{"id":48906,"date":"2022-04-19T16:00:52","date_gmt":"2022-04-19T09:00:52","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=48906"},"modified":"2022-04-19T05:07:03","modified_gmt":"2022-04-18T22:07:03","slug":"deklarasi-djuanda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/","title":{"rendered":"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil &#038; Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Dokumen ini diprakarsai oleh Perdana Menteri (PM) Indonesia saat itu, Djuanda Kartawidjaja. Deklarasi Djuanda dikeluarkan pada tanggal\u00a0 pada 13 Desember 1957. Sekitar 12 tahun setelah proklamasi kemerdekaan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ia tersebut memegang peran penting dalam kedaulatan Indonesia di ranah maritim. Apa saja isi Deklarasi Djuanda, serta apa pula pengaruh serta dampaknya dalam proses pemerintahan RI? Simak ulasan lengkapnya di sini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/perundingan-roem-royen\/\">Perundingan Roem Royen: Sejarah, Tokoh, Isi &amp; Dampaknya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Latar belakang Deklarasi Djuanda<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48968\" aria-describedby=\"caption-attachment-48968\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48968 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/thediplomat-2021-01-27-2-570x372.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"372\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48968\" class=\"wp-caption-text\">The Diplomat<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesia adalah salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. Jumlah pulau di negeri ini mencapai belasan ribu dan membuat batas lautannya akan sangat rumit bila mengikuti pakem tradisional yang menarik garis di sekeliling pulau sebagai batas teritori kedaulatan sebuah negara. Melansir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Jakarta Post<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, hal ini membuat Indonesia rawan akan ancaman dari negara lain karena ia memiliki banyak batas negara yang berada di air.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan melansir situs<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Strategist<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, wilayah perairan Indonesia hingga tahun 1950an terbuka untuk dilewati dan disinggahi kapal dari berbagai negara. Alasan inilah yang mendasari PM Indonesia saat itu mengusulkan adanya penyesuaian hukum dan kebijakan batas negara di air, terutama untuk negara-negara kepulauan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Isi Deklarasi Djuanda\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48972\" aria-describedby=\"caption-attachment-48972\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48972 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1578914691-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48972\" class=\"wp-caption-text\">ANTARA<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melansir Jurnal Gema Keadilan yang ditulis Tsauro dari Stratagem Universitas Airlangga, berikut 3 isi Deklarasi Djuanda.\u00a0<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan dengan corak khusus\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sejak dahulu kepulauan nusantara adalah sebuah kesatuan\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketentuan pemerintah di masa kolonial belanda (ordonansi) tahun 1939 dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Inti dari deklarasi yang dibuat oleh kabinet Kartawidjaja adalah adanya perlakuan dan peraturan khusus untuk Indonesia yang sebagian besar wilayahnya berbatasan dengan lautan. Jika tidak, ada risiko ancaman perpecahan karena letak pulau yang berjauhan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Tokoh yang berperan\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48967\" aria-describedby=\"caption-attachment-48967\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48967 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Ir-H-Djuanda-Kartawidjaja-570x468.jpg\" alt=\"deklarasi djuanda\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48967\" class=\"wp-caption-text\">IKPNI<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tokoh Deklarasi Djuanda tak lain adalah Ir. H. Djuanda Kartawidjaja selaku Perdana Menteri RI saat itu. Ia orang yang mengumumkan dan aktif berperan dalam proses diplomasi dengan negara-negara tetangga hingga ke ranah PBB. Tentunya ia dibantu banyak staf lain di berbagai kementerian dan institusi pemerintah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, ada tokoh bernama Mochtar Kusumaatmadja yang merupakan profesor hukum internasional prominen di Indonesia. Ia menerjemahkan deklarasi tersebut sebagai bentuk perjuangan Indonesia dalam mempertahankan kedaulatannya. Ia pula yang membeberkan inti dari isi deklarasi tersebut menjadi tiga poin penting yang sudah disebut sebelumnya tadi. Menurut situs Sekretariat Kabinet RI, visi Mochtar menjadikan deklarasi tersebut menjadi salah satu senjata diplomasi Indonesia yang ampuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tujuan-asean\/\">Tujuan Asean Didirikan Beserta Latar Belakang &amp; Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Posisi negara lain<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48966\" aria-describedby=\"caption-attachment-48966\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48966 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/ezgif-5-e6b257f602-570x468.jpg\" alt=\"deklarasi djuanda\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48966\" class=\"wp-caption-text\">Asia Times<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Strategist,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ketika deklarasi diumumkan, beberapa negara tetangga tentu mengutarakan kekhawatirannya mengingat mereka juga memiliki kepentingan di wilayah laut yang berdekatan dengan Indonesia. Bahkan beberapa negara lain yang menjalankan bisnis atau transaksi perdagangan di wilayah perairan Asia Tenggara. Dikhawatirkan klaim Indonesia akan mengganggu proses pengiriman barang dan kebebasan berlayar.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, keberatan ini tidak membuat Indonesia khawatir. Di tahun 1960, klaim tersebut dimasukkan dalam konstitusi nasional, yaitu Perpu No.4 Tahun 1960 tentang Perairan Indonesia. Perpu yang ditetapkan pada 18 Februari 1960 tersebut berisi empat pasal yang isinya tidak jauh beda dari deklarasi tahun 1957. yaitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pasal 1<\/strong> yang berisi bahwa laut wilayah Indonesia adalah lajur laut selebar 12 belas mil laut yang garis luarnya diukur tegak lurus dari garis air rendah dari pulau atau bagian pulau terluar wilayah Indonesia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pasal 2<\/strong> yang berisi lampiran peta berupa titik dan garis yang dimaksud dalam pasal 1.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pasal 3<\/strong> bermuatan kesediaan Indonesia untuk membuka jalur untuk kendaraan asing dalam ranah lalu lintas damai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Pasal 4<\/strong> berisi bahwa Perpu ini menggantikan konstitusi sebelumnya yang merupakan warisan Belanda bertajuk \u201cTerritoriale Zee en. Marieteme Kringen Ordonnantie 1939\u201d dan tercantum dalam Staatsblad 1939 No. 442.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Upaya Indonesia dalam mengimplementasikannya\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48965\" aria-describedby=\"caption-attachment-48965\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48965 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-mathias-pr-reding-4468974-570x427.jpg\" alt=\"deklarasi djuanda\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48965\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat mengusulkan peraturan baru ini ke ranah internasional, Indonesia pun menemui beberapa kendala. Terutama terkait klaim tentang negara kepulauan. Seperti yang disoroti Ardhiansyah dalam Jurnal Hukum Internasional yang ditulisnya pada 2011, Indonesia sempat terhambat karena klaimnya atas keberadaan 17 ribu lebih pulau belum bisa diterima oleh PBB. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ini karena beberapa pulau belum bernama dan belum memenuhi kriteria standarisasi. PBB pun lewat United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) menyarankan Indonesia untuk membuat<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> gazetteer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau peta\u00a0 khusus untuk berisi indeks nama-nama pulau yang diklaim tersebut. Upaya pun dilakukan bertahap dan akhirnya di tahun 2017 lalu,<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> The Jakarta Post<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> melansir bahwa sudah ada 16 ribu pulau di Indonesia yang diakui PBB.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nato-adalah\/\">NATO: Pengertian, Tujuan, Struktur Kerja &amp; Anggotanya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Pengaruhnya dalam UNCLOS 1982<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48964\" aria-describedby=\"caption-attachment-48964\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48964 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-yaroslav-shuraev-6889137-570x426.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48964\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa negara menunjukkan keengganan ini di awalnya, termasuk Amerika Serikat yang meskipun tidak memiliki kedekatan geografis memiliki banyak kepentingan di Asia Tenggara. Mengingat ia memiliki kerja sama dagang dengan Filipina, Singapura, dan banyak negara lainnya. Namun, melihat argumen Indonesia yang masuk akal, pihak UNGEGN pun mulai mempertimbangkannya. Akhirnya disetujui pula apa yang dinamakan<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> archipelagic states <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau negara kepulauan. Berdasarkan situs resmi PBB, negara kepulauan memiliki arti \u201cnegara yang memiliki kumpulan pulau-pulau, termasuk bagian dari pulau tersebut, perairan yang menghubungkannya, dan berbagai fitur alam lain yang membentuk entitas politik, sejarah, ekonomi, dan geografi\u201d.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, batas negara yang diusulkan Indonesia pun dimasukkan dalam pertimbangan. Akhirnya disepakati bahwa dalam perairan, sebuah negara memiliki empat jenis teritori. Sesuai dengan United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982, berikut batas yang ditetapkan untuk satu negara yang memiliki wilayah perairan. .\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Laut teritorial<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> selebar 12 mil, yaitu zona kedaulatan negara di mana negara memiliki hak penuh atas ruang udara, dasar laut, dan daratan yang ada di bawahnya.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Zona tambahan <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">sejauh 24 mil, yaitu zona perairan yang memungkinkan negara melakukan pengawasan yang dibutuhkan berkenaan dengan bea cukai, pajak, imigrasi, dan karantina kesehatan. Pelanggarnya akan diberi hukuman sesuai hukum yang berlaku di negara bersangkutan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Zona ekonomi eksklusif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sepanjang 200 mil di mana negara bersangkutan berhak untuk mengeksploitasi sumber daya hayati dan non hayati di wilayah perairan tersebut.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Landas kontinen<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sejauh 350 mil yaitu dasar laut yang merupakan lanjutan dari benua yang terendam air laut. Pemiliknya bisa lebih dari satu negara dan keduanya memiliki wewenang untuk memanfaatkan sumber daya yang terkandung di dalamnya.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/hari-kartini\/\">Perayaan dan Sejarah Hari Kartini Setiap Tanggal 21 April<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>Dampak Deklarasi Djuanda<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48963\" aria-describedby=\"caption-attachment-48963\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48963 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Suez-Canal.f26126-570x361.jpg\" alt=\"deklarasi djuanda\" width=\"570\" height=\"361\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48963\" class=\"wp-caption-text\">Sada el Balad<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Deklarasi Djuanda memiliki banyak dampak untuk Indonesia. Berikut beberapa poin pentingnya untuk Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia adalah jalur pertama yang membuat Indonesia berkomitmen untuk tidak hanya melakukan klaim secara politik atas ribuan pulau yang mereka miliki, tetapi juga didasari oleh fakta empirik dan ilmu pengetahuan. Deklarasi Djuanda mendorong <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stakeholders<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam negeri untuk menata administrasi dengan lebih baik.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melindungi kepentingan nasional Indonesia, baik dari segi kedaulatan politik dan ekonomi. Lewat Deklarasi Djuanda, negara-negara lain ikut sadar akan pentingnya melindungi kedaulatan di perairan. Mengingat perairan memiliki fungsi dan peran penting dalam berbagai kegiatan, mulai dari transportasi dan ekonomi banyak bertumpu pada air karena bisa memangkas biaya dibanding dengan jalur udara dan darat misalnya. Terbukti hingga kini jalur perdagangan masih bertumpu pada sektor perairan meski sudah banyak komoditas yang dikirim melalui udara.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bukti implementasi politik bebas aktif Indonesia dalam kancah internasional. Deklarasi tentang zona perairan ini tidak hanya menguntungkan Indonesia, tetapi juga banyak negara lain secara adil dan merata. UNCLOS yang akhirnya diratifikasi dan berlaku secara global menciptakan perdamaian dan ketertiban dunia seperti yang sudah menjadi tujuan politik Indonesia.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pertanyaan tentang isi hingga di mana Deklarasi Djuanda dilaksanakan sudah terjawab, Sedulur. Sekarang makin tahu apa yang mendasari zona ekonomi eksklusif dan berbagai istilah perbatasan maritim lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":49173,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6538,3672],"class_list":["post-48906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-deklarasi-juanda","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil &amp; Dampaknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Apa isi dan relevansinya dengan masa sekarang?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil &amp; Dampaknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Apa isi dan relevansinya dengan masa sekarang?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-19T09:00:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-18T22:07:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/009-009djuanda.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"690\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"542\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/009-009djuanda.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/009-009djuanda.webp\",\"width\":690,\"height\":542,\"caption\":\"deklarasi djuanda\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/\",\"name\":\"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil & Dampaknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-19T09:00:52+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-18T22:07:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Apa isi dan relevansinya dengan masa sekarang?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil &#038; Dampaknya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil & Dampaknya","description":"Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Apa isi dan relevansinya dengan masa sekarang?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil & Dampaknya","og_description":"Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Apa isi dan relevansinya dengan masa sekarang?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-19T09:00:52+00:00","article_modified_time":"2022-04-18T22:07:03+00:00","og_image":[{"width":690,"height":542,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/009-009djuanda.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/009-009djuanda.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/009-009djuanda.webp","width":690,"height":542,"caption":"deklarasi djuanda"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/","name":"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil & Dampaknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-19T09:00:52+00:00","dateModified":"2022-04-18T22:07:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Deklarasi Djuanda adalah salah satu dokumen penting dalam tonggak sejarah Indonesia. Apa isi dan relevansinya dengan masa sekarang?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-djuanda\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Hasil &#038; Dampaknya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48906"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48906"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48906\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":49172,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48906\/revisions\/49172"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/49173"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}