{"id":42287,"date":"2022-03-15T19:15:09","date_gmt":"2022-03-15T12:15:09","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=42287"},"modified":"2022-03-15T11:19:40","modified_gmt":"2022-03-15T04:19:40","slug":"kerajaan-sriwijaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/","title":{"rendered":"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &#038; Keruntuhan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan maritim terbesar dengan corak Buddha pada masanya. Kala itu, kerajaan ini berkuasa untuk mengendalikan jalur perdagangan pada Selat Malaka. Menurut sejarah, namanya diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti \u201cSri\u201d yaitu cahaya atau bercahaya. \u201cWijaya\u201d yang diartikan sebagai kejayaan atau kemenangan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dengan begitu, arti dari namanya adalah kemenangan yang gemilang. Pada masanya, pemerintahan ini banyak memberikan pengaruh bagi nusantara. Puncak kejayaannya adalah ketika dipimpin oleh Raja Balaputradewa, yang berkuasa pada abad ke-9. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-majapahit\/\">Sejarah Bedirinya Kerajaan Majapahit hingga Keruntuhannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Sejarah Kerajaan Sriwijaya<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/ch8A31thQQ8a1CN3iYRomPNmSuI=\/38x0:628x393\/750x500\/data\/photo\/2020\/07\/07\/5f0441627342b.png\" alt=\"kerajaan sriwijaya\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Kompas<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Sriwijaya bercorak agama Buddha Mahayana dan lahir pada abad ke-7 Masehi. Pendirinya bernama Dapuntahyang Sri Jayanasa. Keterangan ini ditulis di salah satu prasasti yang ditemukan di Kota Kapur, Mendo Barat, Bangka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Akan tetapi, kisah pendirian pemerintahan ini merupakan salah satu bagian yang cukup sulit dipecahkan oleh para peneliti. Sebab, dalam berbagai sumber yang ditemukan tidak terdapat struktur genealogis yang tersusun rapi antara raja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Prasasti Kedukan Bukit (682 M) menyebutkan nama Dapunta Hyang dan prasasti Talang Tuo (684 M) memperjelasnya menjadi Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Kedua prasasti ini merupakan penjelasan paling tua dan berisi tentang seseorang yang dianggap sebagai raja atau pemimpin dari pemerintahan ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam prasasti ini juga dijelaskan bahwa Dapunta Hyang mengadakan sebuah perjalanan dengan memimpin 20 ribu tentara menuju Palembang, Jambi, dan Bengkulu dari Minanga Tamwan. Dalam perjalanan itu, beliau berhasil menaklukkan berbagai daerah yang strategis untuk melakukan perdagangan sampai Kerajaan Sriwijaya menjadi makmur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dari Prasasti Kota (686 M) di Pulau Bangka, pemerintahan ini diperkirakan sudah berhasil menguasai Sumatra pada bagian selatan, Bangka dan Belitung, bahkan hingga Lampung. Bukti ini juga menyebutkan bahwa Sri Jayanasa bahkan mencoba untuk melancarkan berbagai ekspedisi militer untuk menyerang Jawa dan dianggap tidak mau berbakti pada maharaja. Insiden ini terjadi pada waktu yang kurang lebih bersamaan dengan runtuhnya Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Holing atau Kalingga di Jawa Barat yang bisa saja terjadi karena adanya berbagai serangan oleh Sriwijaya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Pusat pemerintahan Kerajaan Sriwijaya<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 686px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/sp-ao.shortpixel.ai\/client\/to_webp,q_lossless,ret_img,w_696,h_392\/https:\/\/www.pinterpolitik.com\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Kerajaan-Sriwijaya-Perdebatan-Eksistensi-dan-Hub-Perdagangan-Asia-Tenggara-696x392.jpg\" alt=\"kerajaan sriwijaya\" width=\"696\" height=\"392\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">PintarPolitik<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Letak Kerajaan Sriwijaya sebenarnya sampai saat ini masih terus diperdebatkan. Berdasarkan sebuah catatan yang tertulis pada Prasasti Kedukan Bukit, pusat pemerintahannya berada pada tepian Sungai Musi, Palembang.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini kemudian juga diperkuat oleh hasil penelitian George Coedes dan disebut sebagai Teori Palembang. Namun, terdapat penelitian terbaru yang dilakukan di Universitas Indonesia pada tahun 2013 menemukan banyak situs candi bercorak Buddha di Muaro Jambi. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Diperkirakan, reruntuhan candi tersebut merupakan tempat tinggal para cendekiawan Buddha. Disebutkan bahwa dahulu Kerajaan Sriwijaya memang menampung banyak cendekiawan dan biksu Buddha.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/silsilah-kerajaan-inggris\/\">Silsilah Keluarga Kerajaan Inggris beserta Pewarisnya, Lengkap!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Pendiri Kerajaan Sriwijaya<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 808px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/img.okezone.com\/content\/2021\/07\/23\/337\/2444671\/di-mana-letak-kerajaan-sriiwijaya-palembang-jambi-lampung-riau-atau-thailand-pgN5gcyWpj.JPG\" alt=\"kerajaan sriwijaya\" width=\"818\" height=\"476\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Okezone Nasional<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Raja pertama dari Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang atau yang lebih dikenal sebagai Sri Jayanasa. Nama Dapunta sebagai raja dari pemerintahan ini didasarkan pada sebuah catatan I Tsing dan catatan yang terdapat pada prasasti seperti Prasasti Talang Tuo dan Prasasti Kedukan Bukit. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Dalam catatan I Tsing dan prasasti yang menyertainya, disebutkan bahwa Dapunta Hyang menjadi raja Kerajaan Sriwijaya setelah melakukan perjalanan suci atau Siddhayatra menggunakan perahu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu, Dapunta membawa ribuan armada dan prajurit untuk kemudian menaklukkan berbagai daerah di wilayah Lampung, Bangka, Palembang, dan Jambi. Berbagai catatan juga menyebutkan bahwa Dapunta mencoba untuk menyerang beberapa kerajaan yang terdapat di Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Sriwijaya<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1090px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/thefullfrontal.my\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/2967342_orig.jpg\" alt=\"\" width=\"1100\" height=\"733\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">The Full Frontal<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Telah diketahui bahwa Kerajaan Sriwijaya raja terkenalnya adalah Balaputradewa. Namun, masih banyak raja-raja lainnya yang pernah menjabat menjadi raja di pemerintahan ini. Akan tetapi, struktur genealogis raja-rajanya banyak terputus dan hanya didukung oleh berbagai bukti yang dianggap para peneliti kurang kuat. Berikut adalah daftar raja yang diduga kuat pernah memerintah.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dapunta Hyang Sri Jayanasa (683 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Indrawarman (702 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Rudra Wikrama (728-742 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sangramadhananjaya (775 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dharanindra\/Rakai Panangkaran (778 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Samaragrawira\/Rakai Warak (782 M)<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dharmasetu (790 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Samaratungga\/Rakai Garung (792 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Balaputradewa (856 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Udayadityawarman (960 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Wuja atau Sri Udayadityan (961 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Hsiae-she (980 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Cudamaniwarmadewa (988 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Malayagiri\/Suwarnadwipa (990 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Marawijayottunggawarman (1008 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sumatrabhumi (1017 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Sanggrama Wijayatunggawarman (1025 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Dewa (1028 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Dharmawira (1064 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Sri Maharaja (1156 M)\u00a0<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (1178 M)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 612px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.inilahjambi.com\/wp-content\/uploads\/2016\/07\/sejarah-kerajaan-sriwijaya.jpg\" alt=\"\" width=\"622\" height=\"426\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Inilah Jambi<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Raja yang dianggap Kerajaan Sriwijaya berada di puncak kegemilangannya pada abad ke-8 dan ke-9 adalah Raja Balaputradewa. Pada dasarnya, pemerintahan ini mengalami masa kekuasaan yang cemerlang sampai ke generasi Sri Marawijaya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penyebabnya adalah raja setelah Sri Marawijaya telah disibukkan dengan peperangan melawan Jawa pada 922 M dan 1016 M. Kemudian, dilanjut dengan perlawanan dengan Kerajaan Cola India pada tahun 1017 hingga 1025 Raja Sri Sanggramawijaya berhasil ditawan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemerintahan ini menguasai Selat Malaka pada masa kekuasaan Balaputradewa sampai dengan Sri Samarawijaya. Selat Malaka merupakan jalur utama perdagangan antara Cina dan India. Tak hanya itu, mereka juga berhasil memperluas kekuasaannya sampai Jawa Barat, Kalimantan Barat, Bangka, Belitung, Malaysia, Singapura, dan Thailand Selatan, seperti yang dilansir dari buku <em>Mengenal Kerajaan-Kerajaan Nusantara<\/em> karya Deni Prasetyo. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Agar keamanan terjaga, maka pemerintahan tersebut membangun armada laut yang kuat. Sehingga, berbagai kapal asing yang ingin berdagang merasa aman dari gangguan perompak.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-makassar\/\">Sejarah Kerajaan Makassar, Masa Kejayaan &amp; Peninggalannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Masa keruntuhan Kerajaan Sriwijaya<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn.murianews.com\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/13155715\/1024px-003_Site_from_South-West_38244920665.jpg\" alt=\"kerajaan sriwijaya\" width=\"1024\" height=\"683\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Muria News<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 oleh Dapunta Hyang Sri Jayanasa di daerah Palembang, Sumatra Selatan. Kebesaran tersebut kemudian mengalami kemunduran sejak abad ke-11. Awalnya adalah serangan besar yang dilakukan oleh Raja Rajenda Coladewa dari Cola yang berhasil melawan salah satu raja tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian, pada abad ke-13 salah satu kerajaan taklukan Sriwijaya, Kerajaan Melayu, berhasil dikuasai Singasari, kerajaan dari Jawa yang dipimpin oleh Kertanegara. Kemudian, Kertanegara berhasil menjalin hubungan baik dengan Melayu melalui Ekspedisi Pamalayu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Namun, Sriwijaya mulai melemah dan tidak bisa berbuat apa pun guna mencegah negara yang berhasil ditaklukkan untuk menjalin hubungan dengan saingannya di Jawa. Sampai kelemahan ini dimanfaatkan oleh Kerajaan Sukhodaya dari Thailand di bawah kuasa Raja Kamheng. Kemudian, wilayahnya yang berada di Semenanjung Malaysia direbut dan Selat Malaka pun bisa dikontrol. Akhirnya, pada abad ke-14 pemerintahannya benar-benar runtuh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, itu dia berbagai fakta menarik mengenai Kerajaan Sriwijaya mulai dari pusat pemerintahan, kejayaan, sampai keruntuhannya. Tak ketinggalan dengan peninggalan sejarah yang menjadi bukti kekuasaannya seperti Candi Muara Takus, Prasasti Talang Tuo, Prasasti Kedukan Bukit, dan lain sebagainya. Semoga bisa menambah pengetahuan Sedulur mengenai sejarah di Indonesia, ya!<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya\u00a0<a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=in&amp;gl=US\"><strong>di sini<\/strong>\u00a0<\/a>sekarang.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":42267,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4022,5318,3672],"class_list":["post-42287","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-kerajaan","tag-kerajaan-sriwijaya","tag-sejarah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Keruntuhan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &amp; Keruntuhan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-15T12:15:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-15T04:19:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-10.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-10.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-10.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/\",\"name\":\"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Keruntuhan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-15T12:15:09+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-15T04:19:40+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &#038; Keruntuhan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Keruntuhan","description":"Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Keruntuhan","og_description":"Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-15T12:15:09+00:00","article_modified_time":"2022-03-15T04:19:40+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-10.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-10.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-10.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/","name":"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan & Keruntuhan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-15T12:15:09+00:00","dateModified":"2022-03-15T04:19:40+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Kerajaan Sriwijaya, mulai dari masa kejayaan hingga keruntuhannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/kerajaan-sriwijaya\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kerajaan Sriwijaya: Sejarah, Raja, Masa Kejayaan &#038; Keruntuhan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42287"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=42287"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42287\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":42450,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/42287\/revisions\/42450"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42267"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=42287"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=42287"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=42287"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}