{"id":41465,"date":"2022-03-11T15:00:40","date_gmt":"2022-03-11T08:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=41465"},"modified":"2022-03-11T07:17:24","modified_gmt":"2022-03-11T00:17:24","slug":"penalaran-deduktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/","title":{"rendered":"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Pada saat menjalani proses <em>recruitment<\/em>, salah satu tahapan yang harus dilalui oleh para pelamar pekerjaan adalah psikotes. Nah, dalam tes tersebut, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berhubungan dengan hal tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai penalaran deduktif. Bagi Sedulur yang belum pernah menjalaninya, mungkin masih merasa bingung akan hal tersebut. Padahal, sebenarnya soal terkait penalaran tersebut cukup mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, penalaran deduktif dan induktif adalah sesuatu yang berbeda. Nah, agar Sedulur tidak kebingungan saat menghadapinya, langsung saja simak beberapa informasi yang ada di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/outsource-adalah\/\">Apa itu Outsource: Pengertian, Jenis, Aturan &amp; Contohnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu penalaran deduktif?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/210661\/pexels-photo-210661.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"penalaran deduktif\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dilansir dari <em>Indeed<\/em>, penalaran deduktif atau yang juga disebut sebagai <em>deductive reasoning<\/em> adalah sebuah proses menarik kesimpulan dari sebuah premis umum untuk menghasilkan sebuah kesimpulan khusus yang bersifat logis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal ini juga sering disebut sebagai \u201c<em>top-down reasoning<\/em>\u201d dan pastinya sangat dibutuhkan di tempat kerja untuk membantu Sedulur dalam membuat keputusan yang paling tepat. Nah, berikut ini contoh penalaran deduktif yang terjadi di tempat kerja.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Salah satu penerimaan terbesar perusahaan datang dari konsumen yang tinggal di kota 1. Berdasarkan hal itu, maka alokasi <em>budget<\/em> marketing di kota 1 bisa dinaikkan guna meningkatkan <em>revenue<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa konsumen merasa tidak puas dengan pelayanan perusahaan, karena tidak dapat arahan yang jelas. Supaya konsumen tidak merasa kecewa, maka pemberian arahan ke konsumen yang dilakukan harus lebih mudah dimengerti.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Banyak orang yang belum <em>aware<\/em> dengan <em>brand<\/em> milik Sedulur. Untuk meningkatkan <em>awareness<\/em>, maka <em>presence<\/em> di media sosial perlu lebih gencar lagi dengan membuat banyak <em>post<\/em> atau mengadakan <em>event<\/em>.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Jenis penalaran deduktif dan contohnya<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/5912284\/pexels-photo-5912284.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"penalaran deduktif\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penarikan simpulan secara deduktif ini bisa dilakukan secara langsung maupun tak langsung. Nah, berikut ini 10 contoh penalaran deduktif secara langsung dan juga tidak langsung. Simpulan secara langsung ditarik dari premis. Sebaliknya, simpulan yang ditarik dari dua premis disebut simpulan tidak langsung.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Menarik simpulan secara langsung<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/851213\/pexels-photo-851213.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"penalaran deduktif\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikut ini contoh soal penalaran deduktif dengan penarikan simpulan secara langsung.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Rumus:<\/strong><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Semua S adalah P. (premis)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sebagian P adalah S. (simpulan)<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua hewan berdarah dingin. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagian yang berdarah dingin adalah hewan. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun S adalah P. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun P adalah S. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak seekor kucing pun adalah anjing. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak seekor anjing pun adalah kucing. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua S adalah P. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun S adalah tak P. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua pistol adalah senjata berbahaya. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun pistol adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun S adalah P. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua S adalah tak P. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak seekor pun ayam adalah unggas. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua unggas adalah bukan ayam. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua S adalah P. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun S adalah tak P. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun tak P adalah S. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua ayam adalah berbulu. (premis)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak satu pun gajah adalah tak berbulu. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak satu pun yang tak berbulu adalah ayam. (simpulan)<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/tes-wartegg\/\">Apa itu Tes Wartegg: Pengertian, Teknis, dan Tips Mengerjakannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Menarik simpulan secara tak langsung<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/110473\/pexels-photo-110473.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1000\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian yang kedua ada jenis penarikan simpulan secara tidak langsung atau yang juga sering disebut sebagai silogisme. Untuk contoh penalaran deduktif silogisme, silakan simak informasi yang akan dijelaskan di bawah ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Silogisme kategorial<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1111px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1766604\/pexels-photo-1766604.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1121\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam hal ini, kategorial merupakan silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Dua proposisi merupakan premis dan satu proposisi lain adalah simpulan. Premis yang sifatnya umum disebut premis mayor, sedangkan premis yang bersifat khusus disebut premis minor.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dalam simpulan ada pula subjek serta predikat. Subjek dari simpulan ini adalah <em>term minor<\/em> dan predikat simpulan disebut sebagai <em>term mayor<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua orang bijaksana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua tentara adalah bijaksana.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, semua tentara bijaksana.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Silogisme hipotesis<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4962995\/pexels-photo-4962995.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Silogisme hipotesis merupakan silogisme yang terdiri dari premis mayor yang memiliki proposisi kondisional hipotesis. Jika premis minornya membenarkan <em>anteseden<\/em>, maka simpulannya membenarkan konsekuen. Jadi jika premis minornya menolak <em>anteseden<\/em>, simpulan juga akan menolak konsekuen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika es dipanaskan, es akan mencair.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Es dipanaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, es mencair.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika es tidak dipanaskan, es tidak akan mencair.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Es tidak dipanaskan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, es tidak akan mencair.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Silogisme Alternatif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1925536\/pexels-photo-1925536.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Silogisme alternatif merupakan silogisme yang terdiri dari premis mayor berupa proposisi yang sifatnya alternatif. Jika premis minornya membenarkan salah satu dari alternatif, maka simpulannya akan menolak alternatif yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dia adalah seorang polisi atau tentara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dia seorang polisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, dia bukan seorang tentara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dia adalah seorang polisi atau tentara.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dia bukan seorang polisi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, dia seorang tentara.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Entimen<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4132326\/pexels-photo-4132326.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang, jika sebenarnya silogisme yang ini cukup jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dalam bentuk tulisan maupun secara lisan. Akan tetapi, ada juga bentuk silogisme yang tidak memiliki premis mayor karena premis mayor tersebut telah diketahui secara umum.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, jadi hal yang dikemukakan itu hanyalah premis minor dan juga simpulannya saja. Berikut ini contoh dari entimen.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>Contoh:<\/strong><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Semua pelajar adalah orang rajin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Dewi adalah seorang pelajar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jadi, Dewi adalah orang rajin.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika dilihat dari silogisme di atas, maka bisa ditarik satu entimen, bahwa \u201cDewi adalah orang rajin karena dia adalah seorang pelajar\u201d.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Manfaat penalaran deduktif<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/574285\/pexels-photo-574285.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pexels<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Penalaran deduktif bisa digunakan ketika melakukan <em>problem-solving<\/em> dengan cara membuat beberapa asumsi sebagai inti masalah yang perlu diselesaikan. Kemudian Sedulur dapat mencari asumsi mana yang paling dekat dan juga terkait dengan masalah, lalu mencari solusi berdasarkan pada asumsi tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Misalnya saja, jika reputasi <em>brand<\/em> menurun, Sedulur bisa mengambil asumsi jika orang-orang merasa tidak puas dengan <em>customer service<\/em> yang didapatkan. Berdasarkan pada asumsi tersebut, ada beberapa solusi yang dapat diambil.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memberikan <em>respons<\/em> pada <em>customer<\/em> secara lebih cepat, jelas, dan tepat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memperbaiki SOP yang berlaku dalam <em>customer service.<\/em><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain itu, penalaran ini juga sangat bermanfaat bagi kerjasama tim. Apabila Sedulur merupakan seorang <em>leader<\/em> maupun <em>team player<\/em>, maka Sedulur bisa menggunakan penalaran deduktif untuk membuat sebuah kerja tim yang sangat baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagai contohnya, Sedulur melihat setiap anggota tim yang kesulitan dalam bekerja sama karena adanya perbedaan budaya sampai gaya kerja. Nah, langkah yang dapat Sedulur ambil adalah memperhatikan semua anggota tim serta melihat bagaimana gaya bekerja mereka satu sama lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kemudian, Sedulur bisa menanyakan kepada mereka mengenai permasalahan seperti apa yang paling sulit dihadapi saat bekerja. Jika sudah tahu, Sedulur dapat langsung mengajak dan membantu mereka untuk menyelesaikan masalah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/cara-membuat-kuesioner\/\">Cara Membuat Kuesioner dengan Google Form untuk Penelitian<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, itulah beberapa hal tentang penalaran deduktif yang bisa dijelaskan untuk saat ini. Pahami penalaran tersebut beserta contohnya, terlebih lagi ketika Sedulur hendak mengikuti psikotes.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Walaupun terkesan sederhana, namun penilaian pada tahapan ini juga bisa mempengaruhi diterima tidaknya Sedulur dalam pekerjaan yang dilamar, lho. Untuk itu, jangan sepelekan hal ini, ya.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <strong>Aplikasi Super<\/strong> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\"><strong>di sini<\/strong> <\/a>sekarang.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <strong>Super Agen<\/strong> bisa cek <a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"><strong>di sini<\/strong> <\/a>sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":41422,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1685],"tags":[5203,5202],"class_list":["post-41465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-career","tag-deduktif","tag-penalaran-deduktif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam psikotes recruitment karyawan, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam psikotes recruitment karyawan, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-11T08:00:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-11T00:17:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-3-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-3-1.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-3-1.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"penalaran deduktif\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/\",\"name\":\"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-11T08:00:40+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-11T00:17:24+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Dalam psikotes recruitment karyawan, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat & Contohnya","description":"Dalam psikotes recruitment karyawan, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat & Contohnya","og_description":"Dalam psikotes recruitment karyawan, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-11T08:00:40+00:00","article_modified_time":"2022-03-11T00:17:24+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-3-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"8 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-3-1.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-3-1.jpg","width":682,"height":536,"caption":"penalaran deduktif"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/","name":"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-11T08:00:40+00:00","dateModified":"2022-03-11T00:17:24+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Dalam psikotes recruitment karyawan, Sedulur mungkin akan menemukan soal mengenai penalaran, deduktif, dan induktif beserta contohnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/penalaran-deduktif\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Penalaran Deduktif: Pengertian, Manfaat &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41465"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41465"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41627,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41465\/revisions\/41627"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}