{"id":40747,"date":"2022-03-09T15:30:45","date_gmt":"2022-03-09T08:30:45","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=40747"},"modified":"2022-03-08T18:13:35","modified_gmt":"2022-03-08T11:13:35","slug":"rumah-joglo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/","title":{"rendered":"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan &#038; Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Rumah joglo merupakan salah satu hunian tradisional khas Indonesia. Hunian ini sering dijadikan inspirasi ketika membangun rumah, karena memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri. Pada umumnya, hunian ini dibangun dengan menggunakan kayu jati.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hunian tradisional ini sering ditemukan di daerah Solo, Yogyakarta, serta daerah di Jawa Tengah lainnya. Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-dki-jakarta\/\">Mengenal Rumah Adat DKI Jakarta: Sejarah, Keunikan &amp; Fungsi<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Sejarah rumah joglo<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/asset.kompas.com\/crops\/Q76YxfIWfJwq2ALE61Aoh2o2K14=\/0x0:1037x691\/750x500\/data\/photo\/2021\/09\/01\/612f052b628f4.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"750\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Kompas<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, rumah joglo berasal dari Jawa Tengah dan merupakan hunian tradisional. Hunian ini merupakan sebuah simbol dari status sosial dan hanya mampu dimiliki oleh seseorang yang sudah mampu secara ekonomi. Hal ini dikarenakan bahan-bahan untuk pembuatannya yang cukup mahal jika dibandingkan dengan jenis hunian tradisional khas Jawa Tengah yang lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tak hanya membutuhkan biaya yang banyak, waktu pembuatannya pun dinilai sangat panjang. Maka dari itu, jangan heran apabila hunian tradisional ini hanya digunakan oleh para bangsawan, pangeran, bahkan raja saja. Walaupun begitu, hunian ini masih bisa dinikmati oleh berbagai kalangan masyarakat.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Filosofi rumah adat joglo<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1456px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/pingpoint.co.id\/media\/images\/rumah_jogloOK2.original.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"1466\" height=\"804\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>PingPoin<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada zaman dahulu, rumah joglo merupakan sebuah bangunan adat tradisional yang banyak digunakan masyarakat Jawa. Bangunan adat ini memiliki ciri khas dan karakteristik yang cukup unik, yaitu adanya soko guru atau disebut juga empat tiang utama yang memiliki fungsi sebagai pondasi utama untuk menopang semua bagian hunian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teras yang dimiliki bangunan ini cukup luas dan tidak memiliki sekat. Teras tanpa sekat dan luas ini memiliki filosofi, yaitu sebagai sarana membangun silaturahmi dengan penghuni sekitar hunian. Sehingga, bisa menciptakan kehidupan sosial yang baik kedepannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain teras, ada pula filosofi menarik dan unik lainnya yang terdapat pada bagian pintu. Pintu pada hunian tradisional ini biasanya terletak pada tengah ruangan. Hal ini dikatakan sebagai sebuah simbol keterbukaan dan keharmonisan antar pemilik hunian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada sekelilingnya, biasanya terdapat pagar yang terbuat dari tanaman perdu yang bersifat semak. Pagar dari tanaman ini mempunyai tinggi yang tidak lebih dari satu meter. Filosofinya adalah untuk berinteraksi dengan penduduk sekitar menjadi lebih mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, hunian tradisional ini umumnya menggambarkan status sosial yang dimiliki oleh si empunya. Hal ini dikarenakan biaya pembuatannya yang cukup mahal. Sehingga, hunian ini banyak dimiliki oleh masyarakat menengah ke atas.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Keunikan rumah joglo<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1489px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/cdn1.katadata.co.id\/media\/images\/temp\/2020\/06\/06\/2020_06_06-20_12_07_b935100062b0841e21d590556e0183ed.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"1499\" height=\"1000\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Katadata<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terdapat keunikan tersendiri dalam bagian bagian rumah joglo yang bisa Sedulur pahami dan ketahui. Keunikan ini bisa dilihat dari bentuk teras, posisi pintu, bentuk atap, dan desain arsitekturnya. Untuk mengetahui penjelasannya lebih lanjut, berikut adalah rangkumannya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Posisi pintu utama<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1224px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/portalmadura.com\/wp-content\/uploads\/2021\/01\/rumah-adat-joglo.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"1234\" height=\"675\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Portal Madura<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keunikan dari rumah joglo yang pertama adalah posisi pintu utama. Hunian tradisional ini memiliki karakteristik selalu menempatkan pintu utama pada bagian tengah. Tak hanya pada bagian tengah saja, ada pula pintu lain yang letaknya di sisi kiri dan kanan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Posisi dalam pintu ini memberikan sebuah gambaran simbol kupu-kupu yang terus terbang, berkembang, serta berusaha keras untuk keluarga besar. Selain itu, pintu yang posisinya berada di tengah juga menjadi sebuah simbol kedekatan dan keterbukaan antar pemilik hunian.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Teras yang bentuknya cukup luas juga menjadi salah satu keunikannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hunian tradisional ini memiliki teras yang tidak memiliki sekat dan luas. Gunanya adalah untuk sarana interaksi sosial dengan masyarakat dan tetangga sekitar hunian. Dengan ini, masyarakat Jawa bisa membangun kehidupan sosial yang sehat dan terjaga silaturahminya.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/warna-keramik-yang-cerah\/\">15 Warna Keramik yang Cerah untuk Mempercantik Rumah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Bentuk atap<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogpictures.99.co\/Joglo-Jempongan.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"640\" height=\"476\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>99co<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selanjutnya adalah bentuk atap yang menjadi keunikan rumah Joglo. Hunian tradisional ini jika dilihat memiliki bentuk atap persegi pada empat sisinya. Kemudian, atap bagian tengahnya memiliki bentuk yang mirip seperti kerucut, namun tidak lancip atau tumpul. Lalu, atap dari hunian ini disangga dengan empat tiang utama yang disebut juga dengan soko guru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, hunian tradisional khas Jawa Tengah ini dimiliki oleh para bangsawan kerajaan saja. Hal ini dimaksudkan hunian ini memiliki ukuran yang cukup besar serta luas. Tak hanya itu, biaya untuk membangun hunian ini juga cukup mahal karena material yang digunakan cukup banyak.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Desain arsitektur<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 709px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/picture-origin.rumah123.com\/news-content\/img\/2020\/06\/21020050\/Screenshot_1.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"719\" height=\"494\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Rumah 123<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya adalah desain arsitektur yang menjadi karakteristik atau keunikan dari rumah joglo. Apabila dilihat secara keseluruhan, hunian adat ini dibuat dengan desain yang sangat menarik dan unik.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mulai dari tiang penyangga, teras, bentuk atap, sampai bagian lainnya dari struktur bangunannya. Setiap bagian dari hunian ini memiliki fungsi yang berbeda, sehingga menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya terkenal sampai mancanegara.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Struktur dan fungsi rumah joglo<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1276px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/ciptagatraarsitama.id\/wp-content\/uploads\/2020\/03\/Sejarah-Perkembangan-Arsitektur-Nusantara-Gambar-1-Cipta-Gatra-Arsitama.jpg\" alt=\"rumah joglo\" width=\"1286\" height=\"854\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Cagar<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Setelah mengetahui keunikan dan filosofinya, berikutnya adalah mengetahui tentang struktur bagian rumah joglo dan fungsinya. Struktur bangunan yang dimiliki hunian ini terbagi menjadi beberapa bagian seperti pinggitan, omah, pendopo, padepokan, gandhok, bagian belakang hunian, senthong, dan saka. Berikut adalah penjelasan lengkapnya untuk Sedulur.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pendopo : merupakan teras depan yang memiliki ukuran cukup luas. Fungsi dari pendopo adalah sebagai ruang jamu tamu ketika sedang berkunjung.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Pinggitan : yaitu ruang tengah yang memiliki bentuk atap berupa limas. Biasanya, pinggitan digunakan untuk menjamu saudara dekat atau kerabat pemilik hunian.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Omah : merupakan ruang untuk berkumpul bersama keluarga. Letak dari omah adalah di bagian dalam atau disebut juga dengan omah ndalem. Biasanya, omah ndalem memiliki bentuk limasan dengan lantai yang lebih tinggi daripada lainnya.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Senthong : yaitu ruang dalam seperti kamar mandi, dapur, kamar, dan gudang untuk menyimpan produksi tani. Senthong bisa diletakkan di sisi kiri, kanan, dan tengah pada hunian.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Saka : merupakan tiang-tiang yang dipakai untuk menyangga bangunan pada hunian secara keseluruhan. Umumnya, hunian tradisional ini memiliki empat tiang penyangga.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Gandhok : yaitu bangunan yang letaknya di sebelah kanan dan kiri hunian. Gandhok digunakan untuk tempat tidur keluarga dan tamu yang sedang berkunjung.<\/span><\/li>\n<li aria-level=\"1\"><span style=\"color: #000000;\">Bagian belakang rumah : fungsi dari bagian belakang rumah adalah untuk sumur, dapur, atau kamar mandi. Umumnya, sumur dibangun pada bagian timur hunian.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/aplikasi-desain-rumah-2\/\">15 Aplikasi Desain Rumah Terbaik yang Mudah &amp; Gratis<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">Jenis rumah joglo<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/f1-styx.imgix.net\/article\/2021\/05\/07095941\/jg1-model-atap-joglo-klasik.jpg?resize=750%2C440&amp;ssl=1\" alt=\"rumah joglo\" width=\"750\" height=\"440\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Dekoruma<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain bisa ditemukan di daerah Jawa Tengah, ada pula rumah joglo Betawi yang terletak di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Desain yang dimiliki hunian tradisional ini identik dengan warisan nenek moyang. Sehingga, fungsi pembuatannya pun cukup banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Selain dijadikan sebagai tempat tinggal, hunian ini juga memiliki berbagai filosofi menarik. Berdasarkan jenisnya, hunian tradisional ini memiliki ciri khas tersendiri dan menjadi pembeda dengan yang lainnya. Berikut adalah penjelasannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">1. Rumah adat limasan<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogpictures.99.co\/Rumah-Limasan.jpg\" alt=\"\" width=\"750\" height=\"563\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>99co<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sesuai dengan namanya, rumah joglo adat limasan memiliki bentuk atap seperti limas. Hunian ini juga memiliki empat sisi pada area atap. Desainnya terkenal sederhana dan tetap terlihat cantik dan menakjubkan. Kelebihan dari limasan ini adalah sifatnya yang bisa meredam sebuah bencana seperti gempa bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hunian ini juga mempunyai ciri khas konstruksi bagian atasnya yang sangat kokoh. Selain itu, konstruksi itu mempunyai lengkung yang letaknya terpisah antara setiap ruangan. Bangunan tradisional ini juga memanfaatkan berbagai elemen yang bersifat natural di dalamnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Struktur yang digunakan cukup kuat, sehingga memiliki kemampuan untuk meredam bencana seperti gempa bumi. Struktur dari limasan sendiri biasanya berupa angka, yang kemudian memperlihatkan batang kayu. Sebuah goncangan mampu diredam karena memiliki sambungan sistem tumpuan yang kuat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sistem tumpuan dari bangunan ini membentuk sebuah sendi yang berfungsi untuk mengimbangi struktur atas. Sambungan tumpuannya sendiri tidak menggunakan paku, namun hanya lidah alur yang bisa menopang haya pada batang kayu tersebut. Hal inilah yang membuat bangunannya lebih kuat dan akomodatif ketika menerima gaya gempa bumi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada beberapa jenis dari hunian tradisional ini, yaitu Limasan Lambing Sari, Limasan Lambang Gantung, Limasan Gajah Ngombe, Limasan Lambang Teplok, Limasan Semar Tinandu, Limasan Trajumas, dan Limasan Lambangan Gantung Rangka Kutuk Ngambang.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">2. Rumah joglo sinom<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blog-static.mamikos.com\/wp-content\/uploads\/2021\/04\/Rumah-Adat-Joglo-Jawa-Joglo-Jompongan.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"478\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Mamikos<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya adalah rumah joglo sinom yang merupakan pengembangan dari hunian tradisional dengan teras keliling. Ciri khas yang dimiliki dari Sinom ini adalah dilengkapi dengan 36 saka atau tiang. Empat diantaranya adalah tiang besar utama atau saka guru. Sementara itu, bagian atap dari hunian tradisional ini mempunyai sisi yang kemudian dibagi kembali dalam beberapa bagian dengan tiga tingkatan dan satu bubungan.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/keunikan-rumah-adat-honai\/\">Mengenal Keunikan Rumah Adat Honai Asal Papua &amp; Jenisnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">3. Rumah joglo jompongan<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 748px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/saintif.com\/wp-content\/uploads\/2020\/09\/jompongan-jatim-1.jpg\" alt=\"\" width=\"758\" height=\"483\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Saintif<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karakter dan ciri khas yang dimiliki dari rumah joglo Jompongan ini adalah atap dengan dua susunan berbentuk bubungan. Pembuatannya dilakukan secara memanjang ke kanan dan kiri. Tak hanya itu, Jompongan juga mempunyai keunikan sendiri berupa denah lantai dan penggunaan pintu yang berbentuk bujur sangkar. Desain keseluruhan dari Jompongan sendiri terlihat lebih sederhana apabila dibandingkan dengan jenis yang lainnya. Hal ini dikarenakan jenis yang satu ini tidak menggunakan banyak hiasan dan ornamen pada area atapnya.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">4. Rumah joglo hageng<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1270px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.ruparupa.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/rumah-joglo-mangkurat.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"720\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Ruparupa<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika dibandingkan dengan rumah joglo Mangkurat dan Pangrawit, jenis atau model yang satu ini mempunyai ukuran atap utama yang paling besar. Tak hanya itu, Hageng juga dilengkapi dengan tratak keliling seperti halnya Pendopo Agung Istana Mangkunegaran Surakarta. Sehingga, tempat tinggal ini menciptakan kesan yang mewah dan megah layaknya sebuah istana.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">5. Rumah pangrawit\u00a0<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 630px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/1.bp.blogspot.com\/-pmAsWh2-tRs\/YLg4dJGAZMI\/AAAAAAAAK6E\/jPWmbwE1CcwFnCMFm7twZsJ11doxQAhlwCLcBGAsYHQ\/s640\/Rumah-Joglo-Jompongan-min.jpg\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"427\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Pengadaan<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika melihat hunian tradisional yang satu ini, maka Sedulur akan mengetahui letak keunikannya. Yups, keunikan tersebut ada pada lambang gantung dan atapnya yang berupa kubah. Pada setiap sudut huniannya, dilengkapi pula dengan saka. Umumnya, berbagai rumah joglo modern juga menggunakan desain yang satu ini.<\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-adat-bali\/\">10 Nama Rumah Adat Bali, Ciri Khas &amp; Keunikannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">6. Rumah adat kampung<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/www.romadecade.org\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/rumah-adat-jawa-tengah.jpeg?resize=650%2C411&amp;ssl=1\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"411\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>Roma Decade<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, jenis yang satu ini dijadikan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat suku Jawa di kalangan menengah ke bawah. Sehingga, jenis ini cukup sering ditemukan di daerah pedesaan. Hunian ini memiliki bentuk yang hampir sama dengan Panggang Pe ketika disatukan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada bagian depan dan belakang hunian, hanya terdapat dua teras saja. Ciri khas yang dimiliki hunian ini adalah tiangnya yang berjumlah kelipatan 4, seperti 8, 12, 16, dan seterusnya. Model dari rumah joglo minimalis ini terbilang cukup standar, sehingga bisa dimodifikasi atau dikombinasikan dengan bentuk dan model lainnya yang lebih klasik. Bentuk atap dari hunian ini adalah segitiga.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\">7. Rumah joglo panggang pe<\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/blogpictures.99.co\/Rumah-Panggang-Pe.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"600\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\"><em>99co<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hunian berikutnya adalah Panggang Pe yang memiliki enam tiang penyangga. Separuh tiang yang terdapat pada bagian depan dibuat lebih pendek daripada tiang yang ada di belakang. Sejarah mengatakan bahwa hunian yang satu ini dulunya digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus warung untuk berjualan. Meskipun begitu, harga rumah joglo yang satu ini terbilang tidak murah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, itu dia ulasan lengkap mengenai rumah joglo yang masih eksis sampai saat ini. Karena kebanyakan pembuatannya dari kayu jati, maka total keseluruhan biaya pembangunannya juga cukup menguras kantong. Maka dari itu, mayoritas pemilik huniannya adalah seseorang dengan status sosial dan status ekonomi menengah ke atas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di\u00a0<strong>Aplikasi Super<\/strong>\u00a0lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya\u00a0<\/em><em><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><strong>di sini<\/strong><\/a><\/em><em>\u00a0sekarang.<\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi\u00a0<strong>Super Agen<\/strong>\u00a0bisa cek\u00a0<\/em><em><a style=\"color: #000000;\" href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"><strong>di sini<\/strong><\/a><\/em><em>\u00a0sekarang juga.\u00a0Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/em><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":14,"featured_media":40863,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[1411,2345,5102],"class_list":["post-40747","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-rumah","tag-rumah-adat","tag-rumah-joglo"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan &amp; Fungsinya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan &amp; Fungsinya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-09T08:30:45+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-08T11:13:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-Mar-rumah-joglo.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Ilya Nadya Noviawardhani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-Mar-rumah-joglo.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-Mar-rumah-joglo.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/\",\"name\":\"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan & Fungsinya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-09T08:30:45+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-08T11:13:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\"},\"description\":\"Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan &#038; Fungsinya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055\",\"name\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Ilya Nadya Noviawardhani\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan & Fungsinya","description":"Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan & Fungsinya","og_description":"Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-09T08:30:45+00:00","article_modified_time":"2022-03-08T11:13:35+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-Mar-rumah-joglo.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Ilya Nadya Noviawardhani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Ilya Nadya Noviawardhani","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-Mar-rumah-joglo.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/8-Mar-rumah-joglo.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/","name":"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan & Fungsinya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-09T08:30:45+00:00","dateModified":"2022-03-08T11:13:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055"},"description":"Jika Sedulur menyukai desain hunian tempo dulu, beberapa informasi berikut ini merangkum seputar rumah joglo yang bisa disimak.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/rumah-joglo\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rumah Joglo: Sejarah, Filosofi, Keunikan &#038; Fungsinya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/6152ade0d62f19fa7ccabaed9b41d055","name":"Ilya Nadya Noviawardhani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/19e097393399c7f8b936724ccd09d7b9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Ilya Nadya Noviawardhani"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40747"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=40747"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40747\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40755,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/40747\/revisions\/40755"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40863"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=40747"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=40747"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=40747"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}