{"id":41953,"date":"2022-03-14T18:00:42","date_gmt":"2022-03-14T11:00:42","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=41953"},"modified":"2022-03-14T09:48:49","modified_gmt":"2022-03-14T02:48:49","slug":"otoriter-adalah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/","title":{"rendered":"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh &#038; Dampaknya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Otoriter adalah sikap pemimpin yang dominan dan bertendensi negatif. Lawan kata dari otoriter sendiri yaitu demokrasi. Sedulur pasti kenal tokoh sejarah dunia pada masa Perang Dunia II, yaitu Adolf Hitler dari Jerman dan Benito Mussolini dari Italia. Kedua tokoh tersebut merupakan pemimpin otoriter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain otoriter adalah gaya kepemimpinan seseorang, otoriter juga merupakan sikap yang berkaitan dengan negara dan sistem pemerintahan. Yang dapat terjadi karena gaya kepemimpinan dari pimpinannya. Untuk lebih jelas lagi Sedulur mengenal tentang otoriter, kita mulai saja pembahasan lengkapnya di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gaya-kepemimpinan\/\">10+ Gaya Kepemimpinan dalam Perusahaan yang Paling Disukai<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengertian otoriter<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41959\" aria-describedby=\"caption-attachment-41959\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/1.-Kumparan.webp\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41959\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/1.-Kumparan-570x320.webp\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"320\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-41959\" class=\"wp-caption-text\"><em>Kumparan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Otoriter adalah orang yang berkuasa sendiri, bertindak sewenang-wenang, tanpa menghargai hak dan kesejahteraan rakyat. Sementara itu, sistem otoriter adalah sistem pemerintahan yang diterapkan oleh seorang pemimpin yang bergaya otoriter. Ciri dari negara otoriter adalah negara tertutup, tidak terbuka akan pendapat hingga semua aspek kehidupan masyarakat dikendalikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam istilah internasional, otoriter dikenal dengan nama <em>autorian leader<\/em>. Pola asuh otoriter adalah gaya kepemimpinan yang absolut dan menginginkan semua rakyatnya patuh tanpa syarat kepada pemimpin dan pemerintahannya. Pemimpin otoriter cenderung merasa bahwa dirinyalah yang paling pintar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sehingga mereka beranggapan bahwa semua kesuksesan yang terjadi adalah karena hasil dari kepemimpinan mereka. Mereka pun tidak suka mendapat kritik dan saran dari orang lain. Contoh negara otoriter adalah Korea Utara yang hingga saat ini masih berjalan dengan baik sistem pemerintahannya. Kendati hal tersebut sudah banyak dikritik secara internasional.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Karekteristik kepemimpinan otoriter<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41960\" aria-describedby=\"caption-attachment-41960\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41960\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/2.-CRC-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41960\" class=\"wp-caption-text\"><em>CRC<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui otoriter adalah\u00a0 gaya kepemimpinan yang satu arah dan cenderung tegas, sebagaimana yang dijelaskan di atas. Maka bisanya terdapat karakteristik otoriter dengan ciri tersendiri. Setiap gaya kepemimpinan memiliki ciri dan karakteristikanya. Untuk otoriter sendiri, beriktu karakteristik khasnya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak meminta atau menerima masukan dari orang lain untuk mengambil keputusan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sosok pemimpin membuat semua keputusan dalam perusahaan, baik skala kecil maupun besar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemimpin mengarahkan atau memberi mandat terkait semua metode, kebijakan, dan prosedur di tempat kerja.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Anggota kelompok jarang dipercaya untuk membuat keputusan atau mengerjakan tugas penting.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pekerjaan cenderung sangat terstruktur dan sangat kaku.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kreativitas dan pemikiran out-of-the-box cenderung tidak didukung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Peraturan dijabarkan dan dikomunikasikan dengan jelas.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kelebihan gaya kepemimpinan otoriter<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41961\" aria-describedby=\"caption-attachment-41961\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41961\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/3.-Mobi-France-570x468.jpg\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41961\" class=\"wp-caption-text\"><em>Mobi France<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kendati pun bertendensi negatif, negara otoriter adalah negara yang cenderung aman dan stabil. Karena segala aspeknya mudah dikendalikan. Berikut\u00a0 ini adalah beberapa kelebihan dari gaya kepemimpinan otoriter itu sendiri:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Efektif ketika keputusan harus dibuat dengan efisien dan cepat, tanpa waktu untuk berkonsultasi dengan orang lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mencegah bisnis atau proyek menjadi stagnan karena organisasi yang buruk atau kurangnya kepemimpinan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Membuat individu, kelompok, atau tim tidak kelewatan tenggat waktu proyek penting.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemimpin dapat lebih mudah mengelola krisis ketika kendali ada sepenuhnya di tangan mereka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Arahan dan visi yang jelas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemimpin otoriter bekerja paling efektif dalam situasi penuh tekanan. Hal ini membuat setiap anggota tim menghormati kepemimpinannya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kekurangan gaya kepemimpinan otoriter<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41962\" aria-describedby=\"caption-attachment-41962\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41962\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4.-Glints-570x417.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"417\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41962\" class=\"wp-caption-text\"><em>Glints<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena di dunia ini tidak ada yang sempurna, setelah kelebihan selalu dilengkapi dengan kekurangannya. Untuk kepemimpinan otoriter sendiri, berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi kekurangannya:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemimpin yang otoriter sangat skeptis, dan kurang percaya kepada nasihat, saran dan ide dari orang lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berpeluang besar untuk jajaran pimpinan menyalahgunakan jabatan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemerintahan sangat kaku, dan bersifat satu arah. Hanya dari pemerintah kepada rakyat berupa komando.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak ada diskusi dan keterbukaan informasi, tidak menerima masukan dari rakyat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Secara garis besar, gaya kepemimpinan otoriter berisiko tinggi membuat perusahaan bergantung hanya pada satu orang.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tindakan yang seenaknya, misalnya segala bentuk hukuman, larangan, peraturan dapat dengan mudah diubah secara sepihak.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pemimpin juga menilai kesuksesan kepemimpinannya dari rasa takut dan kepatuhan bawahan yang bersifat kaku.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan otoriter dan otoritatif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41963\" aria-describedby=\"caption-attachment-41963\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41963\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/5.-Berita-Satu-570x468.jpg\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"468\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/5.-Berita-Satu-570x468.jpg 570w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/5.-Berita-Satu-705x580.jpg 705w\" sizes=\"(max-width: 570px) 100vw, 570px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41963\" class=\"wp-caption-text\"><em>Berita Satu<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun Sedulur tengah mengatahui pengertian dari otoriter adalah gaya kepemimpinan, ada satu kata yang identik dengan otoriter, yaitu otoritatif. Dua hal ini terlihat sama namun merupakan hal yang jauh berbeda. Sama-sama gaya kepemimpinan dengan pendekatan yang jauh berbeda. Berikut ini perbedaannya, agar Sedulur lebih mudah akan kami sampaikan melalui tabel di bawah ini:<\/span><\/p>\n<table width=\"661\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perbedaan<\/strong><\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemimpin Otoriter<\/strong><\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemimpin Otoritatif<\/strong><\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gaya Kepemimpinan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gaya memimpin yang cenderung memaksakan kehendak<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Gaya memimpin yang mau membimbing dan mengarahkan bawahannya<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemimpin bertindak sebagai<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bertindak layaknya seorang pemilik dari organisasi<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bertindak layaknya seorang mentor<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan penggunaan kekuasaan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk memaksakan kepatuhan anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Untuk membimbing dan memotivasi anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tujuan penggunaan kekuasaan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menggunakan ancaman dan sanksi dalam memperlakukan anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menawarkan arahan dan umpan balik untuk menjaga antusiasme anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menciptakan perasaan berikut terhadap anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menciptakan rasa takut, terancam dan tidak termotivasi di antara anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Menciptakan rasa pencapaian di antara anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keinginan anggota untuk mengikuti pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anggota secara terpaksa mengikuti arahan pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anggota secara sukarela mengikuti arahan pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pemaksaan kehendak oleh pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lebih memaksakan kehendaknya terhadap anggota dan organisasi<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak memaksakan kehendaknya terhadap anggota dan organisasi<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengedepankan hal berikut terhadap anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengedepankan kepatuhan mutlak dari anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengedepankan pencapaian dari anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Komunikasi antara pemimpin dan anggota<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak adanya komunikasi antara pemimpin dan anggota karena anggota harus melaksanakan tugas tanpa pertanyaan<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Masih adanya komunikasi antara pemimpin dan anggota, mereka pun dapat mengajukan pertanyaan dan mendapatkan bimbingan dari pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"160\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Peluang anggota untuk menyampaikan sesuatu kepada pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"227\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anggota hampir tidak memiliki peluang untuk memberikan ide dan inisiatif kepada pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<td width=\"274\">\n<p><span style=\"color: #000000;\">Anggota memiliki peluang untuk memberikan ide dan inisiatif kepada pemimpin<\/span><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/fasilitas-yang-diharapkan\/\">14 Fasilitas yang Diharapkan dan Wajib Didapatkan Selain Gaji<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tips menerapkan kepemimpinan otoriter<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41964\" aria-describedby=\"caption-attachment-41964\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41964\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/6.-Glints-570x407.png\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"407\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41964\" class=\"wp-caption-text\"><em>Glints<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini merupakan contoh otoriter yang disertai dengan tips, terutama bagi Sedulur hendak menerapakan gaya kepemimpinan ini. Atau bagi Sedulur yang memiliki kecenderungan otoriter, Sedulur bisa menerapkan tips di bawah ini. Karena, tidak semuanya gaya kepemimpinan negatif dan bisa memberikan perubahan yang optimal, jika dijalankan dengan sangat tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sakali lagi, meskipun gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya kepemimpinan yang bertendensi negatif, namun jika dijalankan dengan tepat dapat memberikan perubahan yang signifikan. Berikut ini beberapa tips yang bisa Sedulur coba terapkan:<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Hormati bawahan sebagai rekan kerja<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41965\" aria-describedby=\"caption-attachment-41965\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41965\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/7.-Glints-570x468.png\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41965\" class=\"wp-caption-text\"><em>Glints<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Otoriter adalah gaya kepemimpinan yang tegas, terutama kepada rekan kerja dan menganggapnya sebagai bawahan. Hal ini merupakan langkah yang tidak tepat. Agar gaya kepemimpinan ini dapat berjalan efeketif, Sedulur bisa menghilangkan bawahan dan mengubahnya menjadi rekan kerja yang sejajar dengan batasan-batasan tertentu.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Komunikasi secara detail<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41966\" aria-describedby=\"caption-attachment-41966\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41966\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8.-Glints-570x417.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"417\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41966\" class=\"wp-caption-text\"><em>Glints<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagian besar karyawan tahu bahwa pemimpin menginginkan mereka untuk taat peraturan dan mengikuti prosedur. Namun, beberapa mungkin tidak langsung bisa memahami apa yang benar-benar mereka butuhkan untuk melakukannya. Maka itu, jelaskanlah secara detail dan gamblang mengenai semua ekspektasi, rencana kerja, dan tujuan akhirnya. Kejelasan membantu staf memahami aturan sehingga mereka lebih mungkin untuk bekerja sama.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Bersikap adil<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41967\" aria-describedby=\"caption-attachment-41967\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41967\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/9.-Freepik-570x417.webp\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"417\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41967\" class=\"wp-caption-text\"><em>Freepik<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena otoriter adalah pemimpin yang tegas, namun bukan mustahil untuk bersikap adil. Ketidakadilan bisa menimbulkan rasa ketidakpercayaan terhadap pemimpin. Sebagai pemimpin, penting untuk memastikan bahwa mereka memperlakukan semua orang sama, dan bahwa mereka memberlakukan kebijakan yang sama terlepas dari siapa karyawannya. Konsistensi menghasilkan kepercayaan dan membantu pemimpin mendapatkan rasa hormat dari orang-orang sekitarnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Izinkan rekan kerja untuk berpendapat<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41968\" aria-describedby=\"caption-attachment-41968\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41968\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/10.-Westend61-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41968\" class=\"wp-caption-text\"><em>Westend61<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Memberi ruang untuk berpendapat kepada setiap elemen kerja merupakan hal yang penting, meskipun ciri khas kepemimpinan demokrasi yang terbuka untuk memberikan pendapat, bukan mustahil gaya kepemimpinan otoriter juga dapat memberikan ruang untuk rekan kerja berpendapat. Hal ini bisa membuat kondisi kerja lebih baik lagi.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Ambil keputusan yang tepat<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41969\" aria-describedby=\"caption-attachment-41969\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41969\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/11.-McKensey-570x468.jpg\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41969\" class=\"wp-caption-text\"><em>McKensey<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengizinkan rekan kerya memberikan pendapat untuk menentukan solusi dari sebuah permasalahan, Sedulur sebagai pemimpin harus mengambil keputusan yang tepat. Ketegasan merupakan kelebihan seorang pemimpin otoritatif. Mengambil keputusan yang tegas bukan merupakan hal yang sulit, namun dengan catatan setiap saran dan masukan yang disampaikan rekan kerja telah didengar dengan baik dan ditampung secara keseluruhan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apakah otoriter tepat diterapkan pada perusahaan?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41970\" aria-describedby=\"caption-attachment-41970\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41970\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/12.-Glints-1-570x417.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"417\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41970\" class=\"wp-caption-text\"><em>Glints<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah menyimak penjelasan di atas, otoriter adalah gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh setiap orang. Bukan hanya dapat diterapkan pada pemerintahan saja, namun juga bisa diterapkan pada sebuah institusi, sebuah badan, organisasi, komunitas bahkan dapat diterapkan pada sebuah perusahaan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saat ini, gaya kepemimpinan otoriter adalah hal yang lumrah kita temui dalam sebuah institusi yang memiliki tekanan dan perhatian yang tinggi. Seperti misal institusi militer. Lantas, apakah gaya kepemimpinan otoriter bisa diterapkan dalam sebuah bisnis dan perusahaan?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tentu saja dapat sangat mungkin diterapkan, selama perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bergerak di bidang yang memiliki tuntutan kerja yang tinggi. Namun, hal tersebut harus disesuaikan lagi dengan konteks zaman yang saat ini tengah kita jalani. Apakah gaya kepemimpinan otoriter yang kaku masih cocok di zaman serba terbuka seperti saat ini?<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Biasanya, gaya kepemimpinan otoriter adalah penting untuk diterapkan, terutama pada perusahaan yang tengah mengalami krisis dan harus melewati tantangan tersebut. Biasanya krisis dan tantangan yang dihadapi disebabkan karena beberapa hal berikut ini:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Departemen atau tim yang tidak memenuhi tujuannya dalam kuartal terakhir.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pergeseran kepemilikan, kepemimpinan, atau struktur perusahaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Perputaran perusahaan setelah penurunan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Akan mengalami perubahan struktur organisasi secara besar-besaran.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan gaya otoriter tepat untuk digunakan?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41971\" aria-describedby=\"caption-attachment-41971\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41971\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13.-Vocasia-570x468.webp\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41971\" class=\"wp-caption-text\"><em>Vocasia<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pertanyaan ini sangat baik untuk dipertanyakan, karena dengan pertanyaan ini tidak menyudutkan gaya otoriter itu sendiri. Karena gaya kepemimpinan otoriter adalah bagian dari gaya kepemimpinan yang dapat bermanfaat untuk mengatasi beberapa kondisi tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagaimana yang telah disinggung di atas, gaya kepemimpinan ini dapat diterapkan ketika memasuki masa krisis dan menghadapi berbagai macam tantangan untuk mempertahankan sebuah institusi yang tengah dipimpin. Biasanya pemimpin otoriter dipilih dan ditempatkan kepada suatu lembaga yang tengah mengalami krisis dan perlu diselamatkan.<\/span><\/p>\n<p><strong>BACA JUGA: <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/kelebihan-dan-kekurangan\/\">25 Contoh Kelebihan dan Kekurangan untuk Jawaban Interview<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Tokoh yang beragaya otoriter<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41972\" aria-describedby=\"caption-attachment-41972\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-41972\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/14.-Hukamnas-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41972\" class=\"wp-caption-text\"><em>Hukamnas<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengatahui gaya kepemimpinan otoriter di atas, bahwa otoriter adalah gaya kepemimpinan yang tegas. Sedulur harus tahu beberapa tokoh dunia yang memiliki gaya kepemimpinan otoriter. Berikut ini hanya beberapa tokoh dunia yang telah dikenal luas secara internasional dengan gayanya yang otoritatif:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adolf Hitler: Pemimpin tertinggi Jerman dan Partai Nazi yang memiliki sistem pemerintahan otoriter garis keras yang dikenal juga dengan paham<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Benito Mussolini: Pemimpin fasis di Italia, bekerja sama dengan Hitler dan sempat menguasai beberapa bagian Eropa dengan poros fasisme. Bekerja sama juga dengan Jepang, yang memimpin dan menjajah hampir seluruh Benua Asia.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mustafa Kemal Ataturk: Bapak pendiri Negara Turki, selain bergaya otoriter, pemimpin ini juga terkenal dengan paham sekulernya, yang memisahkan urusan agama dengan negara.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Fidel Castro: Pemimpin Kuba yang terkenal otoriter dan berpaham komunis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kim Jong-Un: Pemimpin Korea Utara yang terkenal otoriter dan menjadikan negaranya tertutup dari informasi dan kerjasama internasional.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saddam Hussein: Saddam merupakan pemimpin Arab yang paling kukuh menentang Amerika dan Barat. Sekalipun beliau meninggal dengan cara tragis dan dihujat di Barat tetapi dipuja di jalanan kota-kota di Arab. Poros Barat harus bekerja dengan keras untuk menurunkan Saddam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Soeharto: Presiden Indonesia Kedua, yang berkuasa selama 32 tahun, terkenal dengan gaya kepemimpinannya yang otoriter dan terpusat. Dipercaya oleh sebagaian masyarakat telah menyebabkan rakyat Indonesia sengsara dan menderita.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis gaya kepemimpinan lainnya<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41973\" aria-describedby=\"caption-attachment-41973\" style=\"width: 550px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-41973\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/15.-Cera-Production.png\" alt=\"otoriter adalah\" width=\"560\" height=\"315\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41973\" class=\"wp-caption-text\"><em>Cera Production<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain otoriter, terdapat juga beberapa jenis gaya kepemimpinan lainnya yang umum diterapkan. Sebagai pengetahuan tambahan bagi Sedulur, berikut gaya kepemimpinan yang dimaksud:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan otoritatif: Pemimpin otoritatif ingin menggerakkan anggota dengan motivasi untuk menuju suatu visi atau tujuan yang telah ditetapkan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan birokratis: Pemimpin birokratis tidak hanya menjadi atasan tapi juga memastikan bahwa semua peraturan dipatuhi oleh anggota sehingga gaya kepemimpinan ini cukup efektif untuk memantau hasil kerja rutin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan karismatik: Pemimpin karismatik memiliki kekuatan energi dan daya tarik yang bisa mempengaruhi orang lain sehingga mempunyai pengikut yang jumlahnya besar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan partisipatif: Pemimpin partisipatif mengikutsertakan anggota dalam pengambilan keputusan mencakup konsultasi, pengambilan keputusan bersama, membagi kekuasaan, desentralisasi dan manajemen yang demokratis.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan inovatif: Pemimpin yang inovatif dapat mengarahkan perusahaan untuk memproduksi inovasi untuk produk, layanan atau jasa yang dibuat perusahaan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan demokratis: Pemimpin demokratis membangun rasa hormat dan tanggung jawab dari anggota dengan mendengarkan pendapat mereka.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan autokratis: Kebalikan dari pemimpin demokratis, pemimpin autokratis adalah pemimpin yang membuat keputusan dari pilihannya sendiri tanpa mengambil masukan dari anggota.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan delegatif: Pemimpin delegatif memberikan kepercayaan kepada tim yang dipimpinnya. Pemimpin juga berusaha meningkatkan kerjasama antara dirinya dengan anggota tim dalam menyelesaikan tugas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan situasional: Gaya kepemimpinan situasional ini menekankan pada pengaruh lingkungan dan situasi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan transformasional: Kepemimpinan ini mengubah dan mentransformasikan setiap anggota untuk menuju perubahan agar kualitas para anggota akan semakin meningkat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gaya kepemimpinan transaksional: Pemimpin transaksional mengutamakan kesepakatan antara dirinya dengan para anggota berupa hadiah dan hukuman.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Itulah penjelasan lengkap terkait gaya kepemimpinan otoriter. Sebagaimana yang telah Sedulur baca, otoriter adalah salah satu jenis gaya kepemimpinan yang memiliki kelebihan dan kekurangannya. Baik diterapkan pada sistem pemerintahan ataupun perusahaan. Setiap gaya kepemimpinan mempunyai ciri khasnya masing-masing dan akan sangat efektif tergantung dengan kebutuhan dan konteks zaman.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=in&amp;gl=US\"><strong>di sini<\/strong> <\/a>sekarang.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <strong>Super Agen<\/strong> bisa cek <a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"><strong>di sini<\/strong> <\/a>sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":13,"featured_media":42058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1685],"tags":[5277,2238,5276],"class_list":["post-41953","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-career","tag-gaya-kepemimpinan","tag-karir","tag-otoriter"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh &amp; Dampaknya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh &amp; Dampaknya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-14T11:00:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-14T02:48:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh &amp; Dampaknya\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Azmil R. Noel Hakim\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-2-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-2-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"Otoriter adalah? Simak Pengertiannya Disini!\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/\",\"name\":\"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh & Dampaknya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-14T11:00:42+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-14T02:48:49+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\"},\"description\":\"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh &#038; Dampaknya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62\",\"name\":\"Azmil R. Noel Hakim\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Azmil R. Noel Hakim\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh & Dampaknya","description":"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh & Dampaknya","og_description":"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-14T11:00:42+00:00","article_modified_time":"2022-03-14T02:48:49+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Azmil R. Noel Hakim","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh & Dampaknya","twitter_description":"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.","twitter_misc":{"Written by":"Azmil R. Noel Hakim","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-2-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/13-2-1.jpg","width":682,"height":536,"caption":"Otoriter adalah? Simak Pengertiannya Disini!"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/","name":"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh & Dampaknya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-14T11:00:42+00:00","dateModified":"2022-03-14T02:48:49+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62"},"description":"Otoriter adalah salah satu gaya kepemipinan. Simak penjelasan lengkapnya yang mudah dipahami di bawah ini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/otoriter-adalah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Otoriter Adalah: Karakteristik, Sikap, Ciri, Contoh &#038; Dampaknya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/362c0c2d586d5d5eb026d20f2c71ab62","name":"Azmil R. Noel Hakim","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c07346918128e09ef2623348933ca197?s=96&d=mm&r=g","caption":"Azmil R. Noel Hakim"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41953"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41953"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41979,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41953\/revisions\/41979"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/42058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}