{"id":46369,"date":"2022-04-05T19:15:14","date_gmt":"2022-04-05T12:15:14","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=46369"},"modified":"2022-04-05T19:04:20","modified_gmt":"2022-04-05T12:04:20","slug":"hakko-ichiu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/","title":{"rendered":"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2"},"content":{"rendered":"<p>Ketika Jepang berhasil menduduki Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945, sistem Belanda pun tergantikan. Kemudian, Jepang memberikan doktrin kepada para pengajar yaitu <em>Hakko Ichiu<\/em> (\u516b\u7d18\u4e00\u5b87) yang memiliki arti delapan benang di bawah satu atap.\u00a0<\/p>\n<p>Semboyan tersebut merupakan ambisi dari Jepang supaya Asia Timur Raya bisa bersatu dalam satu kepemimpinan, yaitu di bawah Kaisar Jepang. Lantas, bagaimana isi semboyan <em>Hakko Ichiu<\/em> doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gerakan-3a\/\">Gerakan 3a: Pengertian, Sejarah dan Tujuannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>1. Arti <em>Hakko Ichiu<\/em><\/h2>\n<figure style=\"width: 490px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i.pinimg.com\/736x\/d0\/87\/00\/d08700924bd50a6d04a3fd0af4fab87b--kyushu-miyazaki.jpg\" alt=\"hakko ichiu\" width=\"500\" height=\"375\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pinterest<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, makna dari semboyan ini adalah Delapan Penjuru Dunia di Bawah Satu Atap. Ichiu sendiri mempunyai arti Dunia dalam Satu Keluarga. Berdasarkan sejarah, semboyan ini merupakan sebuah persaudaraan universal yang digunakan oleh negara Jepang supaya bisa menciptakan Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya dalam Perang Dunia II.\u00a0<\/p>\n<p>Semboyan atau slogan ini muncul supaya bisa mendukung program yang dimiliki Jepang dalam bidang pendidikan, yakni menciptakan sistem pembelajaran serta kurikulum sekolah yang bertujuan untuk kepentingan perang. Slogan ini juga bisa dibilang untuk membujuk berbagai negara yang lainnya supaya mau bekerjasama dengan Jepang saat Perang Dunia II berlangsung. Dengan kata lain, Jepang ingin semua negara yang ada di dunia merasa bahwa mereka merupakan satu nenek moyang atau satu keluarga.<\/p>\n<p>Doktrin <em>Hakko Ichiu<\/em> dibangun dengan pandangan delapan penjuru dunia di bawah satu atap dan menjadi dasar atas perang yang dilancarkan oleh Jepang pada 7 Desember 1941. Sebelum itu, tepatnya pada 26 Juli 1940, Kabinet II Perdana Menteri Konoe Fumimaro menetapkan doktrin ini. Tujuan dasar dari doktrin ini adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p>&#8220;Mewujudkan perdamaian dunia sesuai dengan semangat agung pendirian negara, yakni delapan penjuru dunia di bawah satu atap sebagai kebijakan nasional Kekaisaran Jepang. Sebagai langkah awal, pertama, menjadikan Kekaisaran Jepang sebagai inti persatuan yang kuat antara Jepang-Manchuria-Tiongkok untuk pondasi pendirian tatanan baru Asia Timur Raya&#8221;.<\/p>\n<h3>Arti dalam Kamus Besar Bahasa Jepang<\/h3>\n<p>Dijelaskan dalam kamus besar bahasa Jepang zaman sekarang bahwa <em>Hakko Ichiu<\/em> adalah slogan yang dipakai untuk pembenaran agresi Jepang ke luar negeri saat Perang Dunia II berlangsung.\u00a0<\/p>\n<h3>Arti dalam bidang politik<\/h3>\n<p>Dalam bidang politik, tujuan <em>Ha<\/em><em>kko Ichiu<\/em> adalah sebagai suatu paham masyarakat yang berasal dari aliran Shinto. Makna yang terkandung dalam pengertian ini adalah dunia dalam satu keluarga dan Jepang menginginkan sebagai pemimpin dari semuanya. Akhirnya, paham ini menjadi suatu doktrin bagi militer Jepang yang kemudian mendorong mereka untuk melakukan perluasan wilayah di seluruh dunia dengan menjajahnya.\u00a0<\/p>\n<p>Aliran Shinto merupakan agama asli dari negara Jepang yang memiliki akar kepercayaan animis kuno. Shinto berasal dari bahasa Tionghoa yaitu \u201cshen\u201d yang berarti roh, sedangkan \u201ctoa\u201d jalannya dunia bumi dan langit. Dengan begitu, arti Shinto adalah perjalanan roh yang baik. Aliran ini menganggap bahwa titah dewa harus dilaksanakan.<\/p>\n<h3>Pelaksanaan <em>Hakko Ichiu<\/em> di Indonesia<\/h3>\n<p>Pada kala itu, Indonesia percaya dengan semboyan ini karena dulunya masyarakat mempercayai adanya Ratu Adil. Ratu adil sendiri adalah istilah yang digunakan oleh masyarakat di Indonesia sejak dahulu. Istilah ini menyatakan bahwa setelah kesusahan, maka pasti ada sesuatu yang membahagiakan nantinya.<\/p>\n<p>Bagi Indonesia, Jepang disebut sebagai Ratu Adil karena mereka datang setelah bangsa Belanda menjajah selama lebih dari 3 abad atau 300 tahun. Bangsa Indonesia melihat Jepang sebagai penyelamat mereka dari penjajahan Belanda. Awal mulanya, Jepang memang selalu bersikap baik dan lemah lembut terhadap Indonesia. Akan tetapi, setelah bangsa Indonesia terkena bujuk rayu, akhirnya Jepang mengeluarkan sifat aslinya yang tak kalah kejam dari Belanda.<\/p>\n<p>Hal ini disebabkan karena Jepang pada saat itu mengikuti Perang Dunia II melawan blok sekutu. Sebagai daerah jajahan Jepang, tentunya Indonesia mendapatkan efeknya. Sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia terkuras habis karena digunakan Jepang untuk perang dunia tersebut. Sehingga, Bangsa Indonesia lebih tersiksa ketika dijajah oleh bangsa Jepang jika dibandingkan dengan Belanda.<\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/\">Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri &amp; Karakteristiknya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>2. Isi <em>Hakko Ichiu<\/em><\/h2>\n<figure style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/assets.promediateknologi.com\/crop\/0x0:0x0\/x\/photo\/2021\/12\/30\/3747624045.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"571\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Berita Jowo<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa semboyan <em>Hakko Ichiu<\/em> adalah menciptakan Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya dalam Perang Dunia II. Isi dari semboyan atau doktrin ini adalah Jepang sebagai pusat dunia dan kaisar sebagai pemimpinnya. Berikut adalah isi lengkapnya:<\/p>\n<p>\u201cJepang adalah pusat dunia dan kaisar sebagai pemimpinnya. Kaisar adalah dewa di dunia yang mendapat kedewaannya dari amaterasu omikami langsung. Kami (dewa), melindungi jepang dengan segala kekuatannya hal ini menjadikan Jepang superior, lebih kuat, istimewa dibanding negara lain di dunia semua hal tersebut adalah dasar dari kodushugisa (jalan kekaisaran) sehingga jepang memiliki misi suci untuk menjadikan dunia sebagai satu keluarga dengan jepang sebagai pemimpin.\u201d<\/p>\n<h3>Makna<\/h3>\n<p>Dikutip dari Karya Ilmiah Universitas Darma Persada, makna dari <em>Hakko Ichiu<\/em> adalah sebagai semangat Kaisar dalam mempersatukan Jepang, seperti yang dikatakan oleh Kaisar Jimmu dan diinterpretasikan oleh Tanaka Chigaku. Akan tetapi, hal tersebut disalahgunakan oleh pihak militer Jepang serta menggunakan dan memodernisasi isinya sesuai dengan kepentingan militer dalam mendukung ekspansi mereka.<\/p>\n<h2>3. Perkembangan <em>Hakko Ichiu<\/em><\/h2>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/savorjapan.com\/gg\/spot_image\/heiwadaipark.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"430\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Savor Japan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Untuk menguasai negara lain selama Perang Dunia II berlangsung, Jepang menggunakan slogan ini. Pada tahun 1932, Jepang berhasil menguasai Manchuria dan mendirikan sebuah negara boneka di tempat tersebut bernama Manchukuo.\u00a0<\/p>\n<p>Lanjut pada tahun 1937, Jepang berusaha menjajah dan menaklukkan China. Slogannya kemudian semakin dikenal ketika Perdana Menteri Jepang bernama Fumimaro Konoe sedang menyampaikannya dalam sebuah pidato pada 8 Januari 1940.<\/p>\n<p>Lewat doktrin atau semboyan tersebut, rakyat Jepang menjadi semakin terdorong untuk melakukan ekspansi sampai ke negara lainnya. Ketika Perang Dunia II berlangsung, Jepang bahkan berani dalam pertempuran dengan menyerang pelabuhan Amerika Serikat di Hawaii, Pearl Harbour di tahun 1942. Selain itu, Jepang juga berhasil menduduki wilayah Blok Sekutu, seperti Perancis di Indochina, Belanda di Indonesia, serta Inggris di Malaya.<\/p>\n<h3>Jepang ingin menjadikan Asia satu kepemimpinan<\/h3>\n<p>Jepang memiliki maksud untuk menjadikan Asia sebagai kesatuan wilayah di bawah kepemimpinannya jika berdasarkan kebijakan imperialis <em>Hakko Ichiu<\/em>. Sebagai salah satu negeri yang terdapat di kawasan Asia, Indonesia pun menjadi salah satu incaran Jepang. Untuk mencapai hal tersebut, Jepang kemudian membangun perasaan persaudaraan Asia.\u00a0<\/p>\n<p>Jepang pun menyebut dirinya sebagai saudara tua di Indonesia, serta mempropagandakan Perang Pasifik sebagai Perang Asia Timur Raya. Selain itu, mereka juga mempropagandakan Gerakan Tiga A yaitu Jepang Cahaya Asia, Jepang Pelindung Asia, dan Jepang Pemimpin Asia.<\/p>\n<p>Jepang sangat membutuhkan bahan mentah karena negara tersebut berkembang sebagai negara industri. Indonesia yang memiliki kekayaan sumber alamnya mampu memenuhi kebutuhan dari Jepang. Selain itu, sentimen terhadap imperialisme Barat di kawasan Asia turut mendorong Jepang untuk segera menduduki Indonesia yang pada saat itu sedang dikuasai Belanda. Setelah berhasil menjajah dan menguasainya, Jepang lalu memiliki maksud untuk membendung pengaruh imperialisme Barat pada Asia.<\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p>Bisa disimpulkan bahwa Jepang ingin menguasai wilayah Asia lewat adanya semboyan <em>Hakko Ichiu<\/em>. Hal itu tak luput dari negara jajahan Jepang yaitu Indonesia yang turut percaya adanya semboyan tersebut karena adanya Ratu Adil. Semoga bermanfaat!<\/p>\n<p><em>Mau belanja bulanan nggak pakai ribet?\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar. Yuk, unduh aplikasinya\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><strong>di sini<\/strong>\u00a0<\/a>sekarang!<\/em><\/p>\n<p><em>Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah. Langsung restok isi tokomu\u00a0<a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><strong>di sini<\/strong>\u00a0<\/a>aja!<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":46389,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[6083,6082,6084],"class_list":["post-46369","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-arti-hakko-ichiu","tag-hakko-ichiu","tag-pengertian-hakko-ichiu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bagaimana isi semboyan Hakko Ichiu doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bagaimana isi semboyan Hakko Ichiu doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-04-05T12:15:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-04-05T12:04:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/12-12.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/12-12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/12-12.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/\",\"name\":\"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-04-05T12:15:14+00:00\",\"dateModified\":\"2022-04-05T12:04:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Bagaimana isi semboyan Hakko Ichiu doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2","description":"Bagaimana isi semboyan Hakko Ichiu doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2","og_description":"Bagaimana isi semboyan Hakko Ichiu doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-04-05T12:15:14+00:00","article_modified_time":"2022-04-05T12:04:20+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/12-12.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/12-12.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/04\/12-12.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/","name":"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-04-05T12:15:14+00:00","dateModified":"2022-04-05T12:04:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Bagaimana isi semboyan Hakko Ichiu doktrin Jepang untuk Perang Dunia II tersebut? Simak selengkapnya disini, ya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/hakko-ichiu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Semboyan Hakko Ichiu dalam Perang Dunia ke 2"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46369"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=46369"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46369\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":46676,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/46369\/revisions\/46676"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/46389"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=46369"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=46369"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=46369"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}