{"id":57399,"date":"2022-06-06T11:00:31","date_gmt":"2022-06-06T04:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=57399"},"modified":"2022-06-06T00:59:53","modified_gmt":"2022-06-05T17:59:53","slug":"tari-legong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/","title":{"rendered":"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tari legong merupakan salah satu tarian berasal dari Bali, salah satu pulau eksotis yang dikenal luas secara internasional. Daya tarik wisata Pulau Bali sangat tinggi, mulai dari keindahan alam hingga keindahan budayanya. Keindahan kebudayaan tersebut termasuk dari tari legong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam kesempatan ini, kita akan bahas bersama tentang tari legong, mulai dari sejarah, kisah, jenis, makna, hingga keunikan serta properti yang digunakan dalam pelaksanaan tarian itu. Tanpa berlama-lama, yuk, simak ulasannya di bawah ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tarian-saman\/\"><b>Tarian Saman: Pengertian, Sejarah, Jenis &amp; Gerakannya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian dan sejarah tari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.genpi.co\/resize\/1080x720-100\/uploads\/news\/normal\/2019\/07\/17\/aef41469d8aa81f1ee362edead83384d.webp\" alt=\"tari legong\" width=\"1080\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">AntaraNews<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tari legong adalah tarian yang berasal dari Pulau Bali. Asal kata legong yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leg <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berarti dari luwes dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gong <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0merupakan alat musik gamelan khas Bali. Pada awalnya, tarian ini ditampilkan di lingkungan kerajaan atau keraton, yang merupakan bagian dari ritual keagamaan tingkat tinggi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tari legong berasal dari Bali juga turut ditampilkan dalam perayaan adat-adat Bali. Namun saat ini, pertunjukan tari legong meluas pada berbagai acara di Bali. Tari legong dimainkan oleh penari wanita yang membawa aksesori berupa kipas. Sesuai dengan namanya yaitu luwes dan gamelan, maka tarian ini dilakukan dengan gerakan-gerakan luwes disertai alunan gamelan dari Bali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemunculan tarian legong berasal dari lingkungan keraton-keraton di Bali pada paruh kedua abad ke-18. Konon tarian ini lahir dari mimpi seorang pangeran kerajaan. Cerita rakyat yang berkembang percaya bahwa pangeran bernama Sukawati mengalami mimpi tersebut ketika sedang sakit. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah sembuh, beliau kemudian mengajarkannya kepada para wanita di kerajaan. Dari peristiwa inilah maka lahir tari legong yang sangat sakral dikenal hingga saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dari istana hingga dikenal oleh masyarakat, tarian ini disampaikan oleh beberapa guru tari berasal dari berbagai desa, contohnya Desa Saba, Bedulu, Peliatan, Kelandis, dan Sukawati. Guru tersebut mengajarkan kepada murid-muridnya dan menggunakan legong sebagai bagian utama dalam Upacara Odalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selanjutnya, tarian ini berkembang menjadi tari dalam acara keagamaan atau kepercayaan animisme. Tari legong tidak dapat dilepaskan dengan budaya Hindu Istana dan Hindu Dharma. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam mimpinya, sang pangeran melihat 2 orang wanita tengah menari dengan sangat anggun bersama iringan musik tradisional gamelan khas Bali. Gerakan tari yang dibawakan serta alunan musik tersebut membuat Pangeran Sukawati mengilustrasikannya dalam gerakan koreografi dibantu oleh bendesa atau pemimpin adat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Mengenal tari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/2801443\/3787\/i\/450\/depositphotos_37872253-stock-photo-traditional-balinese-legong-dance-in.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Deposit Photos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tarian ini juga dikenal dengan gerakan terikat gamelan atau musik pengiringnya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh kelompok penari wanita dalam jumlah tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bagian penting dari tarian ini adalah penarinya. Tari legong dimainkan oleh 2 orang gadis remaja yang belum mengalami menstruasi. Penari yang disebut dengan &#8220;legong&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0akan menari di bawah sinar rembulan di lingkungan keraton. Ciri khas utama dari tarian Bali ini adalah penari membawa kipas sebagai alat bantu untuk menari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain 2 orang gadis penari utama, ada pula penari tambahan yang disebut sebagai &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">condong&#8221;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">. Perbedaan antara legong dan condong terletak pada kipas yang dibawanya, sebab penari condong tidak membawa kipas di tangannya.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Instrumen tari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st3.depositphotos.com\/9597332\/13901\/i\/600\/depositphotos_139014074-stock-photo-balinese-dancer-in-temple.jpg\" alt=\"tari legong\" width=\"600\" height=\"394\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Deposit Photos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tarian ini dilengkapi dengan musik pengiring menggunakan gamelan khas Bali, yakni gamelan semar pagulingan. Terdapat instrumen yang mengisi bagian harmonisasi sesuai dengan pakem dalam tarian, meliputi unsur witama, wiraga, serta wirasa yang baik dan benar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gamelan yang digunakan sebagai instrumen dalam tarian ini dikenal juga dengan nama gamelan semara aturu yang berupa barungan madya menghasilkan suara merdu untuk menghibur. Karena kemerduannya, gamelan semar pagulingan sering kali dimainkan pada malam hari saat raja hendak beristirahat. Semar pagulingan berasal dari kata semar yang berarti samara, pagulingan yang berarti peraduan atau tempat tidur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Saat ini musik tradisional ini menjadi sajian instrumental untuk mengiringi tari dan drama teater. Masyarakat Bali mengenal 2 jenis semar pagulingan, antara lain semar pagulingan dengan laras pelog 7 nada, dan semar pagulingan dengan laras pelog 5 nada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kedua jenis semar pagulingan tersebut secara fisik lebih kecil dari barungan gong kebyar. Hal ini bisa dilihat dari ukuran instrumen gangsa dan trompong dibanding dalam gong kebyar. Instrumen atau alat musik dalam gamelan semar pagulingan, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Trompong dengan 12 pencon<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gender rambat berbilah 14<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangsa barungan berbilah 14<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangsa gantungan pemade<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gangsa gantungan kantil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jegongan berjumlah 2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jublag berbilah 7<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kendang kecil berjumlah 2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kajar berjumlah 2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kleneng berjumlah 2<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kempur atau gong kecil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ricik status pangkon berjumlah 2<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gentorag berjumlah 1<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rebab berjumlah 1<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Suling berjumlah 1 atau 2<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alat musik yang paling penting dalam barungan adalah terompong sebagai pengatur melodi. Terompong dapat digunakan untuk menggantukan suling dalam panggambuhan. Melodi tersebut dibantu oleh rebab, gender rambat, gangsa barangan, dan suling.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan irama diisi oleh jublag dan jegongan sebagai pemangku lagu. Kemudian, kendang adalah instrumen untuk mengatur dinamika tabuh. Gending yang dibawakan oleh instrumen semar pagulingan banyak berasal dari gending-gending panggambuhan. Beberapa desa di Bali yang masih aktif memainkan gamelan semar pagulingan adalah Sumerta di Denpasar, Kamasan di Klungkung, serta Teges, Peliatan di Gianyar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Perkembangan tari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 950px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ap.cdnki.com\/r_berdasarkan-jumlah-penarinya-tari-legong---247a14e20e2eed2532c1cb29e1c738b6.webp\" alt=\"\" width=\"960\" height=\"480\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kafe Sentul<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tarian ini awalnya muncul pada abad ke-18 dan sempat mengalami penurunan peminat saat memasuki abad ke-19. Hal tersebut dipengaruhi oleh tekanan pemerintah kolonial Belanda pada masa itu. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk terus melestarikannya, banyak seniman Bali yang kembali merekonstruksi tarian ini dengan menambah beberapa gerakan. Tujuannya adalah agar tari ini lebih menarik untuk disaksikan namun tidak melepas unsur tarian aslinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Oleh UNESCO atau The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, pada tahun 2015 tarian legong keraton menjadi salah satu dari 9 tarian Bali yang mendapat penghargaan selain tari barong ket, tari rejang, tari joged bumbung, drama tari wayang wong, drama tari gambuh, topeng sidha karya, tari bari upacara, dan tari sang hyang dedari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tarian-jawa-timur\/\"><b>8 Macam Tarian Jawa Timur yang Dikenal Hingga Mancanegara<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Makna tarian legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1070px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/img.cdnki.com\/dari-uraian-nama-nama-gerak-diatas-manakah-yang-termasuk-gerak-dasar-tari-bali---035a2fdd5160ee18473bc281baa036cb.webp\" alt=\"tari legong\" width=\"1080\" height=\"1349\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Apaartidari<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Makna dan fungsi tari legong mengusung nilai keagamaan, sejarah, dan budaya Bali. Gerakan dalam tarian ini merupakan wujud dari ungkapan rasa syukur dan terima kasih rakyat Bali terhadap nenek moyang yang memberikan keberkahan melimpah untuk keturunannya. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Akan tetapi, seiring perkembangan zaman, makna tari legong tidak hanya terbatas pada hal tersebut, namun juga bertransformasi menjadi tarian hiburan sampai tarian penyambutan yang menarik wisatawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam pementasan legong, terdapat berbagai unsur atau komposisi yang membuatnya semakin menarik. Komposisinya meliputi alat musik, penari, busana, tata rias, dekorasi panggung, dan sebagainya. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Adapun makna tari legong erat kaitannya dengan gerakan tarian. Juga sangat erat pembahasannya dengan tari legong pola lantai. Oleh karena itu, terdapat 3 gerakan dasar dari tarian ini. Untuk lebih mengetahuinya, berikut ini jenis dari gerakan tari legong.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Agam<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640\/v1634025439\/2cdb6a58fb308e3f3bf054bea08b277e819b10468aa20e1f1dd82a6d7401dce8.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kumparan<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan pertama dalam tari legong adalah gerakan agam. Gerakan ini menampilkan ekspresi wajah penari yang seirama dengan gerakan tubuh. Baik itu ekspresi dan gerakan marah, senyum, bahagia, cinta, benci, dan ekspresi lainnya. Semua ekspresi tersebut merupakan gambaran dari sifat manusia. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki banyak sifat dan sering berubah-ubah, tergantung kondisinya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Tandang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 710px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdb.idkuu.com\/cdbjp\/apa-yang-dimaksud-tari-manuk-rawa--22cf1f17a1b498bbf41e69d1fceba160.wepb\" alt=\"tari legong\" width=\"720\" height=\"480\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Lovely Ristin<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dalam sebuah tarian ada suatu gerakan yang mengombinasikan antara gerakan berjalan, merunduk, berdiri, ngelikas, geleog, niltil, nayog, nyeregseg, dan sebagainya. Gerakan tersebut dikombinasikan satu sama lain dan ditampilkan dengan iringan musik gambuh yang ditabuh sehingga hasilnya selaras serta padu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Tangkep<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st4.depositphotos.com\/4182777\/38123\/i\/600\/depositphotos_381235790-stock-photo-asian-travel-background-group-of.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Deposit Photos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan tangkep masih berkaitan dengan gerakan agam dalam tarian. Selain ekspresi yang ditonjolkan, gerakan seluruh bagian wajah penari menjadi hal yang juga harus ditampilkan sepanjang tarian. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan tangkep ini, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan mata yang menampilkan gerakan melirik ke kanan atau ke kiri sesuai ekspresi yang harus ditampilkan pada mimik wajah sang penari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan leher yang terdiri atas gerakan menoleh dan gerakan bahu.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan jemari yang terdiri atas melebarkan jemari, menyempitkan jemari, dan menggerakkan jemari sesuai cerita yang harus dibawakan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan memanfaatkan properti kipas yang dibawa penari.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semua gerakan dasar tari tersebut diolah menjadi satu menjadi tarian Legong dari awal atau pembuka tarian, puncak tarian sampai penutup tarian yang kita bisa nikmati seperti sekarang ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Properti tari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/2063179\/8249\/i\/600\/depositphotos_82490000-stock-photo-bali-june-27-girl-performing.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Deposit Photos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tari legong berasal dari dan propertinya hanya kipas. Itu pun hanya penari yang disebut dengan &#8220;<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">legong&#8221; <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">yang membawa kipas, sementara penari lainnya <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">tidak membawa kipas. Kipas tersebut menjadi penambah nilai estetika dalam setiap gerakan yang dimainkan oleh penari legong. <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain kipas, ada properti lainnya yang tidak kalah penting dalam tarian legong, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gelungan yang merupakan hiasan kepala yang digunakan oleh penari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Udeng adalah ikat kepala yang digunakan bersamaan dengan gelungan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kembang goyang merupakan mahkota dengan bentuk memanjang dan terdiri dari bunga-bunga.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mahkota kepala yang merupakan properti hias wajib.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Badong merupakan hiasan yang mirip dengan mahkota hiasan kepala namun digunakan di bagian leher seperti kalung.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gelang adalah properti yang juga wajib digunakan oleh penari tari legong.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Busana dan riasan penari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st2.depositphotos.com\/43916276\/43274\/i\/600\/depositphotos_432746058-stock-photo-traditional-balinese-legong-dance.jpg\" alt=\"Tari legong\" width=\"600\" height=\"398\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Deposit Photos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti penari tradisional di daerah lainnya, penari legong juga mengenakan kostum dan riasan wajah untuk menambah makna pentas tari. Penari legong akan mengenakan pakaian adat Bali lengkap dengan aksesori serta pernak-pernik, terutama kipas sebagai identitas tari legong. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Warna busana tari yang dikenakan sangat khas yaitu merah, kuning, dan ungu serta rangkaian bunga memanjang di dekat mahkota. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sedangkan, riasan wajib yang dikenakan penari adalah kembang goyang dan melati yang diletakkan di atas kepala. Bunga tersebut akan ikut bergoyang ketika penari melakukan gerakan tarian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-jaipong\/\"><b>Tari Jaipong: Sejarah, Gerakan, Properti dan Keunikannya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Keunikan dari tarian legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/weddingmarket.com\/storage\/images\/artikelideacontent\/new\/1bb261dcb8fce02753767dd0df59f276887aa8b6.webp\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Wedding Market<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain keunikan dalam properti tarian, berikut ini beberapa keunikan lainnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gerakan tarian yang luwes dan ekspresi yang tegas.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Campuran budaya Hindu dan Islam dalam bentuk gambuh.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penari harus dari gadis yang belum memasuki siklus menstruasi, ini adalah faktor yang menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa pihak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dipentaskan di bawah bulan purnama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan aksesori berupa kipas sebagai properti utama.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menampilkan kecantikan gadis Bali diperlihatkan dari pakaian dan tatanan rambut sang penari.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Unsur warna yang bisa ditemukan pada pakaian sang penari melambangkan Bali yang beragam dan mencintai perbedaan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penarinya menggunakan pakaian adat Bali, yang membuat adat istiadat Bali semakin terasa kental.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki pola lantai yang unik, yang memengaruhi pergerakan penari saat memainkan tarian ini.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Jenis tari legong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/v1634025439\/0dc02e8acf7e56f1dd859b939d32c774f2f02504189a5192770b083691fbc527.webp\" alt=\"tari legong\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kumparan<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk melengkapi pembahasan tarian legong, Sedulur juga harus mengetahui apa saja jenis tari legong. Berikut ini beberapa jenis dari tarian legong yang ada.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Lasem (Kraton)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Legod Bawa<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Kuntul<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Jobog<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Smaradahana<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Playon<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Sudarsana<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Untung Surapati<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Legong Andir (Nadir)<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sang Hyang Legong atau Topeng Legong<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa jenis tarian legong di atas merupakan jenis tarian yang banyak dimainkan, bukan hanya 10 jenis yang disebutkan di atas, variasi dari tarian ini juga ada lebih banyak, tercatat setidaknya terdapat 18 jenis yang tersebar dan 10 jenis di atas yang dikenal luas dan sering dimainkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"> <div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itulah pembahasan lengkap terkait dari tari legong yang merupakan tarian berasal dari Bali. Tarian tersebut merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia sekaligus kekayaan Nusantara yang patut dilestarikan oleh kita semua. Semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":57402,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4062,4856,7778],"class_list":["post-57399","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kesenian","tag-tari","tag-tari-legong"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-06T04:00:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-05T17:59:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"tari legong\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/\",\"name\":\"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-06T04:00:31+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-05T17:59:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya","description":"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya","og_description":"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-06T04:00:31+00:00","article_modified_time":"2022-06-05T17:59:53+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya","twitter_description":"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!","twitter_image":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/10-2.webp","width":682,"height":536,"caption":"tari legong"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/","name":"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-06T04:00:31+00:00","dateModified":"2022-06-05T17:59:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Berikut ini penjelasan lengkap tentang tari legong. Mulai dari sejarah, jenis, makna dan keunikannya. Yuk, kita simak!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-legong\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tari Legong: Sejarah, Jenis, Makna, Keunikan dan Propertinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57399"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57399"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57399\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57586,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57399\/revisions\/57586"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57399"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57399"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57399"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}