{"id":46698,"date":"2022-04-06T17:30:18","date_gmt":"2022-04-06T10:30:18","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=46698"},"modified":"2022-04-06T11:51:48","modified_gmt":"2022-04-06T04:51:48","slug":"cancel-culture-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/","title":{"rendered":"Cancel Culture: Pengertian, Dampak &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Cancel culture<\/em> adalah fenomena yang sering kita saksikan belakangan ini, terutama yang menimpa artis dan selebritas di luar negeri, misalnya dari Korea Selatan. Meskipun secara sederhana kita bisa memahami pengertian <em>cancel culture<\/em>, namun secara definisi kita sulit menjelaskannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, untuk mengisi kebutuhan akan pemahaman tersebut, artikel kali ini akan membahas fenomena <em>cancel culture<\/em>. <em>Cancel culture<\/em> adalah hal yang seakan menjadi tren di kalangan selebritas. Kira-kira, seberapa besar dampak yang diberikan dari sebuah peristiwa <em>cancel culture<\/em> itu, ya? Yuk, simak tuntas ulasannya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/afk-adalah\/\">Arti AFK adalah? Kepanjangan &amp; Penjelasannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian <em>cancel culture<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46700\" aria-describedby=\"caption-attachment-46700\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46700\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/1.-Fajar-Pendidikan-570x409.png\" alt=\"cancel culture\" width=\"570\" height=\"409\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46700\" class=\"wp-caption-text\">Fajar Pendidikan<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Culture cancel<\/em> adalah budaya memboikot seseorang yang dianggap bermasalah secara massal dan meresahkan publik. Pemicu terjadinya <em>cancel culture<\/em> biasanya adalah tindakan seseorang saat melakukan sesuatu atau mengatakan hal yang dianggap tidak pantas dan menyinggung masyarakat luas. Praktik boikot secara massal ini juga diikuti dengan menghentikan dukungan kepada seseorang tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budaya <em>cancel culture<\/em> adalah sebuah tradisi yang muncul akibat ketidaksukaan secara masif dari masyarakat terhadap tingkah laku seseorang. Hal ini tentu saja memberikan dampak yang buruk, terutama bagi target yang menjadi sasaran dari <em>cancel culture<\/em>. Bukan hanya terhadap korban, <em>cancel culture<\/em> juga memberikan dampak psikis bagi pelaku dan pengamat yang dalam hal ini adalah masyarakat itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Dampak <em>cancel culture<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46701\" aria-describedby=\"caption-attachment-46701\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46701\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/2.-The-Times-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46701\" class=\"wp-caption-text\">The Times<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bahaya <em>cancel culture<\/em> adalah hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal kesehatan mental. Namun bukan hanya berdampak pada kesehatan mental saja, ada beberapa dampak lain yang ditimbulkan. Terutama pada persoalan karier dan popularitas seseorang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini tentu menjadi jawaban dari pertanyaan apakah <em>cancel culture<\/em> baik? Tentu saja tidak, jika menimbang beberapa dampak yang akan didapatkan bagi seseorang yang terlibat dalam <em>cancel culture<\/em> itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Dampak bagi korban<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46702\" aria-describedby=\"caption-attachment-46702\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46702\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/3.-NBC-News-570x428.webp\" alt=\"cancel culture\" width=\"570\" height=\"428\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46702\" class=\"wp-caption-text\">NBC News<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak <em>cancel culture<\/em> adalah efek yang ditimbulkan dari seseorang yang menjadi korban, pelaku, hingga pengamat atau penonton dari fenomena <em>cancel culture<\/em> itu sendiri. Bagi korban, <em>cancel culture<\/em> akan memberikan dampak psikis yang berat, tetapi di lain sisi membuat korban memahami apa yang menjadi kesalahannya dan melakukan evaluasi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buntutnya, akan terjadi praktik <em>bullying<\/em> kepada korban yang semakin membebani psikis korban itu sendiri. Ini dampak dalam hal kesehatan mental. Sementara itu, kehilangan pekerjaan merupakan dampak lain yang bisa dirasakan oleh korban dalam praktik <em>cancel culture<\/em> itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Dampak bagi pelaku<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46703\" aria-describedby=\"caption-attachment-46703\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46703\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/4.-Metro-Kaltara-570x427.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46703\" class=\"wp-caption-text\">Metro Kaltara<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak selalu korban yang merasakan dampak pada fenomena <em>cancel culture<\/em> ini, namun juga pelaku yang menggagas <em>cancel culture<\/em> itu sendiri. Kendati fenomena ini mustahil dilakukan secara indivudu, namun bagi masing-masing pelakunya akan merasakan emosi negatif seperti kesal marah hingga frustasi. Pelaku juga akan mengalami penurunan tingkat empati dan memiliki kecenderungan untuk menolak mendengarkan hingga memahami posisi korban dari <em>cancel culture<\/em> itu sendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Dampak bagi penonton\/pengamat<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46704\" aria-describedby=\"caption-attachment-46704\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46704\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/5.-Hello-Sehat-570x468.jpg\" alt=\"cancel culture\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46704\" class=\"wp-caption-text\">Hello Sehat<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat yang menonton atau mengamati fenomena <em>cancel culture<\/em> juga akan mengalami dampak negatif. <em>Cancel culture<\/em> adalah fenomena yang negatif, masyarakat yang menyaksikan fenomena ini akan diliputi perasaan takut dan khawatir. Bisa saja suatu saat fenomena ini menimpa dirinya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, pihak yang mengamati fenomena <em>cancel culture<\/em> juga bisa mengalami rasa cemas bahwa orang lain akan menemukan suatu hal pada dirinya yang bisa digunakan untuk melawannya di kemudian hari.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Terjadinya <em>bullying<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46705\" aria-describedby=\"caption-attachment-46705\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-46705\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/6.-iStock.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"380\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/6.-iStock.jpg 509w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/6.-iStock-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/6.-iStock-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46705\" class=\"wp-caption-text\">iStock<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak buruk lainnya, selain yang dirasakan oleh pelaku dan masyarakat yang menonton atau mengamati, yaitu bagi korban itu sendiri. Korban akan mengalami <em>bullying<\/em>, karena ujung dari <em>cancel culture<\/em> adalah <em>bullying<\/em> itu sendiri. Hal ini akan sangat berdampak pada kesehatan mental korban tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Kehilangan pekerjaan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46706\" aria-describedby=\"caption-attachment-46706\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46706\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/7.-Foot-Hill-Dragon-Press-570x468.png\" alt=\"cancel culture\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46706\" class=\"wp-caption-text\">Foot Hill Dragon Press<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Cancel culture<\/em> adalah sebuah fenomena yang berbahaya, pasalnya salah satu dampak yang bisa terjadi adalah kehilangan pekerjaan. Ambil contoh korban yang menjadi sasaran <em>cancel culture<\/em>, perusahaan yang menaungi mereka atau <em>brand-brand<\/em>\u00a0 yang bekerja sama dengannya akan memutus kontrak kerja karena termakan opini publik atau tidak luput dari serangan ancaman boikot massal.<\/span><\/p>\n<h2>6. Budaya tanpa pertimbangan<\/h2>\n<figure id=\"attachment_46707\" aria-describedby=\"caption-attachment-46707\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46707\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/8.-Tirto.ID_-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46707\" class=\"wp-caption-text\">Tirto.ID<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak <em>cancel culture<\/em> adalah efek yang ditimbulkan jika fenomena ini terus terjadi. Salah satu dampak yang bisa memengaruhi tatanan masyarakat adalah dapat memberikan budaya tanpa pertimbangan dan penelurusan lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karenanya, tidak jarang kasus <em>cancel culture<\/em> ini cenderung berat sebelah karena orang-orang menghujat tanpa terlebih dahulu mencari tahu kebenaran atau sudut pandang masalah dari sisi lainnya. Selain itu, orang-orang pun jadi terbiasa mempermalukan orang lain tanpa memikirkan bagaimana perasaan target.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/koda-adalah\/\">Koda adalah: Pengertian, Struktur, Fungsi &amp; Penerapannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tips mencegah dampak buruk <em>cancel culture<\/em> bagi kesehatan mental<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46708\" aria-describedby=\"caption-attachment-46708\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46708\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9.-Merahmuda-570x468.jpg\" alt=\"cancel culture\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46708\" class=\"wp-caption-text\">Merahmuda<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah menyimak penjelasan di atas, mulai dari pengertian, dampak hingga contoh <em>cancel culture<\/em> di Indonesia, Sedulur perlu mengetahui beberapa tips untuk menghindari dampak buruk dari <em>cancel culture <\/em>itu sendiri, terutama bagi kesehatan mental korban. Berikut tipsnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Biasakan untuk berpikir dua kali sebelum mengunggah suatu konten di media sosial. Ingat, jejak digital tidak akan hilang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hindari mengunggah sesuatu di media sosial saat sedang merasa emosi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Biasakan mengkritik orang lain sewajarnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lakukan detoks media sosial secara berkala, terlebih bila sedang merasa cemas atau kewalahan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Curhatlah kepada orang-orang yang dipercaya seperti keluarga atau sahabat, apabila Sedulur menjadi korban <em>cancel culture<\/em>.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh kasus <em>cancel culture<\/em><\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_46709\" aria-describedby=\"caption-attachment-46709\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-46709\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/10.-Kalteng-Today-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-46709\" class=\"wp-caption-text\">Kalteng Today<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berdasarkan penjelasan di atas, terdapat beberapa contoh kasus di Indonesia terkait <em>cancel culture<\/em>. Selebritas seperti Saiful Jamil dan Gofar Hilman misalnya, pernah menjadi korban dari <em>cancel culture<\/em> itu sendiri. Saiful Jamil setelah keluar dari penjara mendapat sambutan boikot dari masyarakat, imbasnya Saiful Jamil akhirnya tidak bisa muncul lagi di media elektronik atau digital.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gofar Hilman juga bernasib sama, marak kabar yang belum jelas tentang dugaan pelecehan seksual yang dilakukan olehnya, membuat Gofar harus kehilangan banyak pekerjaan. Mulai dari kontrak dengan <em>brand<\/em>, hingga kehilangan saham dan didepak dari perusahaan yang dibangunnya sendiri bersama kawan-kawannya. Secara perlahan Gofar pun mulai mundur dan jarang terlihat di media digital dan media elektronik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dampak dari <em>cancel culture<\/em> memang sangat membahayakan, tentu banyak artis dan publik figur lainnya pernah mengalami sebagai korban dalam budaya ini. Baik di Indonesia atau di negara lainnya secara internasional. Fenomena ini memang bertendensi negatif dan memberikan dampak yang buruk bagi banyak aspek kehidupan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Cancel culture<\/em> adalah sebuah fenomena populer yang menjerat orang yang tenar, terutama artis dan selebritas. Sebagaimana yang dapat Sedulur baca dalam penjelasan di atas. Semoga penjelasan di atas bisa membuat Sedulur lebih paham terkait istilah dan fenomena yang tengah hangat saat ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> sekarang!<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> aja!<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":46699,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[6155,6156],"class_list":["post-46698","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-cancel-culture","tag-cancel-culture-adalah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cancel Culture: Pengertian, Dampak &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan. Pahami terkait fenomena ini secara mendalam di artikel berikut.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cancel Culture: Pengertian, Dampak &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Yuk, pahami terkait fenomena ini secara mendalam di bawah ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-06T10:30:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-06T04:51:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Cancel Culture: Pengertian, Dampak &amp; Contohnya\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Yuk, pahami terkait fenomena ini secara mendalam di bawah ini.\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"cancel culture\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/\",\"name\":\"Cancel Culture: Pengertian, Dampak & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-06T10:30:18+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-06T04:51:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan. Pahami terkait fenomena ini secara mendalam di artikel berikut.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cancel Culture: Pengertian, Dampak &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cancel Culture: Pengertian, Dampak & Contohnya","description":"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan. Pahami terkait fenomena ini secara mendalam di artikel berikut.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cancel Culture: Pengertian, Dampak & Contohnya","og_description":"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Yuk, pahami terkait fenomena ini secara mendalam di bawah ini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-06T10:30:18+00:00","article_modified_time":"2022-04-06T04:51:48+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Cancel Culture: Pengertian, Dampak & Contohnya","twitter_description":"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan ini. Yuk, pahami terkait fenomena ini secara mendalam di bawah ini.","twitter_image":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/9-2.jpg","width":682,"height":536,"caption":"cancel culture"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/","name":"Cancel Culture: Pengertian, Dampak & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-06T10:30:18+00:00","dateModified":"2022-04-06T04:51:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Cancel culture adalah fenomena yang marak terjadi beberapa tahun belakangan. Pahami terkait fenomena ini secara mendalam di artikel berikut.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/cancel-culture-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cancel Culture: Pengertian, Dampak &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46698"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46698"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46698\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46805,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46698\/revisions\/46805"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46699"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46698"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46698"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46698"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}