{"id":45044,"date":"2022-03-29T15:00:12","date_gmt":"2022-03-29T08:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=45044"},"modified":"2022-03-29T07:27:13","modified_gmt":"2022-03-29T00:27:13","slug":"pantun-jenaka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/","title":{"rendered":"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu jenis karya sastra Indonesia yang isinya memiliki unsur humor adalah pantun jenaka. Seperti namanya, pantun ini memiliki tujuan untuk menghibur orang-orang yang mendengar atau membacanya. Jenis karya sastra ini juga biasanya digunakan untuk meramaikan suasana di acara tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain humor, ada pula jenis pantun lainnya seperti pantun teka-teki, nasihat, peribahasa, agama, anak, kiasan, kepahlawanan, dan masih banyak lagi. Walaupun tujuannya adalah sebagai hiburan, tak jarang pula yang memiliki isi bertujuan untuk menyampaikan sindiran terhadap kelompok tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/\">Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Maksud pantun jenaka<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1523464862212-d6631d073194?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"pantun jenaka\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sampai saat ini, keberadaan dari sebuah pantun jenaka sebagai salah satu karya seni masih dianggap menghibur, kreatif, serta senantiasa eksis. Alasannya sangat sederhana, yaitu sebagian besar orang suka dengan hiburan supaya bisa merilekskan pikiran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apalagi, jika Sedulur adalah seorang yang kreatif. Pasti menulis sebuah pantun sudah bisa dijadikan sebagai cara menarik untuk menuangkan ide dan kreativitas yang ada di dalam otak. Sebenarnya jenis dari karya sastra ini tak hanya jenaka saja, ada pula tentang nasihat, agama, pendidikan, dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri pantun<\/span><\/h3>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terdiri dari 4 baris.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Jumlah kata pada setiap baris adalah 8 sampai 12 suku kata.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Baris ketiga dan terhitung keempat disebut dengan isi.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Memiliki pola sajak A-B-A-B.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">Jenis pantun jenaka<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat banyak macam atau jenis dari pantun jenaka. Sehingga, Sedulur dapat memilih salah satu jenis darinya. Berikut ini adalah jenis-jenis pantun jenaka yang umum digunakan:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pantun Kelakar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pantun Dongeng Binatang<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pantun Kelakar<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pantun Sindir Menyindir<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pantun Mengolok-Olok \/ Ejekan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/koda-adalah\/\">Koda adalah: Pengertian, Struktur, Fungsi &amp; Penerapannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh pantun jenaka<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1551727974-8af20a3322f1?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebelum menyusun sebuah pantun jenaka yang lucu dan menghibur, ada baiknya untuk terlebih dahulu melaksanakan penelitian yang berkaitan dengan kondisi dan situasi orang disekitar Sedulur. Tak hanya itu saja, Sedulur juga harus membaca beberapa referensi dari berbagai sumber supaya bisa membangkitkan kreativitas. Sebagai pendukungnya, berikut adalah beberapa referensi yang bisa dijadikan contoh seperti dikutip dari beberapa sumber.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">a. Pantun jenaka cinta<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat berbagai cara untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta untuk kekasih pujaan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah menggunakan pantun. Hal ini bisa berguna untuk menggambarkan perasaan dengan orang yang disayangi. Tentunya, cara ini cukup unik karena berbumbu majas. Selain itu, melontarkannya bisa membuat pendengar dan membacanya tersipu malu. Walaupun, ujung-ujungnya akan terdengar seperti gombal. Yuk, simak contohnya berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">1. Pasar Banjar ada di kota<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perginya belanja mempunyai uang saku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bilanya kau dikejar cinta<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sembunyilah dalam hati aku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">2. Janganlah pernah ke selokan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nantinya kotor di tertawakan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Janganlah pernah meragukan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berjanji setia yang aku ikrarkan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">3. Kamar kos \u2013 kosan berbentuk persegi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disewakan tukang roti<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak dapat suntuk aku ucapkan selamat pagi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk kamu sang pemilik hati<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">4. Adanya burung cendrawasih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memakan duku sampai modar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Percayalah terkasih<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kasih dan sayang aku tak dapat pernahnya pudar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">5. Meminum jamu sambil berdiri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di seduhnya cepat berduduk dibangku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bilanya hati kamu masih sendiri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikanlah area untuk diri aku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">6. Pohon mahoni pohon randu\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terkena longsor jadinya tumbang\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bukan rindu sembarang rindu\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ini sayang tiada terbilang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">7. Pahit-pahit rasa kamu\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Harum-harum bunga melati\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jangan ragukan setiaku padamu\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Engkau permaisuri selalu di hati<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">8. Putih hitam bulu panda\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Panda dirawat penuh perhatian\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Engkau gagah duhai kakanda\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Parasmu tampan selayak rembulan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">9. Menjahit baju menjahit celana\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menjahit kebaya berwarna ungu\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Milyaran pria di luar sana H<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hanya kamu yang aku tunggu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">10. Merogoh uang dari saku\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saku baju bermotif batik\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aku setia jadikanmu lelakiku\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Takkan berpaling walau sedetik<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">b. Pantun jenaka 4 baris<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pantun jenaka merupakan jenis karya sastra yang memiliki kandungan untuk hiburan karena isinya lucu. Pesan yang tersampaikan biasanya akan mengundang gelak tawa bagi pembaca maupun penonton. Berikut adalah beberapa inspirasi dan referensinya yang memiliki 4 baris.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">11. Beli sabun di sebuah warung\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Warung baru milik Sukiran\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diam-diam menutup hidung\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bau kentut penuhi ruangan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">12. Limau purut di tepi rawa\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buah dilanting belum masak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sakit perut sebab tertawa\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat kucing memakai bedak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">13. Asam kandis asam jawa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Satu peti di dalam kereta<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jikalau nenek sudah tua<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hati atuk tetaplah cinta<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">14. Mau lebaran membayar zakat\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Membayar zakat ke Pak Lutfi\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Awas kamu jangan dekat-dekat\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu iler nempel di pipi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">`15. Pak Tatang jatuh kepleset kain pel<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masyarakat keluar ramai-ramai<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ke mana saja bawa ponsel<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tapi kok selalu tanya password Wifi?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">16. Di sawah ada lahan kosong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak ada batang tembakau<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bukannya saya berkata bohong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lihatlah katak yang memikul kerbau<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">17. Beli kentang dibuat rujak\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biar mantap dicampur sambal\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidur terlentang tidak nyenyak\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidur tengkurap ada yang mengganjal<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">18. Ikan gabus di rawa-rawa\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ikan belut nyangkut di jaring\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perutku sakit menahan tawa\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gigi palsu loncat ke piring<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">19. Si Joni rambutnya berjambul\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Suka nongkrong di atas genteng\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biar dibilang kurang gaul<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Yang penting tetep ganteng<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">20. Ke pasar membeli gunting<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak lupa membeli pita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sangatlah heran si induk kucing<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat tikus naik kereta<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">c. Pantun jenaka 2 baris<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, pantun yang memiliki isi empat baris lebih dikenal oleh banyak orang. Akan tetapi, jenis karya sastra ini yang mempunyai dua baris juga tak kalah menarik dan populer. Dua baris biasanya lebih banyak digunakan oleh para komedian karena lebih sederhana dan mudah untuk dibuat. Berikut adalah referensinya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">21. Keripik belut, dimakan sama kerang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu kentut, kok nggak bilang-bilang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">22. Makan sambel ulek pakai kedondong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gapapa jelek yang penting sombong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">23. Besi berkarat ditimpa jalan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saldo ku sekarat di akhir bulan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">24. Bola pingpong dimakan gelatik<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biar ompong yang penting cantik<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">25. Baju batik di atas pohon<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hai kamu yang cantik godain aku dong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">26. Minum jamu makan nangka<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lihat kamu aku langsung suka<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">27. Rumah perdu berjendela kaca<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salam rindu buat yang baca<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">28. Buah duren buah kedondong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Abang keren, gendong aku dong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">29. Minum sekoteng di batu karang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sudah ganteng, rajin sembahyang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">30. Haus minum, badan segar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamu tersenyum hatiku bergetar<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">d. Pantun jenaka 4 baris anak sekolah<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pantun jenaka untuk anak sekolah bisa dibedakan berdasarkan usia sebelum remaja. Sifat dari karya sastra ini tidak berkaitan dengan cinta, tidak terlalu serius, serta terlihat lebih mendidik dan sederhana. Temanya bisa meliputi anjuran, nasihat, pertemanan, serta kegembiraan yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alasannya adalah karena usia anak kecil memang masih apa adanya dan polos. Mereka masih belum memiliki beban dan selalu tertawa riang. Kalaupun sedang sedih, mereka akan menangis sebentar saja dan akan kembali ceria seperti biasanya. Nah, isi dari karya sastra anak sekolah ini merupakan gambaran dari kisah serta kehidupan sehari-hari dari anak kecil. Berikut adalah contoh-contohnya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">31. Pohon manggis di tepi rawa\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tempat datuk tidur beradu\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedang menangis nenek tertawa\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat datuk bermain gundu\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">32. Buah pisang buah tomat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disimpan di dalam lumbung padi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pantas tercium bau menyengat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Rupanya kau belum mandi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">33. Jalan-jalan ke rawa-rawa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Capek duduk di pohon palm<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Geli hati menghambat tawa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat katak kenakan helm<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">34. Bunga mawar tangkai berduri<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Laris manis pedang cendol<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aku tersenyum malu sekali<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ingat dahulu puas mengompol<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">35. Kera bermain lempar gelas<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kancil membuat tali anyaman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ayo teman kita bersihkan kelas<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar belajar makin nyaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">36. Hendaklah melempar jangkar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau ada perahu singgah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau anak bangsa pintar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Negeri ini dapat bangga<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">37. Jika anda pergi ke dusun<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jangan lupa bawa beras<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Belajarlah dengan tekun<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar kita naik kelas<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">e. Pantun menghibur lainnya<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah diketahui sebelumnya bahwa pantun jenaka dikemas dengan bahasa yang tidak sulit untuk dipahami serta bisa menghibur penonton atau pembacanya. Tak hanya menghibur, jenis karya sastra ini juga bisa dipakai untuk sindiran pada kondisi sosial masyarakat. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">38. Kalau ada sumur di ladang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bolehlah kita menggosok gigi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau Anda di warung padang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bolehkah kita ditraktir lagi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">39. Layangan putus nyangkut di paku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pakunya nempel di jemuran baju<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cinta mu tulus cuma untuk ku<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tapi sayang mama ku nggak setuju<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">40. Stasiun Tugu stasiun kereta api<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tempat jualan si tukang lapis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hari minggu cuma nonton TV<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mau jalan dompet udah menipis<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">41. Pahlawan perang melawan Belanda,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kakek santai baca koran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memang dia rada-rada,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kepala botak sukanya sisiran.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">42. Kunang-kunang berlaksa-laksa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di selagi hujan badannya basah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pinjam duit 1\/2 memaksa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bayar hutangnya benar-benar susah<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">43. Kalau emas dikata suasa<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tentu kuningan seperti tembaga<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau tidak rela berusaha<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meminta mintalah kerjanya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">44. Ulat tua jadi kepompong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada satu dekat sumur<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada enaknya bergigi ompong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau tertawa sambil menyembur<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">45. Burung pelatuk makan pepaya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kalau dah macam tu cewek bergaya<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jangankan Datuk yang tergoda<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saya yang muda suka juga<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">46. Buah pisang buat tomat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Disimpan di dalam lumbung padi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pantas baunya menyengat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ternyata kamu belum mandi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">47. Ketemu angkatan bawa senjata<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Angkatan bernama abang poltak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Si adik manis memang cantik jelita<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tapi sayang ketawanya kok seperti kuntilanak<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">48. Semakin berusaha melupakan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semakin ingat dengan mantan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dulu pernah menjadi impian<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekarang hanya tinggal kenangan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">49. Memakai batik bawa teropong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat rumah atapnya bolong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gadis cantik main di kolong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cantik cantik sayang giginya ompong<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">50. Pergi ke kota Tuban<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Buat beli buah rambutan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mantan udah masuk pelaminan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kenapa kamu masih sendirian<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui berbagai contoh di atas, tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa pantun jenaka memiliki ciri khas khusus yang terletak pada isi penyampaiannya, yaitu menghibur dan membuat orang tertawa. Selain itu, pantun ini juga bisa digunakan untuk mencairkan suasana yang sedang tegang atau serius, lho. Semoga bermanfaat, ya!<\/span><\/p>\n<p><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya\u00a0<a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a>\u00a0sekarang<\/em><em>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":45180,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4273,5836],"class_list":["post-45044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-pantun","tag-pantun-jenaka"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-29T08:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-29T00:27:13+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-5-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-5-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-5-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/\",\"name\":\"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-29T08:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-29T00:27:13+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman","description":"Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman","og_description":"Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-29T08:00:12+00:00","article_modified_time":"2022-03-29T00:27:13+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-5-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-5-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-5-1.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/","name":"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-29T08:00:12+00:00","dateModified":"2022-03-29T00:27:13+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Jika Sedulur sedang mencari inspirasi contoh pantun jenaka, berikut adalah kumpulannya yang dikutip dari berbagai sumber.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/pantun-jenaka\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"40 Contoh Pantun Jenaka untuk Bahan Candaan dengan Teman"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45044"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=45044"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45044\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45188,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/45044\/revisions\/45188"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/45180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=45044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=45044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=45044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}