{"id":39924,"date":"2022-03-04T13:00:59","date_gmt":"2022-03-04T06:00:59","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=39924"},"modified":"2022-03-02T15:43:00","modified_gmt":"2022-03-02T08:43:00","slug":"single-parent","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/","title":{"rendered":"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut data Statista 2018, Amerika Serikat, Rusia, Inggris, dan Eropa Barat\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">adalah region dengan jumlah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">single parent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tertinggi di dunia. Meski persentasenya rendah di Indonesia, bukan berarti\u00a0 orang tua tunggal bisa dilupakan begitu saja keberadaannya. Justru mereka menghadapi tantangan yang lebih berat karena stigma yang menempel kuat di masyarakat tentang orang tua yang bercerai atau tidak lengkap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, ada baiknya kita bahas lebih jauh tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">single parent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0artinya sampai tips untuk praktisi dan orang di sekitarnya. Biar makin luas wawasan kita, gulir ke bawah, ya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/posisi-tidur-agar-bayi-tidak-sungsang\/\">8 Posisi Tidur Agar Bayi Tidak Sungsang, Bunda Wajib Tahu!<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>Orang tua tunggal di Indonesia\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39932\" aria-describedby=\"caption-attachment-39932\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39932 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-kelvin-octa-1096141-570x468.jpg\" alt=\"single parent artinya\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39932\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut jurnal yang ditulis oleh Pujihasvuty, dkk. tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">single parent<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di Indonesia dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">The<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Family Journal: Counseling and Therapy for Couples and Families, single parent family <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0sosok ayah atau ibu yang tinggal dengan anaknya. Fenomena orang tua tunggal bisa terjadi ketika ada beberapa faktor, yaitu perceraian, kematian, hingga kelahiran di luar nikah. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa bisa pula dilakukan dengan sadar sebagai pilihan sejak awal. Angka ini terus bertambah di Indonesia tiap tahunnya dari 2015 sampai 2019 dipicu pula oleh tingginya angka perceraian. Tren kenaikan ini tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga banyak terjadi di negara-negara lain.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fenomena ini dianggap sebagai sebuah kekurangan dalam keluarga. Keluarga dengan orang tua tunggal yaitu ibu atau ayah saja sontak mendapat cap sebagai keluarga yang tidak lengkap dan tidak sempurna. Ini karena secara normatif, keluarga adalah tempat utama seseorang bertumbuh sehingga akan berdampak pada masa depannya kelak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Masih menurut jurnal tersebut, persebaran<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> single parent <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">di Indonesia pada 2019 masih terkumpul di Pulau Jawa. Dengan persentase terbesar di Jawa Barat. Disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Banten. Kebanyakan adalah janda atau ibu tunggal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Tantangan untuk orang tua tunggal dan anak yang dibesarkannya\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39933\" aria-describedby=\"caption-attachment-39933\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39933 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elina-fairytale-3806958-570x426.jpg\" alt=\"motivasi untuk single mom\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39933\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjuangan ibu tunggal dan ayah tunggal biasanya ada pada tugas ganda yaitu mengasuh anak dan mencari nafkah. Sebenarnya keluarga dengan orang tua lengkap pun bisa memiliki dua fungsi tersebut, tetapi mereka bisa berbagi tugas dan porsi waktu. Beda dengan orang tua tunggal yang hampir semuanya harus dilakukan sendiri tanpa bisa membagi tugas dengan pasangan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini yang biasanya membuat anak-anak yang dibesarkan orang tua tunggal akan terbiasa mengemban tanggung jawab lebih besar sejak kecil. Selain membantu tugas ayah atau ibu mereka di rumah, mereka juga terbiasa melakukan banyak hal sendiri..\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tentunya hal ini punya dampak positif dan negatif sekaligus. Meski bisa meningkatkan independensi anak, jika berlebihan anak-anak bisa merasa diabaikan dan kebutuhan emosionalnya tidak terpenuhi. Beberapa anak juga berubah menjadi bandel karena merasa bahwa ia melakukan segalanya sendiri dan membuatnya merasa memiliki otoritas untuk melakukan hal sesuai kehendaknya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, ada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">skill <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan tips<\/span> <span style=\"font-weight: 400;\">khusus yang harus dikuasai orang tua tunggal. Apa saja?\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/autis-adalah\/\">Apa Itu Autisme? Kenali Ciri &amp; Penyebab Anak Autis Sejak Dini<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>1. Tidak melibatkan anak dalam konflik orang dewasa\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39936\" aria-describedby=\"caption-attachment-39936\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39936 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-elina-fairytale-4008819-570x468.jpg\" alt=\"perjuangan ibu tunggal\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39936\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Banyak orangtua yang tanpa sadar melibatkan anak dalam konflik antar mereka berdua. Hal ini adalah sesuatu yang wajib dihindari. Anak tidak seharusnya dijadikan pion untuk ego kedua orang tuanya. Kesalahan macam ini sering terjadi saat orang tua memilih untuk melakukan <em>dual parenting<\/em>, yaitu anak memiliki waktu yang seimbang untuk dihabiskan bersama ibu dan ayah secara terpisah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat kesepakatan tersebut didapat, pastikan <em>single parent<\/em> berkomitmen untuk tidak bersaing mendapat perhatian anak dan mengungkapkan kekesalannya pada mantan pasangan di depan anak. Orang tua tunggal dianjurkan bersikap netral di depan anak meski ada masalah dengan mantan pasangan.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Ajarkan anak untuk tidak membenci mantan pasangan\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39934\" aria-describedby=\"caption-attachment-39934\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39934 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-duy-dinh-3517270-570x468.jpg\" alt=\"single artinya\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39934\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak tidak seharusnya membenci salah satu dari orang tuanya yang berpisah. Siapapun yang salah, tetaplah ajarkan anak untuk bersikap netral dan biarkan ia sendiri yang menilai kedua orang tuanya. Sebaliknya ajarkan mereka untuk memaafkan dan tetap menghargai kedua orang tuanya. Sesulit apapun itu, anak tidak boleh dihasut untuk menjadi pendendam dan pembenci sejak kecil.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Bantu anak untuk terbiasa dengan keadaan baru\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39930\" aria-describedby=\"caption-attachment-39930\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39930 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-juan-pablo-serrano-arenas-1250452-570x426.jpg\" alt=\"ayah single parent adalah\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39930\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Khususnya untuk kasus perceraian dan kematian, orang tua tunggal maupun anak harus melakukan banyak penyesuaian dengan keadaan baru tersebut. Lakukan perlahan dan jangan paksa anak untuk mengerti dan menjadi kuat secepat orang dewasa. Mereka butuh waktu dan diberi pengertian secara pelan-pelan untuk melakukan penyesuaian bertahap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak-anak juga rentan mengalami stres saat terjadi perubahan kondisi. Ini terindikasi dari perubahan perilaku dan temperamen mereka. Untuk menenangkan mereka, pastikan Sedulur selalu menjamin keamanan dan menunjukkan bahwa mereka tetap dicintai. Pastikan mereka tidak memiliki perasaan bersalah atas perpisahan kedua orang tuanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Tidak ragu meminta bantuan orang lain\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39941\" aria-describedby=\"caption-attachment-39941\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39941 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-rodnae-productions-5637704-570x426.jpg\" alt=\"wanita single parent adalah\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39941\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Konseling dengan ahli yang netral bisa jadi solusi bila ternyata kondisi psikologis anak dan Sedulur sendiri belum membaik. Terutama bila ada indikasi anak-anak mengalami trauma karena kehilangan sosok yang biasa ia kenal dan memberinya dukungan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Latih juga kemamapuan Sedulur untuk meminta bantuan dan dukungan dari kerabat dekat yang dianggap mengerti dan tidak menghakimi pilihan orang tua tunggal. Coba berjejaring dengan rekan senasib juga bisa jadi solusi karena mereka bisa membagikan pengalaman pribadinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/belajar-membaca-anak-sd\/\">10 Cara Belajar Membaca Anak TK \/ SD, Mudah Diterapkan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>5. Berikan perhatian yang cukup pada anak\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39931\" aria-describedby=\"caption-attachment-39931\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39931 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-vlada-karpovich-4609086-570x468.jpg\" alt=\"single parent family adalah\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39931\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Single <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">artinya sendiri dalam banyak hal dan ini bukan hal mudah mengingat orang tua harus tetap memenuhi kebutuhan keluarganya secara finansial. Bekerja penuh waktu pun harus dilakukan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan anak, tak heran banyak orang tua yang kadang tak memiliki banyak waktu guna memberikan perhatian pada anak. Hal ini berbahaya bila dilakukan berlebihan tanpa sadar. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk itu, belajar membagi waktu dan membuat prioritas adalah keterampilan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">single parent.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Setidaknya makan malam bersama, membaca buku sebelum tidur, memberi afeksi fisik seperti pelukan dan ciuman sudah bisa jadi cara membangun ikatan emosional dengan anak.<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Bekerja sama dengan anak untuk tugas-tugas rumah\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39938\" aria-describedby=\"caption-attachment-39938\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39938 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-vlada-karpovich-7368167-570x426.jpg\" alt=\"tugas anak\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39938\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mengingat ayah atau ibu tunggal tidak punya banyak waktu untuk fokus pada tugas-tugas rumah yang tak ada habisnya, mengajak anak kerjasama bisa jadi solusi. Ajarkan dan berikan mereka pengertian tentang tugas-tugas rumah yang mungkin mereka lakukan sendiri. Misalnya mencuci piring sendiri, memasukkan pakaian ke mesin cuci, dan lain sebagainya. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan mereka tanggung jawab yang masuk akal. Di usia dewasa, tanggung jawab bisa ditambah seperti membantu adik mengerjakan PR, mencuci baju sendiri, memasak, dan lainnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jangan bebankan pengasuhan adik pada kakak secara penuh. Mengasuh dan mendidik anak tetap tanggung jawab orang tua. Kakak juga anak yang butuh bimbingan mengingat usia mereka masih muda bahkan mungkin di bawah umur.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Tetap tegur anak bila mereka melakukan kesalahan\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39937\" aria-describedby=\"caption-attachment-39937\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39937 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-ketut-subiyanto-4473317-570x468.jpg\" alt=\"parenting anak\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39937\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Wanita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">single parent <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah sosok yang lembut dan cenderung memanjakan anaknya demi mendapat perhatian mereka. Namun, jangan lakukan berlebih. Imbangi dengan tetap menerapkan disiplin dan hukuman bila mereka melakukan kesalahan. Jangan ragu untuk menegur agar mereka tahu mana yang salah dan benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/imunisasi-ipv\/\">Penting! Imunisasi IPV Pada Anak, Untuk Cegah Polio, Simak Moms<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><b>8. Tetap luangkan waktu untuk diri sendiri\u00a0<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39939\" aria-describedby=\"caption-attachment-39939\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39939 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-pnw-production-7677892-570x468.jpg\" alt=\"me time\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39939\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu maupun ayah<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> single parent <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah manusia biasa yang juga bisa merasakan stres. Apalagi dengan stigma buruk yang masih melekat di masyarakat Indonesia tentang perceraian dan status janda maupun duda. Untuk itu, meluangkan waktu sendiri adalah hal penting. Ini bisa dilakukan saat anak sedang di sekolah atau tempat kursus, atau curilah waktu saat anak dan orang tua di rumah. Ajarkan anak untuk bisa bermain dan belajar sendiri, sehingga orang tua pun punya waktu untuk melakukan hobi atau hal yang ia sukai.\u00a0\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>9. Bentuk rutinitas dan stabilitas seperti keluarga pada umumnya<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39940\" aria-describedby=\"caption-attachment-39940\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39940 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/pexels-polina-tankilevitch-6073641-570x468.jpg\" alt=\"stabilitas\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39940\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Stabilitas adalah hal penting bagi perkembangan anak. Buat rutinitas dengan membiasakan mereka tidur dan bangun di waktu yang sama. Melakukan tugas yang sama tiap harinya dan makan di waktu-waktu yang sama pula. Pastikan pula mereka kebutuhan mereka tiap harinya terpenuhi, baik sandang, pangan, dan papan. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bila Sedulur menjalankan dual parenting dengan mantan pasangan, pastikan jadwal pembagian waktunya pun jelas, sehingga anak tidak merasa kebingungan. Ia juga bisa menyiapkan diri dengan baik.\u00a0<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itu beberapa motivasi untuk<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> single mom <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dan ayah tunggal di mana saja Sedulur berada. Sama seperti anak yang tinggal di keluarga dengan orang tua lengkap, masalah bisa saja terjadi pada anak yang besar dari orang tua tunggal. Namun, banyak pula yang bisa tumbuh besar dengan baik. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Single parent <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">bukan aib, kok. Itu semua hanya jalan atau pilihan hidup yang berbeda saja.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <\/span><\/i><b><i>Super Agen<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa cek<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":40027,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1485],"tags":[4984,4983],"class_list":["post-39924","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","tag-parent","tag-single-parent"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Single parent sering dianggap sebagai aib dan sebuah ketidaksempurnaan. Ini tips untuk ibu dan ayah tunggal agar berhasil membesarkan anaknya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Single parent sering dianggap sebagai aib dan sebuah ketidaksempurnaan. Ini tips untuk ibu dan ayah tunggal agar berhasil membesarkan anaknya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-04T06:00:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-03-02T08:43:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/single-parent.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/single-parent.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/single-parent.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"single parent\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/\",\"name\":\"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-04T06:00:59+00:00\",\"dateModified\":\"2022-03-02T08:43:00+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Single parent sering dianggap sebagai aib dan sebuah ketidaksempurnaan. Ini tips untuk ibu dan ayah tunggal agar berhasil membesarkan anaknya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang","description":"Single parent sering dianggap sebagai aib dan sebuah ketidaksempurnaan. Ini tips untuk ibu dan ayah tunggal agar berhasil membesarkan anaknya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang","og_description":"Single parent sering dianggap sebagai aib dan sebuah ketidaksempurnaan. Ini tips untuk ibu dan ayah tunggal agar berhasil membesarkan anaknya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-04T06:00:59+00:00","article_modified_time":"2022-03-02T08:43:00+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/single-parent.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/single-parent.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/single-parent.jpg","width":682,"height":536,"caption":"single parent"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/","name":"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-04T06:00:59+00:00","dateModified":"2022-03-02T08:43:00+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Single parent sering dianggap sebagai aib dan sebuah ketidaksempurnaan. Ini tips untuk ibu dan ayah tunggal agar berhasil membesarkan anaknya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/parenting\/single-parent\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"10 Tips Menjadi Single Parent Tangguh untuk Anak Tersayang"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39924"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39924"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39924\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40013,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39924\/revisions\/40013"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/40027"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39924"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39924"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39924"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}