{"id":42670,"date":"2022-03-17T15:00:11","date_gmt":"2022-03-17T08:00:11","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=42670"},"modified":"2022-03-17T07:23:58","modified_gmt":"2022-03-17T00:23:58","slug":"teks-diskusi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/","title":{"rendered":"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teks diskusi adalah sebuah tulisan yang berisi argumen dan informasi yang disarikan dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Tujuannya adalah memantik diskusi dan perbincangan lebih lanjut.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teks macam ini penting buat dibaca untuk melatih kemampuan berpikir kritis, terutama untuk para akademisi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Baik di sekolah, perguruan tinggi, maupun ranah profesional, baik di media massa ataupun proses pembuatan kebijakan dan lain sebagainya. Bagaimana sih cara membuat teks diskusi yang baik? Berikut beberapa tipsnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA:<\/b> <\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/non-fiksi\/\">Cerita Non Fiksi: Kenali Jenis, Ciri dan Cara Membuatnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Tujuan\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42679\" aria-describedby=\"caption-attachment-42679\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42679 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-dominika-roseclay-2249432-570x425.jpg\" alt=\"teks diskusi adalah\" width=\"570\" height=\"425\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42679\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tujuan dari teks diskusi adalah mempresentasikan opini, ide, dan sudut pandang yang berbeda-beda dalam satu tempat. Namun, akhirnya diakhiri dengan kesimpulan yang merupakan pendapat sang penulis sendiri. Meski begitu, opini tersebut bisa disanggah dan memantik pertanyaan dan mendorong pembaca turut menyampaikan sudut pandang mereka. Bisa setuju, netral, atau bahkan berlainan.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Peran teks diskusi dalam pembelajaran\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42683\" aria-describedby=\"caption-attachment-42683\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42683 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-lumn-327882-570x426.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42683\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fungsi teks diskusi adalah melatih seseorang untuk menyampaikan opini dan pandangan kritis mereka akan suatu topik atau fenomena. Namun, sebelum membuat opini tersebut, pembelajar dituntut untuk membaca beberapa pandangan dan temuan yang berbeda-beda. Berbeda-beda artinya lebih dari satu sumber. Dengan begitu, diharapkan pembelajar bisa membuat keputusan atau melontarkan pendapat yang rasional.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Tipe teks diskusi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42684\" aria-describedby=\"caption-attachment-42684\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42684 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-rfstudio-3059747-570x426.jpg\" alt=\"teks diskusi adalah\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42684\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Diskusi sendiri bisa dilakukan secara informal maupun formal. Diskusi informal bisa diwujudkan dengan mencari topik yang tidak perlu riset terlebih dahulu. Peserta bisa menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">common sense<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, pengalaman, dan pandangan pribadinya. Meski begitu, diskusi informal tetap memiliki kontribusi positif bagi pembelajar, khususnya untuk melatih kemampuan mereka berekspresi sekaligus memperluas wawasan, serta menyiapkan intelegensi emosi mereka saat menghadapi perbedaan pendapat.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lain halnya dengan diskusi formal yang harus didahului dengan riset tentang suatu topik sehingga argumen yang disampaikan logis dan ilmiah. Riset bisa dilakukan dengan membaca dan mendengar pendapat atau kesaksian ahli atau wawancara dengan pihak-pihak terkait.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis-jenis teks diskusi antara lain makalah seminar, bahan musyawarah atau rembug, <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<em>procceding,<\/em> dan lain sebagainya.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Struktur<\/b> <b>teks diskusi\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42682\" aria-describedby=\"caption-attachment-42682\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42682 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-masha-raymers-2859598-570x468.jpg\" alt=\"teks diskusi adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42682\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Setiap jenis tulisan pasti memiliki struktur khusus. Sama seperti cerita narasi yang disusun dari beberapa elemen seperti perkenalan, konflik, dan penutup. Struktur teks diskusi adalah sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengantar yang berisi pernyataan tentang posisi, didukung dengan informasi yang melatarbelakangi pentingnya bahasa topik tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kumpulan argumen, baik yang mendukung posisi penulis maupun yang sifatnya kontra. <br \/>\n<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kesimpulan yang disertai dengan rekomendasi.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-tanggapan\/\">Teks Tanggapan: Pengertian, Ciri, Struktur, Fungsi &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Ciri khusus\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42681\" aria-describedby=\"caption-attachment-42681\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42681 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-erika-cristina-3431444-570x426.jpg\" alt=\"teks diskusi adalah\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42681\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut ciri-ciri teks diskusi yang membuatnya terlihat khas.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Boleh menggunakan kata ganti orang pertama maupun ketiga, misalnya \u201ckami\u201d dan \u201csaya\u201d. Atau justru berusaha tidak menyebut kata ganti untuk memberikan kesan lebih objektif.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mencantumkan kutipan dari argumen orang lain, bisa dari wawancara langsung atau pendapat ahli atau praktisi yang sudah melakukan studi tentang topik terkait.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan kata kerja yang menunjukkan aktivitas berpikir untuk mengekspresikan sudut pandang. Contohnya, \u201csaya pikir\u201d, \u201ckami percaya\u201d.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memakai kata yang mengindikasikan komparasi. Contoh \u201clebih\u201d atau \u201cpaling\u201d, \u201ctetapi\u201d, \u201cwalaupun\u201d, \u201cbagaimanapun\u201d.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada kata keterangan seperti \u201csejujurnya\u201d, \u201csebaiknya\u201d, \u201csecara keseluruhan\u201d, \u201cberuntungnya\u201d, \u201ctentunya\u201d, \u201ctidak bisa dimungkiri\u201d.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan kata-kata pengandaian seperti \u201ckita dapat melihat\u201d atau \u201ckita harus mencoba\u201d, \u201cbila\u2026., akan\u2026.\u201d, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pakai kata kerja pasif di beberapa bagian seperti \u201cterancam\u201d, \u201cdibuktikan\u201d untuk mengurangi penggunaan kalimat yang terkesan sangat subjektif.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Boleh melakukan repetisi, tetapi gunakan sinonim dan antonim, jangan terlalu sering mengulang kata yang sama.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Teknik dan cara menulis<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42685\" aria-describedby=\"caption-attachment-42685\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42685 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-lisa-fotios-3197390-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42685\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teks diskusi merupakan penulisan yang melatih kemampuan kita mengekspresikan pendapat dan pandangan setelah membaca dan meneliti.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mulai dengan menuliskan latar belakang topik yang dibahas, apa urgensinya untuk dibahas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jelaskan posisimu dalam memandang topik tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ikuti dengan argumen dan bukti yang mendukung posisimu. Elaborasi dengan jelas bagaimana bukti tersebut mendukung argumen atau opinimu.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Imbangi dengan argumen yang kontra dengan posisi Sedulur. Tak lupa elaborasi juga mengapa ada argumen kontra tersebut.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Usahakan argumen pro dan kontra seimbang antara poin dan elaborasinya. Jangan hanya menonjolkan argumen yang pro dengan posisi Sedulur.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Buat penutup dengan merangkum dua sisi argumen, baik pro dan kontra.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Akhiri dengan pendapat yang diyakini sebagai rekomendasi.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/kontes-blog\/penulis\/\">10 Cara Menjadi Penulis Buku, Novel, dan Film untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Contoh<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42686\" aria-describedby=\"caption-attachment-42686\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42686 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-cottonbro-9063399-570x468.jpg\" alt=\"teks diskusi adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42686\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Contoh teks diskusi antara lain skrip radio yang biasanya disarikan dari pendapat beberapa ahli atau praktisi terkait, kemudian disimpulkan dengan seimbang hingga menggelitik untuk didiskusikan pendengar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berikut contohnya:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orang mulai khawatir dengan wacana penutupan kebun binatang di kota A. Ini karena di masa pandemi, pendapatan dari kunjungan turis menurun drastis. Pengelola mulai kewalahan mencari dana untuk pakan dan perawatan rutin hewan. Penutupan memang solusi tercepat, tetapi bagaimana dengan nasib satwa yang tinggal di sana?\u00a0<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Kebijakan ini biasanya diikuti dengan pelepasan satwa atau transfer satwa ke kebun binatang lain. Namun, satwa yang sejak lahir tinggal di kebun binatang tidak sama dengan binatang yang biasa hidup bebas di alam liar. Christie Wilcox dalam <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Scientific American <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">berargumen bahwa kebun binatang memberikan kenyamanan bagi hewan. Mereka mendapatkan makanan rutin tanpa harus berburu atau mencari di alam liar serta berada di habitat yang aman dari predator. Ini jauh berbeda dengan hewan liar yang harus berjuang di alam bebas untuk bertahan hidup.\u00a0<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Robin Ganzert dalam sebuah artikel di majalah Time juga mengungkap bahwa kebun binatang tidak sepenuhnya buruk. Justru institusi ini bisa melindungi hewan dari kepunahan, baik karena konflik dengan manusia maupun ancaman predator atau kekurangan makanan di alam liar. Meski begitu, para pecinta hewan menekankan bahwa kebun binatang harus memenuhi hak-hak satwa seperti makanan dan air yang cukup, habitat yang sesuai dengan kebutuhan mereka (terutama temperatur), serta jaminan bahwa mereka berlaku sesuai dengan sifat dan naluri alamiahnya.\u00a0<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em><span style=\"font-weight: 400;\">Penutupan kebun binatang bukan hal yang mudah. Nasib satwa perlu dipikirkan karena cara hidup mereka yang berbeda. Ini memang bukan hal mudah, tetapi menurut saya harus ada alternatif solusi yang lebih bijak dan terarah, dan tentunya memprioritaskan kemaslahatan satwa yang sudah terlanjur lahir dan hidup di lingkungan kebun binatang.\u00a0<\/span><\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Teks diskusi adalah sebuah cara ampuh untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Utamanya di Indonesia yang minat baca mayoritas penduduknya masih rendah serta kemampuan memfilter informasi juga cukup rendah. Mari jadi insan yang lebih cerdas dengan tidak berhenti belajar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":42906,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5406,5316,5405],"class_list":["post-42670","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-diskusi","tag-teks","tag-teks-diskusi"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Teks diskusi adalah cara terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Bagaimana cara menulisnya? Ini contoh serta tips untuk referensimu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Teks diskusi adalah cara terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Bagaimana cara menulisnya? Ini contoh serta tips untuk referensimu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-17T08:00:11+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-17T00:23:58+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/teks-diskusi.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/teks-diskusi.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/teks-diskusi.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/\",\"name\":\"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-17T08:00:11+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-17T00:23:58+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Teks diskusi adalah cara terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Bagaimana cara menulisnya? Ini contoh serta tips untuk referensimu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan & Contohnya","description":"Teks diskusi adalah cara terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Bagaimana cara menulisnya? Ini contoh serta tips untuk referensimu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan & Contohnya","og_description":"Teks diskusi adalah cara terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Bagaimana cara menulisnya? Ini contoh serta tips untuk referensimu.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-17T08:00:11+00:00","article_modified_time":"2022-03-17T00:23:58+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/teks-diskusi.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/teks-diskusi.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/teks-diskusi.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/","name":"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-17T08:00:11+00:00","dateModified":"2022-03-17T00:23:58+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Teks diskusi adalah cara terbaik untuk melatih kemampuan berpikir kritis. Bagaimana cara menulisnya? Ini contoh serta tips untuk referensimu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/teks-diskusi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Teks Diskusi: Pengertian, Struktur, Jenis, Tujuan &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42670"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42670"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42907,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42670\/revisions\/42907"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42906"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}