{"id":44601,"date":"2022-03-25T14:30:32","date_gmt":"2022-03-25T07:30:32","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=44601"},"modified":"2022-03-24T22:40:20","modified_gmt":"2022-03-24T15:40:20","slug":"libelarisme-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/","title":{"rendered":"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri &#038; Karakteristiknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Pernah mendengar istilah liberalisme? Liberalisme adalah sebuah kata dari bahasa latin yaitu <em>libertas<\/em> dan dalam bahasa Inggris dinamakan dengan <em>liberty.<\/em> Liberalisme merupakan sebuah paham yang menghendaki akan adanya kebebasan. Di banyak negara, liberalisme banyak dipakai sebagai ideologi dan salah satu negara penganut paham liberalisme adalah Amerika Serikat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Liberalisme terkait dengan kebebasan untuk bertempat tinggal, kemerdekaan atas hak pribadi, hak akan menentang segala macam penindasan, hak mengenai perlindungan pribadi, dan hak tentang milik. Penasaran dengan contoh liberalisme, ciri-ciri, dan sejarahnya, simak ulasan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gerakan-3a\/\">Gerakan 3A: Pengertian, Sejarah dan Tujuannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Apa itu liberalisme?<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 890px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.britannica.com\/69\/132669-131-D09448EA\/guillotine-execution-de-la-Revolution-canvas-paper-1793.jpg?q=60\" alt=\"\" width=\"900\" height=\"675\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Britannica<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagian Sedulur pasti masih banyak yang bingung mengenai istilah liberalisme dan apa tujuan hadirnya paham ini. Apa itu liberalisme? Paham liberalisme adalah suatu pandangan yang menghendaki tentang adanya kebebasan individu, baik dalam bidang ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, kebudayaan, agama, maupun kebebasan sebagai warga negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Liberalisme muncul karena reaksi atas penindasan yang dilakukan oleh kaum bangsawan dan agamawan. Paham ini lahir pada masa feodalisme dengan sistem pemerintahan monarki absolut. Kemudian, pendukung utama hadirnya paham ini adalah mereka kaum borjuis dan kaum-kaum terpelajar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Latar belakang liberalisme<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/upload.wikimedia.org\/wikipedia\/commons\/thumb\/4\/43\/Ex%C3%A9cution_de_Marie_Antoinette_le_16_octobre_1793.jpg\/1280px-Ex%C3%A9cution_de_Marie_Antoinette_le_16_octobre_1793.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"918\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Wikimedia Commons<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Liberalisme merupakan sebuah kata yang merujuk pada kebebasan. Hadirnya liberalisme ternyata tak lepas dari perjuangan masyarakat agar terbebas dari kesewenangan pemimpin di masa lalu. Masyarakat di masa lampau bertekad lepas dari penindasan dan tindakan semena-mena para pemimpin sehingga munculah gerakan ini. Secara garis besar, lahirnya istilah liberalisme dilatarbelakangi adanya rasa jengkel dan kesal masyarakat terhadap pemimpin negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di masa lampau, rakyat merasa haus akan keadilan dan kebebasan di bidang ekonomi, politik, serta agama. Ada empat hal lahirnya istilah liberalisme di masyarakat, di antaranya perkembangan tentang ilmu pengetahuan, pemanfaatan tentang alat-alat teknologi, perubahan sosial masyarakat, hingga timbulnya kesadaran memperbarui cara hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam perkembangannya, liberalisme mulai berevolusi menjadi neoliberalisme. Meski mempunyai arti sama yaitu kebebasan, namun kedua istilah ini tetap memiliki perbedaan. Neoliberalisme adalah pola pemikiran politik atau ideologi yang mengutamakan akan pertumbuhan ekonomi di atas segalanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teorinya menjelaskan bahwa yang lemah harus dikorbankan dan yang kuat harus berkembang dengan bebas. Supaya ekonomi nasional dapat berkembang juga. Mereka penganut neoliberal punya pandangan bahwa pada akhirnya golongan miskin akan ikut mendapatkan manfaat dari ekonomi yang berkembang secara kapitalis. Kemudian dalam pola pikir neoliberal, peraturan ekonomi harus mampu menguasai sektor-sektor lain dan bukan sebaliknya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <\/strong><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/indische-partij\/\">Indische Partij: Pendiri, Latar Belakang, Tujuan &amp; Penolakan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri ideologi liberalisme<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1114px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/10149310\/pexels-photo-10149310.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"liberalisme\" width=\"1124\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Liberalisme merupakan sebuah ideologi yang menjunjung tinggi hak masing-masing individu. Tentang segala aspek kehidupan mengenai berbangsa dan bernegara serta harus memperhatikan kebebasan individu. Ciri-ciri ideologi liberalisme bisa dilihat di bawah ini.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Liberalisme selalu menjunjung tinggi kebebasan dan hak individu selalu diutamakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dalam liberalisme nilai-nilai nasionalisme selalu berada di area bawah hak individu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pada ideologi liberalisme negara merupakan alat dalam mencapai tujuan individu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hak individu selalu diakui oleh negara. Termasuk mengenai hak dalam menguasai hajat hidup orang banyak.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada pula pandangan lain menurut Heru Susanto seperti dikutip dari Tirto, menjelasakan bahwa ciri-ciri ideologi liberalisme adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dalam bidang ilmu politik maka akan muncul demokratisasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dalam konteks sosial mengartikan bahwa kebebasan berpendapat, kesamaan dalam usaha, reformasi sosial, dan adanya perasaan egaliter.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dalam bidang seni dan budaya yaitu kebebasan tekait berekspresi seperti lukisan, drama, seni, musik, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bidang hal ekonomi mengenai ekonomi pasar yang demokratis.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Contoh liberalisme<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1390px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.laphamsquarterly.org\/sites\/default\/files\/images\/roundtable\/philippoteaux_lamartine.jpg\" alt=\"\" width=\"1400\" height=\"704\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><span style=\"color: #000000;\">Lapham&#8217;s Quarterly<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak negara di Eropa dan Asia menerapkan ideologi liberalisme, sebagai ideologi yang mengedepankan tentang kebebasan dalam segala bidang. Contoh dari ideologi ini dalam kehidupan sehari-hari yaitu seorang warga negara bebas melakukan hubungan badan dengan syarat mereka yang melakukan hal tersebut adalah sudah berumur 18 tahun ke atas. Jika ada sekumpulan warga negara di suatu daerah dan pemerintah kurang memperhatikan hak mereka, maka berhak membentuk suatu negara baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh liberalisme di Indonesia adalah saat negara ini menerapkan demokrasi liberal atau parlementer di tahun 1949 sampai 1959. Hanya saja dalam pelaksanaannya tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya akibat dari benturan antarparlemen sendiri. Liberalisme juga berlangsung di masa orde baru di bawah pemerintahan Soeharto. Persitiwa pemberontakan Gerakan 30 September PKI tahun 1965 ternyata menjadi pembuka jalan munculnya perkembangan Islam liberal di Indonesia. Saat itu paham Islam liberal tumbuh subur dan berkembang dengan bebasnya di atas reruntuhan pemikiran komunisme di dalam negeri. Tentunya hal ini hanya contoh, ya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Para pemikir Islam liberal tersebut mengajak seluruh umat untuk menuju ke arah sekuler atau biasa dinamakan dengan pemisahaan antara agama dan pemerintah. Di masa itu, ruang gerak pada aktivis Islam saat melakukan gerakan politiknya sangat dibatasi. Namun, mulai tahun 1971 paham mengenai liberalisme Islam sudah menampakkan hasilnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bukti nyata hadirnya liberalisme Islam adalah adanya pembaruan mengenai pendidikan Islam. Kemudian, Institut Agama Islam Negeri atau biasa disingkat IAIN dapat berkembang dan berubah menjadi pusat studi Islam yang memperkenalkan tentang ilmu sosial maupun humaniora.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ideologi liberalisme merupakan ideologi yang mengutamakan tentang kebebasan. Semoga penjelasan di atas menambah pemahaman kita tentang apa itu liberalisme, tujuan liberalisme, dan ciri ideologi ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <\/em><em><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\" data-saferedirecturl=\"https:\/\/www.google.com\/url?q=https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos&amp;source=gmail&amp;ust=1648197121664000&amp;usg=AOvVaw1UgM4biPfDW0QfVNkO4gXC\"><strong>di sini<\/strong><\/a><\/em><em> sekarang.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":18,"featured_media":44595,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5761,5762,5752],"class_list":["post-44601","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-idealisme","tag-liberalisme","tag-paham"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri &amp; Karakteristiknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Liberalisme adalah ideologi, pandangan, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman tentang kebebasan. Simak pembahasannya di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri &amp; Karakteristiknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Liberalisme adalah ideologi, pandangan, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman tentang kebebasan. Simak pembahasannya di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-25T07:30:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-24T15:40:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Bayu Chandra Kumara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Bayu Chandra Kumara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-9.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/\",\"name\":\"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri & Karakteristiknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-25T07:30:32+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-24T15:40:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d\"},\"description\":\"Liberalisme adalah ideologi, pandangan, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman tentang kebebasan. Simak pembahasannya di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri &#038; Karakteristiknya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d\",\"name\":\"Bayu Chandra Kumara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Bayu Chandra Kumara\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri & Karakteristiknya","description":"Liberalisme adalah ideologi, pandangan, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman tentang kebebasan. Simak pembahasannya di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri & Karakteristiknya","og_description":"Liberalisme adalah ideologi, pandangan, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman tentang kebebasan. Simak pembahasannya di sini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-25T07:30:32+00:00","article_modified_time":"2022-03-24T15:40:20+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Bayu Chandra Kumara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Bayu Chandra Kumara","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-9.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-9.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/","name":"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri & Karakteristiknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-25T07:30:32+00:00","dateModified":"2022-03-24T15:40:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d"},"description":"Liberalisme adalah ideologi, pandangan, dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman tentang kebebasan. Simak pembahasannya di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/libelarisme-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Liberalisme: Sejarah, Ciri Ciri &#038; Karakteristiknya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/1a98c5d1f0dc76f9ec9af56eae79746d","name":"Bayu Chandra Kumara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c1342f91cc82baf4635df2ea9893fb0c?s=96&d=mm&r=g","caption":"Bayu Chandra Kumara"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44601"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/18"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44601"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44658,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44601\/revisions\/44658"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44595"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}