{"id":39236,"date":"2022-03-01T13:00:17","date_gmt":"2022-03-01T06:00:17","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=39236"},"modified":"2022-02-25T17:51:38","modified_gmt":"2022-02-25T10:51:38","slug":"leadership","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/","title":{"rendered":"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, &#038; Contohnya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sering dengar istilah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kepemimpinan? Banyak yang mengasosiasikannya dengan pengaruh, karisma, dan kemampuan untuk memandu sekelompok orang atau komunitas. Kemampuan ini juga sering diafiliasikan dengan tangga karir seseorang. Makin bagus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leadership<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">skill<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, makin mudah ia mencapai jabatan yang lebih tinggi.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, tidak sedangkal itu definisi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mari ulik lebih jauh tentang definisi, peran, dan contoh kemampuan memimpin lewat ulasan berikut.<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/ice-breaking-online\/\">13 Ide <em>Ice Breaking Online<\/em> saat WFH yang Seru &amp; Mudah<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>1. Mitos tentang kepemimpinan yang sering kita dengar<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39253\" aria-describedby=\"caption-attachment-39253\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39253 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-mikael-blomkvist-6476782-570x427.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39253\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berdasar artikel Forbes yang ditulis Kevin Kruse, ada beberapa asumsi tentang kepemimpinan yang ternyata bisa dikategorikan mitos belaka, antara lain:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak berhubungan dengan hierarki dalam organisasi, tata kelola institusi, atau bisnis. Hierarki dibutuhkan untuk urusan manajemen dan itu terpisah dari kepemimpinan. Seorang manajer, tidak selalu memiliki kemampuan kepemimpinan yang mumpuni. Pekerjaan mereka berhubungan dengan organisasi, pengaturan, dan pembagian kerja.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> kepemimpinan juga tidak memiliki korelasi dengan sifat personal seseorang. Orang yang karismatik, ekstrover, dan dominan belum tentu bisa memimpin dengan baik.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>2. Pengertian <\/b><b><i>leadership<\/i><\/b><b>\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39250\" aria-describedby=\"caption-attachment-39250\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39250 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-cottonbro-7437499-570x468.jpg\" alt=\"leadership\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39250\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Lalu, apakah <em>leadership<\/em> yang sebenarnya? Kruse kemudian merangkum dan mengulas pendapat beberapa tokoh mulai dari Warren Bennis hingga Bill Gates. Ada sejumlah kata kunci yang ia amini, yaitu pengaruh dan kemampuan memberdayakan. Lalu, ia menambahkan kejelasan tujuan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ia kemudian membuat definisi yang lebih terstruktur tentang kepemimpinan. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Leadership competency <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah pengaruh sosial, bukan otoritas atau kekuatan tertentu. Bila dijabarkan seorang pemimpin yang ideal adalah orang yang dipercaya oleh komunitas atau orang di sekitarnya. Bukan orang yang ditakuti karena karisma, gaya, atau sumber daya yang ia miliki. Tidak cukup pengaruh sosial, ia juga sosok yang punya tujuan dan bisa mengoptimalkan potensi komunitasnya menuju tujuan tersebut.<\/span><\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>3. Bagaimana seseorang bisa jadi pemimpin?<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39251\" aria-describedby=\"caption-attachment-39251\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39251 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/jacindaardern_223291190_2101275420041586_3481661387966683594_n-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39251\" class=\"wp-caption-text\">Instagram @jacindaardern<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada beberapa poin yang disebut oleh Western Governors University (WGU), yaitu:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Memiliki standar etika dan moral yang tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mampu mengorganisasi dirinya sendiri dengan baik.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bisa belajar hal baru dengan efisien.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mendukung dan mengoptimalkan potensi orang lain yang ia pimpin.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mampu memelihara hubungan baik dengan orang lain.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/cara-menjawab-pertanyaan-interview\/\">15 Cara Menjawab Pertanyaan <em>Interview<\/em> Kerja yang Menjebak<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>4. Teori kepemimpinan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39248\" aria-describedby=\"caption-attachment-39248\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39248 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-fauxels-3183179-570x444.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"444\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39248\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Teori <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leadership <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> penjelasan tentang bagaimana seseorang bisa mencapai status pemimpin dilihat dari perilaku dan sifatnya. Berikut beberapa teori terkenal yang dirangkum WGU.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Behavioral theory<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, yaitu teori yang fokus pada perilaku pemimpin sehingga perilaku tersebut bisa jadi teladan untuk pemimpin lainnya. Menurut teori ini, seseorang bisa mencapai posisi pemimpin bukan karena bawaan lahir, melainkan mempelajari perilaku tertentu. Teori ini percaya bahwa setiap orang memiliki potensi menjadi pemimpin dan akan membentuk gaya kepemimpinannya sendiri berdasarkan hal-hal yang ia alami dan pelajari selama hidupnya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Contingency theory<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah teori kepemimpinan yang fokus pada konteks atau situasi yang dihadapi seorang pemimpin. Efektivitas seorang pemimpin tidak dilihat dari kepribadiannya, melainkan kemampuannya dalam bekerja atau menyelesaikan masalah di situasi tertentu. Pengikut teori ini percaya bahwa pemimpin harusnya dipilih berdasarkan situasi yang sedang dihadapi.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Great man theory,<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">sesuai dengan namanya, percaya bahwa seorang pemimpin itu memiliki bakat sejak lahir. Kepribadian mereka menentukan kemampuannya saat memimpin. Namun, teori ini banyak dikritisi karena banyak karakter ideal pemimpin menurut mereka yang merujuk pada maskulinitas.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Management theory <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">berkaitan erat dengan transaksi dalam tata kelola organisasi. Seorang pemimpin akan memberikan hadiah atau penghargaan pada subordinat mereka yang berprestasi dan sebaliknya hukuman bagi yang performanya buruk. Pengikut teori ini percaya bahwa manusia adalah makhluk ekonomi yang tidak akan bergerak tanpa ada penghargaan atas apa yang sudah mereka lakukan dan korbankan. Gaya kepemimpinan macam ini memang terbukti cukup berhasil dan mudah dilakukan guna memotivasi serta meningkatkan performa karyawan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Participative theory <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan teori kepemimpinan yang cukup jarang dipakai dalam ranah korporasi. Pemimpin dalam teori ini ditempatkan sebagai fasilitator, mediator, dan pengarah yang memberikan ruang bagi semua orang untuk bicara dan berpartisipasi. Tidak heran jika gaya kepemimpinan ini disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">democratic leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Power theory <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">adalah teori kepemimpinan yang banyak diadopsi. Pemimpin akan menggunakan sumber daya dan pengaruhnya untuk memandu sebuah tim menuju tujuan tertentu. Cara ini banyak dianggap sebagai yang tercepat, tetapi juga rawan rapuh karena tidak memberikan ruang bagi subordinat untuk berpartisipasi aktif. Buat beberapa orang, rasa didominasi akan muncul dan menimbulkan rasa tidak nyaman hingga prahara dalam iklim organisasi.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Relationship theory <\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">fokus pada bagaimana pemimpin bisa membangun relasi dengan anggota tim lainnya. Ia berusaha menciptakan iklim yang nyaman dan kondusif sehingga tugas tidak jadi beban bagi subordinat. Gaya ini menguntungkan karyawan atau subordinat dan dampaknya cukup baik pada performa mereka. Namun, dikritisi pula karena hubungan profesional dan personal bisa jadi kabur.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/work-from-home\/\">Kerja <em>Work From Home<\/em> Apa Bedanya dengan <em>Remote Working<\/em><\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>5. Seorang pemimpin juga wajib memiliki kemampuan beradaptasi<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39249\" aria-describedby=\"caption-attachment-39249\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39249 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-fauxels-3182787-570x427.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"427\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39249\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Robert B. Kaiser dalam Harvard Business Review menambahkan bahwa seorang pemimpin wajib memiliki <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">versatility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau kemampuan beradaptasi yang mumpuni. Adaptasi yang dimaksud adalah kemampuan membaca dan merespon perubahan dengan memanfaatkan kumpulan keterampilan yang mereka miliki lainnya. Menurut pengalaman riset Kaiser di lapangan, kebanyakan pemimpin bertindak bias yang berdasarkan dengan keterampilan paling mereka kuasai. Jarang dari mereka yang berusaha menggunakan pendekatan berbeda dari disiplin ilmu yang mereka tekuni.<\/span><\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, bagaimana cara meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">versatility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tersebut? Kaiser pun punya tipsnya.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kemauan belajar berbagai hal yang berbeda dan terus menantang diri sendiri untuk mencari pengalaman-pengalaman baru yang bisa memperluas perspektif mereka. Selain itu, tidak malu untuk memperluas jaringan dan merekrut tim berasal dari latar belakang maupun keterampilan yang berbeda-beda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Siap menerima <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">feedback<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, baik berupa kritik, saran, dan lain sebagainya sebagai bagian dari proses yang harus mereka jalani untuk menjadi pemimpin lebih baik. Caranya tentu dengan meminta masukan secara aktif pada orang-orang di sekitarnya. Termasuk menanyakan apa dampak keputusan dan sikapnya pada orang-orang yang mereka pimpin.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki kemampuan intrapersonal yang baik. Artinya mengenal diri sendiri, baik kelemahan dan keunggulan. Tidak terbutakan oleh kehebatannya, tetapi juga tidak terlalu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">insecure<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan kekurangannya. Trik untuk melatih <em>skill<\/em> ini adalah dengan membuka wawasan seluas-luasnya lewat banyak hal, termasuk berjejaring dengan orang-orang di luar disiplin ilmu atau keyakinan yang dipercayainya. Makin beragam pergaulannya, makin terbuka pula perspektif seorang pemimpin. Namun, ini harus diimbangi dengan kemampuan refleksi yang baik pula.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>6. Gaya kepemimpinan<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39246\" aria-describedby=\"caption-attachment-39246\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39246 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-fauxels-3184300-570x426.jpg\" alt=\"leadership\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39246\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Masih berdasarkan Kaiser ada dua cara memimpin yang ia temukan, yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">forceful<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">enabling.<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Forceful<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">adalah gaya kepemimpinan yang mengutamakan otoritas dengan meyakinkan sejak awal tentang posisi dan kekuatan yang dimilikinya. Diimbangi dengan komitmennya untuk bertanggung jawab, membuat keputusan dengan cepat, tetapi juga menuntut kinerja yang baik dari subordinatnya.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b><i>Enabling<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> ialah pemimpin yang cenderung mengedepankan partisipasi anggotanya dalam berbagai hal. Pemimpin hadir dengan tugas melakukan pemberdayaan dan bersedia mendukung subordinat mencapai potensi terbaiknya guna mencapai satu tujuan tertentu.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>7. Tujuan yang hendak dicapai\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39247\" aria-describedby=\"caption-attachment-39247\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39247 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-fauxels-3182749-570x426.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39247\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kaiser juga membagi tujuan kepemimpinan dalam dua hal, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">strategis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">operasional<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Strategis<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> berarti tujuannya berorientasi pada inovasi dan pertumbuhan jangka panjang.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Operasional<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> di sisi lain fokus implementasi dan eksekusi, tujuannya mencapai keteraturan serta kestabilan.<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>8. Fungsi <\/b><b><i>leadership<\/i><\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39245\" aria-describedby=\"caption-attachment-39245\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39245 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-fauxels-3184425-570x426.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39245\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dari beberapa poin tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leadership<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dalam organisasi di atas, sebenarnya secara garis besar fungsi dari kepemimpinan adalah menciptakan pemimpin-pemimpin baru untuk mencapai satu tujuan. Kepemimpinan tidak bertujuan untuk menciptakan pengikut yang hanya menuruti perintah tanpa ada inisiatif sama sekali. Kepemimpinan berfungsi memberdayakan dan menginspirasi orang lain untuk melakukan sesuatu atas inisiatif mereka sendiri.\u00a0<\/span><\/span><\/p>\n<p><strong><span style=\"color: #000000;\">BACA JUGA: <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/marketing-adalah-2\/\">Apa Itu <em>Marketing<\/em>? Ini Definisi, Fungsi, Jenis dan Tujannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>9. Pelatihan kepemimpinan<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39241\" aria-describedby=\"caption-attachment-39241\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39241 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-fox-1595392-570x426.jpg\" alt=\"leadership\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39241\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk bisa menjadi pemimpin yang ideal, seseorang bisa melakukan beberapa trik tertentu. Berikut beberapa langkah konkret yang bisa dipakai dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">leadership training.\u00a0<\/span><\/i><\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Melakukan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">mentoring<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tidak sekadar mendelegasikan tugas, tetapi memfasilitasi orang lain untuk menemukan potensi terbaiknya. Akomodasi kebutuhan mereka serta buka kesempatan selebar-lebarnya bagi orang lain untuk berpartisipasi.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Mempromosikan lingkungan yang kondusif dalam tim, bukan kompetisi yang tidak sehat.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terbuka untuk menemukan dan merekrut talenta baru dari latar belakang yang berbeda.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terbuka dengan tujuan yang ingin dicapai, komunikasikan secara lugas dan jelas pada karyawan atau subordinat dan yakinkan mereka bahwa mereka memiliki andil dalam mencapai ini.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Jangan malas memberi <em>feedback<\/em> pada karyawan.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Beri atau tunjukkan apresiasi, setidaknya pujian yang wajar dan motivasi yang lain untuk melakukan hal sama.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan pertemuan rutin baik untuk diskusi partai besar atau pertemuan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">one-on-one.<\/span><\/i><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Taruh kepercayaan tinggi pada tim sambil mengawasi dan memberikan arahan seperlunya.\u00a0<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>10. Hal yang harus dihindari seorang pemimpin<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39243\" aria-describedby=\"caption-attachment-39243\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39243 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-andrea-piacquadio-3760089-570x426.jpg\" alt=\"leadership\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39243\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Ada banyak hal yang bisa dilakukan, tetapi tidak sedikit yang dianjurkan untuk dihindari.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Keinginan untuk disukai<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Mengingat manusia adalah makhluk sosial, keinginan untuk disukai dan jadi favorit banyak orang memang tidak bisa dielakkan. Namun, mereka harus ingat bahwa ini adalah lingkungan profesional. Dalam ranah personal pun disukai semua orang adalah hal yang mustahil.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Konservatif<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Seorang pemimpin harus bisa beradaptasi dan menyukai perubahan untuk mencapai tujuan jangka panjang serta mengikuti perkembangan zaman. Cara termudahnya dengan terus memperluas wawasan dan bersedia mendengar masukan.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tidak tahu batasan personal dan profesional. <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam ranah profesional, batasan adalah hal penting. Sesederhana tidak menghubungi karyawan di luar jam kerja.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\"><strong>Tidak mempercayai orang lain<\/strong>. Seorang pemimpin harus bisa mendelegasikan tugas dengan baik dan konsisten. Ia bukan orang yang punya krisis kepercayaan dan akhirnya mengerjakan banyak hal sendiri.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><b>Tidak punya tujuan jelas<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> sejak awal adalah blunder terbesar pemimpin. Sejak awal pasang target dan tujuan untuk dikomunikasikan pada karyawan agar mereka bisa melakukan tugasnya dengan tujuan yang jelas pula.\u00a0<\/span><\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><b>11. Kepemimpinan untuk tujuan personal\u00a0<\/b><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_39244\" aria-describedby=\"caption-attachment-39244\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-39244 size-medium\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-tranmautritam-92331-570x426.jpg\" alt=\"leadership\" width=\"570\" height=\"426\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-39244\" class=\"wp-caption-text\">Pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Tidak hanya untuk keperluan profesional, kepemimpinan juga dibutuhkan untuk pengembangan diri. Sedulur wajib bisa memimpin dan mengorganisasi diri sendiri. Ini tipsnya.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tingkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">self-awareness<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> alias kemampuan mengenali diri sendiri baik dari potensi, kekurangan, kecenderungan, dan lain sebagainya.<\/span><\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Latih cara dan gaya komunikasi agar lebih jelas dan mudah dipahami.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Latih empati dan praktikkan. Empati bisa dilatih dengan memperluas perspektif, baik dengan mengobrol atau membaca buku.\u00a0<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bagikan ilmu pada orang lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Berlatih manajemen stres dan kecemasan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Kembangkan kemampuan memotivasi diri sendiri dan orang lain.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Latih disiplin dengan membangun kebiasaan baik, seperti olahraga, mengurangi hobi gosip, dan lain sebagainya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Cari pengalaman dan jangan malas menantang diri sendiri. Ini akan melatihmu menghadapi lebih banyak variasi situasi sulit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Terus belajar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Fokus pada solusi, jangan berhenti pada identifikasi masalah saja.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Coba lebih sering mendengarkan ketimbang bicara.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400; color: #000000;\">Bukan tentang kontrol dan kekuasaan saja, kepemimpinan juga tentang kemampuan memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Semoga artikel ini membuat Sedulur makin paham tentang kemampuan <em>leadership<\/em>, ya. Kini, Sedulur bisa mengasah kemampuan tersebut lebih dalam lagi.<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi <\/span><\/i><b><i>Super Agen<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa cek<\/span><\/i><a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"> <b><i>di sini<\/i><\/b><\/a><i><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":16,"featured_media":39332,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1685],"tags":[2238,4904,4905],"class_list":["post-39236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-career","tag-karir","tag-leadership","tag-softskill"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, &amp; Contohnya<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sering dengar istilah leadership? Cari tahu definisi apa yang tepat untuk istilah ini, beserta gaya dan tips melatihnya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, &amp; Contohnya\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sering dengar istilah leadership? Cari tahu definisi apa yang tepat untuk istilah ini, beserta gaya dan tips melatihnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-03-01T06:00:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-25T10:51:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/15-11.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Dwi Ayu Silawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/15-11.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/15-11.jpg\",\"width\":682,\"height\":536},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/\",\"name\":\"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, & Contohnya\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-03-01T06:00:17+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-25T10:51:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\"},\"description\":\"Sering dengar istilah leadership? Cari tahu definisi apa yang tepat untuk istilah ini, beserta gaya dan tips melatihnya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, &#038; Contohnya\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004\",\"name\":\"Dwi Ayu Silawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Dwi Ayu Silawati\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, & Contohnya","description":"Sering dengar istilah leadership? Cari tahu definisi apa yang tepat untuk istilah ini, beserta gaya dan tips melatihnya.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, & Contohnya","og_description":"Sering dengar istilah leadership? Cari tahu definisi apa yang tepat untuk istilah ini, beserta gaya dan tips melatihnya.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-03-01T06:00:17+00:00","article_modified_time":"2022-02-25T10:51:38+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/15-11.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Dwi Ayu Silawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Dwi Ayu Silawati","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/15-11.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/15-11.jpg","width":682,"height":536},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/","name":"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, & Contohnya","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-03-01T06:00:17+00:00","dateModified":"2022-02-25T10:51:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004"},"description":"Sering dengar istilah leadership? Cari tahu definisi apa yang tepat untuk istilah ini, beserta gaya dan tips melatihnya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/career\/leadership\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Apa itu Leadership? Ini Pengertian, Peran, Jenis, &#038; Contohnya"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/8756908421f490ff7841da6b00bf4004","name":"Dwi Ayu Silawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/2ed21fb7d155e7791b86871ea676b2c6?s=96&d=mm&r=g","caption":"Dwi Ayu Silawati"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39236"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/16"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39236"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39371,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39236\/revisions\/39371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39332"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}