{"id":43913,"date":"2022-03-23T17:45:08","date_gmt":"2022-03-23T10:45:08","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=43913"},"modified":"2022-03-23T10:29:34","modified_gmt":"2022-03-23T03:29:34","slug":"tari-indang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/","title":{"rendered":"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, &#038; Gerakannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Indang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dindin Badindin adalah salah satu kesenian tradisional Indonesia, yang berasal dari Pariaman, Sumatera Barat. Kesenian ini merupakan sebuah akulturasi agama Islam dan budaya Minangkabau yang dilakukan secara berkelompok dengan jumlah ganjil.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila dilihat secara sekilas, gerakan dari kesenian ini hampir mirip dengan tari Saman yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Dengan diiringi tuturan lisan dan memiliki gerakan yang cukup lugas lah yang membuatnya menjadi menarik dan unik. Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-payung\/\">Tari Payung: Kenali Sejarah, Asal Makna &amp; Propertinya, Lengkap!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Sejarah dan asal-usul<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/t-2.tstatic.net\/tribunnewswiki\/foto\/bank\/images\/Tari-Indang-Badindin-2.jpg\" alt=\"tari indang\" width=\"700\" height=\"393\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Tribun Wiki<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, asal tari Indang adalah dari Pariaman, Sumatera Barat. Awal mula kesenian ini diperkenalkan oleh Syekh Burhanuddin pada abad ke-13 atau 14. Tujuannya adalah untuk menyebarkan agama Islam di semua pelosok wilayah Sumatera Barat. Pada awal-awal kemunculannya, kesenian ini digunakan sebagai sebuah media untuk berdakwah mengenai agama Islam. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu beralih fungsi menjadi media pertunjukkan atau hiburan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sumber lain menyebutkan bahwa kesenian tradisional ini disebut juga sebagai Dindin Badindin dan berasal dari pedagang Arab yang sedang berlabuh di Minangkabau. Lalu, seorang tokoh agama pengikut Syekh Burhanuddin bernama Rapa\u2019i mulai mempublikasikan kesenian ini dalam sebuah perayaan festival Tabuik di Pariaman. Tujuan dari perayaan ini adalah untuk memperingati meninggalnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Imam Husein Bin Ali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejak hari itu, pementasan kesenian ini selalu diikutsertakan saat perayaan Tabuik sampai saat ini. Awalnya, Rapa\u2019i menjadikan perkusi seperti gendang pipih bundar dan rebana yang terbuat dari kayu pendek dan agak lebar ujungnya sebagai pengiringnya. Pada masa lalu, kesenian ini dianggap sakral. Dalam setiap kelompok penarinya mengandung sipatuang sirah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dulu, kesenian tradisional ini diatur untuk waktu pementasannya, yaitu Indang naik dan turun. Indang naik dipentaskan setiap hari pertama atau awal, yaitu malam hari saat jam 11 hingga 12 malam. Sementara itu, turun dimainkan saat senja atau sehabis sholat Maghrib. Akan tetapi, saat ini aturan tersebut sudah tidak berlaku lagi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Fungsi tari Indang<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1638px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/infopublik.id\/resources\/album\/juli-2019\/0U9A3268.jpg\" alt=\"tari indang\" width=\"1648\" height=\"1098\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Info Publik<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tarian Indang merupakan sebuah kesenian tradisional khas Pariaman, Sumatera Barat yang sangat kental akan nilai-nilai keagamaan. Kesenian yang satu ini mempunyai berbagai fungsi, antara lain adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sarana pendidikan untuk memberikan edukasi pada para masyarakat, terutama pelajar tentang ajaran serta nilai dalam agama Islam.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sebagai sarana hiburan dan pertunjukkan yang bertujuan untuk menyambut tamu penting, baik dalam negeri maupun luar negeri.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Upacara keagamaan dan upacara adat seperti tabuik dan peringatan wafatnya cucu Nabi Muhammad yang digelar setiap tanggal 10 Muharram.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Untuk media dakwah dalam menyampaikan berbagai ajaran Islam dan didukung dengan beberapa elemen budayanya. Budaya tersebut diantaranya adalah syair-syair Islami dan iringan sholawat nabi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Gerakan tari Indang<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/restuemak.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/img_20190302_140640.jpg\" alt=\"tari indang\" width=\"800\" height=\"445\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Zona Ilmu<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sama dengan kesenian asal Aceh, yaitu Tari Saman, keunikan tari Indang adalah gerakannya yang dinamis dan bervariasi. Pada saat ini, mayoritas penampilannya diiringi dengan lagu. Sehingga, setiap baitnya mempunyai ciri khas dan gerakannya sendiri. Para penari pun memegang dan memukul Indang agar bisa menghasilkan bebunyian dan mengatur temponya dengan baik. Pada bagian reff, gerakan yang dimainkan adalah tepuk tangan. Selain itu, terdapat pula gerakan jentikan jari yang menghasilkan nada yang sama dengan iringannya. Gerakan kesenian ini memiliki sifat yang santai, ceria, lincah, dinamis, dan memiliki beberapa tahap dan langkah. Langkah dan gerakan tersebut diantaranya adalah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pertama, ada dua kelompok penari yang masuk ke panggung dengan melalui dua sisi yang tidak sama, yaitu kiri dan kanan. Lalu, mereka mengambil posisi yang membentuk dua baris berbanjar.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, penari akan duduk sambil menyilangkan kakinya.\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Kemudian, para penari akan menaruh rebana pada hadapan mereka. Ini berlaku bagi mereka yang menggunakan rebana.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Lanjut dengan masing-masing penari yang berpegangan tangan dan meletakkannya pada depan dada mereka.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya adalah dengan melakukan gerakan inti yang bermacam-macam. Pertama adalah kepala, tangan, kemudian badan sambil menabuh rebana lagi bagi yang menggunakannya atau memegangnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tak hanya sampai disitu saja, terdapat pula gerakan yang meliuk dan melambai ke depan, belakang, samping kanan dan kiri.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Terdapat pula gerakan mengangkat satu tangan secara horizontal dari siku ke atas, melipat tangan, dan saling bergantian dari tangan kiri menuju kanan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar bisa menguasai seluruh gerakannya, para penari butuh latihan yang tidak mudah dan cukup ekstra. Walaupun gerakannya terkesan sederhana dan dilakukan dengan cara duduk, tapi setiap gerakan mempunyai makna tersendiri yang cukup dalam. Contohnya adalah gerakan mengayunkan ke kiri dan kanan dan menadahkan tangan. Kedua gerakan tersebut seolah-olah mengimplementasikan wujud rasa syukur.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-seudati\/\">Mengenal Tari Seudati, Tari Tradisional Unik dari Aceh<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Penari Indang<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/bdxlrgNbmJJpTysvawQ_VoDjeqo=\/4x0:994x660\/750x500\/data\/photo\/2021\/08\/16\/611a09474110d.png\" alt=\"tari indang\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Kompas<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Indang dibawakan oleh lelaki dalam jumlah ganjil. Ciri khas dari kesenian tradisional khas Minangkabau ini adalah gerakannya yang berpusat pada kepala, badan, dan tangan. Para penari akan melakukan gerakan dalam posisi duduk. Lebih lanjut, penarinya terdiri dari beberapa perna, yaitu tukang dikia atau tukang dzikir, anak indang, tuo indang, dan tukang alih. Penjelasan selengkapnya bisa diketahui sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tukang Dikia atau Dzikir. Tugas dari Tukang Dzikir adalah untuk menyampaikan berbagai syair mengenai ajaran agama Islam atau sholawat Nabi. Biasanya, posisi dari Tukang Dikian berada di luar penari.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Anak Indang. Penari ini terdiri dari semuanya yang duduk bersila dalam satu barisan atau shaf. Lalu, bagian paha dan kaki para penari saling berhimpitan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tuo Indang. Tugas dari penari ini adalah sebagai penanggung jawab semua pertunjukannya. Hal ini berkaitan dengan kejadian di masa lalu yang sering ada cerita mistis dalam pertunjukannya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tukang Alih. Terdapat juga pemain yang bertugas memimpin tarian dan berada pada barisan anak indang. Selain itu, Tukang Alih juga bertugas untuk mengatur gerakan tempo dan memberikan kode untuk setiap pergantian gerakannya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Musik pengiring tarian<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/museumnusantara.com\/wp-content\/uploads\/2020\/11\/sejarah-tari-indang-1.jpg\" alt=\"tari indang\" width=\"800\" height=\"480\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Museum Nusantara<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tari Indang disebut juga tari Dindin Badinding yang memiliki dua jenis bunyi yang digunakan sebagai pengiringnya. Dua jenis tersebut dihasilkan dari alat musik tabuh khas Melayu yaitu gambus dan rebana, serta lagu yang dinyanyikan oleh Tukang Dzikir atau Dikia. Dalam perkembangannya, alat musik yang dijadikan sebagai pengiringnya juga akan semakin beragam. Tak hanya gambus saja, terdapat pula alat musik modern yang digunakan seperti akordion dan piano. Tidak ada yang berubah dari awal munculnya kesenian ini untuk syair lagu iringannya, yaitu menggunakan lagu karya Tiar Ramon berjudul Dindin Badindin.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Pola lantai tari Indang<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 770px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/awsimages.detik.net.id\/community\/media\/visual\/2020\/09\/17\/tari-indang_169.jpeg?w=780&amp;q=90\" alt=\"\" width=\"780\" height=\"440\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Detik Travel<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila dikaji dari pementasannya, tari Indang pada dasarnya menggunakan pola lantai horizontal, berbanjar dari kiri ke kanan. Akan tetapi, terdapat pula yang mengubah atau memberikan variasi yang tidak sama seperti membentuk huruf V atau V terbalik. Selain itu, ada juga yang membentuk zig-zag, melingkar, selang-seling, dan berpasangan dua-dua dan tiga-tiga.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, jumlah penari kesenian tradisional khas Minangkabau ini tidak selalu sama, yaitu mulai dari 5 sampai 25 orang. Pada zaman dahulu, penari yang diperbolehkan untuk melakukannya adalah pria saja karena perempuan tidak boleh memperlihatkan dirinya pada khalayak ramai. Akan tetapi, kini pementasannya bisa dilakukan secara campur, dengan menutup aurat.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tarian-jawa-timur\/\">8 Macam Tarian Jawa Timur yang Dikenal Hingga Mancanegara<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">7. Properti tari Indang<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pusakapusaka.com\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/sejarah-tari-indang.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"319\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Zona Pustaka<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Properti dalam tarian Indang sangat sederhana, yaitu indang atau rebana berukuran kecil itu sendiri. Dahulu, para penarinya selalu menggunakan rebana dalam pementasan. Akan tetapi, sekarang lebih sering diletakkan pada hadapan mereka. Kemudian, digantikan dengan gerakan tepuk tangan pada bagian-bagian lirik tertentu. Selain menepuk tangan, terdapat pula gerakan menepuk lantai.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">8. Tari Indang lirik<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 609px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-V_7K6iItoSc\/Wg-FpIkFOdI\/AAAAAAAAACc\/t68n9Q0s_MkFV8lozKTvK-PnXSD_MJP7wCLcBGAs\/s1600\/Tari%2BIndang%2Bberasal%2Bdari%2BSumatera%2BBarat.jpg\" alt=\"\" width=\"619\" height=\"394\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Sabitakoyaki<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dikutip dari <em>musiklib.org<\/em>, berikut adalah lirik dari Tari Indang versi aslinya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Balari lari bukannyo kijang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pandan tajamua di muaro<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kami manari basamo samo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Paubek hati dunsanak sadonyo<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ikolah indang oi Sungai Garinggiang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kami tarikan basamo samo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sambuiklah salam oi sambah mairiang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pado dunsanak alek nan tibo<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bamulo indang ka ditarikan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salam bajawek (ondeh) ganti baganti<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lagu lah indang kami nyanyikan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Supayo sanak (ondeh) basuko hati<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di Batu Basa oi Aua Malintang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di sinan asa nagari kami<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kami tarikan oi tarinyo indang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah jo jangga tolong pelok\u00e2\u20ac\u2122i<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kabekkan jawi di tangah padang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baoklah pulang (ondeh) di hari sanjo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kami manari jo tari indang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Paubek hati (ondeh) urang basamo<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Baralah tinggi oi si buruang tabang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Panek malayok ka hinggok juo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak ragamnyo oi budayo datang<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budayo kito kambangkan juo<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari lah Solok nak ka Salayo<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Urang lah Guguak (ondeh) pai ka pakan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ambiak nan elok jadi pusako<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sado nan buruak (ondeh) kito pelokkan<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dindin badindin oi dindin badindin<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itu dia penjelasan menarik tentang sejarah hingga properti yang digunakan dalam tari Indang (Dindin Badindin). Selain digunakan sebagai media dakwah islam, kesenian ini juga bisa menjadi sebuah sarana hiburan dan pertunjukkan di berbagai acara penting. Semoga bisa menambah wawasan Sedulur, ya!<\/span><\/p>\n<p><i>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di\u00a0<\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i>\u00a0lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\">\u00a0<b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i>\u00a0sekarang.<\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":43984,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[4856,5639],"class_list":["post-43913","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-tari","tag-tari-indang"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, &amp; Gerakannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, &amp; Gerakannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-23T10:45:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-23T03:29:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-4-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-4-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-4-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/\",\"name\":\"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, & Gerakannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-23T10:45:08+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-23T03:29:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, &#038; Gerakannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, & Gerakannya","description":"Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, & Gerakannya","og_description":"Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-23T10:45:08+00:00","article_modified_time":"2022-03-23T03:29:34+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-4-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-4-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-4-2.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/","name":"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, & Gerakannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-23T10:45:08+00:00","dateModified":"2022-03-23T03:29:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Ingin tahu lebih lanjut mengenai Tari Indang sebagai salah satu kesenian tradisional khas Sumatera Barat ini? Yuk, simak lengkapnya disini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/tari-indang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tari Indang: Penjelasan, Sejarah, Fungsi, &#038; Gerakannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43913"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43913"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43913\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43919,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43913\/revisions\/43919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43913"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43913"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43913"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}