{"id":45324,"date":"2022-03-31T12:30:13","date_gmt":"2022-03-31T05:30:13","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=45324"},"modified":"2022-03-30T11:49:58","modified_gmt":"2022-03-30T04:49:58","slug":"kerajaan-demak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/","title":{"rendered":"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &#038; Masa Keruntuhan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Demak merupakan salah satu kota kecil di Jawa Tengah yang memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia. Di tempat inilah, sebuah kesultanan muslim bernama Kerajaan Demak pernah berdiri dan berjaya pada abad ke-16 sampai 17.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ensiklopedia Britannica<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Demak pernah menjadi jalur perdagangan rempah di Asia Tenggara sehingga pengaruhnya cukup besar pada masa tersebut. Secara geografis, Demak sendiri berbatasan langsung dengan Kudus, Semarang, dan Jepara. <\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sayangnya, kesultanan ini akhirnya jatuh karena peperangan dan akhirnya digantikan oleh Kerajaan Mataram. Lantas, bagaimana sih sepak terjang Kerajaan Demak dari awal hingga keruntuhannya? Mari kita baca bersama-sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gerakan-3a\/\">Gerakan 3a: Pengertian, Sejarah dan Tujuannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Sejarah singkat Kerajaan Demak<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_45355\" aria-describedby=\"caption-attachment-45355\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-45355 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/illustration_of_raden_patah-570x468.jpg\" alt=\"kerajaan demak\" width=\"570\" height=\"468\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/illustration_of_raden_patah-570x468.jpg 570w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/illustration_of_raden_patah-700x575.jpg 700w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45355\" class=\"wp-caption-text\">Tirto<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada penelitian kualitatif Abdul Wahid Hasyim dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Buletin Al-Turas<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Kerajaan Demak naik seiring dengan menurunnya pengaruh Majapahit di Jawa. Dengan dukungan Wali Songo dan beberapa adipati di Gresik, Tuban, dan Jepara, Raden Patah akhirnya mendirikan Kesultanan Islam di kota tersebut menjelang abad ke-16. Patah sendiri merupakan putra dari Brawijaya V yang merupakan pemimpin terakhir Majapahit menjelang keruntuhannya.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Raden Patah kemudian digantikan oleh menantunya, Pati Unus atau yang dikenal Pangeran Sabrang Lor. Tahtanya hanya bertahan tiga tahun dan setelah kematiannya, sang Patih digantikan oleh putra kandung Patah, Sultan Trenggono yang sekaligus menjadi raja terakhir Kerajaan Demak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Kebangkitan\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_45356\" aria-describedby=\"caption-attachment-45356\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-45356 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Makam-Pati-Unus-dan-lainnya-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45356\" class=\"wp-caption-text\">Indonesia Traveler<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, pendiri Kerajaan Demak adalah Raden Patah. Masih bersumber pada artikel yang sama, Raden Patah merupakan seorang pelajar yang kemudian perlahan mendirikan pesantren di kawasan Glagah. Pengaruh Raden Patah dalam menyebarkan ajaran Islam memang sangat hebat. Hal ini tak lepas dari banyak muridnya yang berasal dari etnis Jawa dan keturunan Tiongkok.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut tulisan Marwoto dalam jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Procedia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, fakta bahwa ibu Raden Patah adalah keturunan Tionghoa membuat Patah bisa diterima dua etnis mayoritas di Jawa Tengah tersebut. Dalam waktu beberapa tahun, ia berhasil mengumpulkan ribuan santri dan membuat namanya makin dikenal.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ia kemudian diangkat menjadi Adipati Bintoro oleh sang ayah, Raja Brawijaya V yang saat itu masih memegang sisa-sisa pengaruh Kerajaan Majapahit. Sepeninggal sang ayah, Raden Patah kemudian berinisiasi untuk membangun kesultanan sendiri yang fokus pada penyebaran agama Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ia tak mau terlibat dalam perebutan kekuasaan dengan tokoh-tokoh Majapahit. Posisinya sebagai bangsawan yang sudah dikenal, pengetahuannya tentang Islam, serta hubungan darahnya dengan Majapahit membuat ide Patah mendirikan Kerajaan Demak diamini oleh beberapa tokoh Wali Songo serta sejumlah adipati di wilayah Jawa Tengah. Kerajaan Demak pun resmi berdiri di tahun 1478.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-tarumanegara\/\">Kerajaan Tarumanegara: Sejarah, Raja, Kejayaan &amp; Peninggalan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Masa kejayaan dan kebijakan yang dibuat<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_45364\" aria-describedby=\"caption-attachment-45364\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-45364 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/wartademak_140357809_700533547276662_2805576032221381023_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45364\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @wartademak<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demak diuntungkan secara geografis karena berada di tengah Pulau Jawa sehingga memudahkan persebaran agama dan pengaruh Islam. Wilayahnya juga subur untuk menanam padi serta perairannya dilalui kapal-kapal dagang dari Semarang ke Rembang dan sebaliknya. Demak perlahan menjelma menjadi jalur perdagangan Asia Tenggara sejak Portugis menguasai Malaka. Kota ini menjadi ramai pendatang dan disinggahi para saudagar dari berbagai daerah dan negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Demak memasukkan nilai-nilai Islam dalam pembuatan kebijakan dan aktivitas pemerintah. Raden Patah dan Walisongo sebagai penasihatnya sepakat untuk menggunakan Al-Quran dan Hadist sebagai pedoman pemerintahan mereka. Keterlibatan ulama dan tokoh agama pun jelas terpampang nyata dalam praktik politik Kerajaan Demak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kerajaan Demak memberlakukan kebijakan yang unik dalam penyebaran pengaruhnya, yaitu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mencoba mengkombinasikan ajaran agama dengan budaya Jawa asalkan tidak bertentangan dengan syariah Islam. Tujuannya agar lebih mudah diterima oleh masyarakat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menjaga citra baik dan terhormat seorang pemimpin muslim.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengirim pengajar ke berbagai daerah di pulau Jawa dan Madura.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengoptimalkan fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan kegiatan sosial selain tempat peribadatan. Salah satunya Masjid Demak yang sampai saat ini masih berdiri kokoh.\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain keagamaan dan pendidikan, Raden Patah juga melakukan berbagai proyek pembangunan. Ia juga memperkuat kekuatan militernya untuk mengantisipasi ekspansi Portugis yang sudah memasuki kawasan Malaka dan Ternate saat itu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Masih merujuk Hasyim, masa kejayaan Kerajaan Demak berlangsung selama pemerintahan Patih Unus. Ia bekerjasama dengan banyak Kerajaan Islam lain di nusantara, terutama untuk melawan pendatang Portugis. Itulah yang menjadi cikal bakal julukannya, Pangeran Sabrang Lor yaitu seorang yang menyeberang ke Utara. Banyak versi tentang kematian Dipati Unus, tetapi ia hanya memimpin selama tiga tahun. Posisinya kemudian diisi oleh Sultan Trenggono.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/penemu-listrik\/\">Penemu Listrik &amp; Sejarah Penemuan Listriknya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Menjelang keruntuhan\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_45365\" aria-describedby=\"caption-attachment-45365\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-45365 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ahmadsaifullah__93303774_2490299454618063_1729165033115769458_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45365\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @ahmadsaifullah_<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sama dengan sultan-sultan sebelumnya, Trenggono juga masih melakukan ekspansi pengaruh. Hal ini secara bertahap membuat Demak dianggap sebagai ancaman oleh beberapa kerajaan lain seperti Pajang, Padjajaran, dan Mataram yang masih memegang kepercayaan Hindu. Sultan Trenggono sendiri seperti yang dilansir dari jurnal yang ditulis Mahfud, dkk. wafat saat ia sedang dalam misi penaklukan Panarukan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sepeninggalnya, puncak kepemimpinan Demak pun kosong dan jadi ajang perebutan oleh beberapa tokoh yaitu Sunan Prawoto, putra Trenggono dan Arya Panangsang, putra Pangeran Sekar Seda Lepen. Pertentangan ini sebenarnya sudah ada sejak Pati Unus meninggal di mana Trenggono naik tahta karena terbunuhnya Pangeran Sekar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Arya Penangsang berhasil membalaskan dendamnya pada Prawoto, tetapi upayanya menjadi Raja Kerajaan Demak dihalangi oleh putra Prawoto yang bernama Jaka Tingkir. Jaka Tingkir berhasil menyingkirkan Penangsang, tetapi ia memilih untuk mendirikan Kerajaan baru bernama Pajang hingga akhirnya Demak tinggal menjadi kenangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Peninggalan dan warisannya di masa kini\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_45360\" aria-describedby=\"caption-attachment-45360\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-45360 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/wisatasemarang_93372749_645861216264509_8388402281892230771_n-570x468.jpg\" alt=\"kerajaan demak\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-45360\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @wisatasemarang<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski akhirnya runtuh, bekas peninggalannya masih bisa Sedulur lihat hingga kini. Masjid Agung Demak menjadi satu-satunya peninggalan kesultanan muslim tersebut. Arsitekturnya masih dipertahankan seperti aslinya meski sudah melalui beberapa renovasi. Selain jadi tempat ibadah untuk umat Islam, situs ini juga sering dikunjungi para peziarah yang ingin mengunjungi makam Sunan Kalijaga. Tiap tahunnya, masjid ini juga menyelenggarakan Grebeg Besar, ritual untuk memperingati Idul Adha.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terjawab sudah Kerajaan Demak di mana serta apa signifikansinya dalam penyebaran ajaran Islam di Jawa. Sayangnya, sama seperti kebanyakan kerajaan lain di dunia, pertikaian atau perebutan tahta selalu menjadi biang keruntuhan mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":45415,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5874,4022,5873],"class_list":["post-45324","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-demak","tag-kerajaan","tag-kerajaan-demak"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &amp; Masa Keruntuhan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Kerajaan Demak pernah jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Bagaimana sepak terjang dan apa penyebab keruntuhannya?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &amp; Masa Keruntuhan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kerajaan Demak pernah jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Bagaimana sepak terjang dan apa penyebab keruntuhannya?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-31T05:30:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-30T04:49:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/17-12.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/17-12.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/17-12.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Kerajaan Demak\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/\",\"name\":\"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan & Masa Keruntuhan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-31T05:30:13+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-30T04:49:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Kerajaan Demak pernah jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Bagaimana sepak terjang dan apa penyebab keruntuhannya?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &#038; Masa Keruntuhan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan & Masa Keruntuhan","description":"Kerajaan Demak pernah jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Bagaimana sepak terjang dan apa penyebab keruntuhannya?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan & Masa Keruntuhan","og_description":"Kerajaan Demak pernah jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Bagaimana sepak terjang dan apa penyebab keruntuhannya?","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-31T05:30:13+00:00","article_modified_time":"2022-03-30T04:49:58+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/17-12.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/17-12.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/17-12.jpg","width":682,"height":536,"caption":"Kerajaan Demak"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/","name":"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan & Masa Keruntuhan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-31T05:30:13+00:00","dateModified":"2022-03-30T04:49:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Kerajaan Demak pernah jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jawa. Bagaimana sepak terjang dan apa penyebab keruntuhannya?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/kerajaan-demak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerajaan Demak: Sejarah, Masa Kejayaan &#038; Masa Keruntuhan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45324"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45324"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45324\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45552,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45324\/revisions\/45552"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45415"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45324"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45324"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45324"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}