{"id":56670,"date":"2022-05-31T14:00:04","date_gmt":"2022-05-31T07:00:04","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=56670"},"modified":"2022-05-31T13:32:01","modified_gmt":"2022-05-31T06:32:01","slug":"pemanasan-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/","title":{"rendered":"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pastinya Sedulur sudah sering mendengar tentang istilah pemanasan global. Istilah tersebut merujuk pada kenaikan suhu permukaan Bumi yang memiliki dampak negatif terhadap makhluk-makhluk di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lalu, apa saja penyebab dari pemanasan global? Apa saja dampak-dampak yang dapat ditimbulkan apabila temperatur Bumi terus menerus mengalami kenaikan? Yuk, coba simak ulasan berikut ini!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pencemaran-lingkungan\/\"><b>Pencemaran Lingkungan: Pengertian, Jenis, &amp; Dampaknya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengertian pemanasan global<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56678\" aria-describedby=\"caption-attachment-56678\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56678\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/News9Live-2.webp\" alt=\"Pemanasan global\" width=\"1280\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/News9Live-2.webp 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/News9Live-2-768x576.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56678\" class=\"wp-caption-text\">News9Live<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengutip dari situs <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">National Aeronautics and Space Administration<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pemanasan global atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">global warming<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah kenaikan temperatur pada sistem iklim Bumi dengan jangka panjang. Pemanasan tersebut telah diobservasi setidaknya dari periode pra-industri (antara 1850 sampai 1900), dimana pada saat tersebut manusia sedang giat-giatnya menciptakan banyak inovasi di bidang energi yang sebenarnya dapat merusak alam.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemicu utama dari kenaikan temperatur ini adalah aktivitas manusia yang merusak, seperti pembakaran dan penggunaan bahan bakar konvensional (gas, minyak, batu bara, nuklir), ia meningkatkan level emisi gas rumah kaca (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">greenhouse<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">gas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) yang memerangkap panas di atmosfer Bumi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lebih lanjut lagi, teori pemanasan global dapat didefinisikan sebagai fenomena peningkatan gradual dari temperatur permukaan Bumi. Banyak peneliti yang sudah memberikan data dan bukti relevan terkait naiknya suhu permukaan Bumi. Peningkatan tersebut dapat secara signifikan mengganggu sistem cuaca dan iklim di Bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar pemicu fenomena kenaikan temperatur permukaan Bumi berasal dari ulah manusia, seperti deforestasi, penggunaan berlebihan dari kendaraan bermotor, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">chlorofluorocarbon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, perkembangan dunia industri, agrikultur, dan juga overpopulasi. Tetapi, kenaikan suhu pada muka Bumi juga dapat terjadi karena alam, seperti karena letusan gunung berapi, penguapan air, melelehnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">permafrost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, dan juga kebakaran hutan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Banyak yang beranggapan bahwa pemanasan global dan perubahan iklim adalah dua istilah yang bersinonim. Tetapi, para ahli dan peneliti menggunakan istilah perubahan iklim secara khusus untuk mendeskripsikan perubahan kompleks yang terjadi pada sistem cuaca dan iklim di planet Bumi, seperti beberapa daerah menjadi lebih dingin dan daerah lainnya menjadi lebih panas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/apakah-manfaat-hutan-bakau\/\"><b>12+ Fakta dan Manfaat Hutan Bakau untuk Kehidupan dan Lingkungan<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Proses terjadinya pemanasan global<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56675\" aria-describedby=\"caption-attachment-56675\" style=\"width: 2550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56675\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-scaled.webp\" alt=\"Pemanasan global\" width=\"2560\" height=\"1708\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-scaled.webp 2560w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-1536x1025.webp 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-2048x1366.webp 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Gaming-Deputy-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56675\" class=\"wp-caption-text\">Gaming Deputy<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Secara garis besar, proses terjadinya peningkatan temperatur permukaan Bumi adalah dikarenakan efek rumah kaca (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">greenhouse<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">effect<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Yang dimaksud dengan efek rumah kaca yaitu ketika gas-gas tertentu (gas rumah kaca) di lapisan atmosfer Bumi memerangkap panas. Gas-gas tadi membiarkan cahaya dari Matahari untuk masuk tetapi menahan panas agar tidak keluar dari Bumi, mirip seperti dinding yang terdapat pada rumah kaca.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika Matahari bersinar, panas dan cahaya akan masuk ke permukaan bumi dan diserap, lalu kemudian dipancarkan kembali ke lapisan atmosfer sebagai panas. Pada lapisan atmosfer, beberapa molekul gas rumah kaca menjebak sebagian panas dan sisanya akan pergi ke luar angkasa. Semakin banyak gas yang terdapat pada atmosfer, maka semakin banyak pula panas yang terperangkap pada molekul tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada dasarnya, efek rumah kaca tidaklah berbahaya bagi makhluk hidup di Bumi. Bumi akan menjadi lebih dingin apabila ia tidak memiliki lapisan atmosfer, dan efek rumah kaca inilah yang membuat cuaca serta iklim di Bumi menjadi lebih hangat serta dapat ditinggali oleh makhluk hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada tahun 1895, peneliti dari Swedia pertama kali menemukan fakta bahwa aktivitas manusia dapat meningkatkan efek rumah kaca pada Bumi, seperti produksi karbon dioksida yang berlebihan. Sepanjang sejarah merekam, level efek rumah kaca pada Bumi mengalami naik dan turun. Tetapi, semenjak periode pre-industri, atau sekitar 150 tahun yang lalu, levelnya meningkat dan diikuti pula kenaikan suhu permukaan bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Aktivitas manusia yang merusak, seperti penggunaan bahan bakar konvensional yang berlebihan, telah secara konstan menyumbang gas-gas rumah kaca yang membuat Bumi semakin panas dan memicu perubahan iklim ekstrem dan bencana-bencana alam terkait.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/super-kabar\/super-agen-earth-hour-surabaya\/\"><b>Bukti Peduli Lingkungan, Super Agen Gandeng Earth Hour Surabaya untuk Tanam Mangrove Bersama<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Penyebab pemanasan global<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56680\" aria-describedby=\"caption-attachment-56680\" style=\"width: 1430px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56680\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Washington-Post-2.webp\" alt=\"Pemanasan global\" width=\"1440\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Washington-Post-2.webp 1440w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Washington-Post-2-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Washington-Post-2-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Washington-Post-2-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1440px) 100vw, 1440px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56680\" class=\"wp-caption-text\">Washington Post<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebelumnya telah disinggung beberapa hal yang menjadi penyebab pemanasan global, mulai dari aktivitas manusia maupun akibat fenomena alam. Berikut ini merupakan penjelasan singkatnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Deforestasi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Deforestasi merupakan istilah lain dari penebangan hutan. Tumbuhan merupakan sumber utama dari oksigen yang kita hirup sehari-hari. Mereka menyerap karbon dioksida dan kemudian menghasilkan oksigen, dimana hal tersebut menyeimbangkan keadaan alam kita. Apabila hutan ditebang sembarangan dan berlebihan, maka cadangan produsen oksigen Bumi akan berkurang. Ketidakseimbangan tersebut nantinya akan berdampak pada pemanasan global karena tingginya kadar karbon dioksida di Bumi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan juga turut menjadi salah satu faktor mengapa temperatur Bumi secara konstan mengalami kenaikan. Kendaraan bermotor saat ini masih didominasi mesin yang memanfaatkan bahan bakar konvensional. Kendaraan-kendaraan tersebut menghasilkan banyak karbon dioksida serta gas-gas beracun lainnya yang memenuhi atmosfer dan menyebabkan pemanasan global.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Chlorofluorocarbon<\/i><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chlorofluorocarbon<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, atau yang sering disingkat dengan CFC, merupakan hasil dari penggunaan pendingin ruangan (AC) dan juga kulkas yang berlebihan. CFC dapat menipiskan lapisan ozon pada atmosfer Bumi. Padahal, lapisan ozon merupakan salah satu bagian atmosfer yang penting karena ia menjaga kita dari sinar ultraviolet (UV) Matahari. Apabila lapisan ozon semakin menipis, maka tidak heran jika suhu di permukaan Bumi menjadi semakin panas.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Perkembangan dunia industri<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Industrialisasi menjadi salah satu penyumbang emisi terbesar yang menyebabkan naiknya temperatur Bumi. Pada tahun 2013 silam, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Intergovernmental Panel for Climate Change<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (IPCC) melaporkan bahwa antara tahun 1880 dan tahun 2012, suhu di Bumi telah mengalami peningkatan sebesar 0,9 derajat Celcius. Secara keseluruhan, peningkatan yang terjadi adalah 1,1 derajat Celcius ketika rata-rata temperatur saat ini dibandingkan dengan rata-rata temperatur pada periode pra-industri.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Agrikultur<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kegiatan pertanian juga ternyata menyumbang peningkatan pada suhu permukaan Bumi, walaupun memang tidak sebesar aktivitas destruktif lainnya yang dilakukan manusia. Kegiatan pertanian berpotensi untuk menghasilkan lebih banyak karbon dioksida dan juga metana, yang dapat memperparah efek rumah kaca terhadap Bumi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Overpopulasi<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Semakin banyak manusia yang tinggal di Bumi, maka semakin tinggi juga kebutuhan oksigen dan semakin tinggi juga karbon dioksida yang berada pada udara.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><strong><span style=\"color: #000000;\">Letusan gunung berapi<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Letusan gunung berapi menjadi salah satu kontributor terhadap naiknya suhu Bumi dalam jangka panjang. Abu dan asap yang keluar dari letusan tersebut akan berpengaruh terhadap atmosfer dan iklim Bumi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Penguapan air<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Air yang menguap, seperti dari sungai, danau, ataupun laut, termasuk dalam jenis gas rumah kaca. Karena suhu Bumi yang terus menerus meningkat, sumber-sumber air mengalami penguapan, lalu uap tersebut berkumpul di atmosfer dan menambah parah efek rumah kaca.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Melelehnya <\/b><b><i>permafrost<\/i><\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Permafrost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan sebutan untuk tanah beku berusia jutaan tahun yang mengandung dan memerangkap berbagai macam molekul dan zat, seperti gas, bakteri, dll. di bawah permukaan Bumi. Lokasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">permafrost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> biasanya terdapat pada gletser. Ketika lapisan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">permafrost<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mencari, maka ia akan melepas berbagai macam gas yang akan mempengaruhi keseimbangan atmosfer.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\"><b>Kebakaran hutan<\/b><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kebakaran hutan dapat disebabkan oleh panasnya temperatur permukaan Bumi. Daun-daun kering yang terpapar teriknya sinar Matahari akan terbakar dan merembet ke tanaman-tanaman kering lainnya, menyebabkan kebakaran hutan. Hasil dari kebakaran tersebut adalah asap yang menyumbang naiknya suhu Bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/teknologi-ramah-lingkungan\/\"><b>Teknologi Ramah Lingkungan: Pengertian, Contoh &amp; Fungsinya<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pemanasan global dan cuaca ekstrem<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56679\" aria-describedby=\"caption-attachment-56679\" style=\"width: 1126px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56679\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/The-Green-Politics.webp\" alt=\"Pemanasan global\" width=\"1136\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/The-Green-Politics.webp 1136w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/The-Green-Politics-768x519.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1136px) 100vw, 1136px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56679\" class=\"wp-caption-text\">The Green Politics<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Para peneliti dan ahli telah menyetujui bahwa temperatur Bumi yang secara perlahan-lahan naik memiliki pengaruh terhadap frekuensi terjadinya cuaca ekstrem, seperti cuaca panas yang lebih lama dan lebih parah, curah hujan yang lebih deras, dan juga badai yang lebih kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada tahun 2015, negara bagian California, Amerika Serikat, mengalami kekeringan terparah sejak 1.200 tahun silam, dimana pasokan air California sampai berkurang 15% hingga 20%. Pemanasan global dapat menyebabkan temperatur air laut di Bumi semakin hangat. Hal tersebut ternyata dapat memperbesar skala energi pada badai tropis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cuaca panas yang ekstrem juga dirasakan di banyak tempat, seperti Afrika, Timur Tengah, setiap tahunnya. Situasi tersebut dapat menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Di wilayah Antartika, setidaknya 4 triliun ton metrik es telah mencair sejak tahun 1990-an. Fenomena ini menjadi alarm tersendiri bagi negara-negara kepulauan seperti Indonesia, karena air laut akan semakin naik dan menenggelamkan daerah pesisir pantai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cara-tumbuhan-menyesuaikan-diri\/\"><b>6 Cara Tumbuhan Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan Hidup<\/b><\/a><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Dampak pemanasan global<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56673\" aria-describedby=\"caption-attachment-56673\" style=\"width: 2550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56673\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue.webp\" alt=\"Es Kutub Mencair\" width=\"2560\" height=\"1704\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue.webp 2560w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue-768x511.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue-1536x1022.webp 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue-2048x1363.webp 2048w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Breaking-Blue-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56673\" class=\"wp-caption-text\">Breaking Blue<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pada pembahasan-pembahasan sebelumnya, sudah disinggung mengenai gejala pemanasan global terhadap Bumi kita. Berikut merupakan dampak-dampak lain yang dapat muncul sebagai akibat dari naiknya temperatur permukaan Bumi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gletser mencair, lapisan es pada gunung-gunung tinggi akan menghilang, kekeringan ekstrem akan terjadi lebih sering, pasokan air semakin menipis, dan juga meningkatnya resiko kebakaran hutan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Permukaan air laut semakin meninggi, mengancam daerah pinggir laut dan juga wilayah kepulauan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hutan, wilayah pertanian, dan kota-kota akan menghadapi ancaman-ancaman dari jenis hama baru yang dapat mempengaruhi jalannya pertanian dan perikanan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dapat mengganggu habitat hewan, seperti terumbu karang dan juga padang rumput maupun hutan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Wabah penyakit yang berkaitan dengan sistem pernapasan akan semakin banyak muncul karena polusi udara yang tinggi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pemanasan global di Indonesia<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56676\" aria-describedby=\"caption-attachment-56676\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56676\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Head-Topics-1.webp\" alt=\"Banjir di Indonesia\" width=\"1280\" height=\"719\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Head-Topics-1.webp 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Head-Topics-1-768x431.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56676\" class=\"wp-caption-text\">Head Topics<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indonesia menjadi negara ke-5 penghasil emisi karbon dioksida terbesar di dunia. Bukan hal yang mengejutkan apabila dampak dari naiknya suhu Bumi dapat dirasakan langsung di negara kepulauan ini. Terdapat beberapa dampak pemanasan global yang bisa dengan mudah kita jumpai di Indonesia, dua diantaranya adalah meningkatnya suhu Bumi dan perubahan cuaca, serta naiknya level air laut dan penurunan muka tanah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Kenaikan temperatur dan perubahan cuaca<\/b><\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut data yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), beberapa kota besar di Indonesia telah mengalami kenaikan suhu yang cukup signifikan. Salah satunya adalah Jakarta, yang diperkirakan dalam hitungan 100 tahun yang akan mendatang, kenaikan suhunya sudah mencapai 1,4 derajat Celcius.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kenaikan suhu tersebut juga berdampak pada cuaca yang tidak menentu. Perubahan cuaca ini dapat dialami di sebagian besar wilayah Indonesia. Ketika seharusnya sudah memasuki musim hujan, tetapi daerah tersebut masih merasakan teriknya musim kemarau.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\">\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Kenaikan level air laut dan penurunan muka tanah<\/b><\/span><\/h2>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kenaikan level air laut dan penurunan muka tanah merupakan salah satu dampak nyata dari pemanasan global di Indonesia. Seperti daerah pesisir utara Jawa yang diprediksi akan tenggelam karena air laut yang semakin naik, contohnya daerah Semarang dan juga Pekalongan. Kedua daerah tersebut juga tidak lepas dari ancaman banjir rob ketika musim hujan tiba.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penurunan muka tanah juga terjadi pada ibukota Indonesia, Jakarta. Sepanjang tahun 2015 hingga tahun 2020, setidaknya tanah Jakarta telah turun sedalam 1,8 cm.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Mengatasi pemanasan global<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_56674\" aria-describedby=\"caption-attachment-56674\" style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-56674\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Fimela-7.webp\" alt=\"Mengatasi Pemanasan global\" width=\"1200\" height=\"900\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Fimela-7.webp 1200w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Fimela-7-768x576.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-56674\" class=\"wp-caption-text\">Fimela<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah mengetahui fakta nyata contoh pemanasan global di Indonesia, pada bagian ini Sedulur akan mempelajari tentang bagaimana caranya mengatasi dan beradaptasi di tengah fenomena kenaikan temperatur muka Bumi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indonesia menyadari bahwa wilayahnya merupakan satu dari sekian banyak yang terancam pemanasan global. Maka dari itu, pemerintah Indonesia telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi dampak-dampaknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pemerintah Indonesia telah secara aktif berpartisipasi untuk mensukseskan hasil-hasil dari konvensi perubahan iklim tingkat internasional, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">United Nations Framework Convention on Climate Change<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (UNFCCC). Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan kebijakan dalam mengurangi jumlah kendaraan pribadi berbahan bakar konvensional dan menggantinya dengan kendaraan bertenaga terbarukan (listrik), pemulihan kembali fungsi hutan di Indonesia, serta menggalakkan upaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">reduce, reuse, dan recycle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai masyarakat yang baik, Sedulur juga dapat berpartisipasi untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global. Terdapat beberapa upaya sederhana yang dapat Sedulur lakukan, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke sepeda atau kendaraan umum, menanam pohon, dan mendaur ulang sampah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nah, itu tadi merupakan pembahasan dari pemanasan global, sebuah fenomena naiknya temperatur Bumi yang ternyata sangat berdampak pada keberlangsungan hidup manusia. Ingat terus ya, Sedulur, untuk selalu menjaga dan merawat alam sekitar dan tidak merusaknya demi masa depan anak dan cucu kita kelak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":25,"featured_media":56683,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7652],"class_list":["post-56670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-pemanasan-global"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pemanasan global terus menjadi perhatian masyarakat di dunia. Hal ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena tersebut!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pemanasan global terus menjadi perhatian masyarakat di dunia. Hal ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena tersebut!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-31T07:00:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-31T06:32:01+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9-9.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammad Iqbal\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9-9.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9-9.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Pemanasan global\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/\",\"name\":\"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-31T07:00:04+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-31T06:32:01+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\"},\"description\":\"Pemanasan global terus menjadi perhatian masyarakat di dunia. Hal ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena tersebut!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff\",\"name\":\"Muhammad Iqbal\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammad Iqbal\"},\"description\":\"Content Writer at Aplikasi Super.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya","description":"Pemanasan global terus menjadi perhatian masyarakat di dunia. Hal ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena tersebut!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya","og_description":"Pemanasan global terus menjadi perhatian masyarakat di dunia. Hal ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena tersebut!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-31T07:00:04+00:00","article_modified_time":"2022-05-31T06:32:01+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9-9.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Muhammad Iqbal","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Muhammad Iqbal","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9-9.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9-9.webp","width":682,"height":536,"caption":"Pemanasan global"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/","name":"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-31T07:00:04+00:00","dateModified":"2022-05-31T06:32:01+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff"},"description":"Pemanasan global terus menjadi perhatian masyarakat di dunia. Hal ini tak lepas dari meningkatnya bencana akibat fenomena tersebut!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pemanasan-global\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemanasan Global: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/16fe84a4ea0e4694c58531b19dc41cff","name":"Muhammad Iqbal","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0b38228e369a9a8927e1a6aadf91b205?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammad Iqbal"},"description":"Content Writer at Aplikasi Super."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56670"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/25"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":56685,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56670\/revisions\/56685"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56683"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}