{"id":47628,"date":"2022-04-12T17:30:35","date_gmt":"2022-04-12T10:30:35","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=47628"},"modified":"2022-04-12T14:46:43","modified_gmt":"2022-04-12T07:46:43","slug":"tari-kecak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/","title":{"rendered":"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta &#038; Maknanya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Pulau Dewata Bali memang identik dengan budaya serta tradisinya. Di balik semua itu, terdapat sebuah kesenian yang sudah lama menjadi magnet bagi para turis. Kesenian tersebut adalah tari kecak dari Bali. Salah satu daya tarik dari kesenian ini, yakni tari kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tarian yang satu ini termasuk jenis tari yang sering ditampilkan dalam berbagai acara besar di Bali. Keunikan lain yang ditampilkan berasal dari iramanya dan para penari yang membentuk lingkaran dengan berseru \u201ccak cak ke cak cak ke\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama pertunjukan berlangsung, penonton akan disuguhkan dengan beberapa adegan yang diambil dari kisah-kisah ramayana. Apakah Sedulur penasaran secara lanjut tentang tarian tersebut? Langsung saja, simak informasi berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-zapin\/\">Tari Zapin: Sejarah, Makna, Gerakan &amp; Propertinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu tari kecak?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.pegipegi.com\/travel\/wp-content\/uploads\/2018\/03\/shutterstock_409292383.jpg\" alt=\"tari kecak\" width=\"1000\" height=\"664\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pegipegi<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak yang mengira jika tarian ini merupakan tarian kuno yang sudah ada pada masa kerajaan. Namun, hal itu ternyata tidak benar. Tari kecak adalah sebuah kesenian sendratari (seni drama) yang terinspirasi dari ritual sang hyang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melansir dari Denpasarkota.go.id, sang hyang merupakan tarian sakral dan menjadi sarana komunikasi spiritual masyarakat dengan para roh leluhur untuk menolak bala. Dalam kondisi tidak sadarkan diri, mereka akan menari dengan iringan tembang pemujaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari kecak juga dikenal dengan nama <em>f<\/em><em>ire dance<\/em> atau tarian api. Ya, tarian ini menjadi atraksi yang sangat dinantikan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Bali. Umumnya, tari kecak dimainkan oleh 50 hingga 60 orang penari pria. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Mereka akan duduk melingkar dalam sebuah arena atau panggung, yang ada beberapa obor di tengahnya. Memakai kain poleng (sarung kotak-kotak khas Bali), para penari akan berteriak \u201ccak\u201d sembari mengangkat kedua tangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tarian ini memang unik, karena dimainkan tanpa menggunakan lantunan bunyi alat musik gamelan dan tidak menggunakan latar panggung apa pun. Para penari hanya fokus untuk berteriak \u201ccak\u201d selama pertunjukan ini berjalan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pertunjukan tari kecak<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1535px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ngopibareng.id\/images\/uploads\/2022\/2022-01-14\/tari-kecak-merajut-asa-menuai-mimpi-pulihkan-wisata-di-bali--thumbnail-252\" alt=\"tari kecak\" width=\"1545\" height=\"1049\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Ngopi Bareng<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai salah satu bentuk seni tari drama, pada umumnya tari kecak ini dipentaskan di area yang terbuka ketika matahari terbenam. Mengutip dari buku <em>Keberagaman Seni Tari Nusantara<\/em> karya Resi Septiana Dewi, pola dari tarian ini membentuk lingkaran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum pertunjukan dimulai, maka para penari akan duduk rapat sembari bersila dengan pola yang terlihat melengkung. Kekompakan dari para penarinya akan menciptakan irama yang energik, dinamis, dan bersemangat. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Sehingga, tempo pertunjukannya akan terasa makin cepat setiap waktunya, tapi tetap menawarkan atraksi yang sangat memukau. Dilansir dari Indonesia.travel, lokasi terbaik untuk menonton pertunjukan ini adalah Pura Uluwatu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan latar belakang matahari terbenam, para wisatawan bisa menyaksikan pagelaran tari kecak yang terasa sangat fenomenal. Selain di Pura Uluwatu, tarian ini juga bisa ditemukan di GWK Cultural Park, Tanah Lot, Panggung Padang Tegal, Pura Dalem Ubud, Panggung Umadewi, Batubulan, dan lain-lain.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sejarah tari kecak<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1190px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.rentalmobilbali.net\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/Tari-Kecak-Uluwatu-Bali-Facebook.jpg\" alt=\"tari kecak\" width=\"1200\" height=\"630\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Rentalmobilbali<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pencipta tari kecak adalah seorang penari Bali yang bernama I Wayan Limbak, bersama dengan sosok pelukis berkebangsaan Jerman yaitu Walter Spies. Keduanya saling berkolaborasi dalam memodifikasi beberapa unsur tari sang hyang untuk menciptakan tari kecak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian di sekitar tahun 1930-an, tari kecak mulai diperkenalkan. Sama seperti sang hyang, tujuan tari kecak adalah sebagai bentuk kegiatan adat untuk menolak bala. Para pelakunya akan menari dengan kondisi tidak sadar dan melakukan komunikasi dengan roh leluhur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tarian-saman\/\">Tarian Saman: Pengertian, Sejarah, Jenis &amp; Gerakannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perkembangan tari kecak<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/www.uluwatukecakdance.com\/wp-content\/uploads\/BaliIndonesia-31.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1067\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">ULUWATU KECAK DANCE<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">I Wayan Limbak dan Walter Spies berinisiatif untuk mengambil sejumlah komponen tari sang hyang, sekaligus memodifikasi menjadi sebuah tarian yang ada sampai saat ini. Keduanya menyisipkan cerita populer ramayana, lalu menjadikannya sebagai seni tarian drama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi sangat disayangkan, sosok I Wayan Limbak sebagai pencipta tari kecak masih jarang diketahui. Khususnya, bagi masyarakat dari luar Bali. Hal ini karena jumlah sumber literatur yang menceritakan tentang tokoh ini memang tidak terlalu banyak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari salah satu artikel New York Times, I Wayan Limbak telah menghembuskan napas terakhir dalam usia 106 tahun pada tahun 2003 lalu. Beliau berhasil mewariskan karya spektakuler yang saat ini menjadi ikon wisata dari Bali dan Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tarian yang mendunia<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 801px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/live-production.wcms.abc-cdn.net.au\/26f6faa85f2be87ad5ee606bc53438fa?impolicy=wcms_crop_resize&amp;cropH=456&amp;cropW=811&amp;xPos=7&amp;yPos=0&amp;width=862&amp;height=485\" alt=\"tari kecak\" width=\"811\" height=\"456\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">ABC<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perjalanan panjang harus dilalui oleh I Wayan Limbak, hingga akhirnya tarian ciptaannya bisa mendunia. Pada awalnya, tarian ini dibawakan oleh I Wayan Limbak bersama kelompok Cak Bedulu. Grup tari tersebut hanya beranggotakan 40 orang yang berasal dari warga Desa Bedulu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suatu hari, kelompok tari I Wayan Limbak ini diundang oleh Walter Spies untuk menggelar sebuah pertunjukan, yang ditonton oleh tamu-tamu dari Jerman. Pentas itu berlangsung 45 menit dan berhasil membuat para tamu merasa takjub.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah pementasan tersebut, kelompok tari I Wayan Limbak sering kali mementaskan tari kecak di sejumlah desa di Bali. Tidak hanya memberi pemasukan pada kelompoknya, I Wayan Limbak juga ingin mengenalkan tarian ini kepada masyarakat Bali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang, usahanya tidak sia-sia, mengingat sekarang tari kecak sudah menjadi salah satu identitas kesenian dari masyarakat Bali. Setelah berhasil dengan beberapa pentas di Bali, kelompok I Wayan Limbak pun diketahui sering menggelar tur hingga ke luar negeri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Makna tari kecak<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/1001indonesia.net\/asset\/2016\/12\/Tari-Kecak.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"598\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">1001 Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam pementasannya, para penari akan menampilkan beberapa adegan yang diambil dari kisah ramayana, sebuah lakon yang sejak dahulu terkenal dalam masyarakat Bali. Di dalam pertunjukan, ada belasan penari utama yang bertindak memerankan sejumlah tokoh dalam kisah ramayana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dua protagonis utama, yaitu Rama dan Sita akan memasuki panggung. Area tersebut telah dikelilingi oleh para penari lain yang membentuk pola lantai berupa melingkar. Gerakan yang utama adalah mengangkat kedua tangan, sambil berteriak \u201ccak cak cak\u201d.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, suara \u201ccak cak cak\u201d menjadi pengiring dari cerita ramayana. Kedua pemeran tokoh Rama dan Sita akan menari dan mengisahkan keseharian. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Momen ketika Rama pergi berburu dimanfaatkan raksasa jahat bernama Rahwana untuk menculik Sita. Nah, adegan dramatis dalam penyelamatan Sita inilah yang menjadi inti cerita dari tari kecak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Adegan-adegan tari kecak<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1069px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.dewata.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Tari-Kecak-Pura-Luhur-Uluwatu-Dewata-ID.jpg\" alt=\"\" width=\"1079\" height=\"613\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Dewata<\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Adegan pertama<\/strong>, mengisahkan upaya Rahwana menculik Sita dengan mengutus anak buahnya. Dalam adegan ini, Rama sedang berburu di hutan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Adegan kedua<\/strong>, menampilkan burung garuda yang mencoba menyelamatkan Sita. Upaya ini gagal karena Rahwana sangat kuat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Adegan ketiga<\/strong>, menceritakan Rama yang tersesat di hutan dan tidak bisa menyelamatkan Sita. Ia meminta tolong kepada Hanoman.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Adegan terakhir<\/strong>, mengisahkan Hanoman yang berhasil menyelamatkan Sita dan membakar kerajaan Alengka Pura.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tarian-jawa-timur\/\">8 Macam Tarian Jawa Timur yang Dikenal Hingga Mancanegara<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><strong><span style=\"color: #000000;\">Properti tari kecak<\/span><\/strong><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/tatkala.co\/wp-content\/uploads\/2017\/12\/indra-adrianto.-kecak-1024x539.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"539\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Tatkala<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari kecak properti yang digunakan adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kerincingan<\/strong>,<\/span><span style=\"color: #000000;\">\u00a0digunakan untuk menambah iringan suara dalam pertunjukan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bara api<\/strong>, <\/span><span style=\"color: #000000;\">dipakai untuk melakukan atraksi dengan para pemain yang menginjaknya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Bunga kemboja<\/strong>, menjadi salah satu properti yang harus ada di pertunjukan tari kecak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Topeng<\/strong>, digunakan penari utama yang berperan sebagai Rahwana serta Hanoman.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Selendang<\/strong>, melambangkan konsep Rwa Bhineda dan sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Bali.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tempat Sesaji<\/strong>, sangat identik dengan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Bali.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang kita tahu, Indonesia memang sangat kaya akan budaya dan tradisi. Mulai dari Sabang sampai Merauke, ada puluhan bahkan ratusan kebudayaan yang bisa ditemui. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Salah satunya adalah tari kecak, sebuah kebudayaan khas yang sudah terkenal sampai mancanegara. Sebagai masyarakat Indonesia, tentu saja kita harus bangga akan hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> sekarang!<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> aja!<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":47900,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5748,6333,6334],"class_list":["post-47628","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-seni-tari","tag-tari-kecak","tag-tari-kecak-berasal-dari"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta &amp; Maknanya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kesenian tersebut adalah Tari Kecak dari Bali. Daya tarik dari kesenian ini, yakni Tari Kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta &amp; Maknanya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesenian tersebut adalah Tari Kecak dari Bali. Daya tarik dari kesenian ini, yakni Tari Kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-12T10:30:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-12T07:46:43+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-4.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-4.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"tari kecak\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/\",\"name\":\"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta & Maknanya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-12T10:30:35+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-12T07:46:43+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Kesenian tersebut adalah Tari Kecak dari Bali. Daya tarik dari kesenian ini, yakni Tari Kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta &#038; Maknanya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta & Maknanya","description":"Kesenian tersebut adalah Tari Kecak dari Bali. Daya tarik dari kesenian ini, yakni Tari Kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta & Maknanya","og_description":"Kesenian tersebut adalah Tari Kecak dari Bali. Daya tarik dari kesenian ini, yakni Tari Kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-12T10:30:35+00:00","article_modified_time":"2022-04-12T07:46:43+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-4.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2-4.jpg","width":682,"height":536,"caption":"tari kecak"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/","name":"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta & Maknanya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-12T10:30:35+00:00","dateModified":"2022-04-12T07:46:43+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Kesenian tersebut adalah Tari Kecak dari Bali. Daya tarik dari kesenian ini, yakni Tari Kecak dilakukan secara kompak oleh banyak orang.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-kecak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tari Kecak: Sejarah, Asal Usul, Pencipta &#038; Maknanya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47628"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47628"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47628\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47903,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47628\/revisions\/47903"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47628"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47628"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47628"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}