{"id":43073,"date":"2022-03-18T16:00:19","date_gmt":"2022-03-18T09:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=43073"},"modified":"2022-03-18T07:33:55","modified_gmt":"2022-03-18T00:33:55","slug":"kerajaan-kutai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/","title":{"rendered":"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &#038; Peninggalan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Kutai adalah kerajaan bercorak Hindu tertua di Indonesia. Pastinya nama ini sudah tidak asing lagi di telinga Sedulur, mengingat dulu pernah diajarkan ketika masih di bangku sekolah. Ada berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bukti berdirinya pemerintahan ini, salah satunya adalah penemuan prasasti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Letak dari pemerintahan bercorak Hindu ini adalah di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Dalam Prasasti Yupa yang ditemukan, dijelaskan bahwa Raja Kudungga merupakan raja pertama yang menduduki tahta kerajaan ini. Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya di sini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/\">Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Keruntuhan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Pendiri Kerajaan Kutai<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/QJEQ89r8or615Y6c56xd8iDNkQY=\/0x0:1152x768\/750x500\/data\/photo\/2021\/05\/17\/60a2837681a78.jpg\" alt=\"kerajaan kutai\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Kompas<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pendiri kerajaan kutai adalah Maharaja Kudungga yang ditafsirkan oleh para ahli sejarah sebagai nama asli Indonesia sebelum terpengaruh dengan bahasa India. Pemerintahan Hindu tertua ini memiliki nilai sejarah yang cukup panjang dan sebagai cikal bakal lahirnya berbagai kerajaan lainnya di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namanya sendiri diketahui oleh para ahli mitologi setelah ditemukan sebuah prasasti bernama Yupa. Prasasti Yupa diidentifikasi sebagai sebuah peninggalan asli dari pengaruh agama Budha dan Hindu dan masih menggunakan bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari prasasti inilah kemudian ditemukan bahwa pendiri pemerintahan ini adalah Raja Kudungga. Sedangkan, keturunan dari Kudungga seperti Mulawarman dan Aswawarman disinyalir mempunyai pengaruh yang besar terhadap budaya Hindu dari India.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Masa Kejayaan Kerajaan Kutai<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1356px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.yuksinau.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/latar-belakang-kerajaan-kutai.jpg\" alt=\"kerajaan kutai\" width=\"1366\" height=\"768\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Yuksinau<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam prasasti Yupa, dapat diketahui bahwa masa kejayaannya berlangsung semenjak kerajaan diperintah oleh Raja Mulawarman. Beliau bisa dikatakan sebagai raja yang mempunyai budi pekerti cukup baik, kuat, serta pernah mengadakan sebuah acara persembahan 20.000 ekor lembu untuk kaum Brahmana dan bertempat di Vaprakecvara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Vaprakecvara merupakan sebuah tempat suci dan keramat, dengan perpaduan antara budaya Indonesia dengan budaya India. Mulawarman merupakan keturunan dari Asmawarman, dan beliau melakukan sebuah ritual bernama Vratyastoma, yaitu ritual membersihkan diri agar bisa memasuki kasta Ksatria.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada masa pemerintahan Raja Mulawarman, upacara Hindu dipimpin oleh seorang pendeta atau Brahmana dari Indonesia. Hal ini menjadi suatu bukti bahwa beliau memiliki kecerdasan yang sangat tinggi. Hal ini dilihat dari bahasa Sansekerta yang digunakan, yang mana jarang digunakan oleh orang dalam keseharian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di bawah kekuasaan yang dipimpin oleh Raja Mulawarman, kehidupan politik Kerajaan Kutai dan ekonominya sangat berkembang pesat. Ini bisa dilihat dari sektor pertanian dan perdagangannya yang meningkat karena memiliki lokasi yang strategis.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Raja-raja Kerajaan Kutai<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/moondoggiesmusic.com\/wp-content\/uploads\/2018\/09\/Sejarah-Berdirinya-Kerjaan-Kutai.jpg\" alt=\"kerajaan kutai\" width=\"700\" height=\"448\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>The Moon Doggies<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tahun berdiri Kerajaan Kutai diperkirakan sekitar abad ke-4 M atau 400 M. Raja yang paling terkenal dari pemerintahan ini adalah Raja Mulawarman. Akan tetapi, setelah Raja Kudungga meninggal, pemerintahannya dipimpin oleh Aswawarman. Pemerintahan dari Aswawarman tidak berlangsung lama dan digantikan oleh sang anak, Mulawarman. Berikut adalah daftar raja-raja yang pernah memerintah:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Kudungga<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Asmawarman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Mulawarman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Sri Aswawarman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Marawijaya Warman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Gajayana Warman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Tungga Warman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Jayanaga Warman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Nalasinga Warman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Nala Parana Tungga\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Gadingga Warman Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Indra Warman Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Sangga Warman Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Singa Wargala Warman Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Candrawarman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Prabu Mula Tungga Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Nala Indra Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Indra Mulya Warman Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Sri Langka Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Guna Parana Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Wijaya Warman\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Indra Mulya\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Sri Aji Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Mulia Putera\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Nala Pandita\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Indra Paruta Dewa\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Dharma Setia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/\">Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit Hingga Keruntuhannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Keruntuhan Kerajaan Kutai<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blue.kumparan.com\/image\/upload\/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,q_auto:best,w_640\/v1607425567\/db792iivzikhi4agsubi.png\" alt=\"kerajaan kutai\" width=\"640\" height=\"360\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Kumparan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan ini mulai mengalami keruntuhan pada pemerintahan rajanya yang terakhir, yaitu Maharaja Dharma Setia. Adapun faktor penyebab dari keruntuhan pemerintahan ini adalah perebutan kekuasaan antara Kutai Martapura yang memeluk agama Hindu dengan Kertanegara yang telah memeluk agama Islam.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada waktu itu, Maharaja Dharma Setia terlibat dalam sebuah peperangan melawan Kertanegara ke-13 yang bernama Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Kertanegara kemudian berhasil menang dari perang tersebut dan menguasai wilayah Kutai Martapura. Sejak saat itulah pemerintahan ini mengalami masa keruntuhan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Silsilah Kerajaan Kutai<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset-a.grid.id\/crop\/0x0:0x0\/x\/photo\/2021\/07\/13\/sejarah-kerajaan-kutaijpg-20210713102236.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Grid<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah diketahui bahwa Kerajaan Kutai bercorak Hindu. Pemerintahan ini memiliki silsilah yang panjang karena perkembangan dari masa transisi perubahan keyakinan, yaitu dari Hindu ke Islam. Maka dari itu, pemerintahan ini disebut juga sebagai kesultanan. Berikut adalah silsilah dari kepemimpinannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Aji Batara Agung Dewa Sakti 1300-1325 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Aji Batara Agung Paduka Nira 1325-1360 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Maharaja Sultan 1360-1420 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Raja Mandarsyah 1420-1475 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Tumenggung Bayabaya 1475-1545 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Raja Makota 1454-1610 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Aji Dilanggar 1610-1635 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Sinum Panji Mendapa Ing Martadipura 1635-1650 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Dipati Agung Ing Martadipura 1650-1665 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Dipati Maja Kusuma Ing Martadipura 1665-1686 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Aji Ragi Gelar Ratu Agung 1686-1700 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Dipati Tua Ing Martadipura 1700-1710 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Anum Panji Mendapa Ing Martadipura 1710-1735 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Idris 1735-1778 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Aliyeddin 1778-1780 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Muslihuddin 1780-1816 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Salehuddin 1816-1845 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dewan Perwalian 1845-1850 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Sulaiman 1850-1899 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Alimuddin 1899-1910 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pangeran Mangkunegoro 1910-1920 M<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sultan Aji Muhammad Parikesit 1920-1960 M<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Peninggalan Kerajaan Kutai<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 620px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/totabuan.news\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/yupa-630x380-1.jpg\" alt=\"\" width=\"630\" height=\"380\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Totabuan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peninggalan pemerintahan ini yang paling tersohor dan penting adalah tujuh buah Prasasti Yupa yang memiliki tulisan huruf Pallawa dan dalam bahasa Sansekerta. Prasasti ini banyak memberikan cerita mengenai sejarah dari keluarga Kerajaan Kutai. Yupa merupakan tugu batu dengan tinggi satu meter dan tertanam di atas tanah. Prasasti ini mirip dengan tiang yang berukuran besar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Di bagian bawah permukaan, terukir tulisan bahwa Kutai merupakan pemerintahan tertua di Indonesia. Maksud dari orang terdahulu dalam menulis kalimat itu adalah untuk memperkenalkan pemerintahan yang pernah ada. Selain memiliki fungsi sebagai prasasti, Yupa juga berguna untuk tiang pengikat hewan dan lambang kebesaran raja. Isi dari tujuh Yupa yang sudah diterjemahkan oleh para ahli adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Berisi tentang silsilah berbagai raja yang pernah memerintah dan memiliki kekuasaan.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Letak strategis dari pemerintahan ini yang berada pada hilir Sungai Mahakam, yaitu Muara Kaman.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Tersebarnya agama Hindu pada pemerintahan Raja Aswawarman.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Aswawarman dikatakan sebagai seorang pendiri kerajaan dengan gelarnya \u201cWangsakerta\u201d.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Wilayah kekuasaan yang tertulis meliputi keseluruhan wilayah Kalimantan Timur.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menceritakan kondisi kehidupan di pemerintahan ini yang aman dan sejahtera.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Menceritakan berbagai macam kebaikan serta kekuasaan Raja Mulawarman yang sudah memberikan sumbangan berupa 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sedulur, setelah membaca penjelasan di atas tentunya makin memahami mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari pendiri, masa kejayaan, hingga peninggalannya. Semua kisah serta peninggalan pemerintahan bercorak Hindu ini telah diceritakan di sebuah tugu batu bernama Prasasti Yupa. Semoga bisa menambah pengetahuan tentang sejarah, ya!<\/span><\/p>\n<p><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya\u00a0<a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong>\u00a0<\/a>sekarang<\/em><em>.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":43075,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4022,5487,5488],"class_list":["post-43073","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kerajaan","tag-kerajaan-kutai","tag-kutai"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Peninggalan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya disini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Peninggalan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya disini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-18T09:00:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-18T00:33:55+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-11.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-11.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/\",\"name\":\"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Peninggalan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-18T09:00:19+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-18T00:33:55+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya disini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &#038; Peninggalan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Peninggalan","description":"Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya disini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Peninggalan","og_description":"Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya disini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-18T09:00:19+00:00","article_modified_time":"2022-03-18T00:33:55+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-11.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-11.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11-11.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/","name":"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Peninggalan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-18T09:00:19+00:00","dateModified":"2022-03-18T00:33:55+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Ingin tahu lebih lanjut mengenai sejarah Kerajaan Kutai, mulai dari masa kejayaan hingga peninggalannya? Yuk, simak selengkapnya disini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-kutai\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerajaan Kutai: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &#038; Peninggalan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43073"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=43073"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43073\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":43204,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/43073\/revisions\/43204"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/43075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=43073"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=43073"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=43073"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}