{"id":44602,"date":"2022-03-25T18:45:20","date_gmt":"2022-03-25T11:45:20","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=44602"},"modified":"2022-03-25T10:39:54","modified_gmt":"2022-03-25T03:39:54","slug":"fungsi-hukum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/","title":{"rendered":"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur &#038; Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi hukum yang bermanfaat untuk hidup bernegara dan bermasyarakat. Hukum merupakan seperangkat peraturan yang berupa norma dan sanksi, yang diciptakan berdasarkan kesepakatan bersama. Hukum diciptakan untuk tujuan mengatur dan menjaga ketertiban.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, fungsi hukum juga berkaitan erat dengan keadilan untuk menekan kekacauan dalam sebuah tatanan negara dan masyarakat. Dengan adanya hukum, setiap kekacauan bisa terkendali. Biasanya, setiap negara memiliki hukum yang berbeda-beda, sesuai dengan tradisi dan kebiasaan masyarakatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia sendiri, hukum adalah peraturan tertinggi. Karena Indonesia merupakan negara hukum. Sesuai dengan pasal 1 ayat 3 dalam UUD, bahwa Indonesia adalah negara hukum dan setiap warga negara harus mematuhi hukum yang berlaku di Indonesia. Agar Sedulur bisa memahaminya lebih jelas, mari kita belajar bersama-sama melalui penjelasan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/fungsi-pancasila\/\">9 Fungsi Pancasila sebagai Pedoman Hidup Bangsa Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian hukum<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44604\" aria-describedby=\"caption-attachment-44604\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44604\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/1.-Kompasiana-570x468.jpg\" alt=\"fungsi hukum\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44604\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kompasiana<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pengertian hukum yaitu seperangkat peraturan dan undang-undang yang diciptakan untuk mengatur perilaku masyarakat dan pemerintah, ditegakkan melalui lembaga sosial dan pemerintahan itu sendiri. Hukum yang ditegakkan oleh negara dapat dibuat oleh legislatif kelompok atau seseorang legislator tunggal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Undang-undang atau hukum yang dihasilkan kemudian dikaji dan disahkan setelah melalui berbagai keputusan dan diskusi yang panjang. Hukum yang dibuat tersebut kemudian ditetapkan oleh hakim melalui preseden. Selain pengetian hukum di atas, para ahli dan pemikir dunia telah membuat definisi terkait hukum itu sendiri. Berikut ini beberapa pengertian yang terkenal tentang hukum dari para pemikir dunia yang berasal dari zaman yang berbeda:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Aristoteles<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Aristoteles merupakan filsuf terkenal dan sekaligus Bapak Ilmu Pengetahuan modern, karena hampir setiap ilmu pengetahuan yang ada saat ini, berawal dari buah pemikirannya. Aristotels berasal dari Yunani Kuno, yang menjelaskan bahwa hukum dapat dibagi menjadi dua, yaitu hukum tertentu dan hukum universal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hukum tertentu adalah aturan-aturan yang menetapkan dan melarang beberapa tindakan. Hukum universal adalah hukum alam, ia memiliki aturan dan pengarahannya tersendiri.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Ernst Utrecht<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ernst Utrecht adalah seorang pakar hukum yang berasal dari Indonesia. Menurutnya, definisi hukum adalah himpunan yang menjadi petunjuk hidup, berupa perintah atau larangan yang bertujuan mengatur tata tertib di dalam masyarakat yang harus ditaati oleh masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Immanuel Kant<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Immanuel Kant adalah seorang filsuf yang terkenal dari abad ke-18. Menurut Kant, manusia akan tergerak untuk bertindak di bawah hukum, dan hal itu merupakan standar otoritatif yang mengikat secara perasaan. Kant juga menyimpulkan bahwa hukum adalah syarat yang secara keseluruhan memiliki kehendak bebas untuk bisa menyesuaikan dan mengikuti peraturan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Thomas Hobbes<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Thomas Hobbes adalah filsuf asal Inggris yang beranggapan bahwa hukum adalah alat perekat yang formal, memiliki kegunaan dalam menyatukan masyarakat yang pada awalnya tidak terorganisir. Hobbes berpadangan bawah hukum adalah seperangkat aturan yang menguasai kehidupan masyarakat, baik secara paksa atau memerintah atau dibuat oleh pihak-pihak yang berkuasa di sebuah lingkungan masyarat tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Hans Kelsen<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hans Kelsen merupakan ahli hukum dan filsuf dari Austria. Kelsen juga yang menggagas bahwa hukum merupakan teori hukum murni. Kelsen berpendapat bahwa hukum merupakan norma yang berisi tentang kondisi dan konsekuensi dalam tindakan tertentu. Konsekuensi dari pelanggaran hukum bisa berupa ancaman sanksi dari penguasa di dalam lingkungan masyarakat itu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Mochtar Kusumaatmadja<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir adalah seorang pemikir dan ahli hukum asal Indonesia, yaitu Mochtar Kusumaatmadja. Menurut Mochtar, sebagai manusia kita harus memandang hukum sebagai alat bantu untuk membantu segala macam proses perubahan yang terjadi di tatanan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mochtar juga menambahkan bahwa fungsi hukum juga melindungi, memelihara, serta menertibkan masyarakat. Secara sederhana, menurut Mochtar hukum adalah sebuah kaidah dan asas yang berguna dalam mengatur hubungan masyarakat yang dibuat dengan keadilan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tujuan hukum<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44605\" aria-describedby=\"caption-attachment-44605\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44605\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/2.-JDIH-Kalbar-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44605\" class=\"wp-caption-text\"><em>JDIH Kalbar<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain fungsi, teradapat juga tujuan hukum yang diciptakan untuk maksud tertentu. Dalam hukum, masyarakat meruapakn pelaku, bukan alat atau objek yang memiliki kepentingan. Beberapa tujuan hukum tercantum dalam poin-poin di bawah ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kaidah hukum memiliki tujuan untuk melindungi kepentingan manusia dari bahaya yang mengancam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengatur hubungan antara sesama manusia agar tercipta ketertiban dan diharapkan bisa mencegah terjadinya konflik di antara manusia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukum melindungi kepentingan manusia baik secara individu ataupun kelompok. Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang juga membutuhkan perlindungan kepentingan agar kepentingannya bisa terlindungi dari ancaman sekelilingnya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukum memiliki tujuan untuk mewujudkan kebahagiaan yang sebesar-besarnya untuk semua orang. Tidak hanya memberi nafkah hidup, tapi juga memberi makan yang berlimpah, perlindungan dan mencapai kebersamaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukum menjadi sarana untuk memelihara dan menjamin ketertiban.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Fungsi hukum<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44606\" aria-describedby=\"caption-attachment-44606\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44606\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3.-Tagar.ID_-570x468.jpeg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44606\" class=\"wp-caption-text\"><em>Tagar.ID<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari penjelasan tentang pengertian dan tujuan hukum sebelumnya, bahwa terdapat juga penjelasan terkait fungsi hukum. Terdapat beberapa poin yang merupakan fungsi hukum itu sendiri, yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sarana pengendali sosial. sebuah sistem yang menerapkan aturan-aturan mengenai perilaku yang benar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sarana untuk mengadakan perubahan pada masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai alat ketertiban dan keteraturan masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sarana dalam mewujudkan keadilan sosial.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sarana dalam pergerakan pembangunan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai fungsi kritis, melakukan pengawasan baik pada aparatur pengawas, aparatur pelaksana dan aparatur penegak hukum.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai alat untuk mengikat anggota dalam masyarakat sehingga kelompok jadi semakin erat eksistensinya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai alat untuk membersihkan masyarakat dari kasus yang mengganggu masyarakat dengan cara memberikan sanksi baik pidana, perdata, administrasi dan sanksi masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai alat untuk melakukan alokasi kewenangan dan putusan terhadap badan pemerintahan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagai alat stimulasi sosial. Hukum bukan alat yang hanya digunakan untuk mengontrol masyarakat, namun juga meletakan dasar-dasar hukum yang bisa menstimulasi dan memfasilitasi interaksi di antara masyarakat dengan tertib dan adil.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Unsur hukum<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44607\" aria-describedby=\"caption-attachment-44607\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44607\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4.-Bincang-Syariah-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44607\" class=\"wp-caption-text\"><em>Bincang Syariah<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui penjelasan terkait fungsi hukum dan contohnya di atas, terdapat beberapa unsur yang membentuk hukum itu sendiri. Berikut ini beberapa unsur hukum yang dimaksud:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukum adalah peraturan yang mengatur tingkah laku manusia dalam suatu pergaulan di masyarakat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peraturan dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peraturan bersifat memaksa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sanksi terhadap pelanggaran yang dibuat adalah tegas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlu Sedulur ketahui, hukum sendiri terdiri dari beberapa jenis dan bidang yang berbeda. Setiap bidang memiliki hukum spesifik yang mengatur bidang tersebut. Untuk lebih jelas lagi, berikut beberapa bidang hukum yang berlaku di Indonesia:<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/antropologi-adalah\/\">Antropologi: Pengertian, Objek,Tujuan, Fungsi &amp; Manfaatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Hukum pidana<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44608\" aria-describedby=\"caption-attachment-44608\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44608\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/5.-Kelas-Pintar-570x468.jpg\" alt=\"fungsi hukum\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44608\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kelas Pintar<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bidang pertama adalah hukum pinada, yang merupakan peraturan untuk menentukan perbuatan apa saja yang tidak boleh dilanggat. Jika seseorang melanggar tindakan tersebut, maka berhak mendapatkan tindak pidana. Hukum pidana juga mengatur sanksi apa saja yang bisa dijatuhkan jika melanggar hukum pidana. Itu merupakan fungsi hukum pidana di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hukum pidana merupakan bagian dari hukum yang berlaku di suatu negara. Hukum pidana bukanlah mengadakan norma sendiri, namun sudah ada pada norma lain. Hukum pidana bersumber pada hukum tertulis dan tidak tertulis. Di Indonesia, hukum pidana yang berlaku merupakan warisan dari pemerintah kolonial Belanda. Berikut ini beberapa contoh hukuman yang dapat dijatuhkan pada pelanggar hukum pidana, yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukuman mati<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukuman penjara<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukuman denda<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hukuman tutupan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Hukum perdata<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44609\" aria-describedby=\"caption-attachment-44609\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44609\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/6.-Dosen-Pendidikan-570x329.png\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"329\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44609\" class=\"wp-caption-text\"><em>Dosen Pendidikan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam contoh fungsi hukum, terdapat salah satu bagian dari hukum itu sendiri, yaitu hukum perdata. Fungsi hukum perdata adalah peraturan yang mengatur hak dan kewajiban seseorang dengan badan hukum. Istilah hukum perdata pertama kali dikenal dalam bahasa Belanda, bahkan sumber hukum perdata ini masih merujuk pada hukum Belanda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kata perdata sendiri diambil dari kitab hukum Belanda yang bernama <em>Burgerlijk Wetboek<\/em>. Namun Hukum Belanda sendiri berasal dari Hukum Perancis yang pada saat itu tengah menguasai Belanda. Kemudian dibawa ke Hindia-Belanda (Indonesia pada masa penjajahan) dan diterapkan. Berikut ini susunan kitab undang-undah hukum perdata di Indonesia:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tentang orang, bab ini mengatur hukum tentang manusia sendiri dan kekeluargaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tentang kebendaan, bab ini mengatur segala hal yang memiliki hubungan dengan hukum benda dan warisan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tentang perikatan, bab ini mengatur segala hak dan kewajiban antara orang dengan orang, dengan badan hukum dan pihak-pihak tertentu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tentang pembuktian, bab ini mengatur segala alat pembuktian dan akibat hukumnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Hukum tata negara<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44610\" aria-describedby=\"caption-attachment-44610\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44610\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7.-Harian-Terbit-570x468.jpg\" alt=\"fungsi hukum\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44610\" class=\"wp-caption-text\"><em>Harian Terbit<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi hukum dalam masyarakat dapat terlihat dalam hukum tata negara, karena hukum tata negara adalah hukum yang mengatur negara itu sendiri. Mulai dari warga negara (masyarakat), kantor pemerintahan, kekuasaan pemerintah dan lain sebagainya. Ciri dari hukum tata negara adalah mengatur hubungan yang melibatkan pemerintah itu sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terutama hubungan antara berbagai lembaga pemerintah. Hubungan dengan warga negara cenderung dalam bidang hukum administrasi, kecuali jika kita berbicara tentang alokasi alat kekuasaan kepada warga negara.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Hukum internasional<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44611\" aria-describedby=\"caption-attachment-44611\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44611\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8.-Youtube-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44611\" class=\"wp-caption-text\"><em>Youtube<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya adalah hukum internasional. Hukum internasional adalah hukum yang mengatur segala aktivitas berskala internasional. Hukum internasional pada awalnya hanya diartikan sebagai aturan dalam hubungan antarnegara. Hukum internasional sangat kompleks, karena banyak hal yang diatur di dalamnya dan melibatkan banyak negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hukum internasional juga mengatur struktur dan perilaku dari organisasi internasional, perusahaan multinasional dan individu. Hukum internasional bisa dirumuskan sebagai kumpulan hukum yang terdiri dari peraturan yang mengikat negara-negara.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Hukum adat<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44612\" aria-describedby=\"caption-attachment-44612\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44612\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9.-Kompasiana-570x468.jpg\" alt=\"fungsi hukum\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44612\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kompasiana<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi hukum di Indonesia adalah mengatur segala aspek yang menjadi bagian dari negara Indonesia itu sendiri, salah satunya adat istiadat yang masih berlaku dan dipegang teguh oleh masyarakat Indonesia. Hukum adat adalah hukum yang tidak tertulis. Hal ini karena tidak ada aturan hukum yang tercatat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>6. Hukum lingkungan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_44614\" aria-describedby=\"caption-attachment-44614\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-44614\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/10.-Tribunnews-570x393.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"393\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-44614\" class=\"wp-caption-text\"><em>Tribunnews<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Indonesia juga terdapat hukum lingkungan yang merupakan hukum yang mengatur pola lingkungan dan semua perangkatnya, selain itu hukum lingkungan juga mengatur kondisi bersama manusia yang berada dalam pengaruh lingkungan tersebut. Hukum lingkungan memiliki tiga pilar, yaitu ekonomi, lingkungan hidup dan masyarakat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungsi hukum lingkungan untuk mengatur dan mengawasi kelestarian lingkungan agar terhindar dari kerusakan lingkungan di Indonesia. Hukum lingkungan termaktub dalam Undang-Undang No 32 tahun 2009.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikan penjelasan terkait fungsi hukum beserta segala hal yang terkait dengan hukum, terutama hukum di Indonesia. Semoga penjelasan kali ini dapat membantu Sedulur untuk lebih menyadari lagi pentingnya hukum dalam bernegara dan bermasyarakat dan tentu saja semoga Sedulur menjadi warna negara yang lebih sadar dan lebih taat\u00a0 terhadap hukum yang berlaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong><\/a> sekarang<\/em><em>.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":44603,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5763,5399],"class_list":["post-44602","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-fungsi-hukum","tag-hukum"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur &amp; Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur &amp; Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-25T11:45:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-25T03:39:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur &amp; Jenisnya\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"fungsi hukum\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/\",\"name\":\"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur & Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-25T11:45:20+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-25T03:39:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur &#038; Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur & Jenisnya","description":"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur & Jenisnya","og_description":"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-25T11:45:20+00:00","article_modified_time":"2022-03-25T03:39:54+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur & Jenisnya","twitter_description":"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.","twitter_image":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9-16.jpg","width":682,"height":536,"caption":"fungsi hukum"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/","name":"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur & Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-25T11:45:20+00:00","dateModified":"2022-03-25T03:39:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Yuk, kita pelajari bersama fungsi hukum di bawah ini. Pahami juga tujuan, unsur dan jenis-jenis dari hukum itu sendiri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/fungsi-hukum\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Fungsi Hukum Beserta Pengertian, Tujuan, Unsur &#038; Jenisnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44602"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44602"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44602\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44691,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44602\/revisions\/44691"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44603"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44602"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44602"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44602"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}