{"id":46381,"date":"2022-04-07T16:15:52","date_gmt":"2022-04-07T09:15:52","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=46381"},"modified":"2022-04-07T10:21:53","modified_gmt":"2022-04-07T03:21:53","slug":"perang-padri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/","title":{"rendered":"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang &#038; Akhir Perang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang diketahui, kemerdekaan Indonesia tidak didapatkan dengan mudah begitu saja. Butuh perjuangan keras yang dilakukan oleh para pahlawan dalam mendapatkan kemerdekaan bahkan melalui peperangan, salah satunya adalah Perang Padri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang jika Perang Padri merupakan salah satu peperangan terlama yang terjadi selama masa perjuangan melawan para penjajah. Pada awalnya, perang ini terjadi akibat perbedaan prinsip tentang agama antara Kaum Padri dengan Kaum Adat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, lama-lama perang tersebut menjadi perjuangan untuk melawan penjajah Belanda. Hal ini karena Kaum Adat dan Kaum Padri justru bergabung menjadi satu dan berjuang melawan Belanda. Untuk lebih jelasnya, simak informasi berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/\">Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &amp; Masa Keruntuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Mengenal Perang Padri<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/mmc.tirto.id\/image\/otf\/1024x535\/2017\/02\/26\/fgvegwerg.jpg\" alt=\"perang padri singkat\" width=\"1024\" height=\"535\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Tirto<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perang Padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Bisa dibilang Ini adalah perang saudara yang dulunya pernah terjadi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perang Padri latar belakang berawal dari masalah agama (Islam) dan adat sebelum penjajah Belanda masuk dan ikut campur tangan ke dalam masalah tersebut. Pertikaian yang terjadi antara sesama orang Minang tersebut berlangsung pada awal abad ke-17 Masehi yakni dari 1803 sampai 1838.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, ada juga beberapa sumber yang menyebutkan perang padri 1821 sampai 1837. Terlepas dari itu semua, ada beberapa golongan yang terlibat di dalam perang ini, yakni Kaum Padri (kelompok agamis), Kaum Adat, dan Belanda yang menggunakan taktik licik untuk memecah-belah rakyat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada akhirnya, peperangan yang satu ini menjadi ajang perlawanan rakyat Minangkabau melawan penjajahan Belanda. Perang padri di sumatera barat dipimpin oleh beberapa tokoh terkemuka, seperti Tuanku Imam Bonjol, Tuanku Nan Renceh, Tuanku Tambusai, dan lainnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sejarah Perang Padri<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 4369px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/7\/7a\/Naar-beide-zijden-front.jpg\" alt=\"sejarah\" width=\"4379\" height=\"2926\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Wikipedia<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejarah dari perang padri ini dimulai pada 1803 saat ada tiga orang Minangkabau pulang dari Makkah setelah menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Mereka bertiga dikenal dengan nama Haji Sumanik, Haji Miskin, dan juga Haji Piobang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tulisan dari Azyumardi Azra yang dimuat di dalam <em>The Origins of Islamic Reformism in Southeast Asia: Networks of Malay-Indonesian and Middle Eastern &#8216;Ulama&#8217; in the Seventeenth and Eighteenth Centuries<\/em> (2004) menyebutkan jika awalnya mereka bertiga berniat untuk memperbaiki syariat Islam di Minangkabau yang belum dijalankan dengan sepenuhnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seorang ulama yang bernama Tuanku Nan Renceh, mendukung dan tertarik untuk ikut andil untuk melaksanakan niat dari ketiga haji yang baru saja pulang dari Saudi Arabia tersebut. Pada akhirnya, Tuanku Nan Renceh bergabung dan juga mengajak orang lain untuk ikut serta.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mereka tergabung di dalam kelompok yang bernama Harimau nan Salapan. Harimau nan Salapan kemudian meminta pemimpin Kesultanan Pagaruyuang (Pagaruyung), Sultan Arifin Muningsyah, serta kerabat kerajaan untuk bergabung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, mereka juga diminta untuk meninggalkan kebiasaan adat yang tidak selaras dengan syariat Islam. Namun, Yang Dipertuan Pagaruyung nampaknya kurang sepakat. Selain itu, Sultan Arifin Muningsyah juga tidak ingin meninggalkan tradisi yang sudah dijalankan secara adat di Minangkabau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengutip dari artikel dalam portal resmi Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terdapat beberapa kebiasaan di Minangkabau yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, seperti judi, sabung ayam, dan juga minum minuman keras. Padahal saat itu, masyarakat adat telah banyak yang memeluk agama Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kebiasaan-kebiasaan ini sebenarnya tidak sesuai dengan aturan masyarakat Kaum Adat yang mayoritas menganut agam Islam. Karena itu, kaum Padri atau kelompok agamis pun secara terpaksa menggunakan cara keras untuk bisa mengubah kebiasaan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perangkat-lunak\/\">Apa itu Perangkat Lunak: Pengertian, Jenis, dan Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kronologi Perang Padri<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ctzonedehasenbkl.com\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/IMG-20211001-WA0025.jpg\" alt=\"perang padri 1821 sampai 1837\" width=\"800\" height=\"524\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>CTZone Dehasen<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peperangan antar saudara di tanah Minang pun tak bisa dihindarkan. Pada 1803, Tuanku Pasaman memimpin serangan kaum Padri menuju Kerajaan Pagaruyang. Hal ini membuat Sultan Arifin Muningsyah melarikan diri dari istana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada 1815, Harimau nan Salapan berhasil menyudutkan kaum Adat. Terdapat beberapa perang padri tokoh terkemuka dari Harimau nan Salapan, di antaranya yakni Tuanku Pasaman, Tuanku Nan Receh, Tuanku Tambusai, Tuanku Rao, Tuanku Lintau, Tuanku Pandai Sikek, Tuanku Mansiangan, serta Tuanku Barumun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena semakin terdesak, kemudian golongan Adat meminta bantuan pemerintah kolonial Hindia Belanda yang pada saat itu menjajah wilayah Nusantara, termasuk juga dengan Minangkabau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian pada 4 Maret 1822, Kaum Padri berhasil diusir oleh pasukan dari Hindia yang dipimpin kolonen Raff Belanda dari Kerajaan Pagaruyung. Setelah itu, Raff membangun benteng pertahanan bernama Fort Van der Capellen di Batu Sangkar.\u00a0<\/span><span style=\"color: #000000;\">Tepat pada 10 Juni 1822, pasukan Raff dihadang laskar kaum Padri namun mereka berhasil melanjutkan perjalanan sampai Luhak Agam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlawanan orang-orang dari kelompok Padri, membuat Belanda terdesak dan akhirnya kembali ke Batu Sangkar. Dan pada 13 April, Raff menyerang ke markas pertahanan kaum Padri yang ada di daerah Lintau. Pertempuran tersebut mampu membuat Belanda mundur pada 16 April 1823.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian, Raff meminta Sultan Arifin Muningsyah agar datang ke Kerajaan Pagaruyung, namun pada 1825, sang sultan sudah wafat. November 1825, Belanda mengajukan gencatan senjata dan membuat strategi licik berupa Perjanjian Masang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat itu, Belanda kewalahan dan kehilangan sumber daya untuk membiayai beberapa perang yang lain. Selama masa gencatan senjata, Tuanku Imam Bonjol yang merupakan salah satu pemimpin Kaum Padri mencoba mengajak kaum Adat bersatu, karena lawan yang sebenarnya adalah penjajah Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kesepakatan dan perdamaian antara kaum Padri dan kaum Adat ini akhirnya tercapai. Kesepakatan tersebut diadakan di atas Bukit Marapalam, Kabupaten Tanah Datar, dan dikenal sebagai &#8220;Plakat Puncak Pato&#8221;.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Berakhirnya Perang Padri<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/made-blog.com\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/Akhir-Perang-Padri.jpg\" alt=\"kronologi perang padri\" width=\"750\" height=\"499\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Made Blog<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perang padri berakhir setelah Perang Jawa pada 1830. Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap, Belanda kembali menjadi Minangkabau sebagai pusat fokus. Pasukan kolonial pun membangun benteng di wilayah Bukittinggi yang bernama Fort de Kock.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada 11 Januari 1833, pertahanan Belanda diserang pasukan gabungan dari Kaum Padri dan juga Kaum Adat. Sadar akan hal tersebut, Belanda kembali mengatur siasat, dan berdalih jika kedatangan mereka hanya untuk berdagang serta menjaga keamanan dengan rakyat Minangkabau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagi dan lagi, Belanda menerapkan siasat licik untuk menangkap Tuanku Imam Bonjol pada 1837, dan kemudian diasingkan ke Cianjur, Ambon, kemudian Minahasa sampai wafat di sana. Perang pun kembali berkobar, dan kali ini Belanda lebih unggul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada 1838, Belanda berhasil menembus pertahanan terakhir dari rakyat Minangkabau yang ada di Dalu-Dalu. Dalam peperangan tersebut, pasukan Minangkabau dipimpin oleh Tuanku Tambusai. Tuanku Tambusai dan pengikutnya yang selamat, kemudian mengungsi ke Negeri Sembilan di Semenanjung Malaya.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>tu dia penjelasan mengenai <span style=\"color: #000000;\">Perang Padri<\/span> singkat yang bisa Sedulur pahami. Dari sini kita bisa paham jika persatuan dan kesatuan itu sangat dibutuhkan untuk mempertahakan eksistensi sebuah bangsa.<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, pihak musuh bisa dengan mudah membobol pertahanan yang membuat kita bercerai berai. Oleh karena itu, butuh persatuan dari Sabang dari Merauke untuk Indonesia bisa merdeka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <strong>Aplikasi Super<\/strong> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> sekarang!<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> aja!<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":46395,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4843,6093,6094],"class_list":["post-46381","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-perang","tag-perang-padri","tag-sejarah-perang-padri"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang &amp; Akhir Perang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Perang padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang &amp; Akhir Perang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Perang padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-07T09:15:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-07T03:21:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/14-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/14-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/14-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"perang padri\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/\",\"name\":\"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang & Akhir Perang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-07T09:15:52+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-07T03:21:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Perang padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang &#038; Akhir Perang\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang & Akhir Perang","description":"Perang padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang & Akhir Perang","og_description":"Perang padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-07T09:15:52+00:00","article_modified_time":"2022-04-07T03:21:53+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/14-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/14-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/14-1.jpg","width":682,"height":536,"caption":"perang padri"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/","name":"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang & Akhir Perang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-07T09:15:52+00:00","dateModified":"2022-04-07T03:21:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Perang padri terjadi di Minangkabau, tepatnya di wilayah Kerajaan Pagaruyung yang saat ini termasuk Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-padri\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Perang Padri: Sejarah, Tokoh, Latar Belakang &#038; Akhir Perang"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46381"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46381"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46381\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46965,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46381\/revisions\/46965"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46395"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46381"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46381"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46381"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}