pencemaran-air\/\"><b>Pencemaran Air: Pengertian, Jenis, Penyebab &amp; Dampaknya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Rima terbuka<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Yang dimaksud dengan pengulangan bunyi terbuka yaitu persamaan yang terdapat pada akhir suatu kata dimana ia diakhiri dengan bunyi vokal. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pa<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">du<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 ma<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">du<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 lu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ka<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pe<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ti<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 bu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">di<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Rima tertutup<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Yang dimaksud dengan rima tertutup yaitu persamaan yang terdapat pada bunyi yang diakhiri dengan konsonan. Ia merupakan kebalikan dari pengulangan bunyi terbuka. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hila<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ng<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 mala<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ng<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tutu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">p<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 hidu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">p<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Put<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> \u2013 bers<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ih<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/\"><b>Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Rima mutlak<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengulangan bunyi berjenis mutlak ini terjadi ketika seluruh kata dalam puisi atau sajak muncul kembali. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mendatang-datang juga,<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kenangan lama kampau.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menghilang muncul juga,<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">yang dulu silau-silau.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kabut beraroma romansa,<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">kedamaian di sebuah kota.<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menghampiri seperti romansa,<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">merindukan nafkah harta.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Rima aliterasi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebuah puisi atau sajak dapat disebut dengan rima aliterasi apabila bunyi awal pada setiap kata sebaris sama ataupun pada baris lain. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bukan beta bijak berperi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Belajar bahasa berpijak bumi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Rima asonansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Yang dimaksud dengan pengulangan bunyi asonansi yaitu ketika vokal yang menjadi rangka sebuah kata, entah itu kata yang dalam satu baris atau baris lain yang berbeda.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">T<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mbang \u2013 m<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ndam<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sec<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pak \u2013 ses<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kat<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bur<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ng perk<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tut di ladang ber<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">u<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mput<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Rima disonansi<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rama disonansi terjadi ketika bunyi dari sebuah kata seolah-olah memberikan kesan bunyi yang berlawanan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mundar-mandir (u-a\/a-i)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tindak-tanduk (i-a\/a-u)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kisah-kasih (i-a\/a-i)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketawa-ketiwi (e-a-a\/e-i-i)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cengar-cengir (e-a\/e-i)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis-jenis rima berdasarkan letak kata<\/b><\/span><\/h2>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-57890\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1.webp\" alt=\"Rima adalah\" width=\"1170\" height=\"780\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1.webp 1170w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/Unsplash-1-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1170px) 100vw, 1170px\" \/><\/p>\n<p>Berikut ini adalah pengulangan bunyi pada puisi atau pantun berdasarkan letak kata-katanya.<\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Rima awal<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis pengulangan bunyi ini terjadi apabila persamaan bunyi terdapat pada awal baris, entah itu persamaan bunyi kata atau sekedar persamaan bunyi huruf. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mana punai melayang,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sawah turun ke padi.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mana kasih sayang,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mata turun ke hati.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mana hendak kemana,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sawah hendak ke rumah.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mana kita berkelana,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">dari<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> rumah menuju dunia.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Rima tengah<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis pengulangan bunyi ini terjadi apabila persamaan bunyi terdapat pada tengah baris, entah itu persamaan bunyi kata atau sekedar persamaan bunyi huruf. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terjalankan,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tindih bertind<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kaki dulang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tidak<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terkatakan,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">kakak pemil<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">ih<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kata orang.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pohon n<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">angka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> buahnya jarang,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">pohon a<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tingginya menjulang.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa s<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">angka<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dinda senang,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">muka m<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">asam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> rai tak riang.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Rima akhir<\/b><\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jenis pengulangan bunyi ini terjadi apabila persamaan bunyi terdapat pada akhir baris, entah itu persamaan bunyi kata atau sekedar persamaan bunyi huruf. Berikut merupakan contohnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Burung nuri terbang tinggi,<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">burung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menari-nari.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hati siapa takkan iri,<\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">melihat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dara<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> si jantung hati.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sesaat sekejap mata beta berpes<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">an<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">padamu tuan wahai a<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Arah mana tuan berjal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">an<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/span><\/p>\n<p style=\"padding-left: 40px;\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di negeri mana tuan berka<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">wan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<h2>4. Rima Silang<\/h2>\n<p>Kalau jenis satu ini adalah persamaan bunyi kata atau suku kata yang diletakkan secara silang. Sehingga antara kata berima satu dengan yang lainnya tidak akan berurutan secara konstan. Berikut ini contoh penggunaan rima silang:<\/p>\n<p>Kalau ada sumur di ladang. Boleh kita menumpang mandi.<\/p>\n<p>Kalau ada umurku panjang. Boleh kita berjumpa lagi.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah Sedulur, telah kita ulas secara singkat mengenai rima contoh, jenis, beserta pengertiannya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Sedulur dalam bertata bahasa dan dapat membawa manfaat-manfaat lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":57550,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5317,7799],"class_list":["post-57549","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-bahasa-indonesia","tag-rima"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Rima adalah pengulangan bunyi berselang pada puisi atau pantun. Berikut merupakan ulasan singkat dari pengertian, jenis, dan juga contoh rima.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Rima adalah pengulangan bunyi berselang pada puisi atau pantun. Berikut merupakan ulasan singkat dari pengertian, jenis, dan juga contoh rima.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-07T13:00:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-07T02:41:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/5-3.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/5-3.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/5-3.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"pengertian rima\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/\",\"name\":\"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-07T13:00:44+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-07T02:41:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Rima adalah pengulangan bunyi berselang pada puisi atau pantun. Berikut merupakan ulasan singkat dari pengertian, jenis, dan juga contoh rima.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya","description":"Rima adalah pengulangan bunyi berselang pada puisi atau pantun. Berikut merupakan ulasan singkat dari pengertian, jenis, dan juga contoh rima.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya","og_description":"Rima adalah pengulangan bunyi berselang pada puisi atau pantun. Berikut merupakan ulasan singkat dari pengertian, jenis, dan juga contoh rima.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-07T13:00:44+00:00","article_modified_time":"2022-06-07T02:41:24+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/5-3.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/5-3.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/5-3.webp","width":682,"height":536,"caption":"pengertian rima"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/","name":"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-07T13:00:44+00:00","dateModified":"2022-06-07T02:41:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Rima adalah pengulangan bunyi berselang pada puisi atau pantun. Berikut merupakan ulasan singkat dari pengertian, jenis, dan juga contoh rima.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rima\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rima: Pengertian, Jenis-Jenis Serta Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57549"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57549"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57549\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57892,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57549\/revisions\/57892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57550"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57549"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57549"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57549"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}