{"id":47339,"date":"2022-05-06T01:30:09","date_gmt":"2022-05-05T18:30:09","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=47339"},"modified":"2022-04-29T11:18:31","modified_gmt":"2022-04-29T04:18:31","slug":"struktur-organisasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/","title":{"rendered":"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis &#038; Cara Menyusun"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Apakah Sedulur tahu alasan mengapa suatu struktur organisasi itu sangat dibutuhkan? Ya, hal ini karena manajemen adalah salah hal dibutuhkan oleh manusia, khususnya dalam sebuah perusahaan, organisasi, atau lembaga tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan adanya struktur ini, maka akan memungkinkan orang saling bekerjasama untuk mendapatkan mencapai hasil. Selain itu, struktur ini juga memungkinkan mereka untuk mengembangkan kekuatan dan juga saling melengkapi kekurangan dari masing-masing. Sebenarnya tanpa adanya struktur organisasi manusia pun sudah punya sifat alami untuk saling membantu dengan tujuan bersama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun dengan struktur tersebut, maka tujuan bisa dicapai dengan lebih mudah. Untuk penjelasan secara lebih lanjut, simak informasi tentang pengertian, fungsi, hingga jenis struktur organisasi dan contohnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cara-membuat-surat-kuasa\/\">Cara Membuat Surat Kuasa yang Benar Berserta Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian struktur organisasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1181304\/pexels-photo-1181304.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur organisasi bisa dibilang sebagai sebuah garis hirarki yang mendeskripsikan berbagai macam komponen yang menyusun sebuah perusahaan, dimana setiap individu atau SDM dalam lingkup perusahaan tersebut ditempatkan pada suatu posisi dengan fungsinya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur organisasi sendiri dibuat untuk kepentingan perusahaan, dengan menempatkan orang-orang yang kompeten sesuai dengan bidang dan juga keahliannya. Kemudian bagi HRD sendiri, dengan adanya struktur ini kita bisa tahu peran serta tanggung jawab para karyawan-karyawannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan menempatkan seseorang dalam suatu posisi pada struktur sesuai dengan kemampuannya, maka akan menjadi patokan HRD untuk menentukan jumlah gaji dari karyawan bersangkutan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Fungsi struktur organisasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184285\/pexels-photo-3184285.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sebuah hierarki (jenjang atau garis bertingkat), struktur organisasi berisikan berbagai komponen dimana pendiri dan penyusun perusahaan, lalu menggambarkan pembagian kerja, serta bagaimana aktivitas di dalam perusahaan yang saling terkoordinasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur ini nantinya akan menunjukkan adanya spesialisasi untuk masing-masing fungsi pekerjaan, ataupun penyampaian melalui sebuah laporan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur ini merupakan sistem yang digunakan untuk mendefinisikan hierarki di dalam sebuah organisasi dengan tujuan menetapkan metode atau cara organisasi tersebut beroperasi, dan juga membantu organisasi untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan kedepannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, beberapa hal yang membuat keberadaan dari struktur organisasi di dalam sebuah perusahaan menjadi sangatlah penting, adalah karena berbagai fungsinya, yakni sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Memberi kejelasan tanggung jawab<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1181622\/pexels-photo-1181622.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap anggota dalam hierarki struktur organisasi dalam perusahaan, mempunyai tanggung jawab untuk tugas-tugas serta segala kewajiban yang perlu untuk dipertanggungjawabkan pada atasannya secara langsung yang sudah memberikan wewenang kepadanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, itulah pentingnya mempunyai struktur organisasi di dalam perusahaan, yakni dapat memberikan kejelasan tentang pelaksanaan atau implementasi atas kewenangan yang harus dipertanggungjawabkan oleh masing-masing anggota yang ada di dalam struktur organisasi tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Menjelaskan kedudukan dan koordinasi penyusun perusahaan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1560932\/pexels-photo-1560932.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seorang karyawan yang namanya dicantumkan di dalam hierarki struktur organisasi dalam sebuah perusahaan, sebenarnya akan lebih mempermudah dalam mengkoordinasikan kedudukan serta hubungannya dengan fungsi pekerjaan yang sudah dipercayakan kepadanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini sangat diperlukan untuk menghindari adanya kesalahan informasi maupun komunikasi (<em>missed communication<\/em>) yang berdampak negatif dalam bisnis atau perusahaan, terutama perusahaan yang sedang berkembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, struktur ini juga bisa digunakan sebagai landasan dalam menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan komunikasi serta diskusi antar jenjang atau jabatan yang ada di dalam organisasi atau perusahaan. Setiap SDM tentunya sudah tahu jabatan dan juga peranannya masing-masing.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Menjelaskan bagaimana jalur hubungan antara tiap hierarki<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/5668762\/pexels-photo-5668762.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di dalam sebuah organisasi, kejelasan hubungan yang tergambar secara hierarki atau jenjang struktur sangatlah sangat dibutuhkan. Hal ini karena adanya struktur akan membuat jalur penyelesaian sebuah pekerjaan bisa lebih efektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehingga dalam masing-masing anggota yang ada di dalam struktur organisasi tersebut, bisa saling memberikan keuntungan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Memberikan uraian tugas yang dibebankan secara jelas<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/5686082\/pexels-photo-5686082.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap tugas atau deskripsi pekerjaan yang ada di dalam sebuah struktur organisasi pada sebuah perusahaan, tentu saja akan sangat membantu semua pihak yang terkait di dalamnya. Entah itu atasan, ataupun bawahannya yang ada dalam struktur tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk seorang atasan, setiap deskripsi pekerjaan bawahannya akan membantu mereka untuk melakukan pengendalian dan pengawasan, jika terdapat uraian pekerjaan yang tidak sesuai dengan <em>jobdesk <\/em>dari bawhannya tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan untuk seorang bawahan, setiap deskripsi pekerjaan yang jelas bisa membantu mereka untuk lebih berkonsentrasi dan fokus dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh atasan kepadanya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis-jenis struktur organisasi perusahaan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184296\/pexels-photo-3184296.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada 6 jenis struktur organisasi yang dikenal dan biasa digunakan dalam sebuah perusahaan. Nah, berikut ini beberapa diantaranya :<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Struktur organisasi fungsional (<em>functional structure organization<\/em>)<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184430\/pexels-photo-3184430.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dapat dikatakan jika jenis struktur organisasi ini adalah yang paling umum digunakan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Di dalam struktur fungsional tersebut, pembagian kerjanya akan dilakukan berdasarkan pada fungsi dari masing-masing manajemen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diantaranya seperti Manajemen Pemasaran dan Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Manajemen Produksi, dan lain sebagainya. Setiap karyawan yang mempunyai <em>skill<\/em> serta keterampilan yang sama, akan dikelompokkan menjadi satu unit kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, inilah yang membuat jenis struktur organisasi tersebut sangat tepat untuk diterapkan dalam sebuah organisasi maupun perusahaan yang hanya menghasilkan beberapa jasa layanan atau jenis produk.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelebihan dari jenis struktur ini, yakni bisa menekan biaya operasional perusahaan, dan memudahkan tim manajerial untuk melakukan pengawasan serta evaluasi pada kinerja tiap karyawan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Struktur organisasi divisional (<em>divisional structure organization<\/em>)<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7433865\/pexels-photo-7433865.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur divisional merupakan jenis struktur organisasi yang melakukan pengelompokan berdasarkan pada jasa\/servis\/layanan, kesamaan produk, letak geografis, dan juga pasarnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk jenis struktur yang satu ini, lazimnya diterapkan dalam sebuah perusahaan dengan skala menengah sampai dengan perusahaan besar. Hal ini karena umumnya operasional yang dikeluarkan akan lebih tinggi apabila dibandingkan dengan jenis struktur fungsional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, dengan menerapkan struktur divisional ini, maka berarti perusahaan yang bersangkutan lebih mempunyai kemudahan dalam pengelolaan. Karena dapat memecah divisi-divisi di dalam sebuah perusahaan hingga menjadi bagian yang lebih kecil lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, struktur ini memiliki kelemahan yang terletak pada masalah alokasi sumber daya. Selain itu, perusahaan juga harus menyiapkan distribusi biaya-biaya yang diperlukan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Struktur organisasi lini<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7433921\/pexels-photo-7433921.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis struktur organisasi yang selanjutnya adalah struktur organisasi lini. Di dalam struktur yang satu ini, membuat hubungan antara atasan dengan bawahan terjadi secara langsung serta vertikal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dimana sejak dari pimpinan yang paling tinggi hingga dengan karyawan dengan jabatan terendah pun, dalam struktur ini dihubungkan dengan menggunakan garis wewenang atau yang sering disebut sebagai garis komando.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah mengapa jenis struktur ini juga lebih dikenal dengan struktur organisasi militer. Kelebihan dari struktur yakni adanya kesatuan dari pimpinan yang terletak pada satu orang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedangkan untuk kelemahannya, yaitu adanya ketergantungan pada satu orang di dalam struktur hirarkinya. Jenis organisasi ini memang sangat tepat apabila diterapkan dalam organisasi kecil seperti kedai nasi, bengkel, warung tegal, hingga rukun tetangga.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Struktur organisasi lini dan staff<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184436\/pexels-photo-3184436.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis struktur organisasi yang satu ini merupakan penggabungan antara beberapa kombinasi dari struktur organisasi lini dengan asas komando, namun tugas pimpinannya dibantu oleh beberapa staff.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam struktur ini, setiap staff mempunyai peranan untuk memberikan saran, bantuan pikiran, masukan, ide-ide, gagasan baru, dan juga data-data informasi yang dibutuhkan oleh pimpinannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur lini dan staff memang sangat cocok untuk diterapkan di dalam perusahaan berskala kecil, karena mempunyai kelebihan yakni pada tingginya kedisiplinan moral para karyawan yang sesuai dengan deskripsi tugasnya masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, solidaritas dari para karyawannya biasnya masih kurang, karena banyak dari mereka yang mungkin tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Struktur organisasi matriks (<em>matrix structure organization<\/em>)<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8485591\/pexels-photo-8485591.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur organisasi matriks merupakan bentuk dari struktur yang menggabungkan antara struktur fungsional dengan struktur divisional. Hal ini dilakukan dengan tujuan, agar bisa saling melengkapi dan juga menutupi kekurangan-kekurangan yang terdapat di dalam kedua struktur tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis struktur yang satu ini juga sering disebut dengan nama struktur proyek, karena setiap karyawan di dalam unit kerja struktur tersebut bertugas untuk mengerjakan berbagai proyek organisasi yang diberikan dan dibebankan kepadanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penerapan jenis struktur ini membuat terjadinya suatu sistem komando dimana seorang karyawan diharuskan memberikan laporan pada dua orang pimpinan, yakni pimpinan pada unit kerja divisional serta pimpinan secara fungsional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur matriks ini sangatlah cocok diterapkan di dalam perusahaan berskala besar sampai perusahaan-perusahaan tingkat multinasional, karena kemampuannya dalam mencapai tingkat koordinasi yang sangat diperlukan untuk menjawab berbagai tuntutan ganda yang ada pada lingkungan perusahaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. Struktur organisasi komite atau proyek<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1113px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8424530\/pexels-photo-8424530.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1123\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis struktur organisasi yang terakhir dan juga lazim digunakan oleh banyak perusahaan adalah struktur komite. Di dalam struktur organisasi ini, setiap tugas kepemimpinan serta tugas-tugas khusus yang lainnya harus dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan oleh sekelompok pejabat yang berupa dewan atau komite secara kolektif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Organisasi di dalam Komite, umumnya terdiri dari pimpinan komite (<em>Executive Committee<\/em>) yang merupakan pimpinan dengan kewenangan lini, serta <em>staff committee<\/em> yang merupakan karyawan dengan kewenangan sebagai staff.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelebihan dari jenis struktur ini yakni pelaksanaan pengambilan keputusan dapat berlangsung dengan baik, karena dilakukan melalui musyawarah bersama antara dewan dengan pemegang saham. Sedangkan untuk kelemahannya, ada pada penghindaran tanggung jawab apabila terjadi suatu masalah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor yang mempengaruhi struktur organisasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/9034242\/pexels-photo-9034242.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"struktur organisasi\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Ukuran Organisasi<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Small Business Administration<\/em> mendefinisikan rata-rata perusahaan kecil di dunia mampu yang menghasilkan $ 750.000 sampai $ 35 juta per tahun, serta mempunyai 100 hingga 1.500 karyawan. Nah, ukuran organisasi memiliki peran penting dalam pemilihan struktural yang akan dibuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya bisnis yang dimiliki hanya punya 10 karyawan. Maka paling baik adalah membuat struktur yang sederhana, di mana Sedulur dapat membuat serta menerapkan semua strategi dan proses, dengan sedikit keterlibatan dari manajemen menengah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tahap pengembangan bisnis<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam banyak kasus, perusahaan yang ada di tahap awal perkembangan, maka cenderung akan memusatkan kekuasaan serta otoritas di tangan pendiri, ataupun pada sekelompok kecil berupa penasihat terpercaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam tahap ini, banyak perusahaan yang belum memiliki desain formal. Hal ini karena pemilik belum menguasai faktor-faktor yang mempengaruhi struktur tersebut. Tetapi saat perusahaan memasuki fase pertumbuhan, maka kendali sering bergeser dari manajemen tingkat atas ke struktur yang lebih menyerupai piramida.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis strategi bisnis<\/strong><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedulur perlu mempertimbangkan cara dalam memposisikan perusahaan di pasar. Misalnya, jika Sedulur mengejar strategi diferensiasi untuk menjadi perusahaan yang merilis produk atau layanan terbaik, maka Sedulur harus punya struktur yang gesit dan juga merespons perubahan dengan cepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur datar akan terasa sangat ideal, karena karyawan akan diberdayakan untuk membuat keputusan cepat tanpa adanya persetujuan dari para pengawas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/ceo-adalah\/\">CEO: Pengertian, Tugas, Cara Menjadi &amp; Tanggung Jawabnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh jabatan dalam struktur organisasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/6476186\/pexels-photo-6476186.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa nama jabatan yang setidaknya akan selalu muncul dan terpampang di dalam sebuah struktur organisasi. Walaupun begitu, tidak ada batasan hanya untuk jabatan-jabatan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekali lagi, semuanya tergantung pada industri, jenis, skala, serta kebutuhan perusahaan. Nah, berikut ini struktur organisasi contoh jabatan yang ada di dalamnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Direksi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1113px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8424580\/pexels-photo-8424580.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1123\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Direksi adalah orang yang bertanggung jawab dan juga mempunyai wewenang dalam mengurus perseroan terbatas. Ya, jajaran direksi merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam sebuah perusahaan. Posisi dari direksi ini berada di paling atas dari semua jabatan dalam perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada umumnya, suatu perseroan mempunyai satu orang direktur utama, tiga wakil direktur utama, dan juga enam direktur. Akan tetapi, hal ini bisa saja mengikuti atau sesuai jenis perusahaan serta kebutuhannya. Jajaran direksi memiliki wewenang dalam mengambil keputusan terhadap perseroan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Direksi juga merupakan jabatan yang harus dapat mempertanggungjawabkan atas setiap keputusan yang diambil oleh perusahaan. Fungsi dari jajaran direksi sendiri, yakni sebagai penentu arah kemana perusahaan tersebut akan berjalan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja, seperti jenis bisnis apa yang akan dikembangkan, atau jenis produk apa yang perlu diproduksi. Direksi juga menjadi jabatan yang mengatur jadwal kegiatan yang akan dilakukan oleh perusahaan kedepannya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Manajer<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1111px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/90333\/pexels-photo-90333.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1121\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Manajer merupakan sebuah jabatan yang bertanggung jawab atas integrasi dari berbagai macam variabel dan juga karakteristik dari pegawainya dalam mencapai tujuan dari perusahaan. Keberadaan dari manajer ini tentu saja sangat penting, terkait dengan tugasnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, tugas dari manajer sendiri adalah membuat pengarahan dan keputusan, supervisi, kebijakan, dan juga mengembangkan potensi dari para karyawan supaya bisa membuat perusahaan menjadi lebih maju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, manajer tersebut diposisikan dalam tiap departemen atau divisi dan juga menjadi pengelola utama. Misalnya saja seperti manajer HRD, manajer pemasaran, manajer produksi, dan posisi manager yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pihak manajer akan menerima laporan dari <em>team leader<\/em> dan juga anggota yang lain. Kemudian menyampaikannya laporan tersebut kepada jajaran yang lebih tinggi, untuk menentukan tindakan yang harus diambil selanjutnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Divisi atau departemen<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1113px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/8424570\/pexels-photo-8424570.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1123\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk bagian yang berikutnya, ada bagian divisi atau yang juga sering disebut sebagai departemen. Bagian yang satu ini, dipimpin oleh seseorang dengan jabatan kepala divisi (atau bisa juga disebut dengan kepala departemen) yang mempunyai tugas untuk memimpin orang bidang tugas di dalam departemennya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat berbagai jenis departemen atau divisi yang ada di dalam sebuah struktur organisasi perusahaan, sesuai dengan karakteristik dari perusahaan itu sendiri. Di antaranya seperti departemen HRD &amp; GA, departemen pemasaran dan penjualan, departemen produksi, dan masih banyak lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setiap departemen tentu saja memiliki tugas, dan juga peranannya masing-masing. Dan semua kegiatan yang dilakukan dalam departemen tersebut, akan menjadi tanggungjawab dari kepala divisi atau kepala departemen.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Administrasi dan Gudang<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184428\/pexels-photo-3184428.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk jabatan yang berikutnya ini, terdiri dari beberapa bagian yang meliputi CMT, accounting, dan kasir. Tugasnya dari bagian adalah untuk mengatur keuangan perusahaan dan juga mencatat setiap pemasukan serta pengeluaran, bahkan juga mengurus hal-hal yang berhubungan erat dengan <em>outsourcing<\/em>.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tips dalam merancang struktur organisasi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184430\/pexels-photo-3184430.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, bagi Sedulur yang sedang berencana untuk membuat sebuah struktur organisasi sekolah, perusahaan, perkumpulan, ataupun organisasi, maka berikut ini beberapa saran atau tips yang perlu untuk selalu diingat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Rancang struktur sesuai dengan visi dan misi<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184422\/pexels-photo-3184422.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum membuat suatu susunan perusahaan yang baku, pastikan terlebih dulu jika visi, misi, dan juga tujuan atau sasaran organisasi sudah dibuat dengan jelas dan benar-benar matang. Ya, tak jarang beberapa pihak, terutama perusahaan <em>startup<\/em> yang terlalu terburu-buru dalam membuat struktur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mereka melakukannya tanpa memperhatikan dengan jelas tentang apa yang diharapkan dari organisasi perusahaan yang telah dibangunnya tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka dari itu, hindari untuk membuat bagan organisasi tanpa adanya simpulan tujuan organisasi secara jelas. Di dalam organisasi sendiri, ada dua hal penting yang perlu dicamkan, yakni mutu organisasi serta birokrasi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Rancang setelah merumuskan bisnis<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3184416\/pexels-photo-3184416.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tips penting yang juga harus diperhatikan dalam membuat struktur perusahaan selanjutnya, yakni mengetahui sasaran bisnis yang akan dicapai. Cobalah untuk merumuskan apa saja bisnis yang nantinya akan dijalani dan apa saja sasaran dari perusahaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Entah itu secara langsung atau tidak, hal ini akan sangat membantu dalam mengenal bisnis, proses maupun aktivitas apa saja yang diperlukan untuk menghasilkan produk dari organisasi perusahaan yang dijalankan. Dengan demikian, maka proses pengembangan struktur dengan kejelasan aktivitas akan lebih mudah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Pertimbangkan bakat dan talenta pekerja<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3182835\/pexels-photo-3182835.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Langkah selanjutnya yang wajib untuk dilakukan, yakni melakukan analisis dan juga pengamatan terhadap kemungkinan tersimpannya keahlian-keahlian yang dimiliki oleh pekerja. Bisa saja selama ini organisasi mempunyai banyak talenta yang tersimpan, namun tidak ditemukan, digunakan, maupun dioptimalkan untuk pertumbuhan serta kemajuan perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka dari itu, bagi pemilik perusahaan sangatlah penting untuk mengenali karakter serta kemampuan dari karyawan yang bekerja di dalamnya. Sehingga, dengan menggunakan talenta yang ada dan mengoptimalkan bakatnya, akan membuat perusahaan atau bisnis bisa maju dan berjalan dengan lebih baik lagi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada hal ini, pada akhirnya akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana sebuah organisasi berjalan dan perilaku organisasi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Pertimbangkan usia pekerja<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3182748\/pexels-photo-3182748.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di dalam jenjang karir, terdapat enam tahapan yang harus dilalui oleh seseorang. Mulai dari masa <em>Trial<\/em>, <em>Establishment<\/em>, <em>Transition<\/em>, <em>Growth<\/em>, <em>Maintenance<\/em> dan <em>Withdrawal<\/em>. Di dalam agenda pembentukan struktur organisasi perusahaan, faktor usia menjadi salah satu yang harus dipertimbangkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, kita mampu menempatkan mereka dalam posisi atau jabatan-jabatan yang telah dirancang. Ya, usia bisa menjadi salah satu indikator umum dari tingkat kematangan, kedewasaan, dan juga kecekatan dalam melakukan pekerjaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada umumnya, perusahaan akan menepatkan orang-orang yang lebih berpengalaman atau yang lebih tua pada posisi yang lebih tinggi daripada yang masih muda. Tidak hanya dari umur, pengalaman juga berperan penting di dalam hal ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Posisi\/jabatan yang tidak sesuai dengan kompetensi karyawan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3760529\/pexels-photo-3760529.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bukan menjadi rahasia lagi, apabila di dalam sebuah perusahaan tidak akan selalu ada posisi yang terbaik bagi setiap pekerja. Sering kali talenta, <em>background<\/em> pendidikan, dan juga kemampuan yang dibutuhkan tidak selalu ada dalam diri pekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya itu, posisi yang ditempati oleh para pekerja juga tidak selalu sesuai dengan bakat dan juga talenta yang dimiliki oleh mereka. Nah, untuk membentuk susunan organisasi yang tepat dan ideal, maka perlu juga mempertimbangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki pekerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, ketika hal ini tidak selalu terwujud dan memberikan efek yang positif untuk perusahaan. Ada juga potensi untuk menimbulkan masalah pada saat di lapangan. Jika hal itu terjadi, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap struktur yang sudah ada.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. <em>Berlakukan Self \u2013 Assessment<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7793126\/pexels-photo-7793126.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada saat operasional perusahaan sudah berjalan dalam beberapa waktu, mungkin kita harus melakukan evaluasi ulang terkait dengan penempatan posisi dari setiap pekerja. Kegiatan tersebut dinamakan sebagai <em>self-assessment<\/em> alias menilai diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Self-assessment<\/em> itu mungkin perlu untuk dilakukan dengan tujuan memastikan jika jabatan mereka pada saat ini masih relevan dengan bakat dan juga talenta yang mereka miliki. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hindarilah untuk menempatkan seseorang pekerja tanpa mempertimbangkan talenta dan talenta milik mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebab, hal ini bisa dipastikan akan membuat para pekerja menunjukkan kinerja rendah. Menurut fakta, seseorang yang menjalani pekerjaan sesuai dengan bakat dan talenta, itu jauh akan lebih produktif. Dan tentu saja, hal ini akan berdampak positif bagi perusahaan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>7. Buat struktur organisasi perusahaan yang ramping<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/6224\/hands-people-woman-working.jpg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ramping namun tetap efisien. Ya, itulah bentuk dari struktur organisasi terbaik yang sudah pasti diimpikan oleh setiap pemilik perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur tersebut, sebaiknya memang harus memperhatikan prinsip kerampingan, dengan tujuan untuk menghindari birokrasi rumit yang hanya akan memperlambat operasional.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, sebagai langkah awal, mungkin kita hanya perlu membuat struktur jabatan yang dirasa cukup vital alias yang wajib dimiliki oleh perusahaan saja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat perusahaan masih berkembang (belum besar) dan personil-personil yang dimiliki masih bisa menangani beberapa bidang pekerjaan, maka bisa membuat struktur organisasi perusahaan dengan bentuk yang ramping.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, mungkin kita juga tidak perlu membuat divisi Humas, pada saat urusan tersebut masih dapat ditangani oleh divisi yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, saat perusahaan sudah mulai berkembang besar dan urusan yang ditangani sudah makin kompleks, tentu sah-sah saja untuk mengembangkan struktur dari perusahaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/inovasi-adalah\/\">Inovasi: Pengertian, Ciri ciri, Manfaat &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, itulah beberapa hal mengenai struktur organisasi yang perlu Sedulur tahu. Walaupun terkesan sederhana dan sering dikesampingkan, namun dalam sebuah perusahaan hal ini sangat penting.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Secara tidak langsung, adanya struktur ini akan menunjukkan jati diri dari seseorang yang ada di dalam perusahaan tersebut. Pekerjaan mereka juga akan jadi lebih mudah, karena pembagiannya sudah jelas.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> sekarang!<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong> <\/a>aja!<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":52422,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6276,6275],"class_list":["post-47339","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-organisasi","tag-struktur-organisasi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis &amp; Cara Menyusun<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Struktur organisasi adalah suatu garis bertingkat yang digunakan untuk mendefinisikan suatu hierarki dalam sebuah organisasi di mana..\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis &amp; Cara Menyusun\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Struktur organisasi adalah suatu garis bertingkat yang digunakan untuk mendefinisikan suatu hierarki dalam sebuah organisasi di mana..\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-05T18:30:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-29T04:18:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/strukturorganisasi-secret-marten.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"690\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"542\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"20 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/strukturorganisasi-secret-marten.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/strukturorganisasi-secret-marten.webp\",\"width\":690,\"height\":542,\"caption\":\"struktur organisasi\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/\",\"name\":\"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis & Cara Menyusun\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-05-05T18:30:09+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-29T04:18:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Struktur organisasi adalah suatu garis bertingkat yang digunakan untuk mendefinisikan suatu hierarki dalam sebuah organisasi di mana..\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis &#038; Cara Menyusun\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis & Cara Menyusun","description":"Struktur organisasi adalah suatu garis bertingkat yang digunakan untuk mendefinisikan suatu hierarki dalam sebuah organisasi di mana..","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis & Cara Menyusun","og_description":"Struktur organisasi adalah suatu garis bertingkat yang digunakan untuk mendefinisikan suatu hierarki dalam sebuah organisasi di mana..","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-05-05T18:30:09+00:00","article_modified_time":"2022-04-29T04:18:31+00:00","og_image":[{"width":690,"height":542,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/strukturorganisasi-secret-marten.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"20 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/strukturorganisasi-secret-marten.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/strukturorganisasi-secret-marten.webp","width":690,"height":542,"caption":"struktur organisasi"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/","name":"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis & Cara Menyusun","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-05-05T18:30:09+00:00","dateModified":"2022-04-29T04:18:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Struktur organisasi adalah suatu garis bertingkat yang digunakan untuk mendefinisikan suatu hierarki dalam sebuah organisasi di mana..","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-organisasi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Struktur Organisasi: Pengertian, Fungsi, Jenis &#038; Cara Menyusun"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47339"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47339"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":52423,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47339\/revisions\/52423"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}