{"id":42404,"date":"2022-03-16T17:15:48","date_gmt":"2022-03-16T10:15:48","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=42404"},"modified":"2022-03-16T10:11:04","modified_gmt":"2022-03-16T03:11:04","slug":"contoh-teater-tradisional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/","title":{"rendered":"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh teater tradisional adalah salah satu bentuk kesenian yang lahir dan berkembang dalam komunitas-komunitas etnik tertentu jauh sebelum konsep negara lahir. Inilah mengapa kesenian ini masuk dalam kategori klasik. Dibedakan dengan teater modern atau kontemporer yang lahir dan terinspirasi dari kehidupan kaum urban. Sebagian percaya teater modern baru lahir di akhir tahun 1800-an atau awal 1900-an.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sudah ada versi kontemporer, teater tradisional masih dilestarikan hingga kini. Beberapa pertunjukannya justru jadi daya tarik wisata yang menjanjikan. Seperti belasan contoh teater tradisional berikut. Pernahkan Sedulur menonton pertunjukan langsungnya?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sasando\/\">Alat Musik Sasando, Ini Jenis, Sejarah dan Cara Memainkannya<\/a><\/p>\n<h2><b>Ciri-ciri teater tradisional\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk Nuran dan Gultom dalam<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Drama: Classical Versus Modern<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, secara umum, ciri-ciri teater tradisional adalah sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memasukkan unsur supranatural dan tokoh mitologi seperti dewa, arwah, dan lain sebagainya\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Latarnya lebih sederhana, kadang tidak begitu realistis\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lebih spesifik, berikut beberapa ciri teater tradisional lainnya<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan bahasa daerah atau bahasa lokal etnik tertentu\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dilakukan di luar ruangan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menggunakan instrumen, kostum, serta latar tradisional\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak ada sutradara dan naskah yang detail, banyak improvisasi\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memungkinkan adanya interaksi dengan penonton\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><b>Jenis jenis teater tradisional<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada tiga jenis teater tradisional yang berkembang di Indonesia. Antara lain:<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Teater rakyat <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yaitu jenis drama yang lahir dan berkembang dari dan untuk rakyat jelata. Didorong oleh kebutuhan akan hiburan, teater tradisional ini banyak dipertunjukkan saat ada hajatan misalnya untuk pernikahan, khitanan, dan lain sebagainya. Sifatnya lebih informal dan banyak improvisasi, sebagai contoh ludruk, lenong, dan debus misalnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Teater klasik <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">lahir di kalangan bangsawan dan kerabat Kerajaan. Ia lebih rapi dan ada pakem serta etika khusus dalam pertunjukannya. Meski tidak serinci teater modern yang dipandu oleh sutradara, secara bahasa dan skenario, drama jenis ini punya persiapan yang lebih detail dan digarap lebih hati-hati. Contoh teater tradisional tipe klasik antara lain pementasan Ramayana dan wayang.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Teater transisi <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan jenis drama yang memadukan unsur tradisional dengan modern. Dengan begitu, penonton akan menemukan kombinasi antara adat daerah dengan beberapa isu urban. Contoh paling mudah adalah srimulat dan sandiwara Sunda.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><b>Fungsi dan urgensi melestarikan\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi teater tradisional bisa dirangkum jadi beberapa poin sebagai berikut.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Hiburan serta daya tarik wisata yang bisa menjadi sumber penghidupan para pelaku industrinya\u00a0\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bentuk apresiasi pada peninggalan leluhur\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tujuan spiritual misalnya memanggil atau justru mengusir kekuatan gaib tertentu\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pelengkap acara selamatan atau upacara adat untuk memperingati sesuatu misalnya pernikahan, khitanan, dan lain-lain.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut beberapa contoh teater tradisional yang mungkin sudah pernah Sedulur saksikan baik secara langsung atau lewat layar kaca.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-seudati\/\">Mengenal Tari Seudati, Tari Tradisional Unik dari Aceh<\/a><\/p>\n<h2><b>1. Lenong<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42418\" aria-describedby=\"caption-attachment-42418\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42418 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jamal_lindung_273160456_119274163931988_4260090158216263132_n-570x468.jpg\" alt=\"contoh teater tradisional\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42418\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @jamal_lindung<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di daftar pertama ada lenong. Meski berasal dari Betawi, lenong cukup populer di Indonesia karena sering ditayangkan di saluran televisi nasional, terutama di era 90-an. Beberapa jebolan lenong bahkan dikenal sebagai seniman nasional dan merambah teater modern, sinetron, dan berbagai sektor industri hiburan lainnya. Lenong dibawakan dalam bahasa Betawi dan dibagi jadi dua genre, yaitu lenong denes dan lenong preman.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lenong denes merupakan tipe yang mengangkat kisah legenda-legenda Betawi seperti si jawara Pitung. Sementara, lenong preman mengadopsi cerita-cerita yang bermuatan kritik sosial dan kesenjangan ekonomi. Ada pula lenong bocah yang ceritanya berkutat pada kehidupan sehari-hari dan diperankan aktor anak. Lenong bocah bisa ditonton segala usia.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Ludruk<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42421\" aria-describedby=\"caption-attachment-42421\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42421 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ludruk_budhi_wijaya_119429932_238005960983417_8402075461907935621_n-570x468.jpg\" alt=\"teater tradisional adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42421\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @ludruk_budhi_wijaya<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kalau Betawi punya lenong, Jawa Timur memiliki ludruk. Ludruk sendiri diperankan oleh aktor pria, termasuk para tokoh perempuannya. Ludruk mengangkat kehidupan sehari-hari meski pakaian mereka bertema tradisional. Mereka tidak banyak menggunakan simbolisasi seperti ketoprak. Pertunjukan ludruk selalu diiringi dengan alunan musik tradisional sehingga formatnya saling bergantian antara sesi teatrikal dan sesi musikal.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ludruk banyak digelar di momen-momen penting seperti peringatan kemerdekaan, acara syukuran pemerintah, hingga pernikahan tradisional. Isu yang dibahas biasanya berupa keluhan rakyat jelata seputar kesulitan ekonomi dan kritik pada kebijakan pemerintah secara umum. Namun, dikemas dengan cara humoris yang mengundang gelak tawa walaupun sebenarnya isunya tragis.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Ketoprak\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42422\" aria-describedby=\"caption-attachment-42422\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42422 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/skrm_squad_65626887_334796734094053_8684473120532187846_n-570x468.jpg\" alt=\"contoh teater klasik\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42422\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @skrm_squad<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketoprak memiliki kemiripan dengan ludruk, yaitu sama-sama berupa perpaduan antara pertunjukan teatrikal dengan musikal. Menurut makalah Triyono Bramantyo dari ISI yang dipresentasikan dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Colloquium on Music Research <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Malaysia pada 2014,\u00a0 ketoprak lahir dari rakyat jelata di luar lingkaran Kerajaan, tepatnya Kesultanan Surakarta dan Yogyakarta.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pertunjukannya ditujukan untuk hiburan rakyat biasa, bahkan diadakan di tanah lapang atau alun-alun. Kesenian ini banyak mengangkat kisah-kisah seputar kehidupan di dalam istana atau Kerajaan dengan salah satu pemerannya didapuk jadi perwakilan suara rakyat kecil. Inilah yang membedakannya dengan ludruk. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun merujuk sumber yang sama di masa Sultan Hamengku Buwono VIII, ketoprak mulai merambah ke lingkungan Kesultanan dan jadi hiburan untuk para bangsawan serta kerabat Raja. Tentunya dengan perubahan dan etika yang berbeda dengan ketoprak yang biasa dipertontonkan untuk rakyat biasa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/pakaian-adat-aceh\/\">Pakaian Adat Aceh Pria dan Wanita Penuh Makna &amp; Filosofi<\/a><\/p>\n<h2><b>4. Wayang<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42423\" aria-describedby=\"caption-attachment-42423\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42423 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/alimashariii_274783063_1143745229572815_2687423300427488862_n-570x468.jpg\" alt=\"contoh teater modern\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42423\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @alimashariii<\/figcaption><\/figure>\n<p><b>\u00a0<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Teater tradisional Indonesia juga tak lepas dari wayang. Wayang sendiri dibagi jadi beberapa tipe, wayang golek, wayang orang, dan wayang kulit. Kesenian ini banyak ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Bedanya Jawa Barat lebih sering menggunakan wayang golek ketimbang jenis wayang lainnya. Wayang ini dibuat dari kayu dan berbentuk figur manusia mini tiga dimensi. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wayang golek Sunda tentunya dikemas dalam bahasa Sunda dan dipadu pula dengan musik tradisional. Wayang golek digelar di berbagai acara hajatan dan mengangkat kisah legenda tokoh tertentu yang diberi muatan nilai sosial dan pesan moral di dalamnya.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir situs Indonesia Travel, wayang orang adalah contoh teater tradisional yang rutin digelar oleh Keraton Solo dan Yogyakarta. Beda dengan wayang golek yang menggunakan boneka 3 dimensi, wayang orang diperankan oleh aktor manusia yang mengenakan kostum dan makeup khusus. Mereka merepresentasikan tokoh-tokoh mitologi Jawa dan Hindu seperti Pandawa Lima dan Ramayana misalnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wayang kulit lain lagi, ia juga berupa boneka, tetapi hanya berbentuk 2 dimensi dan terbuat dari kulit sapi yang dirangkai agar bisa digerakkan dengan tangkai khusus oleh satu dalang. Penokohannya tidak jauh beda dengan wayang orang, masih menggunakan legenda-legenda Jawa dan Hindu. Wayang orang dan wayang kulit umumnya dibawakan dalam bahasa krama atau bahasa Jawa yang tingkatannya lebih tinggi atau sopan. Begitu pula dengan wayang golek yang dibawakan dalam bahasa Sunda yang lebih halus.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Makyong\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42424\" aria-describedby=\"caption-attachment-42424\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42424 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/digitaldome_71027220_2447148592233033_8359121252244401508_n-570x468.jpg\" alt=\"teater tradisional indonesia\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42424\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @digitaldom<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari Jawa mari beralih ke tanah Melayu. Sedulur juga wajib mengetahui kesenian drama bernama Makyong. Menurut makalah yang ditulis Putri dan Hodairiyah dengan judul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Makyong Theater as Melayu Traditional Culture, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">makyong adalah kesenian asal Melayu yang mengandung elemen ritual, drama, tari, dan musik (rebab, gedombak, telempong, kesi, canang, dan lain sebagainya). <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Teater ini umumnya digelar sebagai rasa syukur pada Tuhan atas panen yang berhasil, pernikahan, kelahiran, hingga kesembuhan dari penyakit.\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Uniknya, semua pemeran makyong adalah perempuan, termasuk untuk karakter Raja. Karakter laki-laki dalam makyong terbatas jumlahnya dan mereka akan mengenakan riasan atau topeng khusus. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Makyong tidak hanya bisa ditemukan di Indonesia, tetapi juga di Malaysia dan Thailand Selatan. Namun, pertunjukan ini dilarang di Malaysia saat Islam masuk karena dianggap menyalahi norma gender yang berlaku.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Mamanda\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42425\" aria-describedby=\"caption-attachment-42425\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42425 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/fytramaulana_23421227_346109235861676_9120717864599289856_n-570x468.jpg\" alt=\"jenis jenis teater tradisional\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42425\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @fytramaulana<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mamanda merupakan contoh teater klasik asal Banjar, Kalimantan Selatan. Menurut Wulandari dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Nilai Budaya Banjar pada Naskah Mamanda, <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">mamanda mengandung banyak pesan moral. Bahasa yang digunakan adalah percampuran bahasa Indonesia dan beberapa dialek Banjar seperti Melayu Banjar, Banjar Kuala, dan Banjar Hulu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk pada makalah tersebut, bisa disimpulkan bahwa mamanda merupakan jenis teater tradisional klasik yang menggunakan tokoh-tokoh Kerajaan untuk mengantarkan pesan tentang norma adat yang masih relevan dengan kehidupan saat ini. Ada nasihat normatif tentang agama hingga etika menjalin hubungan dengan orang lain. Mamanda biasanya dikemas dengan menampilkan aktor yang menggunakan kostum glamor, khas Kerajaan Banjar.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Dulmuluk\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42426\" aria-describedby=\"caption-attachment-42426\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42426 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/sazli889_273125802_233819315614353_5337992730166638134_n-570x468.jpg\" alt=\"ciri-ciri teater tradisional adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42426\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @sazli889<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Merujuk Andriani, dkk. dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">International Conference on Literature<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Universitas Syah Kuala<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada 2019 lalu, dulmuluk berasal dari Palembang, Sumatra Selatan. Unsur teater tradisional ini antara lain drama, musik tradisional, pantun, tari, dan komedi. Tak hanya sebagai hiburan belaka, dialog oral dalam dulmuluk mengandung banyak kearifan lokal yang bertujuan mengedukasi dan menginspirasi penonton.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nama dulmuluk sendiri diambil dari Abdoel Moeloek, tokoh utama dan syair berjudul <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The Glory of Malay Kingdom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang digemari masyarakat Pelembang di masa lalu. Seiring dengan kepopulerannya, muncul pula tokoh-tokoh lain seperti Siti Zubaidah. Kisah verbal mereka kemudian dikembangkan menjadi pertunjukan teatrikal dengan unsur pelengkap yang lebih kompleks.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tari-payung\/\">Tari Payung: Kenali Sejarah, Asal Makna &amp; Propertinya, Lengkap!<\/a><\/p>\n<h2><b>8. Ubrug<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42427\" aria-describedby=\"caption-attachment-42427\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42427 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/WhatsApp-Image-2021-06-29-at-14.24.33-1-570x468.jpeg\" alt=\"unsur teater tradisional\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42427\" class=\"wp-caption-text\">Kantor Bahasa Banten<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ubrug berasal dari Banten dan merupakan kesenian yang memadukan komedi, tari, musik, dan drama dalam satu pertunjukan. Mengutip Kemendikbud, ubrug banyak dipentaskan saat pernikahan dan khitanan pada tengah malam hingga dini hari. Pementasan terdiri dari beberapa babak, yaitu babak tatalu (musik instrumental tradisional), jaipongan (tari), organ tunggal (musik modern), bodoran (lawakan), dan terakhir lalakon (drama teatrikal).\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>9. Longser<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42430\" aria-describedby=\"caption-attachment-42430\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42430 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/festivallongser_72213206_494065788118901_594596313436380719_n-570x468.jpg\" alt=\"fungsi teater tradisional\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42430\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @festivallongser<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Melansir salah satu artikel dalam jurnal <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mimbar Pendidikan<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditulis Hariyono, longser adalah sandiwara rakyat yang dipadu dengan tarian. Tak hanya pemerannya, tarian bisa dilakukan dengan mengajak penonton. Selain itu, ada musik karawitan, lawakan, serta cerita rakyat di dalamnya. Merujuk artikel tersebut, longser mulai ditinggalkan sama seperti beberapa kesenian tradisional lain karena gerusan zaman dan tren hiburan yang berkembang<\/span><b>.\u00a0<\/b><\/p>\n<h2><b>10. Randai<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42431\" aria-describedby=\"caption-attachment-42431\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42431 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/IMG_9462-1-570x468.jpg\" alt=\"Randai\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42431\" class=\"wp-caption-text\">Rumah Seni<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Randai adalah kesenian asal Minangkabau yang juga memadukan musik, gerakan bela diri, sastra, dan teater dalam satu kemasan pementasan. Cerita yang diangkat berkutat pada cerita rakyat Minangkabau sehingga sarat akan pelajaran budaya dan pesan moral dari leluhur. Dulunya hanya ada aktor pria yang bisa berpartisipasi. Tetapi sejak 1960-an, aktris pun dipersilakan untuk bergabung sebagai pemeran. Tentunya musik yang dipakai mirip dengan musik-musik Melayu yang menggunakan rebab dan talempong.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>11. Sanghyang<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42434\" aria-describedby=\"caption-attachment-42434\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42434 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/gabriellaokki_274088480_299194725610845_6842150595110697176_n-570x468.jpg\" alt=\"Sanghyang\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42434\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @gabriellaokki<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh teater klasik berikutnya adalah sanghyang asal Bali. Beda dengan kebanyakan drama tradisional lainnya yang murni seni, ada unsur supranatural dalam pertunjukan sanghyang. ia memiliki kemiripan dengan reog yang pementasnya harus melakukan ritual khusus terlebih dahulu agar mencapai tahap tak sadarkan diri. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut jurnal yang ditulis I Nyoman Linggih di tahun 2019, sanghyang diinisiasi oleh sosok Raja Bali bernama Sri Gajah Waktera yang kehilangan kuda putihnya yang bernama Oncesrawa dan akhirnya melakukan ritual penghormatan untuk kuda tersebut. Gerakan tarian tersebut sangat khas karena pelakunya akan berjingkrak sesuai irama layaknya seekor kuda.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>12. Mendu\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42437\" aria-describedby=\"caption-attachment-42437\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42437 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/Mendu-Seni-Lakon-Memukau-dan-Langka-dari-Natuna-570x468.jpg\" alt=\"Mendu\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42437\" class=\"wp-caption-text\">Traverse<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di Pontianak, Kalimantan Barat, Sedulur akan menemukan teater rakyat bernama Mendu. Teater ini tidak hanya berupa pertunjukan teatrikal, tetapi dipadu dengan dialog yang berima, humor yang menghibur, musik pengiring yang bertalu, serta gerakan pencak silat yang indah. Cerita dalam mendu juga akan berkutat pada tokoh-tokoh dan dinamika Kerajaan. Beberapa diangkat dari dongeng atau hikayat lawas.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tarian-jawa-timur\/\">8 Macam Tarian Jawa Timur yang Dikenal Hingga Mancanegara<\/a><\/p>\n<h2><b>13. Tari Barong\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42443\" aria-describedby=\"caption-attachment-42443\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42443 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/yd72eyes_274269440_489781846095593_3623070373044115983_n-570x468.jpg\" alt=\"Tari Barong\u00a0\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42443\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @yd72eyes<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meski sebenarnya lebih dominan tarian, Barong tetap memiliki unsur teatrikal di dalamnya. Ada plot yang diceritakan melalui tarian tersebut. Pesan moral dari kesenian ini adalah peperangan antara kebenaran dengan kejahatan. Pementasan Barong dilakukan saat upacara Galungan dan ini merupakan tarian yang sakral.<\/span><\/p>\n<h2><b>14. Calonarang\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42444\" aria-describedby=\"caption-attachment-42444\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42444 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/calonarang_gianyar_217393832_4013152918720058_4858641734459788416_n-570x468.jpg\" alt=\"Calonarang\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42444\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @calonarang_gianyar<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih dari Bali, ada pula sebuah tarian teatrikal lain berjudul Calonarang. Ini diambil dari legenda Calon Arang, seorang perempuan yang bila marah akan membawa bencana dahsyat seperti banjir, kekeringan, dan erupsi gunung berapi. Kemarahannya tak tertahankan saat tak ada seorang pun yang mau menikahi putrinya dan bencana satu per satu muncul membahayakan warga sekitar. Namun, kisah ini berakhir bahagia, kok.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>15. Reog Ponorogo\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_42445\" aria-describedby=\"caption-attachment-42445\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-42445 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/visiteastjava_242521202_857918651751666_4867115074707978061_n-570x468.jpg\" alt=\"Reog Ponorogo\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-42445\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @visiteastjava<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ini adalah salah satu contoh teater tradisional yang cukup populer. Sedulur pasti sudah pernah menyaksikannya langsung barang sekali. Reog juga pertunjukan yang sakral dan memasukkan unsur supranatural di dalamnya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Reog disimbolkan sebagai sosok singa dengan bulu merak yang mengitari wajahnya. Cerita di baliknya cukup panjang, tetapi intinya adalah sebuah pertunjukan fantastis yang dihadiahkan seorang Raja untuk putri yang hendak ia pinang.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu beberapa teater tradisional Indonesia yang bisa jadi wawasan baru untuk Sedulur. Lain kali mari membahas contoh teater modern beserta beberapa karakteristiknya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":42497,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[5344,5345,5346],"class_list":["post-42404","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-contoh-teater-tradisional","tag-teater","tag-teater-tradisional"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah tahu apa saja yang masuk dalam contoh teater tradisional Indonesia? Berikut ulasan serta gambar pendukungnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah tahu apa saja yang masuk dalam contoh teater tradisional Indonesia? Berikut ulasan serta gambar pendukungnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-16T10:15:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-16T03:11:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-1-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"12 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-1-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-1-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/\",\"name\":\"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-16T10:15:48+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-16T03:11:04+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Sudah tahu apa saja yang masuk dalam contoh teater tradisional Indonesia? Berikut ulasan serta gambar pendukungnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya","description":"Sudah tahu apa saja yang masuk dalam contoh teater tradisional Indonesia? Berikut ulasan serta gambar pendukungnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya","og_description":"Sudah tahu apa saja yang masuk dalam contoh teater tradisional Indonesia? Berikut ulasan serta gambar pendukungnya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-16T10:15:48+00:00","article_modified_time":"2022-03-16T03:11:04+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-1-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"12 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-1-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/16-1-1.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/","name":"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-16T10:15:48+00:00","dateModified":"2022-03-16T03:11:04+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Sudah tahu apa saja yang masuk dalam contoh teater tradisional Indonesia? Berikut ulasan serta gambar pendukungnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/contoh-teater-tradisional\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"15 Contoh Teater Tradisional di Indonesia Beserta Gambarnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42404"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42404"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42404\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42667,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42404\/revisions\/42667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42497"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42404"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42404"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42404"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}