{"id":44506,"date":"2022-03-25T18:30:07","date_gmt":"2022-03-25T11:30:07","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=44506"},"modified":"2022-03-25T10:34:54","modified_gmt":"2022-03-25T03:34:54","slug":"gurindam-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/","title":{"rendered":"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Masih ingatkah Sedulur pada karya sastra puisi dalam bahasa Indonesia? Beberapa contoh jenis puisi yang bisa Sedulur ketahui diantaranya adalah syair, gurindam, dan puisi. Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis puisi lama ini terdiri dari dua bait dan setiap baitnya memiliki dua baris kalimat dengan rima yang sama menjadi satu kesatuan. Puisi lama ini memang cukup mirip dengan pantun karena memiliki kemiripan dalam penggunaan perumpamaan. Ingin tahu lebih banyak mengenai gurindam? Yuk, simak informasi lengkapnya disini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/struktur-teks-hikayat\/\">Struktur Teks Hikayat: Pengertian, Struktur, Kaidah &amp; Contoh<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Pengertian gurindam<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1488190211105-8b0e65b80b4e?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"gurindam adalah\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari Wikipedia, istilah gurindam berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya adalah perumpamaan. Bahasa ii kemudian mulai berkembang pada saat agama Hindu mulai masuk ke wilayah Indonesia yang menggunakan bahasa Tamil di India.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu jenis puisi Melayu lama ini terdiri dari atas dua baris dalam satu bait. Dalam baris pertama menyatakan sebuah perbuatan, sedangkan baris kedua menyatakan akibat yang ditimbulkan atas perbuatan tersebut. Puisi lama ini berasal dari India yang mempunyai makna suatu sajak dua baris yang satu untai, seperti pantun kilat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti dari istilah ini adalah sajak dua baris yang didalamnya mengandung nasihat dan petuah. Contohnya adalah baik-baik dalam memilih kawan, salah-salah bisa menjadi lawan. Hal ini sama seperti karya sastra lainnya, karena bertujuan sebagai sarana hiburan dan pendidikan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Ciri-ciri gurindam<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1550592704-6c76defa9985?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"gurindam adalah\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai satu dari banyak bentuk karya sastra, ciri-ciri gurindam adalah tidak terdapat dalam bentuk yang lainnya. Beberapa ciri khasnya adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mempunyai dua buah baris pada setiap baitnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat hubungan antara sebab akibat dalam setiap barisnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap barisnya memiliki 10 hingga 14 kata.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Setiap barisnya mempunyai rima maupun sajak A-A, B-B, C-C, D-D dan seterusnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kesimpulan isi gurindam atau maksudnya terdapat pada baris kedua.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maksud atau isi kesimpulannya memiliki bentuk filosofi, nasehat, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Jenis gurindam<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1522881451255-f59ad836fdfb?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"597\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karya sastra puisi lama ini mempunyai dua jenis yang perlu diketahui, yaitu gurindam berkait dan berangkai. Supaya bisa mengetahui lebih lanjut dan tidak bingung untuk membedakannya, langsung saja kupas satu persatu berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">a. Gurindam berkait<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis gurindam yang pertama adalah mempunyai teks berkait antara baris satu dan dua. Jenis ini juga ditandai dengan adanya kata yang sama dalam baris pertama dan tiap baitnya. Ini menjadikannya lebih berima seperti puisi, namun memiliki struktur yang mirip dengan pantun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh gurindam adalah yang dikutip dari liputan6:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siapa yang enggan sesat dunia akhirat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika segera bertaubat sebelum akhir zaman<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka akan mendapatkan yang namanya selamat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila tidak suka memberi<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka janganlah suka mencaci.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\">b. Gurindam berangkai<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berbeda dengan berkait, gurindam ini mempunyai kata yang sama dalam setiap dua baris. Jadi, kata awal juga memiliki kesamaan selain bunyi konsonannya. Jenis ini ditandai dengan tutur yang sama dan berkaitan dari bait pertama sampai seterusnya. Tidak seperti pantun yang pada setiap baitnya tidak berkaitan. Justru, jenis yang satu ini lebih menekankan keterkaitan. Sehingga, pesan dapat tersampaikan menjadi lebih dalam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut contoh jenis berangkai dikutip dari liputan6:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lakukan saja apa yang menurutmu benar<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lakukan saja apa yang menurutmu pantas.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hidup hanya bergantung pada hati<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena hidup hanya sesaat dan kemudian mati.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bukalah pintu cinta dihatimu<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jangan pintu cinta dimatamu.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/geguritan-bahasa-jawa\/\">8 Contoh Geguritan Bahasa Jawa Berbagai Tema Terlengkap<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Persamaan dan perbedaan gurindam dengan pantun dan syair<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1471107340929-a87cd0f5b5f3?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"gurindam adalah\" width=\"1000\" height=\"751\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui apa itu gurindam dan contohnya, berikutnya adalah persamaan dan perbedaannya dengan syair dan pantun. Berdasarkan bentuknya, puisi lama ini hampir sama dengan karmina dan pantun kilat. Yang membedakan adalah karmina terdiri dari sampiran dan isi, sedangkan puisi lama dari India ini tidak memiliki sampiran. Kedua barisnya merupakan kalimat yang mempunyai hubungan sebab akibat dan isinya berupa peringatan dan nasihat supaya manusia bisa hidup dengan lurus dan jujur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Puisi lama ini juga mempunyai sedikit kemiripan dengan syair, yaitu tidak ada sampiran. Akan tetapi, syair terdiri dari empat larik atau baris dan memiliki isi berupa rangkaian cerita. Sementara itu, gurindam cuma terdiri dari dua baris dan antar bait yang tidak selalu memiliki kaitan atau tidak berupa rangkaian sebuah cerita.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Fungsi karya sastra gurindam<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1515378791036-0648a3ef77b2?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"gurindam adalah\" width=\"1000\" height=\"667\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karya sastra gurindam adalah puisi lama yang dibuat secara khusus serta mendalam. Pastinya, setiap karya sastra memiliki fungsinya dan karakteristik tersendiri. Fungsi dari karya sastra lama ini lebih mengarah pada kebaikan dan menghindari dari keburukan. Seseorang yang membacanya akan mendapatkan fungsi secara intelektual darinya. Berikut adalah beberapa fungsinya yang dapat Sedulur pahami.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menghibur manusia. Sebagai sebuah karya sastra, fungsi pertamanya adalah untuk mendidik jiwa manusia supaya menjadi lebih baik lagi. Selain itu, fungsi lain dari puisi lama ini juga sebagai media hiburan, lho. Tema yang memiliki latar belakang \u201ckasmaran\u201d kebanyakan sangat menghibur para pembacanya. Hal ini disebabkan karena disana diperlihatkan bagaimana konyolnya seseorang ketika sedang jatuh cinta.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menyampaikan dakwah agama. Adanya puisi ini membuat para penceramah lebih mudah lagi untuk menyebarkan ajaran agama. Agama manapun yang memiliki tujuan supaya manusia bisa melakukan berbagai kebaikan dan selalu menghindari keburukan\u00a0 yang dilarang.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Mendidik jiwa. Keaslian sebuah karya sastra diimbangi dengan penghayatan hidup dan secara otomatis akan mendidik jiwa, baik penulis maupun pembacanya. Sebagian besar karya sastra ii memiliki fungsi mendidik sisi kejiwaan manusia, disamping berupa petuah agama.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Merekam kondisi sosial masyarakat. Kreativitas yang dimiliki bisa merekam kondisi sosial masyarakat dan menjadikan puisi lama ini berfungsi untuk mengamati kondisi budaya dan sosial dalam bermasyarakat. Puisi ini bisa merekam segala kejadian dalam berbagai kalimat yang pendek.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Contoh gurindam<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.unsplash.com\/photo-1518674660708-0e2c0473e68e?ixlib=rb-1.2.1&amp;ixid=MnwxMjA3fDB8MHxwaG90by1wYWdlfHx8fGVufDB8fHx8&amp;auto=format&amp;fit=crop&amp;w=1000&amp;q=80\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Unsplash<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya, kita akan membahas contoh gurindam agama yang dulunya pernah dibuat oleh para sastrawan. Salah satu karya sastra yang terkenal adalah karya Raja Ali Haji. berikut adalah gurindam 12 pasal karya beliau:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Barang siapa tidak memegang agama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Barang siapa mengenal yang empat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Maka ia itulah orang ma\u2019rifat.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Barang siapa mengenal Allah,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Barang siapa mengenal diri,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Barang siapa mengenal dunia,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">tahulah ia barang yang terpedaya.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Barang siapa mengenal akhirat,<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">tahulah ia dunia melarat.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa disimpulkan bahwa gurindam adalah sebuah karya sastra lama yang isinya berupa nasihat atau petuah bermanfaat. Karya sastra yang satu ini memang sudah jarang terdengar. Maka dari itu, Sedulur harus memahaminya supaya bisa menambah pengetahuan. Semoga bermanfaat!<\/span><\/p>\n<p><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya\u00a0<a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong>\u00a0<\/a>sekarang.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":44564,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5317,5738,4817],"class_list":["post-44506","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-bahasa-indonesia","tag-gurindam","tag-sastra"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat. Ingin tau lebih lanjut? Simak disini, ya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat. Ingin tau lebih lanjut? Simak disini, ya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-25T11:30:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-25T03:34:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-11-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-11-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-11-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/\",\"name\":\"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-25T11:30:07+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-25T03:34:54+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat. Ingin tau lebih lanjut? Simak disini, ya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi & Contohnya","description":"Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat. Ingin tau lebih lanjut? Simak disini, ya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi & Contohnya","og_description":"Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat. Ingin tau lebih lanjut? Simak disini, ya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-25T11:30:07+00:00","article_modified_time":"2022-03-25T03:34:54+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-11-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-11-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-11-1.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/","name":"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-25T11:30:07+00:00","dateModified":"2022-03-25T03:34:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Gurindam adalah jenis karya sastra yang terdiri dari dua baris berisi petuah atau nasihat. Ingin tau lebih lanjut? Simak disini, ya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/gurindam-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Gurindam: Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44506"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=44506"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44506\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":44519,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/44506\/revisions\/44519"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/44564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=44506"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=44506"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=44506"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}