{"id":56764,"date":"2022-06-02T13:00:01","date_gmt":"2022-06-02T06:00:01","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=56764"},"modified":"2022-06-02T12:00:25","modified_gmt":"2022-06-02T05:00:25","slug":"renaissance-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/","title":{"rendered":"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah masa atau periode di Eropa yang menjadi kelahiran kembali budaya, kesenian, politik, ekonomi, pendidikan, literatur, dan juga sains, setelah sebelumnya tertinggal jauh karena dominasi agama dan gereja di Eropa. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi salah satu bagian sejarah penting di Eropa karena ia menjadi saksi bangkitnya masyarakat dari segala sengsara di Abad Kegelapan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut merupakan ulasan dari sejarah singkat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/sejarah-adalah\/\">Pengertian Sejarah: Unsur, Fungsi, Manfaat &amp; Klasifikasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian <\/b><b><i>Renaissance<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/static9.depositphotos.com\/1585997\/1111\/i\/600\/depositphotos_11116618-stock-photo-painting-by-artist-rafael-in.jpg\" alt=\"renaissance adalah\" width=\"600\" height=\"399\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau dalam bahasa Indonesia Renaisans, merupakan sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa. Mengutip dari situs Britannica, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berasal dari bahasa Perancis yang berarti \u201clahir kembali\u201d. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah masa \u201clahirnya kembali\u201d aspek-aspek budaya, kesenian, politik, dan juga ekonomi setelah sebelumnya aspek-aspek tersebut diacuhkan pada Abad Pertengahan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Eropa berlangsung dari abad ke-14 hingga abad ke-17. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah masa dimana filsafat, sastra, dan juga seni klasik kembali ditemukan dan dihargai. Ia pertama kali muncul di Italia lalu menyebar secara perlahan ke seluruh pelosok Eropa.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gnb\/\">GNB (Gerakan Non-Blok): Pengertian, Sejarah &amp; Tujuannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Faktor lahirnya <\/b><b><i>Renaissance<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/st.depositphotos.com\/2765196\/3769\/i\/600\/depositphotos_37699479-stock-photo-art-of-italy-in-vatican.jpg\" alt=\"renaissance adalah\" width=\"600\" height=\"400\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Depositphotos<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi pada abad ke-4, kehidupan di penjuru Eropa seperti mengalami kemunduran yang signifikan. Pada Abad Pertengahan (abad ke-5 hingga abad ke-13), kehidupan sehari-sehari masyarakat Eropa mulai didominasi oleh pengaruh dan kuasa dari gereja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gereja, para pendeta, dan juga pengikut-pengikut setianya secara masif mempengaruhi dan menguasai perkembangan dunia pemikiran. Alhasil, inovasi-inovasi dalam dunia pemikiran pada Abad Pertengahan benar-benar terbatas. Tidak mengherankan apabila masa-masa awal Abad Pertengahan (abad ke-5 sampai abad ke-10) disebut juga sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dark Ages<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Abad Kegelapan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kemudian pada tahun 1347, kehidupan masyarakat Eropa bertambah makin sengsara dengan adanya wabah penyakit pes atau yang dikenal luas dengan wabah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Death<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Saking dahsyatnya wabah tersebut menyerang wilayah Eropa, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Black<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Death<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> sampai dikategorikan menjadi pandemi yang berhasil menghapus setidaknya \u2153 total populasi Eropa antara 1347 hingga 1351. Kondisi ini semakin memperparah kehidupan bangsa-bangsa Eropa dengan menimbulkan berbagai pemberontakan di kalangan masyarakat, kekacauan politik, hingga berbagai permasalahan ekonomi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pangeran-diponegoro\/\">Kisah &amp; Sejarah Pangeran Diponegoro dalam Melawan Penjajah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Berkembangnya periode <\/b><b><i>Renaissance<\/i><\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56771\" aria-describedby=\"caption-attachment-56771\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/issimo.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-56771\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/issimo-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-56771\" class=\"wp-caption-text\">ISSIMO<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah melewati masa-masa suram, wilayah Eropa akhirnya dapat bangkit kembali pada sekitar abad ke-15. Latar belakang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ditandai dengan lahirnya kembali kebudayaan Yunani dan Romawi, yang sekaligus menjadi awal mula munculnya periode tersebut. Munculnya periode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bercirikan dengan penghargaan terhadap etika, estetika, dan rasionalitas terhadap aspek-aspek budaya, kesenian, politik, dan juga ekonomi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sebelumnya telah disinggung, momen munculnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pertama kali terekam di Italia. Pada sekitar abad ke-14, sebuah gerakan budaya atas nama \u201chumanisme\u201d mulai mendapat perhatian dari masyarakat. Salah satu prinsip dari gerakan budaya tersebut adalah manusia merupakan pusat alam semestanya sendiri, sehingga manusia harus bisa merayakan pencapaian-pencapaian ras manusia dalam pendidikan, seni klasik, literatur, dan juga sains.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pertama kali muncul di daerah Florence, Italia. Florence merupakan sebuah daerah elit yang kaya akan aspek sejarah dan budaya. Warga-warga Florence mampu memberikan apresiasi, penghargaan, dan penghormatan terhadap aspek-aspek tersebut dan mendukung para seniman.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keluarga Medici (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">House of Medici<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) di Florence menjadi salah satu keluarga perbankan dan politisi yang dengan giat mendukung gerakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan penyebarannya. Penulis, seniman, politisi, dan tokoh-tokoh kenamaan lain dari Italia menyatakan bahwa mereka turut berpartisipasi dalam sebuah revolusi intelektual dan artistik yang melahirkan kembali budaya, kesenian, politik, ekonomi, pendidikan, literatur, dan juga sains. Revolusi tersebut sangatlah berbeda dari apa yang mereka alami pada Abad Kegelapan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dampak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah lepasnya dominasi dan kuasa gereja terhadap masyarakat Eropa pada masa tersebut. Semangat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah semangat manusia untuk hidup secara maksimal dengan menghargai hak-hak individunya. Maka dari itu, agama, gereja, dan pendeta tidak sepatutnya untuk mencampuri urusan masyarakat. Seseorang tentu saja masih dapat melaksanakan kegiatan keagamaannya, tetapi tanpa paksaan dan tetap menjamin hak-hak individunya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> secara perlahan mulai menyingkirkan posisi agama dan menggantikannya dengan negara. Masyarakat <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah mereka yang percaya bahwa fungsi dan peran negara merupakan medium yang tepat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah masa yang berhasil melahirkan masyarakat progresif yang sekuler, humanis, dan juga individualis, yang dapat membawa Eropa kembali ke kejayaannya dulu. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berhasil mengejar ketertinggalan Eropa di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dari Asia dan Afrika, pasca jatuhnya Konstantinopel ke tangan Kesultanan Utsmaniyah Turki pada 1453.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/perundingan-roem-royen\/\">Perundingan Roem Royen: Sejarah, Tokoh, Isi &amp; Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tokoh-tokoh <\/b><b><i>Renaissance<\/i><\/b><b> adalah<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56774\" aria-describedby=\"caption-attachment-56774\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/paristickets.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-56774\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/paristickets-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-56774\" class=\"wp-caption-text\">Paris Tickets<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini merupakan beberapa tokoh-tokoh <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang turut menyumbangkan karya, jasa, dan pemikirannya terhadap kemajuan Eropa di masa <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Bidang seni, budaya, dan literatur<\/b><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Leonardo da Vinci (1452-1519) \u2013 pelukis, pelukis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mona Lisa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Last Supper<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Thomas Hobbes (1588-1679) \u2013 filsuf, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Leviathan<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Geoffrey Chaucer (1343-1400) \u2013 penyair, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Canterbury Tales<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Giotto (1266-1337) \u2013 pelukis, pelukis dinding Kapel Scrovegni<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dante (1265-1321) \u2013 filsuf, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Divine Comedy<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Niccolo Machiavelli (1469\u20131527) \u2013 diplomat, filsuf, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Discourses<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">on<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Livy<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Titian (1488-1576) \u2013 pelukis, pelukis potret Paus Paulus III dan Charles I<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">William Tyndale (1494-1536) \u2013 penerjemah injil<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">William Byrd (1539\/40-1623) \u2013 komposer musik organ rohani<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">John Milton (1608-1674) \u2013 penyair, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Paradise Lost<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">William Shakespeare (1564-1616) \u2013 penyair, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Romeo and Juliet<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Donatello (1386-1466) \u2013 pemahat patung<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Michelangelo (1475-1564) \u2013 pemahat patung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Bidang ekspedisi<\/b><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ferdinand Magellan (1480-1521) \u2013 penjelajah asal Portugis<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Christopher Columbus (1451-1506) \u2013 penjelajah, ekspedisi ke Amerika<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Bidang ilmu pengetahuan<\/b><\/span><\/h2>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Desiderius Erasmus (1466-1536) \u2013 akademisi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rene Descartes (1596-1650) \u2013 filsuf, ahli matematika, \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">I think; therefore I am<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d<\/span><\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Galileo (1564-1642) \u2013 ahli astronomi, penemu cincin Saturnus<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nicolaus Copernicus (1473-1543) \u2013 ahli matematika, ahli astronomi<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Johannes Kepler (1571-1630) \u2013 ahli astronomi<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p>Melihat penjelasan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa paham yang muncul pada masa renaissance adalah humanisme. Dimana hal ini banyak terlihat dari berbagai macam bukti sejarah renaissance yang menunjukkan banyaknya aktivitas masyarakat secara sosial untuk berkumpul bersama.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itu tadi merupakan pembahasan singkat dari pengertian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Renaissance<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah, faktor lahirnya, perkembangan, dan juga tokoh-tokoh yang terlibat dalam kebangkitan kembali bangsa-bangsa Eropa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat, ya!<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":56772,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[7666,7665,7664],"class_list":["post-56764","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-pengertian-renaissance","tag-renaissance","tag-renaissance-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Renaissance adalah sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Renaissance adalah sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-06-02T06:00:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-06-02T05:00:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/7-18.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/7-18.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/7-18.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"renaissance adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/\",\"name\":\"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-06-02T06:00:01+00:00\",\"dateModified\":\"2022-06-02T05:00:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Renaissance adalah sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya","description":"Renaissance adalah sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya","og_description":"Renaissance adalah sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-06-02T06:00:01+00:00","article_modified_time":"2022-06-02T05:00:25+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/7-18.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/7-18.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/7-18.webp","width":682,"height":536,"caption":"renaissance adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/","name":"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-06-02T06:00:01+00:00","dateModified":"2022-06-02T05:00:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Renaissance adalah sebuah periode atau gerakan budaya yang merujuk ke peralihan dari Abad Pertengahan menuju abad modern di Eropa.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/renaissance-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Renaissance: Pengertian, Tokoh dan Latar Belakangnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56764"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56764"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56764\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":57157,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56764\/revisions\/57157"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56772"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56764"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56764"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56764"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}