{"id":52031,"date":"2022-05-04T00:45:22","date_gmt":"2022-05-03T17:45:22","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=52031"},"modified":"2022-05-03T16:00:24","modified_gmt":"2022-05-03T09:00:24","slug":"gaya-bahasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/","title":{"rendered":"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahasa adalah salah satu elemen penting dalam kehidupan manusia. Adanya bahasa membuat komunikasi lebih cepat dan efisien. Mengingat di masa lalu, manusia purba masih menggunakan simbol dan gambar untuk membicarakan sesuatu. Salah satu unsur bahasa yang sering dipakai adalah gaya bahasa. Sering kali gaya bahasa hanya diartikan sebagai majas atau ungkapan. Namun, sebenarnya bisa lebih luas, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara umum, bahasa merupakan cara mengolah kata untuk memperoleh efek tertentu. Bisa estetik, dramatis, merendah, atau justru menyindir dan menegaskan. Tujuannya adalah memengaruhi pembaca agar makin terbawa ke dalam pembicaraan yang sedang berlangsung atau tulisan yang sedang dibaca. Apa saja macam gaya bahasa dan aplikasinya di dunia nyata? Berikut ulasan lengkapnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ciri-ciri-syair\/\">Ciri-ciri Syair beserta Pengertian, Fungsi &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Apa saja yang dimaksud dengan gaya bahasa?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52106\" aria-describedby=\"caption-attachment-52106\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-879f73e908.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52106 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-879f73e908-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52106\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada jurnal <em>Sastra Indonesia<\/em> yang ditulis Saiful Munir pada 2013, Slamet Muljana mendefinisikan gaya bahasa sebagai susunan perkataan yang terjadi karena perasaan yang timbul atau hidup dalam hati penulis, yang menimbulkan suatu perasaan tertentu dalam hati pembaca. Merujuk pada makalah yang ditulis Susiati dari Universitas Iqra Buru, ada beberapa pendapat tentang apa yang bisa dikategorikan sebagai gaya bahasa. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya saja Sudjiman dalam bukunya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Bunga Rampai Stilistika<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menyatakan bahwa gaya bahasa meliputi diksi, struktur kalimat, majas, pola rima, dan mantra. Gorys Keraf dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Diksi dan Gaya Bahasa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> mengatakan bahwa yang masuk dalam gaya bahasa adalah pilihan kata (diksi), frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Susiati kemudian menyimpulkan bahwa ada 6 unsur gaya bahasa, antara lain fonem, diksi, kalimat (sintaksis), wacana, majas, dan citraan.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Fonem\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52104\" aria-describedby=\"caption-attachment-52104\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-fbbf507eb3.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52104 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-fbbf507eb3-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52104\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Fonem atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> phoneme <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">diartikan satuan bahasa terkecil yang punya pengaruh besar dalam arti sebuah kata. Gaya ini terdiri dari huruf vokal dan konsonan. Misalnya kata \u201ctopi\u201d dengan \u201ckopi\u201d yang mirip, tetapi dari satu konsonan yang berbeda saja arti dua kata tersebut sangat jauh. \u201cTopi\u201d merujuk pada aksesori, sementara \u201ckopi\u201d adalah minuman. Dalam gaya bahasa, fonem bisa membentuk rima yang bikin kalimat jadi lebih indah. Hal ini sering kita temukan dalam pantun maupun lirik lagu.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Diksi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52103\" aria-describedby=\"caption-attachment-52103\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-d2ee049b1b.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52103 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-d2ee049b1b-570x427.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52103\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Diksi adalah proses memilih dan memilah kata untuk tujuan komunikasi atau menyampaikan pesan, baik secara lisan maupun tulisan. Diksi terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi formal <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pemilihan kata untuk menciptakan kesan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">sophisticated<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau anggun dalam sebuah karya sastra. Penggunaan singkatan dan bahasa gaul dilarang ketika memilih jenis diksi ini. <\/span>Diksi formal <span style=\"font-weight: 400;\">ditemukan di banyak dokumen bisnis, peraturan pemerintah, surat kabar, dan lain sebagainya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi informal<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah jenis diksi yang lebih sering dipakai dalam percakapan biasa atau bisa juga dipakai dalam teks naratif seperti cerpen dan novel. Mencerminkan bagaimana orang biasanya bercakap satu sama lain sehingga memberikan kesan realistis dalam karya sastranya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi pedantik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang biasa dipakai dalam naskah akademik. Tujuannya adalah mengungkap gagasan dengan lebih spesifik, detail, dan informatif sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi <\/b><b><i>colloquial<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">secara bahasa bisa diterjemahkan sebagai diksi sehari-hari. Biasanya berupa ekspresi informal yang alami dipakai orang di negara tertentu. Misalnya penggunaan singkatan-singkatan dalam bahasa Inggris seperti \u201c<em>ain\u2019t<\/em>\u201d dan \u201c<em>y\u2019all<\/em>\u201d. Dalam bahasa Indonesia mungkin kita mengenal \u201cbaper\u201d, \u201cphp\u201d, dan \u201cmager\u201d.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Slang<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah jenis diksi yang mencerminkan subkultur tertentu seperti \u201clo\u201d untuk menyatakan kamu dan biasa dipakai di daerah ibukota dan sekitarnya atau kosakata seperti \u201cjomblo\u201d dan \u201csongong\u201d.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi abstrak <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu penggunaan konsep atau istilah untuk menggambarkan suatu ide yang lebih kompleks atau tidak bisa dibayangkan dengan pancaindra. Misalnya saja \u201ccinta\u201d, \u201crasis\u201d, \u201cdemokrasi\u201d, \u201csukses\u201d, dan \u201cfeminisme\u201d.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi konkret <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu penggunaan kata dengan arti harfiah atau sebenarnya, gunanya untuk menjelaskan sebuah peristiwa atau kejadian sesuai dengan kenyataannya. Diksi ini bisa mengaktifkan kelima indra manusia sehingga terasa lebih nyata. Contohnya seperti berikut, \u201cAku mengambil segelas air, tak tahu apakah gelas yang kupakai bersih atau tidak. Kuteguk saja semuanya karena tenggorokanku terasa tercekat saat mendengar peristiwa tersebut diceritakannya kembali tanpa seizinku.\u201d<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Diksi puitis <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">sama dengan namanya adalah gaya bahasa puisi yang biasanya dikemudikan oleh rima atau lirik sehingga bisa dirasakan harmoninya saat dibaca atau dikatakan.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/penulisan-gelar-yang-benar\/\">Cara Penulisan Gelar yang Benar Lengkap dengan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Kalimat atau sintaksis<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52101\" aria-describedby=\"caption-attachment-52101\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-5e5c5bc195.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52101 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-5e5c5bc195-570x468.webp\" alt=\"gaya bahasa\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52101\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kalimat atau sintaksis adalah rangkaian kata-kata dan frasa yang disatukan menjadi satu bagian dan saling berkaitan sehingga menimbulkan arti tertentu. Kalimat biasanya mengikuti pola tertentu atau tata bahasa yang pakem, seperti SPOK agar mudah dimengerti dan maknanya bisa dipahami.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Wacana<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52100\" aria-describedby=\"caption-attachment-52100\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-9f7df3cb8f.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52100 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-9f7df3cb8f-570x427.webp\" alt=\"gaya bahasa\" width=\"570\" height=\"427\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52100\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Atau dikenal pula dengan istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">discourse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam gaya bahasa memiliki tingkatan di atas kalimat. Wacana berisi kumpulan kalimat yang menyusun sebuah gagasan atau runtutan cerita. Jenis ini bisa berupa argumen, eksplanasi, narasi, atau deskripsi.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Majas<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52099\" aria-describedby=\"caption-attachment-52099\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-cb9e47b3e8.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52099 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-cb9e47b3e8-570x468.webp\" alt=\"gaya bahasa\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52099\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Majas adalah deviasi dari makna sebenarnya yang sengaja dilakukan untuk memberikan efek tertentu, misalnya memberikan penekanan, mendramatisasi sesuatu, memperjelas, atau bisa juga menambah nilai estetika sebuah kalimat maupun kata. Majas punya banyak jenis, jumlahnya bisa mencapai puluhan. Namun, secara umum bisa dibagi jadi empat sesuai dengan karakter dan tujuannya.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Majas perbandingan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu membandingkan dua objek yang dianggap punya kemiripan. Contoh majas perbandingan adalah majas hiperbola, metafora, alegori, simile, gaya bahasa personifikasi, <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">dan lain-lain.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contohnya, \u201cMatanya berbinar bagai bulan purnama di tengah pekatnya langit malam. Dia memang bintang di cara tersebut, tak heran kalau konsernya terjual habis meski baru beberapa jam dibuka.\u201d<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Majas pertentangan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berusaha menyandingkan dua objek atau subjek yang saling bertolak belakang misalnya majas antitesis, paradoks, oksimoron, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contohnya, \u201cMereka seakan tidak peduli pada baik buruknya kualitas produk yang mereka hasilkan. Hanya kuantitas yang mereka pikirkan. Aku tidak habis pikir dengan semua itu.\u201d<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Majas sindiran <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan makna yang sebenarnya ingin disampaikan. Contohnya majas ironi, sarkasme, sinisme.\u00a0<\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contohnya, \u201cSungguh cekatan sekali para pegawai di klinik ini, sampai-sampai aku tidur nyenyak beberapa jam dan sampai sekarang belum juga aku dipanggil untuk cek kesehatan.\u201d<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Majas penegasan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu majas yang dibuat dengan tujuan memberikan penekanan dan memperjelas makna. Dibagi menjadi beberapa jenis seperti majas retorika, repetisi, dan pleonasme. <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contohnya, \u201cDi kota ini aku lahir dan dibesarkan, di kota ini pula aku membangun keluarga kecilku. Jujur, di kota ini juga aku sebenarnya ingin dikuburkan kelak. Namun, semua sudah rata dengan tanah karena perang yang berkecamuk sejak delapan tahun lalu. Aku bahkan tak bisa lagi mengenali letak rumahku dan lapangan di mana aku biasa bermain bola saat kecil.\u201d<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Citraan\u00a0\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52098\" aria-describedby=\"caption-attachment-52098\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-ad67053292.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52098 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-ad67053292-570x427.webp\" alt=\"gaya bahasa\" width=\"570\" height=\"427\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52098\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gaya bahasa Indonesia juga biasanya mengandung citraan. Digunakan untuk mendorong pembaca atau pendengar untuk membangun <em>mental picture<\/em> alias bayangan di kepala tentang sesuatu yang terjadi serta sedang dilihat penulis maupun karakter dalam buku. Biasanya citraan menggunakan majas simile, metafora, dan personifikasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contohnya saja seperti ini, \u201cRakha menyelinap ke kamarnya lewat jendela seperti kukang yang bergerak lambat dan perlahan. Semua dilakukannya dengan saksama agar orang tuanya tak bisa mendengar bahwa ia baru pulang dini hari karena menonton pertandingan bola bersama kawan-kawannya di sebuah kafe.\u201d <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bisa juga seperti ini, \u201cTerik matahari yang menyengat di atas kepala Rudi bak panah panas yang menyambar kulitnya berkali-kali. Tak pernah ia merasa segerah ini padahal ia sudah biasa bermain sepak bola di siang bolong. Panas matahari di negara ini memang berbeda dari yang biasa ia rasakan di tanah air.\u201d<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Aplikasinya dalam karya sastra<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52097\" aria-describedby=\"caption-attachment-52097\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-3affab7556.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52097 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-3affab7556-570x468.webp\" alt=\"gaya bahasa\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52097\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tentunya penjelasan di atas terasa kurang tanpa contoh aplikasinya di dunia nyata. Berikut beberapa contoh gaya bahasa berdasarkan jenis karya tulisnya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>Gaya bahasa cerpen dan novel<\/b> <\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gaya bahasa keduanya kurang lebih sama. Selalu menggunakan campuran bahasa resmi, informal, dan slang. Ini untuk membuatnya terasa lebih realistis. Cerpen dan novel juga menggunakan gaya penceritaan konkret untuk mengaktifkan kelima indra manusia atau pembaca. Untuk itulah, keduanya biasanya tidak banyak menggunakan ide dan konsep melainkan menggunakan lebih banyak kata benda, kata sifat, dan kata kerja. Berikut contoh cerpen karya Djaenar Maesa Ayu yang berjudul <em>Tunggu.<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cDua belas jam yang lalu ada yang mengaku akan datang. Yang saya harapkan selalu di kafe itu senyumnya akan mengembang. Ketika melihat saya. Karena berdekatan dengan pujaan hati, katanya. Biasanya kami akan menghabiskan waktu dengan percakapan. Saling bertatapan. Saling bertukar harapan. Harapan untuk bisa merapat dan berdekapan. Di suatu tempat yang jauh dari kegaduhan.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>Puisi <\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Puisi menggunakan gaya bahasa yang berbeda dari jenis karya sastra lainnya. Karya ini mengutamakan estetika meski tentu tidak menihilkan makna dan gagasan utamanya. Contohnya puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul &#8220;Kembalikan Indonesia Padaku&#8221; berikut ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cHari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga.<br \/>\n<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 watt.<br \/>\n<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian.<br \/>\n<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa.<br \/>\n<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hari depan Indonesia adalah Pulau Jawa yang tenggelam karena seratus juta penduduknya.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-pendidikan\/\">30 Pantun Pendidikan beserta Maknanya untuk Bisa Dipelajari<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>Naskah akademik<\/b> <\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tulisan akademik banyak menggunakan diksi pedantik dan abstrak. Bahasa yang digunakan jelas bahasa resmi dengan menghindari singkatan dan slang, kecuali memang bila kata-kata nonbaku tersebut relevan dengan penelitian yang sedang dibahasnya. Contohnya abstrak dari jurnal ilmiah Mufadhal Barseli, Ifdil, dan Nikmarijal yang berjudul <em>Konsep Stres Akademik Siswa.<\/em><\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cSiswa yang mengalami stres akademik memiliki persepsi yang maladaptif terhadap tuntutan akademik. Stres akademik adalah persepsi subjektif terhadap suatu kondisi akademik atau respon yang dialami siswa berupa reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif yang muncul akibat adanya tuntutan akademik.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><b>Dokumen resmi<\/b><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dokumen resmi menggunakan bahasa resmi yang formal dan baku. Gaya bahasanya pun dibuat tegas dan jelas agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi. Ini karena nantinya ia dijadikan landasan hukum. Begini contohnya seperti disadur dari Peraturan Presiden RI Nomor 61 tahun 2022 tentang Pengesahan Kerangka Kerja ASEAN Mengenai Pemberian Kemudahan Terhadap Angkutan Penumpang Lintas Batas dengan Menggunakan Kendaraan Bermotor di Jalan.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\u201cMenimbang bahwa untuk mempromosikan dan mengembangkan pariwisata, investasi, perdagangan, serta pertukaran budaya di antara negara-negara anggota antarorang ASEAN, perlu meningkatkan konektivitas orang dengan menggunakan kendaraan bermotor melalui kemudahan persyaratan pergerakan orang di tingkat ASEAN.\u201d<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>9. Fungsi gaya bahasa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52096\" aria-describedby=\"caption-attachment-52096\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-abab51e1e6.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52096 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-abab51e1e6-570x468.webp\" alt=\"gaya bahasa\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52096\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gaya bahasa memiliki beberapa fungsi dan manfaat sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hiburan karena bisa memperindah kalimat sehingga memanjakan bahkan menarik pembaca atau pendengar untuk mengikuti dan ikut memahami pesan maupun cerita yang hendak disampaikan si empu tulisan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memengaruhi atau menyakinkan pembaca lewat rangkaian kata dan kalimat. Pembaca diharapkan bisa melakukan refleksi atas apa yang mereka baca. Bisa marah, tidak setuju, suka, yakin, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penulis dan pembicara pada dasarnya ingin gagasannya didengar. Lewat gaya bahasa semua hal bisa disampaikan dengan lebih jelas dan tepat sasaran. Gaya bahasa juga berfungsi menjadi penghiburan tersendiri. Sama halnya dengan mata kita yang ingin dimanjakan dengan video yang berkualitas bagus, kita juga hendak mendengar atau membaca kata-kata yang indah dan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penjelasan tentang gaya bahasa dan contohnya tadi bisa diaplikasikan dalam banyak hal. Awalnya karya tulis, tetapi ia bisa dikembangkan jadi film, drama teatrikal, gim, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":52433,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5317,6968],"class_list":["post-52031","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-bahasa-indonesia","tag-gaya-bahasa"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gaya bahasa terdiri dari enam unsur, antara lain fonem, diksi, kalimat, wacana, majas, dan citraan. Apa saja peran dan fungsinya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gaya bahasa terdiri dari enam unsur, antara lain fonem, diksi, kalimat, wacana, majas, dan citraan. Apa saja peran dan fungsinya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-03T17:45:22+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-03T09:00:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"gaya bahasa\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/\",\"name\":\"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-03T17:45:22+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-03T09:00:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Gaya bahasa terdiri dari enam unsur, antara lain fonem, diksi, kalimat, wacana, majas, dan citraan. Apa saja peran dan fungsinya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian & Contohnya","description":"Gaya bahasa terdiri dari enam unsur, antara lain fonem, diksi, kalimat, wacana, majas, dan citraan. Apa saja peran dan fungsinya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian & Contohnya","og_description":"Gaya bahasa terdiri dari enam unsur, antara lain fonem, diksi, kalimat, wacana, majas, dan citraan. Apa saja peran dan fungsinya?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-03T17:45:22+00:00","article_modified_time":"2022-05-03T09:00:24+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/9.webp","width":682,"height":536,"caption":"gaya bahasa"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/","name":"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-03T17:45:22+00:00","dateModified":"2022-05-03T09:00:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Gaya bahasa terdiri dari enam unsur, antara lain fonem, diksi, kalimat, wacana, majas, dan citraan. Apa saja peran dan fungsinya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-bahasa\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Macam-macam Gaya Bahasa Beserta Pengertian &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52031"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52031"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52154,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52031\/revisions\/52154"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}