{"id":41148,"date":"2022-03-10T16:00:14","date_gmt":"2022-03-10T09:00:14","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=41148"},"modified":"2022-03-10T06:59:38","modified_gmt":"2022-03-09T23:59:38","slug":"rumah-adat-maluku","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/","title":{"rendered":"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis &#038; Keunikannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Maluku adalah salah satu wilayah kepulauan yang ada di Indonesia. Ia berbatasan langsung dengan Laut Celebes dan Filipina di Utara dan Barat, serta laut Arafuru di Selatan dan Papua di sebelah Timur. Mereka dibagi menjadi dua provinsi, Maluku dan Maluku Utara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sama dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia, Maluku memiliki kekhasan sendiri dalam berbagai hal. Mulai dari kuliner, bahasa, pakaian adat, dan tentunya arsitektur rumah adatnya. Kenalan lebih jauh, yuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-dki-jakarta\/\">Mengenal Rumah Adat DKI Jakarta: Sejarah, Keunikan &amp; Fungsi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Pulau-pulau terbesar di Maluku<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41153\" aria-describedby=\"caption-attachment-41153\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41153 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ezgif-4-c90b8fdfa6-570x468.jpeg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41153\" class=\"wp-caption-text\">Al Jazeera<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebagai wilayah kepulauan, tentu Maluku memiliki beberapa pulau terbesar. Mereka antara lain Halmahera, Obi, Morotai, Bacan, Ternate, dan Tidore di Maluku Utara. Sementara di provinsi Maluku, ada beberapa pulau besar seperti Banda, Ambon, Buru, Seram, Kai, dan Aru. Meski pulau terbesarnya Halmahera dan Seram, sebagian populasi Maluku tinggal di Ambon dan Ternate. Ambon merupakan pulau yang padat dan paling sering dikunjungi\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Kondisi geografis Maluku\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41168\" aria-describedby=\"caption-attachment-41168\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41168 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/analog_suka_117672248_619316785690562_2331735147402220394_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41168\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @analog_suka<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maluku adalah kepulauan yang memiliki banyak gunung dan rawa. Beberapa gunung tercatat masih aktif. Mereka berada di titik gempa dan sebagian wilayahnya berupa hutan hujan, padang rumput terbuka, dan rawa bakau. Banyak pula pantai-pantai berpasir putih yang menawan dan biota laut yang menjadi daya tarik pencinta <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">snorkelling<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Sejarah Maluku<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41183\" aria-describedby=\"caption-attachment-41183\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41183 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/explore_maluku_243743805_597299591290795_9083806515091934684_n-570x468.jpeg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41183\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @andrearrasuli<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Wilayah ini dulu dikenal dengan nama Spice Islands karena merupakan penghasil pala dan cengkeh terbesar di Asia, bahkan sebelum pendatang Eropa tiba. Di tahun 1500-an, penjelajah asal Portugal datang dan membangun pemerintahan baru di sana. Sebelum akhirnya berebut dengan Spanyol, Inggris, dan akhirnya Belanda. Melansir <em>Ensiklopedia Britannica<\/em>, kejayaan perdagangan rempah di Maluku meredup di abad ke-18. Ini dipengaruhi oleh ditemukannya komoditas yang lebih menguntungkan, yaitu merica hitam di Pulau Jawa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Maluku kemudian bergabung dengan Republik Indonesia pasca jatuhnya pemerintah Belanda dilanjut dengan proklamasi kemerdekaan pasca Perang Dunia II berakhir. Namun, ini bukan tanpa perpecahan. Seperti dilansir dari jurnal David Adam Scott dalam <em>The Asia Pacific Journal<\/em>, sebagian penduduk Maluku tergabung dalam Republik Maluku Selatan (RMS) yang mendeklarasikan kemerdekaan sendiri (terpisah dari NKRI) di tahun 1950.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">RMS memiliki peran yang krusial dalam beberapa momen penting di Maluku. Termasuk menjadi pendukung warga Kristen saat konflik dengan warga muslim yang berkembang jadi perang sipil di tahun 1999. Sementara, warga muslim disokong kelompok bernama Laskar Jihad. Proses deeskalasi membutuhkan waktu bertahun-tahun, tetapi akhirnya berhasil menciptakan perdamaian secara bertahap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/keunikan-rumah-adat-honai\/\">Mengenal Keunikan Rumah Adat Honai Asal Papua &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Demografi Maluku\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41177\" aria-describedby=\"caption-attachment-41177\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41177 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/kneilepalasou_258638218_440305780954463_106949532541797795_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41177\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @kneilepalasou<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Penduduk Maluku cukup beragam. Mereka didominasi etnik Ambon, Kai, dan Buton. Namun, banyak pula ditemukan penduduk keturunan Tiongkok dan Jawa yang bermukim di sana meski jumlahnya tergolong minoritas. Kepercayaan Kristen adalah mayoritas di sana, disusul dengan penganut Islam. Sementara, bahasa yang mereka pakai kebanyakan adalah bahasa Melayu dan dialek Papua.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Sebuah tragedi sempat terjadi di tahun 1999 hingga 2002 yang memicu pembagian Maluku menjadi dua provinsi. Konflik horizontal atau antar warga sipil ini sebenarnya bukan satu-satunya yang terjadi di Indonesia sejak merdeka. Namun, menjadi salah satu yang mengubah konstelasi politik Indonesia.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Rumah adat Maluku<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41182\" aria-describedby=\"caption-attachment-41182\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41182 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/mus_tuhepaly_14498874_1797231027209547_1761355994916454400_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41182\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @mus_tuhepaly<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain kondisi geografis dan profil demografi, arsitektur Maluku juga memiliki spesifikasi sendiri yang berbeda. Ada tiga jenis rumah adat Maluku, mereka bernama Sasadu, Baileo, dan Hibualamo. Semuanya terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan dan tradisional, tetapi memiliki kekuatan yang tak main-main. Bagaimana ini bisa terjadi, yuk cari tahu lebih lanjut!\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Baileo<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41181\" aria-describedby=\"caption-attachment-41181\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41181 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/theogratsia_66464485_244183326542448_2041865197647353967_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41181\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @theogratsia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rumah adat maluku Baileo merupakan salah satu yang paling terkenal. Baileo sendiri memiliki arti yang sama dengan balai dalam bahasa Indonesia, sehingga sebenarnya memiliki fungsi sebagai tempat pertemuan atau musyawarah warga. Dari penampakan fisiknya, kita bisa melihat bahwa rumah adat ini dibuat dari batok kelapa sebagai pondasi dan kayu sebagai rangka bangunan serta atap bambu untuk dinding dan dedaunan kering sebagai pengganti genteng. Sangat sederhana, tetapi bersahaja dan tampak kokoh.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Atapnya tinggi dan dindingnya pun terbuka, sehingga sirkulasi cahaya dan udara pun bagus. Sementara, pondasinya dibuat tinggi sehingga menciptakan rumah panggung. Rumah yang tinggi semacam ini banyak dibangun di masa lalu karena bisa menghindarkan penghuni dari bencana seperti banjir. Rumah yang tinggi juga bisa menangkal kedatangan nyamuk, apalagi bila lokasinya di wilayah tropis dan berhutan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rumah adat ini banyak ditemukan dibangun di kawasan permukiman suku Huaulu yang mendiami Pulau Seram. Hingga kini Baileo masih dipakai warga sebagai tempat berkumpul dan berembuk.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Sasadu<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41175\" aria-describedby=\"caption-attachment-41175\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41175 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/ridwanmuhsya_274868666_5223241711028292_7740587940514605669_n-570x468.jpeg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41175\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @ridwanmuhsya<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Rumah adat Maluku bernama Sasadu banyak ditemukan di pulau Halmahera, Maluku Utara. Sasadu memiliki gaya arsitektur yang tak jauh beda dari Baileo, tetapi lebih kompleks. Ia juga berupa rumah panggung dengan limas segitiga dengan alas segi delapan yang tidak berdinding. Kerangka panggungnya lebih rendah, tetapi kayu yang dipakai lebih tebal. Ia juga disangga pilar-pilar besar yang kokoh.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Melansir liputan <em>Kompas<\/em>, Sasadu merupakan bangunan yang dipakai penduduk lokal untuk ritual, pertemuan warga dan tetua desa, hingga musyawarah dan upacara adat di waktu-waktu tertentu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski tidak berdinding, pintu masuk untuk tiap kelompok komunitas dibedakan berdasar hitungan tiangnya. Ketua dan tetua desa masuk lewat pintu paling tengah. Sementara, penduduk laki-laki dan perempuan pun masuk dari pintu yang berbeda. Begitu pula dengan tamu harus masuk dari pintu tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Atap Sasadu dibuat lebih rendah di bagian pintu masuk sebagai pengingat bagi siapa pun yang masuk untuk tetap merendah. Atapnya secara gradual makin tinggi dan lapang saat berada di bagian tengah bangunan. Penataan tempat duduknya juga menarik, setelah tetua di bagian tengah, kursi mengelilingi paling depan diisi oleh perempuan. Sementara, laki-laki berada di belakang sebagai simbol bahwa mereka memiliki peran sebagai pelindung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Menariknya lagi, rumah adat Maluku Utara ini ternyata dibangun dengan konstruksi tahan gempa karena menggunakan tumpuan sendi, jepit, dan rol. Nenek moyang kita sebenarnya sudah paham betul betapa rentannya tanah Indonesia yang terletak di dekat gunung berapi dan patahan lempeng bumi yang rawan gempa.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA:<\/b> <\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/\">10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &amp; Keunikannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Hibualamo<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41174\" aria-describedby=\"caption-attachment-41174\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41174 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/daenglira_33397954_210116456466019_6413956816698343424_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41174\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @daenglira<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu rumah adat Maluku adalah Hibualamo yang ditemukan di Halmaher, Maluku Utara. Melansir salah satu artikel ilmiah dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jurnal Filsafat UGM<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang ditulis Ricardo F. Nanuru, Hibualamo sebenarnya sebuah sistem budaya yang menjadi pemersatu masyarakat Halmahera di Maluku Utara. Namun, seiring berkembangnya waktu, ia dimanifestasikan menjadi sebuah bangunan atau rumah besar yang ditujukan sebagai tempat berkumpul, berunding, dan memecahkan masalah bersama-sama.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Dulu Hibualamo berbentuk bundar dan sangat sederhana. Namun, seiring berkembangnya waktu ia dimodifikasi jadi lebih kompleks dan kokoh. Bangunan ini kini difungsikan sebagai tempat untuk menggelar upacara adat Maluku dan pertemuan antar warga. Disebutkan bahwa semua suku, agama, klan, dan komunitas bisa masuk di rumah Hibualamo tanpa diskriminasi. Ini karena filosofi yang dipegang bahwa semua orang berkedudukan sama di masyarakat. Tak peduli apa pun jabatan dan status sosialnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada lima prinsip utama dalam filosofi rumah Hibualamo, mereka antara lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>O dora<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang artinya kasih terhadap sesama manusia.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>O hayangi<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berarti sayang, saling menjaga dan menolong.<br \/>\n<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>O baliara<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> dapat diasosiasikan dengan memelihara, melindungi, dan mendukung.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>O adili<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yaitu prinsip keadilan, kesetaraan derajat, hak, dan kewajiban.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>O diai<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berarti kebenaran, norma yang disepakati.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Inilah yang membuat Hibualamo spesial karena sejak lama telah menerapkan sistem politik demokrasi dan kesetaraan. Namun, di masa kini, fungsi rumah adat Hibualamo pun mulai berkurang karena adanya institusi-institusi khusus yang spesifik menyelesaikan masalah sesuai dengan kategori masing-masing, misal masalah hukum di kantor polisi dan pengadilan, masalah penyakit di rumah sakit, pernikahan di KUA dan rumah ibadah serta lain sebagainya. Hibualamo kini hanya dipakai saat ada upacara adat Maluku atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">event<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kebudayaan.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Filosofi kerukunan yang disimbolkan lewat rumah Hibualamo makin menguat pasca kerusuhan dan konflik antar agama di tahun 90-an hingga awal 2000-an lalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>9. Fungsi rumah adat\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41173\" aria-describedby=\"caption-attachment-41173\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41173 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/hadisuw__47585973_319199875601989_2797176510123299098_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41173\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @hadisuw_<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Meski sudah digantikan fungsinya dengan institusi modern, rumah adat masih memiliki fungsi esensial dalam tatanan masyarakat Maluku. Apa saja?\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Pengingat akan warisan leluhur yang wajib dilestarikan, dikenang, dan dimaknai.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mengandung nilai seni tinggi yang bisa menarik untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya dan sejarah.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada banyak pembelajaran yang bisa dipetik, mulai dari konstruksi bangunannya yang kokoh serta ramah lingkungan. Hingga filosofi tentang kerukunan dan perdamaian yang melekat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tempat dilangsungkannya upacara adat dan musyawarah adat. Acara kebudayaan pun bisa dilakukan di sini dengan khidmat.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bangunannya besar dan kokoh sehingga bisa jadi tempat berlindung yang bisa ditempati banyak orang. Ini lokasi yang ideal untuk penampungan sementara saat terjadi bencana atau hal-hal darurat lainnya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><b>BACA JUGA: <\/b><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-jawa-timur\/\">12 Gambar Rumah Adat Jawa Timur Lengkap Beserta Namanya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>10. Ciri khusus rumah adat Maluku\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41172\" aria-describedby=\"caption-attachment-41172\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41172 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/mus_tuhepaly_188608537_4109292875795832_8403689940138049743_n-570x468.jpg\" alt=\"rumah adat maluku\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41172\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @mus_tuhepaly<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada beberapa ciri khusus yang bisa kita rangkum dari rumah adat Maluku, yaitu.\u00a0<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bahan bangunan yang ramah lingkungan seperti bambu, kayu, rumbia, dan batok kelapa. Meski sederhana, mereka masih kokoh meski termakan usia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ukiran khas yang menjadi simbol filsafah kehidupan leluhur, mulai dari anjing, ayam, bulan, matahari, dan bintang yang melambangkan optimisme akan mencapai kemakmuran dan perdamaian.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lantai papan kayu dan pasak-pasaknya yang disatukan dengan teknik kunci, jadi minim logam.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jumlah tiang penyangga yang pakem sebagai simbol persatuan klan pembentuk masyarakat Maluku saat ini.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Keberadaan Batu Pamali atau batu-batu kerikil yang dulunya dipakai untuk meletakkan sesaji. Namun, dengan kedatangan agama modern, batu-batu kerikil kini dipakai sebagai pengingat bagi pendatang dan generasi muda untuk menghargai rumah adat.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>11. Pakaian adat Maluku\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_41170\" aria-describedby=\"caption-attachment-41170\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-41170 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/jnry_lpattyyyyyyy_209428733_1756979521170381_5063182620869943671_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-41170\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @jnry_lpattyyyyyyy<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Selain rumah adat Maluku dan keunikannya, Sedulur juga wajib mengenal ragam pakaian adat Maluku yang biasa dipakai saat ada upacara adat dan kebudayaan. Ada setidaknya 5 jenis yang wajib kamu tahu.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Cele <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan pakaian adat yang mirip dengan kebaya putih dengan bahan brokat berenda. Bedanya ada pada bagian kerah yang akan dilapisi dengan rompi berbentuk huruf U dengan warna merah dan corak floral khusus. Corak dan warna rompi akan serasi dengan bawahan kain roknya. Untuk kostum laki-laki, baju cele berbentuk semacam jas lengan panjang yang dipakai sebagai <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">outer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk kemeja putih. Bawahannya adalah celana panjang hitam lurus.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Salele <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pakaian adat dengan warna terang. Untuk perempuan, ia berbentuk seperti baju kurung lengan panjang yang dipadu dengan sarung yang dililit ke pinggang dan diikat dengan rapi. Sementara untuk laki-laki, salele dijahit menyerupai kemeja tanpa kerah dan celana panjang gelap.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Koja <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">dipakai oleh kerabat kerajaan yang berusia muda. Ia semacam baju lengan panjang dari kain satin yang kemudian diberi aksesori perhiasan seperti bros, tusuk konde, dan kalung emas. Sementara baju koja laki-lakinya berbentuk jubah panjang yang dipakai topi khusus.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Nona rok <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">memiliki kemiripan dengan baju cele untuk perempuan. Bedanya adalah absennya rompi U sehingga tampak lebih sederhana dan makin mirip dengan kebaya lengan panjang dengan kerah polos. Hiasan rendanya juga lebih sederhana dan hanya berupa variasi warna keemasan yang kalem. Sementara bawahannya berupa kain merah yang diikatkan pada pinggang.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Pakaian bangsawan Maluku<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> didominasi warna putih dengan lengan panjang dan atasan yang panjang pula. Biasanya bawahannya berupa kain satin emas untuk perempuan dan untuk laki-laki berupa celana panjang putih. Tampilannya tampak lebih elegan dan sederhana, tetapi terlihat mewah.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Maluku adalah kawasan yang sangat beragam dari segi geografis, demografi, dan budaya. Ini membuatnya jadi wilayah yang sangat strategis untuk mengembangkan objek wisata edukasi dan ekologi yang menarik sebagai bahan pembelajaran nyata. Dari rumah adatnya saja, Sedulur sudah bisa belajar banyak tentang budaya, filosofi, dan sejarah Maluku.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <\/span><\/i><b><i>Super Agen<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa cek<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/span><\/i><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":41154,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4844,2345,5164],"class_list":["post-41148","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-adat","tag-rumah-adat","tag-rumah-adat-maluku"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis &amp; Keunikannya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah pernah melancong ke Maluku? Kenali budaya, sejarah, dan filosofinya lewat rumah adat Maluku ini. Menakjubkan, bikin bangga.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis &amp; Keunikannya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah pernah melancong ke Maluku? Kenali budaya, sejarah, dan filosofinya lewat rumah adat Maluku ini. Menakjubkan, bikin bangga.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-10T09:00:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-09T23:59:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-2-2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"11 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-2-2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-2-2.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/\",\"name\":\"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis & Keunikannya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-10T09:00:14+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-09T23:59:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Sudah pernah melancong ke Maluku? Kenali budaya, sejarah, dan filosofinya lewat rumah adat Maluku ini. Menakjubkan, bikin bangga.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis &#038; Keunikannya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis & Keunikannya","description":"Sudah pernah melancong ke Maluku? Kenali budaya, sejarah, dan filosofinya lewat rumah adat Maluku ini. Menakjubkan, bikin bangga.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis & Keunikannya","og_description":"Sudah pernah melancong ke Maluku? Kenali budaya, sejarah, dan filosofinya lewat rumah adat Maluku ini. Menakjubkan, bikin bangga.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-10T09:00:14+00:00","article_modified_time":"2022-03-09T23:59:38+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-2-2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"11 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-2-2.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/4-2-2.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/","name":"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis & Keunikannya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-10T09:00:14+00:00","dateModified":"2022-03-09T23:59:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Sudah pernah melancong ke Maluku? Kenali budaya, sejarah, dan filosofinya lewat rumah adat Maluku ini. Menakjubkan, bikin bangga.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-maluku\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengenal Rumah Adat Maluku: Sejarah, Jenis &#038; Keunikannya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41148"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=41148"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41148\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41278,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/41148\/revisions\/41278"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=41148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=41148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=41148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}