{"id":54180,"date":"2022-05-19T09:30:05","date_gmt":"2022-05-19T02:30:05","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=54180"},"modified":"2022-05-18T13:24:14","modified_gmt":"2022-05-18T06:24:14","slug":"neolitikum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/","title":{"rendered":"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Zaman Neolitikum adalah periode masa prasejarah saat manusia masih menggunakan berbagai macam peralatan yang terbuat dari batu. Para ahli sejarah juga sering menyebut zaman ini dengan istilah Zaman Batu Muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada era Neolitikum, peradaban manusia mengalami perkembangan yang sangat besar. Mereka sudah bisa berburu, bercocok tanam dan menghasilkan persedian makanan sendiri. Dimana sebelumnya manusia prasejarah hanya meramu atau mencari makanan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bagi Sedulur yang ingin mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan neolitikum beserta dengan peninggalannya. Mari simak ulasan berikut ini!<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/seni-kriya\/\">Seni Kriya: Pengertian, Sejarah, Fungsi, Jenis &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Mengenal era Neolitikum<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54189\" aria-describedby=\"caption-attachment-54189\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54189\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Science-Photo-Library.webp\" alt=\"Neolitikum\" width=\"800\" height=\"579\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Science-Photo-Library.webp 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Science-Photo-Library-768x556.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54189\" class=\"wp-caption-text\">Science Photo Library<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Zaman Neolitikum merupakan salah satu era yang menjadi awal mula terciptanya kehidupan manusia modern seperti sekarang ini. Pada zaman itu, kebudayaan manusia yang awalnya hanya meramu dan berburu mulai memasuki era dimana mereka sudah bisa bercocok tanam sendiri dan mengembangkan berbagai macam sumber daya alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut Dwi Ari Listiyani dalam buku <em>Sejarah 1: Untuk SMA\/MA Kelas X<\/em> (2009), zaman Neolitikum adalah fase atau tingkat kebudayaan pada masa prasejarah dengan ciri budaya masyarakatnya yang menggunakan peralatan batu asah, bertani secara tetap, beternak dan membuat tembikar sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Era Neolitik sendiri diperkirakan terjadi pada milenium ke-10 sebelum masehi. Kebudayaan ini terus berkembang hingga akhirnya manusia prasejarah benar-benar hidup menetap pada tahun 8.000 SM.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perkembangan manusia pada zaman itu tak lepas dari berakhirnya era musim es. Mencairnya sebagian besar es di seluruh dunia membuat dataran menjadi lebih subur sehingga sangat cocok untuk dijadikan media bercocok tanam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak hanya itu, potensi mengembangkan dan memproduksi makanan sendiri juga terus dilakukan dengan cara beternak. Masyarakat zaman Neolitik juga terus menciptakan berbagai macam peralatan dari batu yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada zaman ini juga manusia mulai menetap dan membangun rumahnya secara sederhana. Manusia di zaman neolitikum juga bisa membuat perhiasan dan kerajinan yang dibuat dari akar kayu, pecahan batu, sampai kulit hewan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri zaman neolitik<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54182\" aria-describedby=\"caption-attachment-54182\" style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54182\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/All-Thats-Interesting.webp\" alt=\"Neolitikum\" width=\"1200\" height=\"633\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/All-Thats-Interesting.webp 1200w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/All-Thats-Interesting-768x405.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54182\" class=\"wp-caption-text\">All That&#8217;s Interesting<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai zaman peradaban baru, era neolitik atau batu muda memiliki beberapa ciri khusus. Hal ini terlihat dari budaya dan kebiasaan yang tercipta dari masyarakat pada zaman tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini ciri-ciri Neolitikum yang bisa Sedulur ketahui.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Ada banyak alat batu yang sudah diasah dan dihias.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terdapat rumah sederhana manusia prasejarah. Rumah-rumah ini menjadi tempat tinggal permanen dan menunjukkan budaya menetap pada satu tempat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pola mencari makanan sudah bukan lagi meramu atau <em>food gathering<\/em> tapi berubah menjadi <em>food producing.<\/em><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Manusia pendukung zaman Neolitikum mulai menerapkan konsep bercocok tanam dan beternak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berkembangnya kebudayaan kapak lonjong dan persegi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sisi religiusitas masyarakat Neolitikum sudah mengenal kepercayaan tertentu<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat ciri di atas, mungkin Sedulur mulai memahami bahwa pemikiran manusia pada era Batu Muda sudah cukup maju dan pintar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasakan catatan sejarah, pada era tersebut mayoritas manusia yang hidup adalah kelompok manusia purba berjenis Homo Sapiens. Namun muncul juga manusia pendukung kebudayaan Neolitikum lainnya seperti Proto Melayu yang ada sekitar tahun 2.000 SM. Beberapa contoh manusia pendukung ini adalah Suku NIas, Toraja, Dayak, dan Sasak.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/nenek-moyang\/\">Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia, Terlengkap<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Budaya yang berkembang<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perkembangan budaya era Batu Muda cukup besar dan pesat. Hal ini tidak lepas dari berubahnya konsep kehidupan dari masyarakat purba saat itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, bila dilihat dari budaya yang sudah tercipta dan dibangun. Ada 2 kebudayaan besar yang berkembang dan jadi cikal bakal masyarakat modern sekarang ini. Pertama adalah Kebudayaan Kapak Persegi dan Kebudayaan Kapak Lonjong.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Era kapak lonjong<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54185\" aria-describedby=\"caption-attachment-54185\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54185\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/British-Museum.webp\" alt=\"Kapak Lonjong\" width=\"1000\" height=\"758\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/British-Museum.webp 1000w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/British-Museum-768x582.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54185\" class=\"wp-caption-text\">British Museum<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kebudayaan Neolitikum yang pertama adalah budaya kapak lonjong. Kebudayaan ini tidak lepas dari banyaknya manusia purba yang memanfaatkan kapak ini sebagai alat utama untuk bertahan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kapak lonjong sendiri adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong seperti telur. Pada ujung kapak yang berbentuk lancip digunakan sebagai poros tangkai yang lantas diikat secara menyiku. Material kapak lonjong sendiri terbuat dari batu kali berwarna hitam yang dipahat dan dihaluskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada perkembangannya, ada dua jenis kapak lonjong yang digunakan oleh manusia zaman Neolitikum. Pertama ada kapak lonjong besar yang dikenal sebagai <em>walzenbeil<\/em>. Kapak jenis ini pertama kali ditemukan di wilayah Irian Jaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, jenis kapak yang kedua adalah kapak kecil yang diberi nama <em>keinbeil<\/em>. Di Indonesia, kebudayaan Neolitikum semacam ini banyak dijumpai di wilayah Kepulauan Tanimbar dan Seram,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kebudayaan kapak lonjong juga bisa dijumpai di negara Asia lainnya seperti Burma, Cina, dan Jepang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Era kapak persegi<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54184\" aria-describedby=\"caption-attachment-54184\" style=\"width: 1590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54184\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Australian-Museum.webp\" alt=\"Kapak persegi\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Australian-Museum.webp 1600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Australian-Museum-768x512.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Australian-Museum-1536x1023.webp 1536w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Australian-Museum-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Australian-Museum-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54184\" class=\"wp-caption-text\">Australian Museum<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budaya zaman Batu Muda selanjutnya adalah kapak persegi. Kapak persegi merupakan kapak memanjang dengan penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Manusia purba pada zaman dahulu banyak memanfaatkan bayu api atau kalsedon sebagai bahan membuatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kapak batu sendiri pertama kali ditemukan oleh salah satu peniliti sejarah asal Belanda, Van Heine Geldern. Beberapa kapak yang ditemukan berada di wilayah Asia, terutama Indonesia seperti di Sumatra, Jawa dan Bali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari catatan temuan ini, Van Heiren berteori bahwa perkembangan manusia Neolitik terjadi melalui jalur barat yaitu dari Asia (Yunani, Cina Selatan) ke Asia Tenggara, Semenanjung Malaka, Sumatra sampai Maluku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengembangan kapak persegi sendiri merupakan evolusi dari kapak lonjong. Senjata ini tidak banyak digunakan sebagai alat bertani atau berburu karena lebih banyak dipakai sebagai hiasan dan identitas diri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu alasannya tidak lepas dari hiasan kapak persegi yang banyak dikombinasikan dengan batu-batu berwarna indah. Kapak ini juga memiliki beberapa variasi seperti kapak bahu, kapak tangga, kapak atas dan kapak bilah.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/homo-sapiens\/\">Homo Sapiens: Pengertian, Persebaran, Ciri Ciri &amp; Penemuan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan Neolitikum<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan teori budaya zaman Batu Muda di atas, banyak penemuan zaman prasejarah yang akhirnya memiliki hubungan dengan Neolitikum. Setidaknya pada zaman tersebut, manusia purba sudah bisa menciptakan alat makan, perhiasan, hingga pakainnya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini beberapa peninggalan zaman Neolitikum yang sudah berhasil ditemukan dan diidentifikasi oleh para ahli.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Perhiasan<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54186\" aria-describedby=\"caption-attachment-54186\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54186\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Catawiki.webp\" alt=\"Neolitikum\" width=\"700\" height=\"467\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Catawiki.webp 700w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Catawiki-390x260.webp 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Catawiki-285x190.webp 285w\" sizes=\"(max-width: 700px) 100vw, 700px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54186\" class=\"wp-caption-text\">Catawiki<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan pertama yang berhubungan erat dengan era Batu Muda adalah harta karunnya. Harta ini berbentuk perhiasan yang terbuat dari berbagai macam batu mulia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu perhiasan zaman Neolitikum yang cukup banyak ditemukan adalah gelang, manik-manik dan anting yang terbuat dari batu permata atau batuan berwarna indah seperti agat, kalsedon, dan jaspis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia, contoh peninggalan Neolitikum ini banyak ditemukan di wilayah Tasikmalaya, Cirebon, dan Bandung.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Pakaian<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54187\" aria-describedby=\"caption-attachment-54187\" style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54187\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kidadl.webp\" alt=\"Manusia Neolitikum\" width=\"1200\" height=\"750\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kidadl.webp 1200w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Kidadl-768x480.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54187\" class=\"wp-caption-text\">Kidadl<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan selanjutnya adalah pakaian. Masyarakat Neolitikum diperkirakan sudah memiliki budaya menggunakan baju sebagai kebutuhan utamanya. Baju-baju tersebut terbuat dari kulit hewan yang juga merupakan hasil buruan di hutan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teori ini sendiri cukup kuat karena ditemukannya alat pemukul kulit kayu purba di wilayah Kalimantan sampai Sulawesi Selatan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Gerabah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54183\" aria-describedby=\"caption-attachment-54183\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54183\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Antiques-Boutique.webp\" alt=\"Peninggalan Zaman batu muda\" width=\"1000\" height=\"1000\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Antiques-Boutique.webp 1000w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Antiques-Boutique-160x160.webp 160w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Antiques-Boutique-768x768.webp 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Antiques-Boutique-80x80.webp 80w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Antiques-Boutique-60x60.webp 60w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54183\" class=\"wp-caption-text\">Antiques Boutique<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gerabah atau tembikar juga menjadi salah satu peninggalan utama dari era Neolitikum. Meskipun peninggalan ini hanya menyisakan pecahan-pecahan kecil, namun sudah cukup membuktikan adanya perkembangan kehidupan pesat pada era tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan gerabah zaman neolitikum ini banyak dijumpai di wilayah bukit kerang Sumatera. Temuan ini juga banyak didapatkan di pesisir selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta dan Pacitan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Alat serpih<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_54190\" aria-describedby=\"caption-attachment-54190\" style=\"width: 1430px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-54190\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/The-Washington-Post.webp\" alt=\"Neolitikum\" width=\"1440\" height=\"680\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/The-Washington-Post.webp 1440w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/The-Washington-Post-768x363.webp 768w\" sizes=\"(max-width: 1440px) 100vw, 1440px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-54190\" class=\"wp-caption-text\">The Washington Post<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir adalah alat serpih. Peningggalan zaman Neolitikum ini berbentuk pecahan kecil batu yang sengaja dibentuk seperti segitiga, trapesium dan setengah lingkaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penelitian, alat pecahan batu ini banyak digunakan sebagai alat bantu berburu dan beternak. Selain itu, alat serpih juga dipakai sebagai ujung tombak atau ujung panah.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian tadi ulasan lengkap tentang peradaban zaman Neolitikum. Era manusia purba yang terjadi pada medio 8.000 sebelum masehi itu menunjukkan bahwa manusia mengalami perkembangan pesat dengan memanfaatkan batu asah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Konon, era ini juga menjadi titik mula perkembangan manusia modern seperti sekarang ini. Apakah Sedulur setuju dengan teori tersebut?<\/span><\/p>\n<div dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\"><i>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b>\u00a0solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos&amp;source=gmail&amp;ust=1652939501461000&amp;usg=AOvVaw31Rwzipw187f6dgs_rDLjD\"><b>di sini<\/b><\/a>\u00a0sekarang!<\/i><\/span><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\"><i>\u00a0<\/i><\/span><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><span style=\"color: #000000;\"><i>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung\u00a0restok\u00a0isi\u00a0tokomu\u00a0<b><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos&amp;source=gmail&amp;ust=1652939501461000&amp;usg=AOvVaw31Rwzipw187f6dgs_rDLjD\">di sini<\/a><\/b>\u00a0aja!<\/i><\/span><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":20,"featured_media":54195,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7274,7275,7276],"class_list":["post-54180","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-neolitikum","tag-neolitikum-adalah","tag-zaman-neolitikum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mari mengenal lebih jauh tentang Zaman Neolitikum, era dimana manusia purba mulai menemukan berbagai macam teknologi mutakhir dari batu!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari mengenal lebih jauh tentang Zaman Neolitikum, era dimana manusia purba mulai menemukan berbagai macam teknologi mutakhir dari batu!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-19T02:30:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-18T06:24:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/12-4.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/12-4.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/12-4.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Neolitikum\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/\",\"name\":\"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-19T02:30:05+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-18T06:24:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\"},\"description\":\"Mari mengenal lebih jauh tentang Zaman Neolitikum, era dimana manusia purba mulai menemukan berbagai macam teknologi mutakhir dari batu!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\",\"name\":\"Titis Haryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Titis Haryo\"},\"description\":\"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya","description":"Mari mengenal lebih jauh tentang Zaman Neolitikum, era dimana manusia purba mulai menemukan berbagai macam teknologi mutakhir dari batu!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya","og_description":"Mari mengenal lebih jauh tentang Zaman Neolitikum, era dimana manusia purba mulai menemukan berbagai macam teknologi mutakhir dari batu!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-19T02:30:05+00:00","article_modified_time":"2022-05-18T06:24:14+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/12-4.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Titis Haryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Titis Haryo","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/12-4.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/12-4.webp","width":682,"height":536,"caption":"Neolitikum"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/","name":"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-19T02:30:05+00:00","dateModified":"2022-05-18T06:24:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda"},"description":"Mari mengenal lebih jauh tentang Zaman Neolitikum, era dimana manusia purba mulai menemukan berbagai macam teknologi mutakhir dari batu!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/neolitikum\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Zaman Neolitikum: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Peninggalannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda","name":"Titis Haryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Titis Haryo"},"description":"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54180"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54180"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54180\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":54194,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54180\/revisions\/54194"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54195"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54180"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54180"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54180"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}