{"id":52015,"date":"2022-05-04T00:00:48","date_gmt":"2022-05-03T17:00:48","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=52015"},"modified":"2022-05-03T16:01:04","modified_gmt":"2022-05-03T09:01:04","slug":"gambang-kromong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/","title":{"rendered":"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen &#038; Contoh Alat Musiknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi. Kesenian ini berbentuk nyanyian dan alunan alat musik yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding musik tradisional lainnya seperti gamelan misalnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Musiknya memiliki sejarah yang unik ketika kita ulik asal-usulnya. Apa sih yang bikin gambang kromong menarik dan patut untuk terus dilestarikan? Berikut fakta gambang kromong yang wajib kita ketahui.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/peribahasa\/\">80 Kumpulan Peribahasa Lengkap beserta Artinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Asal-usul<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52021\" aria-describedby=\"caption-attachment-52021\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-49ac455f04.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52021 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-49ac455f04-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52021\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @bkndkijakarta<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menurut sebuah artikel di jurnal <em>Selonding <\/em>milik ISI Yogyakarta yang ditulis Soekotjo, sejarah gambang kromong lekat dengan percampuran budaya dan etnisitas di Jakarta yang dulu bernama Batavia. Selain penduduk pribumi yang menyebut dirinya sebagai orang Betawi, populasi lain yang mendominasi kawasan tersebut adalah para imigran Tiongkok Selatan yang beranak pinak dan melakukan perkawinan silang dengan penduduk lokal. Mereka kemudian disebut dengan orang Cina Benteng.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masyarakat keturunan Tiongkok tersebut dikenal sebagai pebisnis yang ulet dan akhirnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraannya. Mereka kemudian mencari cara untuk menghibur para tamu, kemungkinan rekan bisnis yang datang. Dari situlah lahir sajian musik yang kemudian disebut gambang kromong. Kini musik ini banyak dipakai dalam acara pernikahan, tahun baru, dan acara keagamaan seperti Imlek.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Alat musik gambang kromong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52025\" aria-describedby=\"caption-attachment-52025\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-49d19eb233.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52025 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-49d19eb233-570x468.webp\" alt=\"gambang kromong\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52025\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @pss.music<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gambang kromong mendapatkan namanya dari ansambel instrumen musik yang dipakai untuk menghasilkan alunan musik. Keduanya sudah disebut, gambang dan kromong. Kemudian ditambah dengan sukong, tehyan, kongahyan, basing atau suling, ningnong, jutao, kecrek, kempul, gendang, dan gong. Semuanya dimainkan setidaknya 8 sampai 12 orang, ditambah sejumlah penyanyi dan penari. Bisa pula disajikan bersamaan dengan pertunjukan lenong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gambang dan kromong terbuat dari kayu serta perunggu. Gambang dibuat dari kayu suangking yang bunyinya khas saat dipukul. Sementara itu, kromong terbuat dari perunggu atau besi. Bila diperhatikan sebenarnya semua alat musik di atas seperti campuran dan perpaduan beberapa musik tradisional Nusantara. Misalnya, suling khas Sunda dan gong khas Jawa.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Apa itu lagu pobin?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52028\" aria-describedby=\"caption-attachment-52028\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-e7449965a7.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52028 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-e7449965a7-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52028\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @betawi_strings<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gambang dan kromong dimainkan dengan cara dipukul dengan irama tertentu, sama dengan kecrek, gong, ningnon, kempul, dan gendang. Sementara tehyan, kongahyan, dan sukong digesek, sedangkan suling dititup. Tidak hanya dimainkan secara instrumental, orkes tersebut dilengkapi dengan alunan lagu yang sangat unik. Menurut Firmansyah dalam jurnal <em>Seni Nasional CIKINI<\/em> yang rilis 2020, agu gambang kromong bisa diklasifikasikan menjadi tiga jenis. Mereka adalah lagu modern, lagu sayur, dan lagu dalem. Begini bedanya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Lagu modern<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berkembang sekitar tahun 1960 sampai 1970-an dan dipopulerkan oleh aktor sekaligus penyanyi asli Betawi, Benyamin Sueb. Lagu jenis ini terpengaruh oleh musik pop dengan lirik yang dibawakan dengan dialek Betawi dan ekspresi komikal.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Lagu sayur <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan lagu-lagu tradisional Betawi yang cukup familiar. Misalnya saja lagu \u201cJali-jali\u201d, \u201cCente Manis\u201d, \u201cKicir-kicir\u201d, dan lain sebagainya. Disebut lagu sayur karena lagunya mudah dihapal dan sering kali dilantunkan di banyak acara sehingga untuk para pemain orkes menganggap memainkannya seperti makan sayur alias makanan sehari-hari.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Lagu dalem atau lagu pobin<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> adalah jenis lagu yang paling kuno dan mengandung pengaruh budaya Tiongkok yang kental. Sedulur bisa mencoba dengar beberapa lagu dalem di berbagai layanan <em>streaming<\/em> dan pasti akan terdengar jelas beberapa sentuhan musik oriental di dalamnya. Contoh lagu ini yaitu \u201cPobin Poa Si Litan\u201d dan \u201cPobin Kong Ji Lok\u201d. Jenis lagu ini cukup langka karena dianggap tidak cocok untuk mengiringi tarian atau gerak tangan saat disatukan dengan pertunjukan lenong atau tarian tradisional lainnya.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/\">Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Nada dalam musik gambang kromong\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52029\" aria-describedby=\"caption-attachment-52029\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-766b5c125c.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52029 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-766b5c125c-570x468.webp\" alt=\"gambang kromong\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52029\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @betawi_strings<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir artikel <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia Kaya, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">musik tradisional Betawi ini memakai lima nada (pentatonis) yang dalam bahasa Tionghoa disebut dengan <em>liuh<\/em>, <em>u<\/em>, <em>siang<\/em>, <em>che<\/em>, dan <em>kong<\/em>. Setara dengan sol (G), la (A), do (C), re (D), dan mi (E). Namun, dalam perkembangannya orang mulai melakukan modifikasi dan penambahan instrumen musik modern yang akhirnya membuat banyak lagu menjadi berirama diatonik.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Gaya atau aliran yang berkembang<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52026\" aria-describedby=\"caption-attachment-52026\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-a8e349ed49.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52026 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-a8e349ed49-570x468.webp\" alt=\"gambang kromong\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52026\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @betawi_etnic<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada dua gaya dalam musik gambang kromong yang berkembang seperti yang ditulis David Kwa dalam jurnal <em>Cisadane<\/em> yaitu gaya liau kulon dan liau wetan. Liau kulon merujuk pada gaya musik yang berkembang di Jakarta Barat hingga Tangerang dan masih terasa pengaruh musik oriental di dalamnya. Sedangkan, liau wetan berkembang di Jakarta Timur dan Bekasi dan banyak dipengaruhi musik gamelan Sunda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Perkembangannya di era modern<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52023\" aria-describedby=\"caption-attachment-52023\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-74d1249c49.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52023 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-74d1249c49-570x468.webp\" alt=\"gambang kromong\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52023\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @pasarseni_ancol<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gambang Kromong berasal dari Jakarta, tetapi pada perkembangannya kesenian ini menyebar ke daerah periferi Jakarta yang kini menjadi teritori provinsi Jawa Barat. Ini karena masyarakat Betawi mulai melakukan relokasi atau migrasi ke daerah pinggiran kota atau merantau ke Jawa Barat. Itulah yang membantu orkes ini terus lestari dan menyebar ke berbagai daerah selain Jakarta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tak beda dengan kesenian dan budaya tradisional lainnya, warisan nenek moyang ini dilestarikan secara turun-temurun dari generasi sebelumnya ke generasi yang lebih muda. Merujuk artikel Soekotjo, musik gambang kromong tergolong<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> non literate music<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau musik yang tidak memiliki sistem notasi sehingga diajarkan secara oral. Ini salah satu faktor yang membuat orkes tersebut pun terancam punah bila tidak ada generasi penerus yang tertarik mempelajarinya dari musisi senior.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Fungsi gambang kromong<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52027\" aria-describedby=\"caption-attachment-52027\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-c079ead1af.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52027 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-c079ead1af-570x468.webp\" alt=\"gambang kromong\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52027\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @betawi_etnic<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melansir artikel yang ditulis Yulia, dkk. tentang pengaruh gambang kromong terhadap masyarakat di Pasar Perumpung, Bogor, Jawa Barat, ada beberapa manfaat yang dirasakan para musisi orkes gambang kromong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Manfaat di bidang kesenian, di mana lebih dari setengah 33 musisi yang disurvei mengaku bisa memainkan lebih dari satu instrumen musik. Awalnya mereka hanya belajar satu alat, tetapi kemudian tertarik untuk mempelajari alat lainnya yang menurut mereka tak kalah menarik. Biasanya satu orang bisa memainkan 2 hingga 3 alat musik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menjadi sumber penghasilan utama maupun sampingan. Dari survei tersebut terlihat bahwa setidaknya 60 persen dari musisi orkes yang disurvei mengaku bisa hidup dari profesi tersebut. Pihak yang mengaku tidak menganggap penghasilan dari menjadi musisi orkes cukup menganggap bawah pengeluaran mereka lebih besar dibanding yang bisa didapat sebagai musisi gambang kromong.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fungsi sosial dari orkes tersebut ditemukan lewat rasa bangga karena bisa melestarikan kesenian dan memainkan alat musik tradisional. Namun, kebanyakan lebih senang karena bisa bertemu dengan banyak rekan baru yang suportif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Secara umum, memainkan musik tradisional adalah bentuk pelestarian budaya yang sangat mulia dan berharga nilainya. Meski tak bisa dipungkiri bahwa tekanan hidup di zaman modern memang menjadikan kesenian tradisional dipandang sebelah mata. Sebagian besar menganggap kesenian seperti ini tidak bisa memberikan pendapatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin kompleks.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/garis-khatulistiwa-adalah\/\">Pengertian Garis Khatulistiwa beserta Fungsi, Ciri &amp; Iklimnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tergerus kehadiran musik kontemporer dan gaya hidup urban<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52020\" aria-describedby=\"caption-attachment-52020\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-9bcc3edc28.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52020 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-9bcc3edc28-570x468.webp\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52020\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @cang_erik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bukan hanya musik pop modern yang berasal dari luar negeri, gambang kromong sebenarnya juga terancam posisinya karena keberadaan musik-musik kontemporer lokal seperti dangdut dan koplo. Seperti kita bisa saksikan secara nyata, ketimbang mendengarkan orkes musik tradisional, kebanyakan lebih cenderung tertarik datang ke konser dangdut dan menyetel lagu koplo di kendaraan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Apalagi Jakarta kini menjadi kota metropolitan atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">megacity<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang gaya hidupnya sangat urban. Kebanyakan orangnya hidup dengan pola individualis dan bekerja di sektor-sektor modern seperti teknologi, industri, dan jasa. Hiburan mereka pun bergeser ke arah yang lebih individualis pula. Jika dahulu masih menonton film di layar tancap, kini orang pindah ke bioskop dengan pilihan film impor dan lokal yang lebih lengkap dan <em>venue<\/em> yang lebih nyaman. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mulai banyak orang enggan pergi ke orkes atau pertunjukan tradisional karena memiliki lebih banyak jenis hiburan yang bisa dipilih. Mulai dari bepergian ke kota atau negara lain, menonton konser yang skalanya lebih besar serta musiknya lebih kontemporer, dan lain sebagainya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tuntutan hidup pun makin keras meski sudah banyak teknologi yang memudahkan. Ini membuat orang beralih mengisi pekerjaan yang lebih menjanjikan secara pendapatan. Misalnya di industri yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">lucrative,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau menjadi seniman yang mengikuti tren pasar dan zaman. Profesi musisi atau seniman tradisional tak lagi dilihat sebagai sesuatu yang menjanjikan. Beberapa masih tertarik bahkan menekuninya hingga sukses ke mancanegara, tetapi tak sedikit yang tak bisa menjadikannya sumber penghasilan utama.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Masih adakah di era sekarang?\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_52017\" aria-describedby=\"caption-attachment-52017\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-feaed8faa9.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-52017 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-3-feaed8faa9-570x468.webp\" alt=\"gambang kromong\" width=\"570\" height=\"468\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-52017\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @ysmstimbat<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Orkes gambang kromong tidak sepenuhnya ditinggalkan. Masih banyak sanggar yang bisa ditemukan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Mereka pun masih sering dapat proyek untuk tampil di berbagai upacara adat seperti khitanan, pernikahan, dan acara syukuran lainnya sebagai salah satu media hiburan atau grup musik pengiring prosesi. Ini menandakan bahwa permintaan dan keinginan untuk memastikan bahwa musik tradisional warisan leluhur ini bisa diperdengarkan masih ada. Hanya saja minatnya berkurang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini bukan masalah endemik Indonesia, tetapi sudah masuk ke ranah global. Semua negara mengalami hal kurang lebih sama. Misalnya saja penduduk asli Amerika yang bahasa aslinya terancam punah karena jumlah penutur aslinya yang menua. Sama halnya dengan musik tradisional yang terancam hilang dari peredaran bila tak ada generasi penerus yang bersedia belajar dan melestarikannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sejarah dan perkembangan orkes gambang kromong sudah dijabarkan lengkap. Bisa jadi refleksi buat Sedulur semua. Siapa tahu jadi tertarik berkontribusi melestarikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":52432,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6960,4062,6961],"class_list":["post-52015","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-gambang-kromong","tag-kesenian","tag-kesenian-gambang-kromong"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen &amp; Contoh Alat Musiknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi yang mengalami akulturasi dengan budaya Tiongkok.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen &amp; Contoh Alat Musiknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi yang mengalami akulturasi dengan budaya Tiongkok.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-03T17:00:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-05-03T09:01:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/6-1.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/6-1.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/6-1.webp\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"gambang kromong\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/\",\"name\":\"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen & Contoh Alat Musiknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-03T17:00:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-05-03T09:01:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi yang mengalami akulturasi dengan budaya Tiongkok.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen &#038; Contoh Alat Musiknya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen & Contoh Alat Musiknya","description":"Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi yang mengalami akulturasi dengan budaya Tiongkok.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen & Contoh Alat Musiknya","og_description":"Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi yang mengalami akulturasi dengan budaya Tiongkok.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-03T17:00:48+00:00","article_modified_time":"2022-05-03T09:01:04+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/6-1.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/6-1.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/6-1.webp","width":682,"height":536,"caption":"gambang kromong"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/","name":"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen & Contoh Alat Musiknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-03T17:00:48+00:00","dateModified":"2022-05-03T09:01:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Gambang kromong adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia asal Betawi yang mengalami akulturasi dengan budaya Tiongkok.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gambang-kromong\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gambang Kromong: Sejarah, Instrumen &#038; Contoh Alat Musiknya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52015"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52015"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52015\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52119,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52015\/revisions\/52119"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52015"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52015"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52015"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}