{"id":43568,"date":"2022-03-22T11:00:21","date_gmt":"2022-03-22T04:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=43568"},"modified":"2022-03-21T16:46:42","modified_gmt":"2022-03-21T09:46:42","slug":"kerajaan-pajajaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/","title":{"rendered":"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan &#038; Peninggalan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Pajajaran merupakan salah satu kerajaan hindu besar yang pernah berdiri di Jawa Barat. Menurut catatan Prasasti Sanghyang Tapak, kerajaan ini didirikan oleh Sri Jayabhupati pada tahun 923 Masehi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kisah sejarah tentang Kerajaan Pajajaran begitu istimewa karena menjadi cikal bakal munjulnya wilayah Bandung dan sekitarnya. Dimana ketika itu, puncak kejayaan Pajajaran berhasil diwujudkan oleh Prabu Siliwangi pada tahun 1482 sampai 1521 Masehi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu seperti apa kisah sejarah lengkap tentang Kerajaan Pajajaran dan peninggalannya yang masih tersisa sampai sekarang? Berikut ini ulasannya.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/\">Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Peninggalan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Awal kemunculan Kerajaan Pajajaran<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43624\" aria-describedby=\"caption-attachment-43624\" style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43624 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Sejarah-Cirebon.jpg\" alt=\"Awal mula kerajaan pajajaran\" width=\"640\" height=\"363\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43624\" class=\"wp-caption-text\"><em>Sejarah Cirebon<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kisah Kerajaan Pajajaran tidak bisa lepas dari sejumlah kerajaan kecil yang bergabung menjadi satu. Menurut sejarah, ada empat kerajaan seperti Tarumanegara, Kerajaan Sunda, Kerajaan Kawali dan Galuh yang jadi cikal bakal kerajaan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemunculan Kerajaan Pajajaran juga tak lepas dari usaha kerajaan kecil di kawasan Pasundan yang tak ingin bertekuklutut pada Kerajaan Majapahit yang jadi salah satu kerajaan terbesar kala itu. Berdasarkan catatan dari G.F Rouffer dalam sebuah buku berjudul <em>Ecyclopedia van Niederlandsh Indie stibe edition<\/em>, lambang dari Raja Pajajaran menunjukkan adanya kesetaraan dengan Majapahit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada sejumlah kisah kuno, nama Pajajaran sendiri disebut memiliki hubungan dengan wilayah di Negeri Sunda yang memiliki banyak pohon Pakujajar. Keberadaan pohon paku yang banyak tumbuh di sekitar kerajaan juga dikuatkan dengan cerita dari <em>Naskah Wara Guru<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak heran, Kerajaan Pajajan memiliki sejumlah nama lain seperti Negeri Sunda, Pasundan, sampai Pakuan Pajajaran.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Letak pertama kerajaan dan pendirinya<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43620\" aria-describedby=\"caption-attachment-43620\" style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43620 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Good-News-from-Indonesia-1.jpg\" alt=\"Sejarah Kerajaan Pajajaran\" width=\"1024\" height=\"658\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Good-News-from-Indonesia-1.jpg 1024w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Good-News-from-Indonesia-1-768x494.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43620\" class=\"wp-caption-text\"><em>Good News from Indonesia<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Pajajaran terletak di kawasan Pakuan yang kini dikenal sebagai Bogor, Jawa Barat. Wiayah ini juga menjadi pusat ibukota dan ekonomi kerajaan setelah sebelumnya jadi salah satu wilayah kekusaan Tarumanegara yang akhirnya runtuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendiri awal Kerajaan Pajajaran sempat menjadi perdebatan karena kerajaan ini terbentuk karena adanya pemberontakan di Kerajaan Galu, Tarumanegara, dan juga Kawali.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu menantu Raja Tarumanegara saat itu, Tarusbawa akhirnya melaukan inisiasi untuk membentuk sebuah pemerintahan baru dibawah nama Pajajaran dengan mengajak kerajaan kecil tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, menurut catatan Prasasti Sanghyang Tapak, pendiri pertama Pajajaran adalah Sri Jayabhupati. Kisah tentang Sri Jayabhupati juga lebih populer dibandingkan kisah Tarusbawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan pajajaran berdiri pada tahun 923 Masehi dimana saat itu ajaran Hindu dan Buddha banyak tersebar di wilayah Jawa. Tidak heran, Kerajaan Pajajaran bercorak agama Hindu dan ini dikuatkan dengan sejumlah prasasti yang berupa tugu serta candi-candi kecil.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Sejarah kehidupan Pajajaran<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43625\" aria-describedby=\"caption-attachment-43625\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43625 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/The-Asian-Parent.jpg\" alt=\"Kehidupan saat masa kerajaan\" width=\"800\" height=\"531\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/The-Asian-Parent.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/The-Asian-Parent-768x510.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/The-Asian-Parent-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/The-Asian-Parent-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43625\" class=\"wp-caption-text\"><em>The Asian Parent<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan di dalam Pajajaran hampir sama dengan kerajaan-kerajaan lain. Sebagai sebuah kerajaan besar yang berkuasa di wilayah barat Jawa, Pajajaran memiliki histori politik, ekonomi, dan sosial yang begitu kuat. Berikut ini ulasan singkatnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan politik<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada masa pemerintahan Kerajaan Pajajaran, sistem politik yang digunakan adalah feodal. Dimana puncak kekuasaan dan keputusan tertinggi dipegang oleh sosok yang memiliki gelar prabu atau raja. Posisi selanjutnya diisi oleh putra mahkota dan golongan mangkubumi seperti mantara, wado dan syahbandar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kelompok mangkubumi sendiri tidak tinggal di pusat kerajaan karena diberi kekuasaan di daerah Pajajaran. Mereka diberi tanggung jawab untuk mengatur dan mengelola masyarakat sehingga ekonomi kerajaan bisa terpenuhi.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan ekonomi<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Pajajaran dikenal memiliki kekuatan ekonomi yang kuat. Hal ini tak lepas dari kemampuan agraris Pajajaran sangat maksimal karena terbantu oleh wilayah tanah yang subur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, posisi Kerajaan Pajajaran juga cukup strategis karena memiliki cakupan wilayah yang berada di pesisir pantai. Hal ini membuat wilayah perdagangan Kerajaan Pajajaran menjadi sangat luas dan bisa melakuka kerjasama dengan pedagang dari luar wilayah secara mudah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan sosial<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kehidupan sosial masyarakat di Pajajaran masih menggunakan sistem kasta. Dimana pembagian kasta menerapkan konsep dari agama Hindu Saiwa yang banyak dianut oleh para raja kala itu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejumlah lapisan kasta juga dibuat berdasarkan kemampuan profesi yang dimiliki oleh masyarakat. Beberapa klasifikasi itu ada Pahuma, orang yang bekerja sebagai petani di ladang miliknya sendiri. Lalu ada Palika, merupakan kasta dari kelas nelayan yang ada di pesisir pantai. Selanjutnya ada Marangguy, kasta untuk orang-orang yang bekerja sebagai seorang pengukir.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada awalnya, Kerajaan Pajajaran agama didominasi Hindu dan Budha. Tetapi di akhir keruntuhan kerajaan ini, ajaran Islam mulai masuk karena dibawa oleh Kesultanan Banten.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-sampit\/\">Perang Sampit: Sejarah, Konflik, dan Penyelesaiannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Silsilah Raja Pajajaran<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43619\" aria-describedby=\"caption-attachment-43619\" style=\"width: 1098px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43619 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cyber88.jpg\" alt=\"Silsilah Prabu Siliwangi\" width=\"1108\" height=\"738\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cyber88.jpg 1108w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cyber88-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cyber88-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Cyber88-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1108px) 100vw, 1108px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43619\" class=\"wp-caption-text\"><em>Cyber88<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sejarah Kerajaan Pajajaran yang begitu panjang tidak bisa lepas dari begitu banyaknya raja yang memimpin kerajaan ini. Selain Raja Sri Jayabhupati yang memerintah dari tahun 923 Masehi sampai 1482 Masehi, ada beberapa nama raja Kerajaan Pajajaran yang wajib diketahui.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Sri Baduga Maharaja.<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sri Baduga Maharaja memerintah Pajajaran sejak 1482 Masehi sampai 1521 Masehi. Sosok raja satu ini begitu populer karena kharisma dan kemampuannya sebagai raja yang sangat luar biasa. Sri Baduga juga dikenal sebagai Prabu Siliwangi karena kemampuannya yang begitu hebat dalam memperluas wilayah kekuasaan Pajajaran.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Surawisesa<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Surawisesa merupakan penerus Prabu Siliwangi dalam memerintah Pajajaran. Sayangnya, jabatannya ini berlangsung cepat karena tampu kekuasaannya hanya bertahan dari tahun 1521 sampai 1535 Masehi. Tak banyak prestasi yang berhasil ditorehkan oleh Surawisesa hingga akhirnya dia digantikan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Ratu Dewata<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah era Surawisesa berakhir, Ratu Dewata akhirnya naik tahta pada tahun 1535 dan memimpin Pajajran hingga 1543 Masehi. Selama 8 tahun memimpin Negeri Sunda, terjadi banyak kekacauan karena ketidakmampuannya dalam memimpin sebuah kerajaan besar. DIa akhirnya mundur dari jabatannya dan memilih untuk menjadi pendeta.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Ratu Sakti<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ratu Sakti memimpin Pajajaran dari tahun 1543 sampai 1551 Masehi. Tetapi, raja satu ini banyak dibenci karena pemerintahannya yang korup dan boros. Rakyat pun banyak yang tidak menyukai Ratu Sakti hingga akhirnya dia turun takhta.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Ratu Nilakendra<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya ada Ratu Nilakendra atau Milakendra yang memimpin Pajajaran. Dia menjabat sejak tahun 1551-1567 Masehi. Sayangnya, kepemimpinan NIlakendra jadi yang terburuk dibanding para pendahulunya. Ketidakmampuan Nilakendra dalam memimpin jadi awal mula keruntuhan Pajajaran karena saat itu dirinya mendapatkan serangan dari Hassanudin yang berasal dari Kesultanan Banten. Alih-alih melawan, Nilakendra malah kabur dan melepas kekuasaan Pakuan ke tangan musuh.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><strong><span style=\"color: #000000;\">Raga Mulya<\/span><\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Raja terakhir yang jadi saksi sejarah Pajajaran adalah Raga Mulya. Sejak serangan Hassanudin, pusat pemerintahan Pajajaran memang berpindah dari Pakuan ke Pandeglang. Sayangnya tak banyak keputusan yang diambil Raga Mulya hingga akhirnya Kerajaan Pajajaran runtuh pada tahun 1579.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/\">Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Keruntuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Kejayaan Kerajaan Pajajaran<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43622\" aria-describedby=\"caption-attachment-43622\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43622 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Merdeka-2.jpg\" alt=\"Kejayaan Pajajaran\" width=\"600\" height=\"352\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43622\" class=\"wp-caption-text\"><em>Merdeka<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kejayaan Kerajaan Pajajaran memang tak bisa lepas dari sosok Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi. Berbagai langkah strategis dan kebijakan pembangunan saat itu diambil oleh Prabu Siliwangi guna bisa meningkatkan kehidupan rakyatnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa yang dilakukan Prabu Siliwangi juga membuat masyarakat hidup teratur dan tentram. Hal ini membuat perekonomian Pajajaran sangat baik dan bisa bersaing dengan kerajaan besar lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada satu kebijakan politik dari Prabu Siliwangi yang sangat membuat rakyat terkesan, yakni saat dirinya mencabut aturan 4 macam pajak yang membebani rakyat. Prabu Siliwangi juga membuat kesetaraan dalam kehidupan sosial masyarakat berjalan dengan baik sehingga tidak ada perpecahan di kasta terendah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selama memimpin, Kerajaan Silingawi juga disegani oleh kerajaan lain. Bahkan, pemerintah Portigus saat itu tak berani menyerang karena Kerajaan Siliwangi memiliki 100 ribu prajutir dan 40 ekor pasukan gajah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Keruntuhan Kerajaan Pajajaran<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43626\" aria-describedby=\"caption-attachment-43626\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43626 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Toriqa.jpg\" alt=\"Keruntuhan Pajajaran\" width=\"800\" height=\"427\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Toriqa.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Toriqa-768x410.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43626\" class=\"wp-caption-text\"><em>Toriqa<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keruntuhan Kerajaan Pajajaran tak bisa dihindari lagi saat Kesultanan Banten melakukan penyerangan pada tahun 1579. Raja Raga Mulya yang memimpin saat itu pun harus menyerah ditangan Maulana Yusuf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanda keruntuhan Kerajaan Pajajaran ini ditandai dengan dibawanya Palangka Sriman Sriwacana (singgasana raja) dari Pandeglang menuju Surasowan di Banten.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemindahan singgasana yang terbuat dari batu itu jadi tradisi politik karena membuat Pajajaran tidak lagi bisa memiliki raja baru untuk dinobatkan. Perebutan kekuasaan ini juga didasari darah kerajaan yang mengalir dalam diri Maulana Yusuf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dia yang merupakan buyut dari Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi mengklaim memiliki hak untuk menjadi penerus Pajajaran. Semenjak saat itu, seluruh kehidupan masyarakat Pajajaran berubah karena masuknya ajaran agama Islam yang dibawa Maulana Yusuf.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peristiwa perebutan dan pemindahan kekuasaan ini juga yang menjadi awal mula munculnya suku Baduy di Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebuah kerajaan biasanya memiliki banyak peninggalan sebagai bukti sejarah bahwa mereka pernah berdiri di dunia ini. Kerajaan Pajajaran pun memiliki sejumlah bukti bahwa mereka pernah eksis dan menjadi sejarah kerajaan besar di Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setidaknya ada 3 prasasti besar yang ditinggalkan Pajajaran seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Prasasti Pasir Datar<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43621\" aria-describedby=\"caption-attachment-43621\" style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43621 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilmusaku.jpeg\" alt=\"Prasasti Pasir Datar\" width=\"1024\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilmusaku.jpeg 1024w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Ilmusaku-768x432.jpeg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43621\" class=\"wp-caption-text\"><em>Ilmusaku<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan pertama yang jadi bukti keberadaan Pajajaran adalah Prasasti Pasir Datar. Pasasti ini ditemukan pada tahun 1872 di daerah Cisande, Pasir Datar. Kini prasasti ini di simpan dalam Museum Nasional Jakarta dan dianggap sebagai koleksi barang bersejarah.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Prasasti Ulubelu<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43618\" aria-describedby=\"caption-attachment-43618\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-43618\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Abangnji-570x468.jpg\" alt=\"Prasasti Ulubelu\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43618\" class=\"wp-caption-text\"><em>Abangnji<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bukti Pajajaran sempat memperluas wilayah kekuasaannya sampai tanah Sumatera adalah saat ditemukan Prasasti Ulubelu di Lampung. Prasasti ini ditemukan sekitar tahun 1936. Dalam prasasti ini ditemukan sejumlah bukti ajaran Hindu seperti mantra Dewa Wisnu, Brahma dan Siwa.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Komplek Makom Keramat<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43623\" aria-describedby=\"caption-attachment-43623\" style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43623 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/NU-Online.jpg\" alt=\"Makom Keramat Bogor\" width=\"1024\" height=\"768\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/NU-Online.jpg 1024w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/NU-Online-768x576.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43623\" class=\"wp-caption-text\"><em>NU Online<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan Kerajaan Pajajaran selanjutnya adalah makam dari Ratu Galuh Mangkualam di kawasan Kebun Raya Bogor. Galuh sendiri dikabarkan adalah istri kedua Prabu Siliwangi. Usia makam tersebut kini telah mancpai 600 tahun dan masih bertahan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain tiga peninggalan besar di atas, ada beberapa prasasti lain juga menjadi bukti bahwa Pajajaran pernah berdiri seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Carita Parahyangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Carita Waruga Guru<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prasati Batu Tulis di Bogor<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prasasti Sanghyang Tapak di Sukabumi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Prasasti Kawali di Ciamis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tugu Perjanjian Portugis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">dan Kisah Babad Pajajaran<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian sejarah Kerajaan Siliwangi lengkap dengan silsilah raja serta peninggalannya. Keberadaan Pajajaran sendiri menjadi bukti bahwa masyarakat Sunda sudah ada sejak lama dan jadi salah satu keberagaman budaya dan sejarah tanah air.<\/span><\/p>\n<p><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <\/em><em><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><strong>di sini<\/strong><\/a><\/em><em> sekarang.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":20,"featured_media":43724,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4022,5580,3672],"class_list":["post-43568","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kerajaan","tag-kerajaan-pajajaran","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan &amp; Peninggalan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jadi saksi kehebatan Prabu Siliwangi di masa lalu, begini sejarah Kerajaan Pajajaran lengkap dengan silsilah raja dan peninggalannya!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan &amp; Peninggalan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jadi saksi kehebatan Prabu Siliwangi di masa lalu, begini sejarah Kerajaan Pajajaran lengkap dengan silsilah raja dan peninggalannya!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-22T04:00:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-21T09:46:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-2-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-2-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-2-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"kerajaan pajajaran\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/\",\"name\":\"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-22T04:00:21+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-21T09:46:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\"},\"description\":\"Jadi saksi kehebatan Prabu Siliwangi di masa lalu, begini sejarah Kerajaan Pajajaran lengkap dengan silsilah raja dan peninggalannya!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan &#038; Peninggalan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\",\"name\":\"Titis Haryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Titis Haryo\"},\"description\":\"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan","description":"Jadi saksi kehebatan Prabu Siliwangi di masa lalu, begini sejarah Kerajaan Pajajaran lengkap dengan silsilah raja dan peninggalannya!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan","og_description":"Jadi saksi kehebatan Prabu Siliwangi di masa lalu, begini sejarah Kerajaan Pajajaran lengkap dengan silsilah raja dan peninggalannya!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-22T04:00:21+00:00","article_modified_time":"2022-03-21T09:46:42+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-2-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Titis Haryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Titis Haryo","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-2-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-2-2.jpg","width":682,"height":536,"caption":"kerajaan pajajaran"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/","name":"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan & Peninggalan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-22T04:00:21+00:00","dateModified":"2022-03-21T09:46:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda"},"description":"Jadi saksi kehebatan Prabu Siliwangi di masa lalu, begini sejarah Kerajaan Pajajaran lengkap dengan silsilah raja dan peninggalannya!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-pajajaran\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerajaan Pajajaran: Sejarah, Raja, Kejayaan &#038; Peninggalan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda","name":"Titis Haryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Titis Haryo"},"description":"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43568"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43568"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43568\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43633,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43568\/revisions\/43633"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43568"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43568"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43568"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}