{"id":52152,"date":"2022-05-09T01:15:26","date_gmt":"2022-05-08T18:15:26","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=52152"},"modified":"2022-05-03T14:42:12","modified_gmt":"2022-05-03T07:42:12","slug":"gejala-dbd-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/","title":{"rendered":"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut WHO, demam berdarah dengue (DBD) atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">dengue fever<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah sebuah penyakit menular yang tertransmisi ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penyakit ini hanya ditemukan di wilayah beriklim tropis dan hangat di mana nyamuk tinggal, seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, Pasifik Barat, Afrika, Mediterania dan Amerika Latin. Untuk penanganannya, seseorang membutuhkan bantuan medis atau profesional.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahkan jika terlambat ditangani, pasien memiliki risiko kehilangan nyawa yang cukup tinggi. Meski, menurut WHO, 80 persen pasien menderita gejala ringan, bukan berarti kita bisa meremehkannya. Sedulur harus mewaspadai beberapa gejala DBD pada anak sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/obat-sakit-gigi-anak\/\">10 Obat Sakit Gigi Anak yang Aman dan Paling Ampuh<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Transmisi atau penularan\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52182\" aria-describedby=\"caption-attachment-52182\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-83d9fa8cf3.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52182 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-83d9fa8cf3-570x427.webp\" alt=\"gejala dbd pada anak\" width=\"570\" height=\"427\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52182\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebelum ke deretan gejala dbd pada anak 3 tahun dan orang dewasa secara umum ada baiknya Sedulur memahami dulu bagaimana proses penularan penyakit ini. Melansir WHO, penyakit ini tergolong infeksi virus yang disebut dengan Flaviviridae. Ada empat serotipe atau varian virus yang dikenal dengan nama DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Bagaimana ia bisa tersebar?\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Lewat gigitan nyamuk<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini adalah transmisi paling umum dan banyak terjadi yaitu di mana nyamuk betina dari spesies yang disebut tadi menggigit manusia. Prosesnya bisa terjadi ketika nyamuk menggigit orang yang terpapar DENV. Virus akan melakukan replikasi di usus nyamuk dan akan membentuk jaringan yang masuk ke kelenjar air liur nyamuk. Nyamuk yang tak menyadarinya akan menggigit orang lain dan membuat virus menyebar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Transmisi dari manusia ke nyamuk\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nyamuk bisa saja menggigit pasien DBD, baik yang bergejala atau tidak dan kemudian menyebabkannya menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">transmitter <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">DENV.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Transmisi maternal selama kehamilan\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Proses ini terjadi saat ibu hamil terinfeksi dan akhirnya menularkan virusnya pada bayi yang dikandungnya. Bayi yang terinfeksi bisa lahir prematur, kurang berat badan saat lahir , bahkan gawat janin di mana bayi kekurangan oksigen selama masa kehamilan atau ketikan persalinan.<\/span><b>\u00a0<\/b><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Lain-lain\u00a0<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">DBD juga bisa ditularkan lewat transfusi darah dan donor organ, meski jarang terjadi. Itulah mengapa seseorang yang pernah mengidap DBD biasanya tidak disarankan untuk melakukan donor darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Perlu diingat bahwa DBD tidak bisa ditularkan antar manusia ke manusia lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala DBD ringan\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52184\" aria-describedby=\"caption-attachment-52184\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-9cbb0ee21e.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52184 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-9cbb0ee21e-570x468.webp\" alt=\"gejala dbd pada anak\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52184\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala dbd pada anak 2 tahun biasanya lebih ringan dibandingkan gejala yang dirasakan orang dewasa atau anak di atas 12 tahun. Orang yang belum pernah terpapar biasanya juga merasakan gejala yang lebih ringan. Sebaliknya, pasien dengan sistem imun yang sudah melemah punya risiko mengalami gejala berat. Berikut beberapa gejala paling umum dari DBD.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demam tinggi sampai 40 derajat Celcius<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rasa sakit di bagian belakang mata, persendian, otot, dan tulang\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sakit kepala yang terasa berat\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ruam merah di sekujur tubuh\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kelelahan dan lemas\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bengkak pada satu atau lebih kelenjar\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mual dan muntah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terkadang gejala DBD pada anak 5 tahun bisa memiliki kemiripan dengan flu dan demam biasa. Umumnya, gejala akan berkurang setelah 4-7 hari. Namun, bisa saja semakin parah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gaya-rambut-anak-cowok\/\">14 Gaya Rambut Anak Cowok Terkini, Biar Si Kecil Makin Keren<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Gejala lain yang harus diwaspadai<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52187\" aria-describedby=\"caption-attachment-52187\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52187 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-2fd16ffd10-570x457.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"457\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-52187\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala dbd pada anak 1 tahun dan usia berapapun sebenarnya secara umum sama. Selain gejala umum dan tergolong ringan seperti di atas, pasien bisa juga merasakan beberapa keluhan berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rasa sakit di perut yang amat terasa\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Muntah berkali-kali\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pendarahan parah lewat hidung dan gusi\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keluar darah dari urin, muntahan, dan feses\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pendarahan di bawah kulit yang tampak seperti memar\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sesak napas\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lelah dan lemas\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak bisa tidur nyenyak\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jika ini terjadi, perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tenaga medis. Pasien harus segera dibawa ke faskes terdekat atau IGD untuk dapat penanganan ekspres. Anak atau pasien akan melakukan serangkaian tes darah untuk memeriksa beberapa hal seperti jumlah trombosit, plasma, dan tekanan darah. Bila ada kelainan, akan dilakukan tindakan sesuai prosedur.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Fase demam berdarah\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52189\" aria-describedby=\"caption-attachment-52189\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52189 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-628964e887-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-52189\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fase demam berdarah pada anak dan orang dewasa dibagi menjadi tiga tahap, yaitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Fase demam tinggi<\/strong> hingga 40 derajat Celcius. Biasanya berlangsung 2-7 hari disertai gejala umum lain seperti muntah, mual, ruam merah, sakit kepala, dan nyeri otot serta tulang.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Fase kritis<\/strong> terjadi saat suhu mulai turun dan pasien merasa tubuhnya mulai nyaman. Ternyata saat suhu turun ini seseorang sedang dalam masa kritis. Bisa terjadi kebocoran plasma darah, penurunan jumlah trombosit yang drastis, penurunan tekanan darah. Untuk itu, ia harus dipantau ketat, terutama untuk asupan cairan. Fase ini bisa berlangsung selama 24-48 jam.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Fase pemulihan<\/strong> terjadi ketika cairan yang keluar dari pembuluh darah kembali masuk ke pembuluh sehingga kadar cairan dalam tubuh mulai seimbang. Kadar trombosit pun perlahan naik ke ambang normal. Namun, pasien belum serta merta dinyatakan pulih. Infus akan tetap dipasang untuk memastikan pasien tidak kekurangan cairan dan nutrisi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gejala DBD pada anak 4 tahun dan usia berapapun sebenarnya sama saja. Tidak banyak perbedaan selain kecenderungan bahwa anak-anak yang lebih muda mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang dewasa. Meski begitu, ia bukan penyakit yang bisa diremehkan dan disembuhkan dengan obat warung. Sedulur harus membawa pasien ke faskes terdekat untuk dapat penanganan profesional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":52431,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1485],"tags":[6976,6977,6975],"class_list":["post-52152","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-dbd","tag-gejala-dbd","tag-gejala-dbd-pada-anak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"gejala DBD pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa diremehkan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"gejala DBD pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa diremehkan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-08T18:15:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-03T07:42:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/19.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/19.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/19.webp\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/\",\"name\":\"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-08T18:15:26+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-03T07:42:12+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"gejala DBD pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa diremehkan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat","description":"gejala DBD pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa diremehkan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat","og_description":"gejala DBD pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa diremehkan.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-08T18:15:26+00:00","article_modified_time":"2022-05-03T07:42:12+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/19.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/19.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/19.webp","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/","name":"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-08T18:15:26+00:00","dateModified":"2022-05-03T07:42:12+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"gejala DBD pada anak biasanya lebih ringan dibandingkan orang dewasa. Namun, bukan berarti bisa diremehkan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/gejala-dbd-pada-anak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Waspadai Gejala DBD Pada Anak, Jangan Sampai Terlambat"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52152"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52152"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52152\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52193,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52152\/revisions\/52193"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}