{"id":48407,"date":"2022-04-18T16:00:31","date_gmt":"2022-04-18T09:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=48407"},"modified":"2022-04-18T09:42:34","modified_gmt":"2022-04-18T02:42:34","slug":"kerajaan-mataram-kuno","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/","title":{"rendered":"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan &#038; Peninggalan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ketika bicara Kerajaan Mataram, mungkin Sedulur akan teringat pada sebuah kesultanan yang kini masih berdiri\u00a0 di Yogyakarta dan Surakarta. Namun, jauh sebelum itu, pernah berdiri sebuah kerajaan kuno di Jawa Tengah yang bercorak Hindu-Budha.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mereka dikenal dengan nama Kerajaan Mataram Kuno. Bagaimana perkembangan sejarahnya dan apa saja peninggalannya? Berikut sejarah lengkapnya untuk pembelajaran bersama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kalingga\/\">Kerajaan Kalingga: Sejarah, Raja, Kejayaan &amp; Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Kerajaan Mataram Kuno berdiri pada abad ke-7<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48409\" aria-describedby=\"caption-attachment-48409\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48409 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/977de0-84dfty5bd-d4f77reye-56ae4.jpg\" alt=\"kerajaan mataram kuno\" width=\"800\" height=\"473\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/977de0-84dfty5bd-d4f77reye-56ae4.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/977de0-84dfty5bd-d4f77reye-56ae4-768x454.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48409\" class=\"wp-caption-text\">Indephedia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasarkan makalah yang ditulis Kusumayudha, dkk. dari UPN Veteran Yogyakarta, Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10. Wilayah ini bercorak Hindu-Budha dengan reliknya yang ikonik, Candi Borobudur dan Candi Prambanan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pendirian kerajaan ini tercatat dalam prasasti Mantyasih yang menunjukkan bahwa kekuasaannya meliputi Jawa Tengah dan Yogyakarta pada tahun 900-an. Tepatnya di wilayah daratan dan lereng dekat Gunung Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sundoro. Sementara, nama pendirinya, Wangsa Sanjaya tercatat dalam prasasti Canggal yang memiliki hubungan dengan candi yang berada di Gunung Wukir.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Beda dengan Kerajaan Mataram yang berdiri di abad 16-18\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48410\" aria-describedby=\"caption-attachment-48410\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48410 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/prasasti-nalanda-peninggalan-ker-20210519120442.jpg\" alt=\"kerajaan mataram kuno\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/prasasti-nalanda-peninggalan-ker-20210519120442.jpg 750w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/prasasti-nalanda-peninggalan-ker-20210519120442-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/prasasti-nalanda-peninggalan-ker-20210519120442-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48410\" class=\"wp-caption-text\">Grid<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dengan begitu, ia sebenarnya berbeda dengan Kerajaan Mataram yang didirikan Senopati Adiwijoyo dan mengalami kejayaan saat dipimpin Sultan Agung Kerajaan. Kerajaan yang berdiri selama kurang lebih 2 abad dari abad ke-16 hingga 18 tersebutlah yang kemudian terpecah menjadi tiga kesultanan baru di Surakarta dan Yogyakarta setelah penandatangan perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Seperti dilansir Ensiklopedia Britannica, Kerajaan Mataram ini dipercaya sebagai salah satu pecahan dari Kerajaan Pajang yang kemudian memerdekakan diri.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Mata pencaharian utama penduduknya adalah bertani\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48414\" aria-describedby=\"caption-attachment-48414\" style=\"width: 1269px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48414 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-linda-gschwentner-10913619.jpg\" alt=\"\" width=\"1279\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-linda-gschwentner-10913619.jpg 1279w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-linda-gschwentner-10913619-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-linda-gschwentner-10913619-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-linda-gschwentner-10913619-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1279px) 100vw, 1279px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48414\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Wirasanti dan Murwanto dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Indonesian Journal of Geography <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">melakukan penelitian tentang prasasti Canggal dan menemukan beberapa fakta menarik dari Kerajaan Mataram Kuno yang bercorak Hindu Budha ini. Lokasi penemuan prasasti tersebut di dataran Kedu yang subur dan dekat dengan Sungai Putih, Sungai Progo, dan Sungai Blongkeng. Semua sungai tersebut turut mengalirkan muntahan dari Gunung Merapi dan membawa material erupsi. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, candi dan rumah penduduk biasanya akan terlindungi karena keberadaan beberapa bukit yang masuk dalam komplek perbukitan Gendol. Dari interpretasi prasasti juga ditemukan simbol-simbol yang menunjukkan bahwa penduduk Mataram Kuno hidup makmur dengan bercocok tanam, terutama tumbuhan padi.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, ditemukan pula bahwa kawasan tersebut bisa ditanami berbagai tanaman penting lain seperti tamarin, durian, bunga sepatu, jambu, pisang, gula kelapa, markisa, jagung, ubi, kapas, pandan, nangka, dan berbagai sumber makanan serta rempah lainnya. Selain jadi sumber makanan, mereka juga banyak dipakai untuk kebutuhan konstruksi bangunan, kapal, serta pembuatan pakaian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-kediri\/\">Kerajaan Kediri: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Masa Keruntuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Raja-Raja Mataram Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48413\" aria-describedby=\"caption-attachment-48413\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48413 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-charl-durand-6485913.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-charl-durand-6485913.jpg 640w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-charl-durand-6485913-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-charl-durand-6485913-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48413\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada beberapa nama Raja Mataram Kuno yang tercatat dalam prasasti. Berikut nama-namanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Raja Sanjaya yang dalam prasasti Mantyasih dan Canggal disebutkan namanya sebagai pendiri kerajaan di tahun 732. Sanjaya bergelar Rakai Mataram.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rakai Pikatan dipercaya sebagai Raja Mataram Kuno yang membangun Candi Siwa yang bila dilihat deskripsinya pada prasasti Siwagrha mirip dengan yang kita kenal sebagai Candi<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">Prambanan saat ini.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rakai Kayuwangi disebut dalam prasasti Wantil. Ia merupakan putra bungsu Rakai Pikatan yang lahir dengan nama Dyah Lokapala sebelum diberi gelar tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rakai Watuhumalang tidak meninggalkan prasasti apa pun. Namun, namanya tercatat dalam prasasti Mantyasih sebagai Raja Mataram Kuno ke-8 sebelum Dyah Balitung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dyah Balitung atau Rakai Watukura adalah menantu Watuhumalang yang kemudian mewarisi tahta kerajaan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mpu Daksa adalah putra dari Watuhumalang yang kakak perempuannya dinikahi oleh Dyah Balitung.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rakai Layang atau Dyah Tulodhong tercatat dalam prasasti Ritihang yang ditulis oleh Mpu Daksa. Ia mendapatkan tahta setelah menikahi putri Mpu Daksa.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dyah Wawa atau Rakai Sumba yang namanya tercantum dalam prasasti Sangguran. Ia dipercaya para sejarawan melakukan kudeta pada Dyah Tulodong dan akhirnya menguasai pucuk kepemimpinan Mataram Kuno.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mpu Sindok adalah raja terakhir Mataram Kuno yang mendapat kekuasaannya karena menjadi menantu dari Dyah Wawa.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Perpindahan pemerintahan ke Jawa Timur<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48412\" aria-describedby=\"caption-attachment-48412\" style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48412 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Prasasti-Siman-1024x768-1.jpeg\" alt=\"kerajaan mataram kuno\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Prasasti-Siman-1024x768-1.jpeg 1024w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/Prasasti-Siman-1024x768-1-768x576.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48412\" class=\"wp-caption-text\">Kediri Pedia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melansir makalah Lukitawati dari STKIP PGRI Sidoarjo, Mpu Sindok melakukan perubahan drastis di Mataram Kuno dengan memindahkan pusat kekuasaan ke Jawa Timur. Kerajaan yang dulunya bertumpu pada agraria, kemudian ia alihkan untuk mencoba peruntungan di bidang pelayaran dan perdagangan. Ia melihat peluang di Jawa Timur yang memiliki perairan strategis, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo yang langsung mengalir ke laut. Ia melihat potensinya sebagai jalur perdagangan internasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ini didorong pula oleh proses sedimentasi di bibir pantai pelabuhan mereka di Semarang dan Ungaran. Proses tersebut makin tampak di abad ke-10 dan makin menyakinkan para pemimpinan Mataram Hindu untuk beralih ke beberapa wilayah strategis di Jawa Timur, seperti Gresik, Jombang, Malang, Surabaya, Tuban, dan Lamongan. Surabaya dan Gresik saat ini masih jadi jalur perdagangan yang strategis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bukti pemindahan ini tercatat dalam potongan prasasti yang ditemukan para arkeolog dan sejarawan dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur seperti yang diliput The Jakarta Post. Proses ekskavasi di desa Gemekan, Mojokerto pada Februari 2022 lalu. Ini melengkapi temuan prasasti Anjukladang dan Paradah di desa Watugaluh, Jombang. Prasasti baru di Mojokerto tersebut menuliskan bahwa Raja Mataram Kuno mengumumkan pemindahan istana ke Tamwlang yang kini dikenal sebagai desa Tembelang di Jombang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/\">Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &amp; Masa Keruntuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Keruntuhan Kerajaan Mataram Kuno<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48411\" aria-describedby=\"caption-attachment-48411\" style=\"width: 735px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48411 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2016_04_01_2050_1459496781._large.jpg\" alt=\"kerajaan mataram kuno\" width=\"745\" height=\"494\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2016_04_01_2050_1459496781._large.jpg 745w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2016_04_01_2050_1459496781._large-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2016_04_01_2050_1459496781._large-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 745px) 100vw, 745px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48411\" class=\"wp-caption-text\">The Jakarta Post<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah abad ke-10 atau awal tahun 1000-an, peninggalan mereka di kawasan Jawa Tengah tak lagi ditemukan. Selain perpindahan pusat pemerintahan ke Jawa Timur, sebagian sejarawan pun percaya bahwa letusan gunung berapi menjadi salah satu penyebab hilangnya peradaban Mataram Kuno. Bukti-bukti sapuan erupsi terlihat dari berbagai prasasti dan peninggalan bersejarah lain yang terkubur oleh sedimen dan material erupsi di sekitar Gunung merapi. Selain prasasti, ditemukan pula berbagai bukti bahwa pernah ada peradaban berupa pedesaan di sekitar wilayah tersebut. Hal ini dilansir dari penelitian Kusumayudha, dkk.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Peninggalan yang masih tersisa\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_48415\" aria-describedby=\"caption-attachment-48415\" style=\"width: 1430px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-48415 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/riesaramandanii_262667630_493672428542765_2717015178373643308_n.jpg\" alt=\"\" width=\"1440\" height=\"959\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/riesaramandanii_262667630_493672428542765_2717015178373643308_n.jpg 1440w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/riesaramandanii_262667630_493672428542765_2717015178373643308_n-768x511.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/riesaramandanii_262667630_493672428542765_2717015178373643308_n-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/riesaramandanii_262667630_493672428542765_2717015178373643308_n-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1440px) 100vw, 1440px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-48415\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @riesaramandanii<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Letak kerajaan Mataram Kuno adalah di kawasan Jawa Tengah hingga Yogyakarta. Peninggalan terbesar mereka adalah dua komplek candi megah yang kini masih berdiri, yaitu Borobudur dan Prambanan. Ketika berpindah ke Jawa Timur, peninggalan mereka yang berhasil ditemukan baru sebatas prasasti dan candi-candi kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sampai saat ini Kerajaan Mataram Kuno masih jadi misteri dan objek pembelajaran yang menarik perhatian sejarawan tanah air. Mereka salah satu kerajaan pelopor di Jawa yang cukup besar pengaruhnya. Mirip dengan Kerajaan Kalingga.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":48868,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4022,6472,6471],"class_list":["post-48407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-kerajaan","tag-kerajaan-mataram-kuno","tag-mataram-kuno"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan &amp; Peninggalan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan &amp; Peninggalan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-18T09:00:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-18T02:42:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mataram-kuno.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mataram-kuno.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mataram-kuno.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/\",\"name\":\"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-18T09:00:31+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-18T02:42:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan &#038; Peninggalan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan","description":"Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan","og_description":"Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-18T09:00:31+00:00","article_modified_time":"2022-04-18T02:42:34+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mataram-kuno.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mataram-kuno.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/mataram-kuno.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/","name":"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-18T09:00:31+00:00","dateModified":"2022-04-18T02:42:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Mataram Kuno tercatat sebagai sebuah negara independen di kawasan Jawa Tengah yang eksis di sekitar abad ke-7 hingga ke-10.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-mataram-kuno\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerajaan Mataram Kuno: Sejarah, Raja, Kejayaan &#038; Peninggalan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48407"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=48407"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48407\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":48876,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/48407\/revisions\/48876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/48868"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=48407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=48407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=48407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}