{"id":53337,"date":"2022-05-12T21:15:48","date_gmt":"2022-05-12T14:15:48","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=53337"},"modified":"2022-05-12T12:17:14","modified_gmt":"2022-05-12T05:17:14","slug":"klitih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/","title":{"rendered":"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti &#038; Asal Usulnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa waktu terakhir masyarakat di Indonesia, khususnya di Yogyakarta sedang dihebohkan dengan fenomena kekerasan jalanan bernama klitih. Bahkan, istilah ini semakin membuat suasana mencekam lantaran masyarakat yang menjadi korban tak hanya mengalami luka tapi juga ada yang meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pihak kepolisian pun sampai harus melakukan patroli secara rutin untuk mencegah fenomena ini memakan banyak korban. Pasalnya, pola serangan klitih dilakukan secara acak dan bisa menimpa siapa saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bila Sedulur penasaran apa itu klitih sampai-sampai menjadi fenomena kekerasan baru di tengah masyarakat? Yuk, ikuti ulasan lengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cyber-crime\/\">Cyber Crime: Pengertian, Jenis Jenis &amp; Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Apa itu klitih?<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/headtopics.com\/images\/2022\/4\/11\/soloposdotcom\/lima-pelaku-klitih-yang-menewaskan-remaja-asal-kebumen-tertangkap-1513428410701209603.webp\" alt=\"Klitih\" width=\"1280\" height=\"794\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Berita Jogja<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fenomena klitih di Jogja terus mendapatkan perhatian masyarakat. Hal ini setelah munculnya korban meninggal akibat aktivitas tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Klitih adalah perilaku agresif seseorang atau kelompok yang dilakukan sengaja untuk bisa melukai orang lain. Dalam beberapa kejadian, klitih selalu identik dengan kenakalan remaja karena sebagai besar pelaku masih dibawah umur atau tergolong anak-anak muda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu menurut Ahmad Fuadi, Titik Muti\u2019ah, dan Hartosujono dalam penelitiannya berjudul <em>Faktor-Faktor Determinasi Perilaku Klitih<\/em>, istilah klitih dimaknai sebagai kegiatan kelompok pelajar berkeliling di jalanan untuk mencari pelajar sekolah lain yang dianggap sebagai musih. Jadi tidak jarang jika istilah ini begitu erat dengan masalah geng sekolah maupun geng pelajar di Jogja.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Asal usul klitih<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.motor1.com\/images\/mgl\/LZgNm\/s3\/royal-enfield-ride-after-dark.webp\" alt=\"Klitih\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Motor1<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat sentimen negatif yang melekat pada istilah klitih. Tentu Sedulur penasaran, seperti apa asal usul kata ini sampai bisa menjadi istilah yang menyeramkan bagi masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bila dilihat dari segi bahasa seperti yang ada pada <em>Kamus Bahasa Jawa SA Mangunsuwito<\/em>, asal kata <em>kliteh<\/em> diambil dari kata ulang <em>klitah-klitih<\/em>. Kata ini sendiri memiliki arti berjalan bolak-balik seperti kebingungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Asal usul klitih itu pun dibenarkan oleh Pakar Bahasa Jawa yang juga Guru Besar Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta, Pranowo. Dia mengatakan bahwa istilah klitih berasal dari <em>klitah-klitih<\/em> yang merupakan dwilingga salin suara atau kata ulang berubah bunyi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Arie Sujito menjelaskan sejara klitih sebenarnya berasal dari istilah bahasa Jawa yang sudah digunakan sejak dulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dia menjelaskan <em>kliteh<\/em> dalam bahasa lokal pada masa lalu bermakna sebagai aktivitas masyarakat keluar di jalan pada malam hari untuk menghilangkan kepenatan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Istilah ini sendiri memiliki makna positif sebelum akhirnya digunakan sebagai identitas para pelaku kejahatan jalanan untuk menjalankn aksinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">\u201cDulu hanya bermakna mengisi waktu luang. Seperti tanda kutip tidak ada pekerjaan kemudian <em>nglitih<\/em>,\u201d jelas Arie seperti dikutip dari Kompas.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/norma-adalah\/\">Norma: Pengertian, Jenis, Fungsi &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jadi kelompok kekerasan<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1430px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.washingtonpost.com\/wp-apps\/imrs.php?src=https:\/\/arc-anglerfish-washpost-prod-washpost.s3.amazonaws.com\/public\/N2ZFSGEP4AI6ZDO5KIJWTCGSMM.jpg&amp;w=1440\" alt=\"Fenomena klitih\" width=\"1440\" height=\"1080\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Country Highlight<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun pada awalnya asal usul <em>klitih<\/em> tidak memiliki makna negatif, kini ini menjadi kata yang cukup membuat masyarakat menjadi waswas. Apalagi klitih di Jogja sudah memakan banyak korban dalam beberapa tahun kebelakang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pergeseran makna <em>kliteh<\/em> menjadi sebuah tindakan kriminalitas dan anarkis ini tidak lepas dari banyaknya masalah sosial yang terjadi khususnya pada para pelajar dan remaja. Masalah ini bisa terjadi dari keluraga, beban di sekolah, adanya stigmanisasi buruk dari lingkungan, kurangnya ruang ekspresi, dan banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Kliteh<\/em> juga sangat identik dengan geng sekolah. Geng ini menjadi awal mula istilah klitih yang kini banyak membuat resah masyarakat karena para pelakunya tidak segan untuk melakukan kekerasan dengan benda tajam hingga menyebabkan hilangnya nyawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Geng sekolah atau geng klitih adalah masalah yang sebenarnya sudah ada sejak lama di Jogja. Bila dilihat, geng sekolah mulai melakukan aktivitas kenakalan remaja sejak tahun 2000-an. Namun, saat itu para pelajar hanya melakukan tawuran karena gesekan di sebuah ajang perlombaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada medio 2010, aktivitas geng sekolah semakin meningkat. Tak hanya terlibat bentrok dalam sebuah tempat perlombaan seperti futsal atau basket. Para pelajar dan anak remaja saat itu juga mulai berkeliling mencari pelajar lain yang dianggap sebagai musuhnya. Kegiatan ini sempat menjadi perhatian pemerintah dan pihak kepolisian hingga akhirnya bisa diredam dalam beberapa tahun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, menurut laporan pihak kepolisian, geng sekolah yang dahulu sempat marak di Jogja kini sudah berevolusi menjadi geng klitih. Mereka mulai melancarkan aksi kekerasan jalanan secara acak dan tidak melihat siapa yang dilukai. Untuk itu, pihak kepolisian pun sudah menyiapkan beberapa langkah preventif dengan melakukan patroli rutin di jam rawan klitih.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/pergaulan-bebas\/\">Pergaulan Bebas: Pengertian, Penyebab, &amp; Cara Mencegahnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Penyebab menurut Ahli<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.genpi.co\/resize\/1280x860-100\/uploads\/jogja\/arsip\/normal\/2021\/12\/23\/dirlantas-polda-diy-kombes-pol-iwan-saktiadi-usai-apel-gela-wh1k.webp\" alt=\"Polda DIY\" width=\"1280\" height=\"860\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">GenPi<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Klitih di Jogja juga menjadi sorotan dari Ahli Kriminologi, Dr. Aroma Elimina Martha, S.H., M.H.. Dia melihat kejadian dan fenomena kejahatan klitih disebabkan oleh 4 faktor. Berikut ini faktor yang menyebabkannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keterikatan atau <em>attachment<\/em>. Faktor pertama ini menjadi salah satu unsur terkuat munculnya kejahatan jalanan para anak muda. Menurut Aroma, keterikan pelaku klitih dengan sekolah atau keluarga yang rendah membuat anak tidak terpantau. Hal ini akhirnya menjadi pemicu anak melakukan hal negatif tanpa terpantau orang tua dan pihak sekolah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Komitmen atau <em>commitment<\/em>. Komitmen anak remaja pada sebuah hal yang menurutnya menarik dan menantang menjadi faktor selanjutnya. Hal ini tidak lepas dari pola pikir melihat kedepan dari anak muda yang masih belum matang, sehingga mereka lebih mudah terpengaruh dan berkomitmen pada hal-hal yang ternyata kegiatan negatif.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keterlibatan atau <em>involvement<\/em>. Faktor ini merupakan keterlibatan masyarakat yang ikut melemah dalam memantau aktivitas para remaja di lingkungan sosial. Banyak masyarakat yang mulai acuh dan tidak peduli pada aktivitas menyimpang yang mungkin dilakukan para pelajar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Keagamaan atau <em>belief<\/em>. Budi pekerti baik yang luhur biasanya menjadi pelajaran utama dalam sebuah agama. Namun, semakin melemahnya pengaruh organisasi masjid dalam menggaet anak muda juga turut menambah pelik masalah klitih.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aroma menilai, perlu adanya sinergitas antara masyarakat, keagamaan, dan orang tua agar masalah kejahatan ini bisa terselesaikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat juga harus mulai mengikut sertakan anak-anak dan menyediakan sarana agar mereka bisa menyalurkan hobi kepada hal yang lebih positif sehingga tidak ada waktu untuk melakukan klitih. Apalagi berdasarkan data kepolisian, hampir sebagian besar pelaku klitih adalah anak dibawah umur.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">\u00a0Apa yang harus dilakukan jika ada klitih?<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tentu adanya kejahatan ini membuat masyarakat khawatir. Namun, bila Sedulur berada dalam situasi tersebut maka jangan panik dan berusaha mencari tempat berlindung yang aman terlebih dahulu. Lalu bila sudah ditempat yang aman maka bisa melakukan kontak kepada pihak yang berwajib agar bisa ditindak lanjuti. Berikut ini beberapa nomor telepon yang bisa dihubungi jika melihat klitih:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Polda DIY \u2013 0274 884 444<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Polres Sleman \u2013 0274 868 424<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Polresta Yogyakarta \u2013 0274 512 940<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Polres Kulon Progo \u2013 0274 773 185<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kejatahan jalanan seperti klitih memang jadi hal yang sangat meresahkan belakangan ini. Fenomena kenakalan remaja ini memang sudah tidak bisa ditolerir lagi karena para pelaku klitih sudah tidak hanya melukai korban, tapi juga menyebabkan nyawa melayang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semoga pihak kepolisian dan yang berwajib bisa memutus mata rantai kejahatan ini sehingga masyarakat bisa merasa aman ketika berada di jalan.<\/span><\/p>\n<div dir=\"ltr\"><i>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b>\u00a0solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos&amp;source=gmail&amp;ust=1652405128305000&amp;usg=AOvVaw3FGjkM60w8YxyskFOYezD8\"><b>di sini<\/b><\/a>\u00a0sekarang!<\/i><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><i>\u00a0<\/i><\/div>\n<div dir=\"ltr\"><i>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<b>Aplikasi Super<\/b>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung\u00a0restok\u00a0isi\u00a0tokomu\u00a0<b><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos&amp;source=gmail&amp;ust=1652405128305000&amp;usg=AOvVaw3FGjkM60w8YxyskFOYezD8\">di sini<\/a><\/b>\u00a0aja!<\/i><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":20,"featured_media":53343,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[7148,7150,7149],"class_list":["post-53337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-klitih","tag-pengertian-klitih","tag-sejarah-klitih"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti &amp; Asal Usulnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Istilah klitih sedang ramai diperbincangkan masyarakat khususnya warga Jogja. Hal ini setelah adanya korban akibat fenomena tersebut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti &amp; Asal Usulnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Istilah klitih sedang ramai diperbincangkan masyarakat khususnya warga Jogja. Hal ini setelah adanya korban akibat fenomena tersebut.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-12T14:15:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-12T05:17:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-2-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-2-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-2-1.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Klitih\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/\",\"name\":\"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti & Asal Usulnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-12T14:15:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-12T05:17:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\"},\"description\":\"Istilah klitih sedang ramai diperbincangkan masyarakat khususnya warga Jogja. Hal ini setelah adanya korban akibat fenomena tersebut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti &#038; Asal Usulnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\",\"name\":\"Titis Haryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Titis Haryo\"},\"description\":\"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti & Asal Usulnya","description":"Istilah klitih sedang ramai diperbincangkan masyarakat khususnya warga Jogja. Hal ini setelah adanya korban akibat fenomena tersebut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti & Asal Usulnya","og_description":"Istilah klitih sedang ramai diperbincangkan masyarakat khususnya warga Jogja. Hal ini setelah adanya korban akibat fenomena tersebut.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-12T14:15:48+00:00","article_modified_time":"2022-05-12T05:17:14+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-2-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Titis Haryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Titis Haryo","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-2-1.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5-2-1.webp","width":682,"height":536,"caption":"Klitih"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/","name":"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti & Asal Usulnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-12T14:15:48+00:00","dateModified":"2022-05-12T05:17:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda"},"description":"Istilah klitih sedang ramai diperbincangkan masyarakat khususnya warga Jogja. Hal ini setelah adanya korban akibat fenomena tersebut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/klitih\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Klitih dengan Sejarah, Arti &#038; Asal Usulnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda","name":"Titis Haryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Titis Haryo"},"description":"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53337"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53337"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53337\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":53344,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53337\/revisions\/53344"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53343"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}