{"id":42730,"date":"2022-03-17T12:30:40","date_gmt":"2022-03-17T05:30:40","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=42730"},"modified":"2022-03-16T18:25:10","modified_gmt":"2022-03-16T11:25:10","slug":"ciri-ciri-fungi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/","title":{"rendered":"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis &#038; Cara Hidupnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur adalah makhluk hidup yang termasuk ke dalam kingdom fungi. Ciri ciri fungi pun cukup berbeda jauh dengan tumbuhan berdaun hijau yang masuk dalam kingdom plantae.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, salah satu alasan kenapa jamur tidak masuk kedalam kingdom tumbuhan adalah karena tidak memiliki klorofil atau zat hijau daun yang digunakan untuk berfotosintesis. Fotosintesis sendiri merupakan ciri khas utama dari tumbuhan agar mereka bisa berkembang biak dan bertahan hidup.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Melihat fakta di atas, tentu membuat jamur menjadi makhluk hidup yang cukup unik. Bagi sedulur yang penasaran seperti apa ciri fungi dan contohnya di sekitar kita? Yuk simak ulasannya berikut ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/vertebrata-adalah\/\">Contoh Hewan Vertebrata, Lengkap dengan Ciri &amp; Klasifikasinya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Fungi adalah<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42743\" aria-describedby=\"caption-attachment-42743\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42743 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Phys.jpg\" alt=\"Ciri ciri fungi\" width=\"1280\" height=\"785\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Phys.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Phys-768x471.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42743\" class=\"wp-caption-text\"><em>Phys<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari laman <em>Gramedia<\/em>, Gandjar, menjelaskan fungi atau jamur adalah sel eukariotik yang tidak memiliki klorofil, tumbuh sebagai hifa, dan memiliki dinding sel yang mengandung kitin. Makhluk ini juga melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Fungi sempat menjadi perdebatan para ahli biologi dalam beberapa waktu lalu. Hal ini tak lepas dari keunikan fungi yang secara struktur mirip dengan tumbuhan tetapi tak memenuhi syarat sebagai kingdom plantae.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Alhasil, fungi memiliki kingdom dan dibedakan dari kelompok tumbuhan. Pemisahan ini juga didasari dari penelitan yang menemukan cara makan, tumbuh, dan bereproduksi fungi yang cukup berbeda dan unik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur sendiri memiliki 3 sifat yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya seperti:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Parasit obligat. Sifat ini membuat jamur hanya bisa hidup pada sebuah inang. Bila inangnya mati atau dia dipisahkan secara paksa, maka jamur tersebut akan langsung mati. Contoh jamur ini adalah pneumonia carini, salah satu jamur yang sering menginfeksi paru-paru penderita AIDS.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Parasit fakultatif. Jamur yang bersifat parasit jika mendapatkan inang yang sesuai, tapi akan berubah sifat menjadi saprofit ketika tidak mendapatkan inang yang cocok.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jamur ini merupakan fungi pelapuk dan pengubah susunan zat organik yang telah mati. Biasanya jamur ini hidup di kayu yang telah tumbang atau buah yang telah jatuh dari pohonnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ciri kingdom fungi<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42736\" aria-describedby=\"caption-attachment-42736\" style=\"width: 1290px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42736 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Nature-Scot.jpg\" alt=\"Ciri ciri fungi\" width=\"1300\" height=\"864\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Nature-Scot.jpg 1300w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Nature-Scot-768x510.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Nature-Scot-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Nature-Scot-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1300px) 100vw, 1300px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42736\" class=\"wp-caption-text\"><em>Nature Scot<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kingdom fungi atau jamur memiliki sejumlah perbedaan dengan kingdom makhluk hidup lainnya. Dimana perbedaan tersebut bisa terlihat dari struktur sel dan bentuknya. Berikut ini ciri-ciri fungi secara umum:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tubuh fungi belum dapat dibedakan antara akar, batang dan daun.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Struktur sel yang menyusun tubuh fungi bersifat eukaryotic atau inti selnya memiliki membran inti.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Fungi juga memiliki dinding sel yang terbuat dari kitin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa membuat makanan sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bentuk tubuhnya ada yang bersel satu atau uniseluler dan ada yang bersel banyak atau multiseluler.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sementara itu, alasan kenapa fungi atau jamur tak bisa masuk ke dalam kingdom tumbuhan adalah karena ciri-ciri kingdom plantae harus memiliki unsur berikut ini:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki klorofil untuk berfotosintesis<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tersusun dari sel eukariotik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki dinding sel selulosa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menyimpan makanan berbentuk amilum<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki sifat autotrof atau bisa menghasilkan makanan sendiri<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ciri di atas memang sangat kontras dengan ciri ciri fungi yang tidak bisa membuat makanan sendiri dan harus bergantung pada organisme lainnya. Hal inilah yang jadi alasan kenapa akhirnya para peneliti memisahkan jamur dari kingdom plantae.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur juga tidak bisa dimasukkan ke dalam kingdom protista atau bakteri karena tidak memiliki ciri-ciri protista maupaun ciri-ciri monera.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/biologi-adalah\/\">Biologi: Pengertian, Sejarahnya, Hingga Cabang Ilmunya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Ragam jenis fungi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam kingdom fungi, terdapat empat klasifikasi divisi yang dibedakan berdasar letak struktur hifa dan sel penghasil sporanya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari dua hal tersebut nantinya bisa diketahui mana jenis fungi yang berbahaya dan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia. Adapun klasifikasi divisi ini meliputi 4 jenis fungi seperti berikut ini:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Zygomycota<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42744\" aria-describedby=\"caption-attachment-42744\" style=\"width: 1286px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42744 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Healthline-4.jpg\" alt=\"ciri ciri fungi\" width=\"1296\" height=\"728\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Healthline-4.jpg 1296w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Healthline-4-768x431.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1296px) 100vw, 1296px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42744\" class=\"wp-caption-text\"><em>Healthline<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Zygomycota adalah jamur yang memiliki hifa bercabang dan tidak bersekat sehingga bentuknya menyerupai pipa. Ciri-ciri jamur zygomycota lainnya sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dinding sel tersusun dari kitin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak mempunya tubuh buah<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa contoh jamur yang masuk ke dalam Zygomcycota adalah <em>Murcor mucedo<\/em>, <em>Rhizopus oryzae<\/em>, <em>Rhizopus nodusus<\/em>, dan <em>Plasmopora viticola<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur zygomycota sendiri banyak dimanfaatkan oleh manusia. Salah satu hasil dari pengembangannya adalah pembuatan jamur pada tempe dan roti.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Ascomycota<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42737\" aria-describedby=\"caption-attachment-42737\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42737 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-ashish-raj-340874.jpg\" alt=\"Jenis jamur\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-ashish-raj-340874.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-ashish-raj-340874-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-ashish-raj-340874-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-ashish-raj-340874-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42737\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jenis jamur selanjutnya adalah Ascomycota. Jamur ini terdiri dari hifa yang bersekat. Cara berkembangbiak jamur ini juga hampir mirip dengan jamur sebelumnya, yakni secara vegetatif dan generatif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini ciri ciri fungi Ascomycota:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki talus uniseluler dan multiseluler<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dinding hifa diperkuat dengan selulosa yang bersifat heterokariotik<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Reproduksi vegegatif dengan memperbanyak konidia, spora, tunas, dan fragmentasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Reproduksi generatif dengan konjugasi yang digunakan untuk membentuk askosporas didalam askus. Askus sendiri dibentuk dalam tubuh buah yang dinamakan askokarp atau askoma.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Contoh jamur yang masuk dalam jenis ini adalah <em>Saccaharomyces<\/em> <em>cerevisiae<\/em>, <em>Penicillium<\/em> <em>notatum<\/em>, <em>Aspergillus<\/em> <em>oryzae<\/em>, <em>Aspergillus<\/em> <em>wentii<\/em>, dan <em>Neurospora<\/em> <em>sitophila<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur ini banyak dimanfaatkan dalam dunia medis seperti pembuatan antibiotik dan pembuatan alkohol. Selain itu, jamur ini juga bisa berguna untuk mengembangkan beberapa makanan seperti pembuatan roti, oncom, dan juga fermentasi keju.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Basidiomycota<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42735\" aria-describedby=\"caption-attachment-42735\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42735 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kids-Discover.jpg\" alt=\"Jamur beracun\" width=\"1000\" height=\"664\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kids-Discover.jpg 1000w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kids-Discover-768x510.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kids-Discover-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Kids-Discover-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42735\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kids Discover<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur ini merupakan salah satu jenis fungi yang memiliki ukuran besar. Jamur ini merupakan jamur saprofit dan ada juga yang parasit. Jadi jamur ini bisa dikonsumsi oleh manusia tetapi ada yang tidak bisa dimakan karena mengandung racun.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri kingdom Basidiomycota sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki hifa yang bersekat dengan inti haploid atau hanya memiliki 1 set kromosom atau setengah jumlah set normal kromosom<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki tubuh buah dengan batang dan kepala berbentuk seperti payung<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Melakukan reproduksi secara generatif dan vegetatif<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki 3 macam miselium, yaitu miselium berinti satu, miselium berinti dua, dan miselium berinti dua yang berkembang membentuk jaringan teratur.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur ini juga melakukan reporuksi secara generatif dan vegetatif. Contoh dari jenis jamur ini ada <em>Auricularia polytricha, Volvariella volvacea, Ganoderma applatum, <\/em>dan<em> Puccinia arachidis<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa jamur dari jenis Basidiomycota kerap dijadikan sumber makanan manusia seperti jamur kuping, merang, dan tiram. Khusus untuk jamur tiram, fungi satu ini sering dijadikan olahan makanan utama di berbagai negara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ciri-ciri jamur tiram yang aman untuk dikonsumsi adalah tubuhnya berwarna putih, tudungnya berbentuk setengah lingkaran dan bagian tengahnya agak cekung.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Deutermycota<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42740\" aria-describedby=\"caption-attachment-42740\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42740 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-marcus-lange-262360.jpg\" alt=\"Jamur berbahaya\" width=\"1280\" height=\"719\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-marcus-lange-262360.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-marcus-lange-262360-768x431.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42740\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jamur jenis ini merupakan fungi yang cukup berbahaya karena memiliki sifat <em>destructive<\/em> atau merusak. Jamur ini biasanya berkembang secara aseksual dan menjadi parasit.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini beberapa ciri ciri fungi Deuteromycota:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki hifa yang bersekat dan mengandung kitin<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"color: #000000;\">Membentuk spora da<\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\">n kondia dengan reporduksi aseksual<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bersifat saprofit pada bahan organik dan bersifat parasit pada tanaman tinggi serta merusak tanaman hias<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat menyebabkan penyakit pada manusia<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa contoh dari jamur Deuteromycota adalah <em>Melazasia fur-fur<\/em> atau jamur panu, <em>Epidermophyton floccosum<\/em> atau jamur kutu air, dan sebagainya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-makhluk-hidup\/\">12 Ciri Ciri Makhluk Hidup, Penjelasan Lengkap &amp; Gambarnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Manfaat fungi<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui jenis fungi di atas, tentu Sedulur sudah bisa membayangkan mana jamur yang bisa dimanfaatkan dan tidak. Nah, agar semakin jelas mana jamur yang baik dan bermanfaat untuk kebutuhan sehar-hari berikut ini ulasannya:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Bahan makanan<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42738\" aria-describedby=\"caption-attachment-42738\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42738 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elevate-1267320.jpg\" alt=\"makanan dari jamur\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elevate-1267320.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elevate-1267320-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elevate-1267320-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elevate-1267320-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42738\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk jamur yang menjadi bahan makanan tentu sudah banyak yang tahu dan familiar. Beberapa jamur yang sering dijadikan olahan makanan yang lezat ada enoki, kancing, tiram dan sebagainya. Selain itu, ada juga jamur yang dimanfaatkan untuk membuat olahan fermentasi seperti tape, keju, dan juga tempe.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Obat<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42741\" aria-describedby=\"caption-attachment-42741\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42741 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-pixabay-159211.jpg\" alt=\"Obat dari jamur\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-pixabay-159211.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-pixabay-159211-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-pixabay-159211-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-pixabay-159211-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42741\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Siapa sangka ternyata jamur banyak dimanfaatkan untuk pengembangan obat-obatan. Beberapa obat yang dihasilkan dari olahan jamur adalah antibiotik penisilin yang berasal dari Penicillium chrysogenum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Obat penisilin sendiri bermanfaat untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh. Obat ini banyak digunakan untuk mengatasi infeksi saluran pernafasan, tonsilitis, anthraks kulit, sampai infeksi streprococcus.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Dekomposer<\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42742\" aria-describedby=\"caption-attachment-42742\" style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42742 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-yan-krukov-5479034.jpg\" alt=\"Dekomposer\" width=\"1280\" height=\"853\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-yan-krukov-5479034.jpg 1280w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-yan-krukov-5479034-768x512.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-yan-krukov-5479034-390x260.jpg 390w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-yan-krukov-5479034-285x190.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 1280px) 100vw, 1280px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42742\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ternyata ketidakmampuan jamur untuk menyediakan makanan sendiri dan harus bergantung pada organisme lain bisa memberikan manfaat untuk kehidupan sehari-hari.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini karena jamur bisa menjadi alat dekomposer yang murah dan ramah lingkungan. Jamur bisa dimanfaatkan untuk mengurai daun kering, bangkai hewan, dan kotoran hewan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Demikian beberapa penjelasan tentang ciri ciri fungi, contoh hingga manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. Walaupun banyak jamur yang berbahaya di dunia ini, tetapi tak sedikit juga fungi yang bisa dijadikan sumber makanan dan obat medis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <\/em><em><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><strong>di sini<\/strong><\/a><\/em><em> sekarang.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":20,"featured_media":42873,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[5413,5412,5414],"class_list":["post-42730","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized","tag-ciri-ciri-fungi","tag-fungi","tag-jamur"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis &amp; Cara Hidupnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jadi salah satu makhluk paling unik di dunia, begini ciri ciri fungi lengkap dengan klasifikasi jenis dan contohnya. Yuk simak bersama!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis &amp; Cara Hidupnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jadi salah satu makhluk paling unik di dunia, begini ciri ciri fungi lengkap dengan klasifikasi jenis dan contohnya. Yuk simak bersama!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-17T05:30:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-16T11:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-3-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Titis Haryo\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-3-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-3-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Ciri ciri fungi atau jamur\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/\",\"name\":\"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis & Cara Hidupnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-17T05:30:40+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-16T11:25:10+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\"},\"description\":\"Jadi salah satu makhluk paling unik di dunia, begini ciri ciri fungi lengkap dengan klasifikasi jenis dan contohnya. Yuk simak bersama!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis &#038; Cara Hidupnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda\",\"name\":\"Titis Haryo\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Titis Haryo\"},\"description\":\"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat.\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis & Cara Hidupnya","description":"Jadi salah satu makhluk paling unik di dunia, begini ciri ciri fungi lengkap dengan klasifikasi jenis dan contohnya. Yuk simak bersama!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis & Cara Hidupnya","og_description":"Jadi salah satu makhluk paling unik di dunia, begini ciri ciri fungi lengkap dengan klasifikasi jenis dan contohnya. Yuk simak bersama!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-17T05:30:40+00:00","article_modified_time":"2022-03-16T11:25:10+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-3-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Titis Haryo","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Titis Haryo","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-3-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7-3-2.jpg","width":682,"height":536,"caption":"Ciri ciri fungi atau jamur"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/","name":"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis & Cara Hidupnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-17T05:30:40+00:00","dateModified":"2022-03-16T11:25:10+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda"},"description":"Jadi salah satu makhluk paling unik di dunia, begini ciri ciri fungi lengkap dengan klasifikasi jenis dan contohnya. Yuk simak bersama!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ciri-ciri-fungi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ciri Ciri Fungi: Pengertian, Klasifikasi, Jenis &#038; Cara Hidupnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/e30cd667aa504ccadb749df3eb578cda","name":"Titis Haryo","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8f19aa2c9720908bad5e7049a5ade1c2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Titis Haryo"},"description":"Hidup seperti bubur yang diaduk. Terlihat kacau tapi sangat nikmat."}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42730"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/20"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42730"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42730\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42745,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42730\/revisions\/42745"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42873"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42730"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42730"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42730"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}