{"id":47571,"date":"2022-04-12T19:45:16","date_gmt":"2022-04-12T12:45:16","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=47571"},"modified":"2022-04-12T15:35:44","modified_gmt":"2022-04-12T08:35:44","slug":"polusi-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/","title":{"rendered":"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">National Geographic<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> polusi adalah paparan material berbahaya pada lingkungan. Material berbahaya itu kemudian dikenal dengan istilah polutan. Polusi sendiri memiliki dampak yang sangat besar pada kehidupan manusia. Mungkin tidak langsung, tetapi dampaknya perlahan terpupuk dan akhirnya bisa kita rasakan saat ini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa itu polusi dan bagaimana perkembangannya di Indonesia maupun dunia? Berikut fakta-fakta tentang polusi dan peran yang bisa kita ambil untuk mengurangi efek serta mencegah kerusakan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/apakah-manfaat-hutan-bakau\/\">12+ Fakta dan Manfaat Hutan Bakau untuk Kehidupan dan Lingkungan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Makna polusi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47609\" aria-describedby=\"caption-attachment-47609\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47609 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-leonid-danilov-2768961-570x468.jpg\" alt=\"polusi adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47609\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain definisi singkat dari Natgeo, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Ensiklopedia Britannica<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> menjelaskan definisi yang lebih lengkap. Polusi adalah pelepasan segala bentuk material (gas, padat, dan cair) serta energi (panas, suara, dan radioaktif) ke alam dalam skala dan kecepatan tinggi hingga mereka tidak bisa diurai atau didaur ulang secara alami.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Polutan tersebut bisa saja berasal dari fenomena alami, misalnya saja abu vulkanik, partikel garam laut, serat maupun sisa tumbuhan, dan lain sebagainya. Namun, kebanyakan polutan berasal dari aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar, sisa aktivitas pertanian dan peternakan, serta kegiatan produksi skala besar di pabrik.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Jenis-jenis polusi<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47619\" aria-describedby=\"caption-attachment-47619\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47619 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/greenpeace_277119709_516421806800949_3618373405901093515_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47619\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @greenpeace<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selama ini polusi hanya dibagi menjadi tiga kategori, antara lain polusi udara, air, dan tanah. Namun, seiring berkembangnya peradaban, jenis polusi terus meluas ke polusi cahaya, polusi plastik, hingga polusi suara. Kategori baru ini dipengaruhi oleh intensitas polutan dan dampaknya yang besar pada keberlangsungan makhluk hidup. Lantas, apa perbedaan setiap jenisnya?<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Polusi udara\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47608\" aria-describedby=\"caption-attachment-47608\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47608 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-pixabay-60575-570x414.jpg\" alt=\"polusi adalah\" width=\"570\" height=\"414\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47608\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Polusi adalah pencemaran yang memengaruhi kualitas udara. Hal ini tidak kasat mata, tetapi bisa terasa saat mengekspos indra atau organ makhluk hidup. Misalnya, membuat mata terasa pedas, sesak napas, penyakit kronis tertentu, hingga kematian. Salah satu contoh polusi udara ekstrem adalah tragedi Bhopal di tahun 1984 yang menimpa para pekerja dan penduduk sekitar pabrik pembuatan pestisida di India.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir liputan <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">The Atlantic<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">tragedi tersebut disebabkan oleh kebocoran gas bernama <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">methyl isocyanate <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang berada dekat dengan permukaan tanah sehingga menimbulkan efek yang sangat fatal pada manusia dan organisme lain di sekitarnya. Setidaknya ada belasan ribu orang yang meregang nyawa karena peristiwa tersebut. Lokasi kejadiannya sampai sekarang masih ditutup karena dipercaya masih mengandung polutan hingga beberapa dekade setelahnya. Peristiwa ini mirip dengan kejadian kebocoran gas radioaktif di reaktor nuklir Chernobyl yang saat itu masih masuk\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">teritori Uni Soviet.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak harus ekstrem, pencemaran udara sudah terjadi di sekitar kita tiap harinya. Seperti yang dilansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">European Environment Agency<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> beberapa polutan udara adalah karbon hitam, timbal, sulfur oksida, nitrogen monoksida dan dioksida, amonia, karbon monoksida, metan, benzena, serta material logam lainnya. Hampir semuanya bersumber dari kegiatan pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi untuk listrik, transportasi, industri, hingga kebutuhan rumah tangga.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/spora-adalah\/\">Spora: Pengertian, Fungsi, Jenis &amp; Contoh Tumbuhannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Polusi air\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47612\" aria-describedby=\"caption-attachment-47612\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47612 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/greenpeace_120758100_155752279536265_366721118394188676_n-570x468.jpg\" alt=\"polusi adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47612\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @greenpeace<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Natural Resources Defense Council<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">,<\/span><\/i> <span style=\"font-weight: 400;\">polusi air adalah paparan bahan kimia dan mikroorganisme berbahaya pada aliran air, baik sungai, danau, dan laut. Polusi air dinobatkan sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Bahkan bisa menyaingi kematian akibat konflik dan peperangan. Ini diperparah dengan akses pada air tawar bersih yang cukup minim. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan di Indonesia, air minum tidak tersedia secara gratis dengan bebas. Orang harus merebus dulu air keran dan tentunya merebus membutuhkan energi seperti gas. Air siap minum biasanya dikomersialisasi dalam bentuk air kemasan dengan tambahan mineral di dalamnya. Makin tinggi jumlah mineral, makin mahal pula harganya.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pencemaran air juga bisa terjadi dalam bentuk eksposur logam berat berbahaya dari aktivitas industri, pertambangan, bahkan pertanian skala besar. Pemerintah dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">stakeholders<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> terkait sudah memberlakukan banyak peraturan pembuangan limbah industri, tetapi pelanggaran tetap mengancam kemaslahatan rakyat sebagai konsumen air.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Polutan air bisa saja berupa minyak bumi yang bocor saat proses pompa, sisa limbah pembuatan kertas dan pewarnaan kain, sampah dari pabrik logam, plastik, hingga nuklir juga bisa mencemari air ketika limbahnya dibuang ke aliran air. Sudah banyak contoh kasus pencemaran air yang bisa Sedulur cermati, beberapa bahkan difilmkan seperti <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Erin Brokovich<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Dark Waters.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pencemaran air bisa juga terjadi karena aktivitas manusia yang mengganggu ekosistem air. Misalnya, pembuangan sampah yang susah terurai, minyak yang tidak bisa larut dalam air, dan bahan kimia lain yang larut dalam air. Hal ini bisa memicu pertumbuhan bakteri dan organisme yang invasif sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem air.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Polusi tanah\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47614\" aria-describedby=\"caption-attachment-47614\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47614 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/hankfayphotography_80894419_445456759676931_2903200298720681875_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47614\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @hankfayphotography<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tanah juga bagian yang mudah sekali terekspos polutan, bahkan polutan air bisa berdampak pada kualitas tanah. Polusi tanah bisa terjadi karena penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk pertanian. Nantinya bahan kimia ini akan dikonsumsi tumbuhan, kemudian berdasarkan rantai makanan akan pula dikonsumsi binatang dan manusia.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pestisida sebenarnya baik untuk mengontrol pertumbuhan serangga, terutama jenis nyamuk berbahaya yang menyebabkan malaria dan demam berdarah. Zat ini juga berbahaya karena bisa memicu kelainan genetik pada beberapa hewan yang terpapar. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain pestisida, polutan lain yang mengancam tanah adalah plastik, rongsokan mobil yang mengandung logam berat, kertas yang mengandung bahan kimia, pecahan kaca, tinta, cairan kimia, minyak, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tanah yang tercemar bisa kita lihat jelas di Indonesia. Misalnya saja kawasan pesisir pantai yang berisi sampah berserakan, atau mungkin wilayah sekitar kita sendiri yang terpapar tumpukan sampah yang susah terurai seperti kain dan plastik.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Polusi suara<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47616\" aria-describedby=\"caption-attachment-47616\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47616 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-thibault-trillet-167636-570x424.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"424\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47616\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Polusi suara bisa terjadi ketika sebuah suara dengan kekuatan lebih dari 70 dB diperdengarkan dalam waktu yang lama. Capaian 70 dB adalah suara terkeras yang bisa ditangkap oleh telinga manusia. Suara keras yang bisa mencapai 70 dB antara lain suara mesin pesawat, bisingnya lalu lintas jalanan, mesin pabrik dan konstruksi bangunan, reklame yang disetel terlalu keras di jalanan, kembang api dan petasan, hingga suara ledakan dan senjata api.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kita mungkin tidak menyadari keberadaan polusi suara ini karena sudah terbiasa. Namun, dampaknya bisa fatal. Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Environmental Pollution Centers<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, polusi suara bisa meningkatkan risiko hipertensi, kehilangan pendengaran, kesulitan tidur, demensia, disfungsi psikologi, hingga masalah jantung. Sudah banyak contoh polusi suara yang berdampak fatal. Misalnya saja orang-orang yang harus bekerja di area yang bising seperti konser musik dan pabrik memiliki kerentanan kehilangan pendengaran di usia yang cukup dini.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Polusi suara juga bisa memengaruhi hewan yang memiliki kemampuan pendengaran berbeda dengan manusia. Misalnya, gelombang dari pengeboran minyak di laut bisa mengganggu hewan-hewan air saat berkomunikasi dengan sesamanya. Petasan juga bisa mengganggu keselamatan serta proses migrasi burung serta masih banyak contoh lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/energi-panas-adalah\/\">Energi Panas: Pengertian, Jenis, Sifat, Contoh &amp; Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Polusi cahaya\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47617\" aria-describedby=\"caption-attachment-47617\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47617 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-yuting-gao-1557547-570x400.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"400\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47617\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">National Geographic, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">polusi cahaya terjadi ketika manusia menciptakan beragam cahaya buatan, baik lampu maupun kembang api. Meski dampaknya tidak terasa langsung bagi manusia, polusi cahaya bisa mengganggu penerbangan, pengamatan benda asing, hingga jam biologis makhluk hidup. Makhluk hidup didesain dengan jam biologis yang mengikuti siklus cahaya alami. Misalnya beraktivitas di pagi hari saat terang dan istirahat di malam hari saat gelap. Berlaku sebaliknya pada hewan nokturnal yang aktif di malam hari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Keberadaan cahaya di malam hari akan mengurangi produksi hormon melatonin dalam tubuh yang bisa mengakibatkan kelelahan, pusing, kesulitan tidur, stres, kecemasan, dan gangguan klinis lainnya. Efek di atas juga berlaku pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blue light <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang makin sering mengekspos manusia lewat gawai yang kita pakai.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain itu, lampu atau cahaya buatan juga berarti penggunaan energi. Bila berlebihan seperti yang banyak terjadi di kota-kota besar, energi yang terkuras pun makin banyak. Terkadang lampu-lampu tersebut pun berlebihan, bukan untuk menerangi tetapi lebih berfungsi sebagai dekorasi serta kebutuhan reklame.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Polusi plastik\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47613\" aria-describedby=\"caption-attachment-47613\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47613 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-stijn-dijkstra-2583835-570x468.jpg\" alt=\"polusi adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47613\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dahulu, plastik tidak masuk dalam kategori polusi yang spesifik. Plastik masuk dalam salah satu polutan air dan tanah. Namun, keberadaannya makin mengkhawatirkan karena penggunaan dan produksinya yang berlebih. Plastik memang memiliki banyak fungsi yang hingga kini sulit tergantikan. Plastik menguasai material barang sehari-hari kita, mulai dari perabot, kemasan, bahkan gawai, tas, dan kendaraan bermotor yang kita pakai pun menggunakan bahan olahan biji plastik. Plastik yang sangat praktis, mudah dibentuk, tahan air, dan serbaguna ini sayangnya adalah bahan yang sulit terurai alami di alam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">National Geographic<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, produksi plastik melambung tinggi setelah Perang Dunia II dan kini sudah merambah berbagai tempat di dunia. Tak terkecuali lautan dan sudah terbukti lewat berbagai peristiwa ditemukannya plastik di tubuh hewan air. Baik termakan atau tersangkut di organ tubuh mereka. Bahaya lagi, plastik bisa terurai menjadi mikroplastik yang bisa masuk ke aliran tubuh organisme melalui air atau partikel makanan yang kita konsumsi. Sudah banyak penelitian yang menemukan keberadaan mikroplastik dalam aliran darah manusia. Dampaknya masih diselidiki.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>9. Polusi karbon\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47615\" aria-describedby=\"caption-attachment-47615\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47615 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-aayush-srivastava-1445653-570x427.jpg\" alt=\"polusi adalah\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47615\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Polusi karbon adalah pencemaran dan perubahan kondisi lingkungan akibat keberadaan gas karbon dioksida dan monoksida yang berlebih. Akibatnya terjadi perubahan suhu seperti yang bisa Sedulur rasakan saat ini. Sebenarnya karbon dibutuhkan di alam dan bisa diproduksi secara alami lewat proses fotosintesis tumbuhan dan pernapasan manusia serta hewan. Namun, jumlahnya sangat kecil dibanding yang diproduksi oleh aktivitas manusia lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sama dengan plastik, karbon juga jadi salah satu polutan terbesar di muka bumi. Produksinya didorong oleh aktivitas industri, penerbangan, pengiriman barang, dan mobilisasi manusia. Sudah banyak cara dilakukan untuk mengurangi ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil yang meninggalkan jejak karbon. Namun, hingga sekarang belum banyak bahan bakar terbarukan yang bisa menyaingi kemudahan dan jumlah energi yang dihasilkan bahan bakar fosil. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Center for Liquiefied Natural Gas<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">, satu-satunya bahan bakar fosil yang paling ramah lingkungan adalah gas alam. Zat ini meninggalkan jejak karbon 45 persen lebih sedikit dibandingkan batu bara, 30 persen lebih sedikit dibanding minyak, dan 15 persen lebih sedikit dibanding kayu bakar. <\/span><\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski begitu, gas alam bukanlah sumber energi yang mudah didapat. Hanya beberapa negara saja yang diberkahi gas alam melimpah. Beda dengan batu bara dan minyak yang lebih mudah didapat, meski tidak bisa dibilang melimpah pula.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa alternatif bahan bakar ramah lingkungan yang menjanjikan lainnya adalah biodiesel dan solar panel. Ini bisa jadi salah satu cara mengurangi polusi karbon yang mengancam keberlangsungan hidup organisme. Selain itu, pola hidup hemat energi seperti tidak menggunakan lampu di siang hari juga bisa jadi cara mudah berbuat baik pada alam.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>10. Polusi di Indonesia<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47618\" aria-describedby=\"caption-attachment-47618\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47618 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-tom-fisk-2101137-570x426.jpg\" alt=\"polusi adalah\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47618\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebenarnya secara kasat mata saja, kita sudah bisa melihat betapa jelasnya keberadaan polutan di sekitar kita. Sampah yang berserakan di sungai dan lahan-lahan di tanah air hanyalah salah satu contoh kecil. Ingat-ingat kasus banjir berwarna merah di kawasan industri tekstil Pekalongan, kasus pencemaran udara karena pabrik batu bara yang sempat difilmkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan tanya lagi tentang polusi udara,<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> Air Quality Life Index <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merilis laporan di tahun 2019 bahwa rata-rata orang Indonesia kehilangan 1,2 tahun usia harapan hidupnya karena kualitas udara yang buruk. Dari laporan tersebut terlihat pula bahwa<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> particulate matter<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (salah satu polutan udara berbahaya) di Indonesia mengalami peningkatan teratur setiap tahunnya dari tahun 2000 hingga 2015. Mirisnya, Indonesia juga belum memiliki kebijakan yang jelas tentang peraturan pencemaran udara. Apalagi banyak oligarki di bidang industri batubara yang pastinya bakal menghambat pembuatan kebijakan terkait lingkungan dan polusinya.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berbagai jenis dan penyebab pencemaran udara sudah dibahas tuntas lewat ulasan di atas. Polusi adalah hal yang bisa membunuh manusia perlahan-lahan. Semoga bisa membuka mata Sedulur akan kondisi lingkungan saat ini. Kita sendiri sebagai manusia adalah sumber polutan lewat sampah dan gaya hidup. Meski skalanya kecil dibandingkan pencemaran yang dilakukan industri, bukan berarti kita bisa lepas tangan. Justru aksi kecil manusia bisa berkali lipat dampaknya bila yang melakoni miliaran orang di dunia.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":47928,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6321,6322,6320],"class_list":["post-47571","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-pengertian-polusi","tag-penyebab-polusi","tag-polusi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Polusi adalah suatu pencemaran lingkungan yang merugikan bagi bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara keseluruhan.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Polusi adalah suatu pencemaran lingkungan yang merugikan bagi bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara keseluruhan.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-12T12:45:16+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-12T08:35:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-6.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-6.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-6.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"polusi adalah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/\",\"name\":\"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-12T12:45:16+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-12T08:35:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Polusi adalah suatu pencemaran lingkungan yang merugikan bagi bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara keseluruhan.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya","description":"Polusi adalah suatu pencemaran lingkungan yang merugikan bagi bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara keseluruhan.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya","og_description":"Polusi adalah suatu pencemaran lingkungan yang merugikan bagi bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara keseluruhan.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-12T12:45:16+00:00","article_modified_time":"2022-04-12T08:35:44+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-6.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-6.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5-6.jpg","width":682,"height":536,"caption":"polusi adalah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/","name":"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-12T12:45:16+00:00","dateModified":"2022-04-12T08:35:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Polusi adalah suatu pencemaran lingkungan yang merugikan bagi bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia secara keseluruhan.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/polusi-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Polusi: Pengertian, Jenis, Penyebab, dan Pencegahannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47571"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47571"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47571\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47942,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47571\/revisions\/47942"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47928"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47571"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47571"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47571"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}