{"id":47029,"date":"2022-04-08T15:00:26","date_gmt":"2022-04-08T08:00:26","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=47029"},"modified":"2022-04-08T10:18:56","modified_gmt":"2022-04-08T03:18:56","slug":"contoh-hipotesis-penelitian","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/","title":{"rendered":"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat akan menulis sebuah naskah artikel ilmiah atau publikasi tentang sebuah riset, kita akan menghadapi yang dinamakan hipotesis. Menurut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Encyclopedia of Survey Research Methods <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang diedit Paul J. Lavrakas, hipotesis penelitian adalah proposisi atau pernyataan tentang prediksi hasil sebuah penelitian atau studi yang jelas, spesifik, dan bisa diuji.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ia berlaku untuk studi kualitatif maupun kuantitatif dan merupakan kewajiban untuk dicantumkan dalam sebuah naskah akademik. Jika kamu sedang mengerjakan tugas akhir, skripsi, ataupun tesis, yuk belajar bareng beberapa contoh hipotesis penelitian berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/cara-membuat-makalah\/\">Cara Membuat Makalah yang Baik &amp; Benar Sesuai Strukturnya<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Cara merumuskan hipotesis\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47061\" aria-describedby=\"caption-attachment-47061\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47061 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-katerina-holmes-5905435-570x468.jpg\" alt=\"contoh hipotesis penelitian\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47061\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Seperti yang sudah dijelaskan di perkenalan, hipotesis adalah proposisi atau prediksi tentang hasil studi. Tentunya ia dibuat dengan cara yang tidak serampangan. Ada beberapa langkah untuk merumuskan hipotesis yang benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kumpulkan sebanyak mungkin informasi tentang sebuah isu atau topik yang akan diteliti. Bisa dari jurnal atau artikel ilmiah, buku, atau sebuah studi kasus.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah itu, cari<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> niche<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menarik dari informasi tersebut yang kiranya menggelitik untuk diteliti lebih jauh. Dari berbagai informasi ini, Sedulur bisa membuat rumusan masalah atau pertanyaan inti dari sebuah naskah akademik.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hipotesis adalah jawaban prediksi dari rumusan masalah. Ia harus terdiri dari dua variabel yang saling berkaitan, yaitu variabel dependen dan independen.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hipotesis tersebut haruslah objektif, bukan pandangan subjektif belaka apalagi asumsi. Harus ada latar belakang yang mendasari Sedulur menuliskan hipotesis atau proposisi tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Uji hipotesis\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47067\" aria-describedby=\"caption-attachment-47067\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47067 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-tima-miroshnichenko-9572676-570x426.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47067\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setelah membuat hipotesis, kita akan masuk dalam fase uji hipotesis. Dalam prosesnya, kita akan berkenalan dengan dua terma yaitu H0 dan H1. H0 adalah hipotesis nol atau netral yang digunakan sebagai parameter kebenaran dan akurasi H1. Sementara, H1 adalah hipotesis yang diusulkan peneliti terkait masalah atau kasus yang akan dibahas. Tujuan penelitian adalah membuktikan apakah H1 memiliki kecenderungan benar, sehingga skenario yang bisa terjadi seperti ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menolak H0 dan menerima H1 karena bukti-bukti yang cukup dan mengarah pada kecenderungan H1.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak menolak H0 karena bukti-bukti yang mendukung H1 kurang atau tidak cukup kuat.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bisa dilihat bahwa, tidak menolak H0 tidak berarti H0 benar. Pernyataan tidak menolak H0 adalah cara untuk menujukkan bahwa belum ada cukup bukti yang bisa mendukung proposisi H1.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/tips\/cara-menggunakan-mendeley-di-word\/\">Cara Menggunakan Mendeley di Word untuk Daftar Pustaka<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Hipotesis untuk penelitian kualitatif\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47066\" aria-describedby=\"caption-attachment-47066\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47066 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-tima-miroshnichenko-9572561-570x426.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47066\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Merujuk University of Texas Arlington, penelitian kualitatif adalah proses penelitian yang berusaha mengulik secara dalam sebuah fenomena sosial di dalam latar alamiahnya. Kebanyakan akan fokus pada pertanyaan bagaimana dan mengapa ketimbang apa. Penelitian dengan metode ini akan bertemu pada pengalaman langsung seorang manusia atau subjek penelitian ketimbang data statistik. Penelitian jenis ini biasanya mengulik kehidupan manusia dalam bentuk analisa sejarah, biografi atau profil subjek penelitian, etnografi, studi kasus, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Berikut contoh hipotesis penelitian kualitatif<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">H0 : Gaya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> orang tua tidak berpengaruh pada kepribadian anak saat dewasa<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">H1 : Gaya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> parenting<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> orang tua berpengaruh pada kepribadian anak saat dewasa<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk membuktikan hipotesis ini, peneliti bisa melakukan wawancara mendalam, pengamatan, hingga mengajak subjek penelitian yaitu anak dan orang tuanya untuk berinteraksi dan berdiskusi (focus group discussion).\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Namun, ada pula jenis penelitian kualitatif deskriptif yang berarti penelitian kualitatif yang memanfaatkan data-data kuantitatif untuk dijabarkan secara deskriptif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Contoh hipotesis penelitian kualitatif deskriptif<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H0 : Perempuan berpenghasilan lebih tinggi dari laki-laki dan memiliki akses pendidikan yang setara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H1 : Perempuan berpenghasilan lebih rendah dari laki-laki karena akses pendidikan tidak setara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Untuk hipotesis macam ini, peneliti akan mengambil sejumlah data numerik untuk mendukung hipotesisnya dan mendeskripsikannya temuan mereka secara kualitatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Hipotesis untuk penelitian kuantitatif\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47065\" aria-describedby=\"caption-attachment-47065\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47065 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-cottonbro-4769486-570x468.jpg\" alt=\"contoh hipotesis penelitian\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47065\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berkebalikan dengan penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif menyimpulkan sebuah fenomena dengan mengeksplorasi pola numerik atau data kuantitatif lainnya. Misalnya pendapatan harian seorang buruh bangunan, durasi screentime seorang anak usia 1-12 tahun dalam sehari, dan lain sebagainya. Untuk mendapatkannya, seorang peneliti akan membagikan kuesioner atau mengamati pola perilaku yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk data numerik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh hipotesis penelitian kuantitatif<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H0 : Kunyit tidak memiliki sifat antibakterial dan antifungal\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H1 : Kunyit memiliki sifat antibakterial dan antifungal<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Maka peneliti harus membuktikan apakah benar kunyit memiliki sifat tersebut. Biasanya akan ada indikator seperti berapa persentase bakteri dan jamur yang terbunuh, jenis bakteri dan jamur apa yang diuji, dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh hipotesis penelitian pengaruh<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">H0 : Sistem belajar mendadak atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> cramming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebelum ujian tidak berdampak pada skor siswa\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">H1 : Sistem belajar mendadak atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> cramming <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">sebelum ujian berdampak pada skor siswa\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengaruh sebenarnya bisa dipakai untuk metode kualitatif maupun kuantitatif sekaligus. Hanya saja beda pada cara pembuktian dan penarikan kesimpulan. Saat akan membahas pengaruh dalam penelitian kualitatif, peneliti harus menemukan beberapa bukti pendukung dari wawancara dan testimoni subjek penelitian. Sementara, peneliti kuantitatif akan mencari pengaruh dari indikator lainnya misalnya data yang ia dapatkan dari survei dan lain sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/cara-membuat-kuesioner\/\">Cara Membuat Kuesioner dengan Google Form untuk Penelitian<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Contoh uji hipotesis penelitian\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47069\" aria-describedby=\"caption-attachment-47069\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47069 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-andrea-piacquadio-3932570-570x426.jpg\" alt=\"contoh hipotesis penelitian\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47069\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh hipotesis penelitian h0 dan h1 banyak dipakai untuk ilmu statistik dan ilmu hukum. Misalnya aplikasinya dalam bidang hukum adalah sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H0 : Terdakwa tidak bersalah atas tuduhan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H1 : Terdakwa bersalah atas tuduhan\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">H1 bisa diterima apabila ditemukan bukti-bukti yang kuat dan mengarah pada proposisi bahwa terdakwa bersalah atas tuduhan yang ditimpakan padanya. Ketika, nantinya tidak cukup bukti, maka bukan berarti proposisi bahwa ia tidak bersalah akan diberlakukan. Biasanya pengadilan dan jaksa penuntut akan diberi waktu untuk mencari bukti-bukti tambahan untuk membuktikan kebenaran H1.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Syarat sebuah hipotesis yang baik<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_47060\" aria-describedby=\"caption-attachment-47060\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-47060 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/pexels-andrea-piacquadio-3807755-570x427.jpg\" alt=\"contoh hipotesis penelitian\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-47060\" class=\"wp-caption-text\"><\/span> <span style=\"color: #000000;\">Pexels<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hipotesis harus menyatakan dengan jelas dan spesifik topik utama penelitian.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Harus mengandung variabel independen dan independen. Ikuti rumus berikut: &#8220;jika sesuatu dilakukan, maka akan ada hal yang tercipta atau terpengaruh atau terjadi.&#8221;\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hipotesis harus bisa diuji dan diteliti, bukan hanya asumsi asal belaka. Sedulur harus memikirkan metode, pendekatan, dan instrumen penelitian yang akan dipakai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hipotesis tidak harus selalu benar atau salah. Akan lebih baik bila ada kemungkinan keduanya, sehingga sebuah uji atau penelitian pun menjadi krusial untuk dilaksanakan. Bila jawabannya sudah jelas, maka penelitian tidak lagi menarik dan tidak mengundang tanya atau rasa penasaran.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berbagai contoh hipotesis penelitian dalam skripsi di atas bisa jadi inspirasi untuk Sedulur. Memang bukan perkara mudah merumuskannya. Diperlukan riset awalan dulu dengan membaca literatur terkait atau setidaknya melakukan survei awal pada kandidat subjek penelitian. Namun, bukan hal mustahil pula untuk diselesaikan. Selamat berkarya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <\/span><\/i><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> aja!<\/span><\/i><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":47186,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6232,6231,6233],"class_list":["post-47029","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-contoh-hipotesis-penelitian","tag-hipotesis-penelitian","tag-penelitian"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sedang di tahap menulis bab awal sebuah skripsi atau jurnal? Berikut beberapa contoh hipotesis penelitian yang bisa jadi referensimu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sedang di tahap menulis bab awal sebuah skripsi atau jurnal? Berikut beberapa contoh hipotesis penelitian yang bisa jadi referensimu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-08T08:00:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-08T03:18:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/11-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/11-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/11-3.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"contoh hipotesis penelitian\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/\",\"name\":\"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-08T08:00:26+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-08T03:18:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Sedang di tahap menulis bab awal sebuah skripsi atau jurnal? Berikut beberapa contoh hipotesis penelitian yang bisa jadi referensimu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya","description":"Sedang di tahap menulis bab awal sebuah skripsi atau jurnal? Berikut beberapa contoh hipotesis penelitian yang bisa jadi referensimu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya","og_description":"Sedang di tahap menulis bab awal sebuah skripsi atau jurnal? Berikut beberapa contoh hipotesis penelitian yang bisa jadi referensimu.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-08T08:00:26+00:00","article_modified_time":"2022-04-08T03:18:56+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/11-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/11-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/11-3.jpg","width":682,"height":536,"caption":"contoh hipotesis penelitian"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/","name":"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-08T08:00:26+00:00","dateModified":"2022-04-08T03:18:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Sedang di tahap menulis bab awal sebuah skripsi atau jurnal? Berikut beberapa contoh hipotesis penelitian yang bisa jadi referensimu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-hipotesis-penelitian\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Contoh Hipotesis Penelitian Beserta Pengertian dan Jenisnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47029"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=47029"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47029\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47185,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/47029\/revisions\/47185"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/47186"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=47029"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=47029"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=47029"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}