{"id":43499,"date":"2022-03-22T14:30:36","date_gmt":"2022-03-22T07:30:36","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=43499"},"modified":"2022-03-21T22:45:32","modified_gmt":"2022-03-21T15:45:32","slug":"nekara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/","title":{"rendered":"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi &#038; Jenisnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nekara adalah salah satu peninggalan prasejarah berbentuk gendang logam yang ditemukan di beberapa wilayah Indonesia. Kini, benda ini hanya bertengger di museum, tetapi ternyata memiliki sejarah yang panjang dan menarik diulik lebih jauh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Apa pelajaran yang bisa kita ambil dari sebuah nekara perunggu? Nekara ditemukan pada zaman apa? Ulasan lengkapnya sudah disarikan di bawah. Silakan gulir untuk baca lebih lanjut.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/deklarasi-juanda\/\">Deklarasi Djuanda: Pengertian, Sejarah, Tokoh, &amp; Hasilnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Urutan peradaban manusia\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43525\" aria-describedby=\"caption-attachment-43525\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43525 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/work_data_ciim-images_media_fileclusterdata_photo_iBase_Archive_Archive_Archive_2_Images_DH003571_tif_mid_DH003571-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43525\" class=\"wp-caption-text\">National Museum Wales<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peradaban manusia hingga era modern seperti sekarang melalui tahap yang cukup panjang. Bahkan bisa ditelusuri pada masa prasejarah, yaitu ketika manusia belum bisa menulis. Melansir laman <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">History,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> era prasejarah dibagi menjadi tiga periode, yaitu, zaman batu, zaman perunggu, dan zaman besi. Ketiganya menandakan alat apa yang dipakai manusia untuk menjalani kehidupan, baik mencari makanan, berkesenian, hingga beribadah.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Zaman batu<\/b>. Ini adalah era di mana manusia masih menggunakan batu untuk berburu dan memasak. Dibagi lagi menjadi beberapa era, yakni batu tua, batu tengah, dan batu baru. Ketiganya dibedakan dari bentuk alat yang dipakai. Kalau dahulu masih menggunakan batu utuh, di dua era batu berikutnya manusia sudah memolesnya menjadi bentuk-bentuk yang lebih rapi dan jelas fungsinya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Zaman perunggu<\/b>. Di zaman ini, tidak hanya barang-barang berbahan perunggu, ditemukan pula konstruksi bangunan dan benda seni yang lebih canggih. Mulai dari mesin roda tembikar hingga pakaian yang lebih kompleks. Ilmuwan percaya bahwa piramida Mesir dibangun di era ini seiring dengan berkembangnya ilmu arsitektur yang ditandai dari peninggalan berupa pedesaan dan rumah-rumah sederhana. Sebelumnya, manusia masih tinggal di dalam gua-gua.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Zaman logam<\/b>. Ketika logam ditemukan, benda ini menjadi komoditas yang berharga karena lebih mudah dibentuk dan memiliki banyak fungsi ketimbang perunggu. Di era ini, ditemukanlah berbagai senjata serta arsitektur rumah ibadah. Bahkan sudah mulai ada alfabet yang artinya manusia sudah mulai berkomunikasi lewat tulisan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Asal-usul<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43517\" aria-describedby=\"caption-attachment-43517\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43517 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/iswariandi_44595591_986030711582116_9125285660967547757_n-570x468.jpg\" alt=\"nekara\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43517\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @iswariandi<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada Jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Humaniora<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Universitas Binus yang ditulis oleh Hanny Wijaya, nekara pertama kali ditemukan di zaman perunggu. Nekara berasal dari peradaban Dongson asal Vietnam di mana penduduk di kawasan Sungai Merah memelopori metode pengolahan perunggu untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satunya dalam bentuk gendang<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">yang kemudian dikenal pula dengan istilah Dongson <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau Heger I <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drum.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gendang ini meluas ke berbagai peradaban di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang kemudian menyebutnya dengan nama nekara. Menurut Oliviera, dkk. dalam jurnalnya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">Asia Tenggara memiliki banyak tambang logam yang aktif bahkan di masa tersebut. Disebutnya cadangan perunggu di Indonesia banyak ditemukan di Pulau Sumatra, Jawa, dan Bangka Belitung.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/\">Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Peninggalan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Apa itu nekara?<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43516\" aria-describedby=\"caption-attachment-43516\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43516 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/plaisirdesthete_bygaleriehioco_241310458_557992718655023_3047981425426189341_n-570x468.jpg\" alt=\"nekara\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43516\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @plaisirdesthete_bygaleriehioco<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk Oliviera, dkk., nekara terbuat dari perunggu yang dibentuk dengan teknik<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lost wax, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu pembuatan cetakan perunggu dari tanah liat. Cetakan tanah liat sendiri dibuat dengan menciptakan terlebih dahulu bentuk benda yang dikehendaki memakai lilin. Dari segi konstruksi, gendang prasejarah dengan berat mencapai 100 kg dan tinggi 1 meter ini memiliki dua bagian, yaitu genderang dan badan berpinggang.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Benda ini pertama dibuat di Vietnam dan Tiongkok, kemudian terdistribusi ke Myanmar, Thailand, Malaysia, kemudian Sumatra, Sunda, Jawa, Papua, Papua Nugini, serta Timor Leste. Gendang ini tidak ditemukan di wilayah Filipina dan Kalimantan. <\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Gendang kuno ini biasanya diberi beberapa hiasan atau ornamen ukiran yang berupa kisah kehidupan dan pertempuran di masa lalu. Beberapa juga berupa gambar hewan maupun alat transportasi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Fungsi nekara\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43515\" aria-describedby=\"caption-attachment-43515\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43515 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/moessongallery_273913155_1601165196917803_8862405758230549846_n-570x468.jpg\" alt=\"nekara\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43515\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @moessongallery<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada banyak pendapat mengenai fungsi nekara perunggu, Wijaya dalam jurnalnya merangkum beberapa nekara perunggu fungsinya sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Alat musik;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Objek ritual keagamaan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Medium untuk upacara pemanggilan hujan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Benda dengan nilai tukar karena persebarannya cukup pesat dan luas;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pawai untuk mengantar prajurit yang akan ke medan perang karena memiliki bunyi nyaring dan gambar-gambar yang berkaitan dengan peperangan;<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kalender kuno yang menandakan datangnya musim tertentu karena memiliki tanda panah di beberapa bagiannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dari beberapa fungsi nekara zaman logam dan perunggu tersebut, sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa gendang tersebut dipakai sebagai alat musik untuk sebuah acara keagamaan atau upacara adat yang sakral. Misalnya, untuk memanggil hujan, festival panen raya, ruwatan rumah baru, pernikahan, pemakaman, hingga melepas prajurit yang akan berperang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beberapa ilmuwan juga percaya bahwa nekara memiliki nilai spiritual tersendiri untuk manusia di masa itu. Merujuk pada fakta bahwa gong kuno banyak ditemukan di makam orang-orang tertentu. Dipercaya nekara yang dikubur merupakan alat yang biasa dipakai penghuni makam tersebut.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/perang-sampit\/\">Perang Sampit: Sejarah, Konflik, dan Penyelesaiannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Simbol dalam drum Dongson\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43520\" aria-describedby=\"caption-attachment-43520\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43520 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/main-image-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43520\" class=\"wp-caption-text\">The Metropolitan Museum of Art<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada artikel dari media Vietnam berbahasa Inggris, Vov World, drum Dongson adalah aset penting dalam sejarah nasional Vietnam. Mereka juga menjelaskan beberapa simbol penting yang banyak ditemukan dalam corak nekara, yaitu bintang yang bersinar sebagai perwakilan dari sinar matahari.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagian besar juga memiliki motif katak dan burung yang dipadu dengan bentuk-bentuk geometris lainnya. Corak tersebut ternyata adalah simbolisasi dari harapan akan tanah pertanian yang subur dan cuaca yang bersahabat. Ini mencerminkan identitas mayoritas penduduk Asia Tenggara di masa itu yang negaranya didominasi industri agraria sebelum kini dikenal sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">manufacturing powerhouse<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Bukti bahwa Asia Tenggara adalah pelopor pengolahan perunggu\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43524\" aria-describedby=\"caption-attachment-43524\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43524 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/galerie_hioco_asian_art_218488645_126872452863188_5778415601777669957_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43524\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @galerie_hioco_asian_art<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Nekara adalah peninggalan pada zaman perunggu yang menjadi penanda bahwa pengolahan perunggu dengan cara dicetak ternyata pertama kali dipelopori oleh penduduk Asia Tenggara, bukan Tiongkok. Ini menjawab pernyataan sebelumnya yang meyakini sebaliknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Ngoc Lu <\/b><b><i>drum<\/i><\/b><b> sebagai nekara paling cantik di dunia\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_43523\" aria-describedby=\"caption-attachment-43523\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-43523 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/heritagevna.magazine_101298823_549920062364032_5717072133900633793_n-570x468.jpg\" alt=\"nekara\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-43523\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @heritagevna.magazine<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya ada banyak Dongson <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">drum <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang ditemukan manusia. Namun, ada satu yang dianggap paling cantik dalam tonggak sejarah. Namanya Ngoc Lu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> drum, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu gong Dongson yang ditemukan di desa Ngoc Lu, Provinsi Ha Nam, Vietnam. Benda ini pertama ditemukan pada tahun 1893 dan memiliki bentuk sangat simetris dengan ornamen kompleks yang menawan. Di sana terukir jelas gambar manusia yang sedang menumbuk padi, menabuh genderang, dan berdoa. Intinya kegiatan yang berisi rasa syukur dan suka cita atas panen raya.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keindahannya membuat gong kuno ini mendapat predikat paling langka dan berharga. Benda aslinya tersimpan aman di Museum Sejarah Nasional, Hanoi, tetapi PBB memiliki replikanya sebagai hadiah dari pemerintah Vietnam. Di PBB, benda ini dipajang di Conference Building Lantai 2 sejak tahun 1995 hingga sekarang.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Itu tadi beberapa fakta penting nekara yang ditemukan di zaman perunggu. Meski banyak perdebatan tentang fungsinya, semua sepakat bahwa ini adalah benda yang sakral dan banyak bernilai seni tinggi. Fungsi utamanya juga disepakati para ilmuwan sebagai alat musik untuk ritual keagamaan.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":43773,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5575,5574,3672],"class_list":["post-43499","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-fungsi-nekara","tag-nekara","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi &amp; Jenisnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Nekara adalah sejenis genderang atau gong kuno yang ditemukan di era prasejarah. Benda ini aset penting di Asia Tenggara. Berikut faktanya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi &amp; Jenisnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nekara adalah sejenis genderang atau gong kuno yang ditemukan di era prasejarah. Benda ini aset penting di Asia Tenggara. Berikut faktanya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-22T07:30:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-21T15:45:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3-2-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3-2-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3-2-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"nekara\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/\",\"name\":\"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi & Jenisnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-22T07:30:36+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-21T15:45:32+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Nekara adalah sejenis genderang atau gong kuno yang ditemukan di era prasejarah. Benda ini aset penting di Asia Tenggara. Berikut faktanya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi &#038; Jenisnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi & Jenisnya","description":"Nekara adalah sejenis genderang atau gong kuno yang ditemukan di era prasejarah. Benda ini aset penting di Asia Tenggara. Berikut faktanya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi & Jenisnya","og_description":"Nekara adalah sejenis genderang atau gong kuno yang ditemukan di era prasejarah. Benda ini aset penting di Asia Tenggara. Berikut faktanya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-22T07:30:36+00:00","article_modified_time":"2022-03-21T15:45:32+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3-2-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"7 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3-2-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3-2-2.jpg","width":682,"height":536,"caption":"nekara"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/","name":"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi & Jenisnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-22T07:30:36+00:00","dateModified":"2022-03-21T15:45:32+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Nekara adalah sejenis genderang atau gong kuno yang ditemukan di era prasejarah. Benda ini aset penting di Asia Tenggara. Berikut faktanya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/nekara\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Nekara: Pengertian, Fungsi &#038; Jenisnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43499"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43499"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43499\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43787,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43499\/revisions\/43787"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43499"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43499"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43499"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}