{"id":36470,"date":"2022-10-27T12:00:12","date_gmt":"2022-10-27T05:00:12","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=36470"},"modified":"2022-10-27T10:25:20","modified_gmt":"2022-10-27T03:25:20","slug":"ikan-air-payau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/","title":{"rendered":"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain ikan air laut dan air tawar, ikan air payau juga bisa dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi Sedulur yang belum tahu, air payau merupakan percampuran antara air laut dengan air tawar, contohnya seperti teluk pantai dan muara sungai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Budidaya ikan air payau bisa menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Selain harga jual ikannya yang cukup tinggi, proses pertumbuhannya juga cepat. Bahkan, banyak orang yang mengatakan bahwa daging ikan air payau lebih enak dari daging ikan dari perairan lainnya. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Kira-kira apa saja jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi dan dibudidayakan? Simak artikel berikut dengan baik, ya!<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/uncategorized\/ikan-hias-air-tawar\/\"><b>15 Jenis Ikan Hias Air Tawar Cantik yang Mudah Dirawat<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>1. Ikan patin<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78161\" aria-describedby=\"caption-attachment-78161\" style=\"width: 830px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78161\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm.jpg\" alt=\"ikan air payau\" width=\"840\" height=\"473\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm.jpg 840w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm-720x405.jpg 720w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm-800x450.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm-444x250.jpg 444w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm-768x432.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm-600x337.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Linkumkm-285x160.jpg 285w\" sizes=\"(max-width: 840px) 100vw, 840px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78161\" class=\"wp-caption-text\">Linkumkm<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Contoh ikan air payau yang pertama adalah ikan patin (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pangasius sp.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">). Tentu saja Sedulur sudah tahu kualitas dari ikan yang satu ini kan? Ya, selain rasanya yang sangat nikmat, harga dari ikan patin juga relatif tinggi. Hal inilah yang membuat para pengusaha berlomba-lomba untuk membudidayakan ikan jenis ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika dibandingkan dengan jenis ikan yang lain, bisa dibilang pertumbuhan ikan patin tergolong lebih cepat. Selain itu, ukuran yang lumayan besar dengan daging yang bagus juga menjadikan ikan ini sebagai buruan para pecinta kuliner.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Ikan belanak<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78160\" aria-describedby=\"caption-attachment-78160\" style=\"width: 680px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78160\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Dictio-Community.jpg\" alt=\"ikan air payau\" width=\"690\" height=\"320\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78160\" class=\"wp-caption-text\">Dictio Community<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan belanak (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mugil dussumieri<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Greenback mullet <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">banyak ditemukan di wilayah laut tropis dan subtropis. Mungkin belum terlalu banyak orang yang tahu dan kenal dengan ikan yang bernama belanak ini. Padahal, saat ini ikan belanak sudah mulai banyak dibudidayakan di perairan payau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur bisa dengan mudah menemukan budidaya ikan belanak di daerah Pulau Kalimantan dan Pulau Jawa. Bentuknya hampir mirip seperti ikan bandeng. Hanya saja, ikan belanak memiliki bentuk badan yang lebih terlihat ramping dan pipih dari ikan bandeng.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Ikan kakap putih<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78159\" aria-describedby=\"caption-attachment-78159\" style=\"width: 990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78159\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/isw-group.jpg\" alt=\"ikan air payau\" width=\"1000\" height=\"666\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/isw-group.jpg 1000w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/isw-group-768x511.jpg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/isw-group-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78159\" class=\"wp-caption-text\">isw group<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan kakap putih (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Lates calcarifer<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah ikan yang bisa hidup di daerah tropis maupun subtropis. Jenis ikan yang satu ini juga disukai oleh banyak orang. Sejauh ini, ikan kakap putih terbesar yang berhasil ditangkap adalah dengan berat 60 kg dan panjang 1,8 meter.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Habitat asli dari ikan ini sebenarnya ada di hutan mangrove, sungai-sungai jernih, dan pantai yang berkarang. Namun, ikan ini ternyata juga bisa dibudidayakan di air payau. Ikan kakap putih tergolong dalam jenis karnivora, dimana mereka akan memakan ikan-ikan lain yang lebih kecil ataupun udang-udangan.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Ikan mujair<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78158\" aria-describedby=\"caption-attachment-78158\" style=\"width: 690px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-78158 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/tangerangraya.jpg\" alt=\"ikan  \" width=\"700\" height=\"403\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78158\" class=\"wp-caption-text\">tangerangraya<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat ini, ikan mujair (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oreochromis mossambicus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) telah mengalami banyak perkembangan dalam hal budidaya. Salah satunya adalah banyak pengusaha yang mulai membudidayakan ikan ini di perairan payau. Hasil budidaya yang diperoleh juga tidak jauh berbeda dari budidaya air tawar, bahkan ada beberapa aspek yang membuat hasil di air payau lebih bagus.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-hias-air-tawar-2\/\"><b>20 Jenis Ikan Hias Air Tawar Akuarium yang Mudah Dipelihara<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>5. Ikan bandeng<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78157\" aria-describedby=\"caption-attachment-78157\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78157\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Morula-IVF-Indonesia.jpg\" alt=\"payau\" width=\"800\" height=\"438\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Morula-IVF-Indonesia.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Morula-IVF-Indonesia-768x420.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78157\" class=\"wp-caption-text\">Morula IVF Indonesia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan bandeng (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Chanos chanos<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah jenis ikan air payau yang sangat populer. Sedulur pastinya sudah tahu jika bandeng adalah jenis ikan dengan peminat yang sangat tinggi. Selain harganya yang terbilang cukup murah, ikan ini juga memiliki rasa yang tidak kalah enak dengan ikan-ikan mahal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diamati dari ciri-cirinya, rasanya ikan bandeng lebih pas jika hidup di air laut. Namun, ternyata ikan bandeng juga bisa hidup dan dibudidayakan di air payau. Bahkan, ikan yang satu ini juga menjadi salah satu ikan air payau unggulan.<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Ikan kerapu<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78156\" aria-describedby=\"caption-attachment-78156\" style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78156\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Dic.jpg\" alt=\"payau\" width=\"1024\" height=\"614\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Dic.jpg 1024w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Dic-768x461.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78156\" class=\"wp-caption-text\">Dictio Community<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sepertinya hampir semua orang akan sepakat jika ikan kerapu (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Epinephelus sp.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) merupakan salah satu ikan dengan kualitas tinggi. Ikan ini menjadi salah satu jenis ikan yang unik, sebab bisa hidup di jenis perairan yang berbeda, baik itu di air tawar, air laut maupun air payau.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, sangat disayangkan sebab jenis ikan ini telah mengalami penurunan populasi sejak beberapa tahun terakhir. Hal ini karena terjadi banyak penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, kelangkaan dari ikan kerapu itulah yang membuat harganya kian melambung tinggi. Bahkan, kini mengonsumsi kerapu tidak semudah dulu. Padahal sebenarnya ikan ini banyak digemari masyarakat, sebab rasa dan tekstur dagingnya yang sangat nikmat.<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Ikan nila<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78155\" aria-describedby=\"caption-attachment-78155\" style=\"width: 828px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78155\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Wikipe.jpg\" alt=\"payau\" width=\"838\" height=\"536\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Wikipe.jpg 838w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Wikipe-768x491.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 838px) 100vw, 838px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78155\" class=\"wp-caption-text\">Wikipedia<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sama halnya seperti ikan mujair, ternyata ikan nila (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Oreochromis niloticus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) juga bisa hidup dan dibudidayakan di perairan payau. Bisa dikatakan jika hampir seluruh masyarakat Indonesia tahu jenis ikan satu ini. Selain harganya yang tidak terlalu mahal, ikan ini juga memiliki rasa yang enak untuk dikonsumsi.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bahkan, saat ini ikan nila menjadi salah satu jenis ikan yang sangat populer di kalangan pembudidaya ikan selain ikan mas. Karena proses pembudidayaannya yang cukup mudah, ikan ini banyak dijual dan ditemui di pasaran.<\/span><\/p>\n<h2><b>8. Ikan bawal<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78154\" aria-describedby=\"caption-attachment-78154\" style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78154\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Jagad.jpg\" alt=\"payau\" width=\"800\" height=\"502\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Jagad.jpg 800w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Jagad-768x482.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78154\" class=\"wp-caption-text\">Jagad Tani<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, ikan bawal (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Colossoma macropomum<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) sendiri termasuk ke dalam jenis ikan air tawar. Akan tetapi, tidak sedikit yang mencoba membudidayakan ikan bawal di air payau, dan berhasil. Dilihat dari waktu pertumbuhan, ikan bawal yang dibudidayakan di air payau ini lebih cepat besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain itu, bawal dari air payau juga memiliki rasa yang lebih gurih, jika dibandingkan dengan bawal yang dibudidayakan di air tawar. Tentu saja, hal ini bisa terjadi karena adanya kandungan garam pada air payau yang berasal dari air laut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun begitu, sebenarnya rasa daging ikan bawal ini memang gurih dan enak. Bahkan ikan yang satu ini masuk ke dalam kelas di atas rata-rata, lho. Jenis ikan yang masih satu famili dengan ikan piranha ini merupakan jenis karnivora, yang seringkali memangsa ikan-ikan kecil lain di sekitarnya.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-laut\/\"><b>11 Ikan Air Laut yang Sering Dikonsumsi, Kaya Nutrisi &amp; Gizi<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>9. Ikan sidat<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78153\" aria-describedby=\"caption-attachment-78153\" style=\"width: 590px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78153\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mongabay.jpg\" alt=\"payau\" width=\"600\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mongabay.jpg 600w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Mongabay-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78153\" class=\"wp-caption-text\">Mongabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan sidat (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Anguilla spp<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) merupakan jenis ikan yang biasa ditemukan hidup di dua jenis perairan, yakni air laut dan air tawar. Selain itu, ikan ini juga bisa hidup di air payau. Ikan yang sekilas terlihat mirip dengan belut ini memiliki bentuk sisik halus yang menyerupai anyaman bambu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun permintaan ikan sidat dari dalam negeri atau luar negeri sangat tinggi, namun ikan ini sulit sekali dibudidayakan. Padahal, menurut beberapa penelitian, ikan sidat memiliki manfaat yang salah satunya untuk mencegah pengeroposan tulang.<\/span><\/p>\n<h2><b>10. Ikan buntal<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78152\" aria-describedby=\"caption-attachment-78152\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78152\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/alodokter.jpg\" alt=\"payau\" width=\"650\" height=\"433\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/alodokter.jpg 650w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/alodokter-390x260.jpg 390w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78152\" class=\"wp-caption-text\">alodokter<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan buntal (<em>Tetraodontidae<\/em>) atau ikan fugu, merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di air payau, lebih tepatnya di muara sungai dekat dengan pesisir. Meskipun begitu, ada beberapa spesies buntal yang hidup di perairan laut. Berbeda dari beberapa ikan sebelumnya, ikan ini lebih sering dijadikan sebagai ikan hias.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seperti yang telah kita tahu, daging dari ikan buntal itu sangat beracun. Jadi tidak disarankan untuk dikonsumsi, walaupun sebenarnya ada teknik khusus untuk memasak ikan buntal. Nah, jika dibandingkan dengan kebanyakan ikan hias yang lain, ukuran dari ikan ini cukup besar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tidak perlu khawatir, tampilannya tetap cocok sebagai isi dalam aquarium. Ciri khas dari ikan buntal ini benar-benar berbeda dari jenis ikan yang lain. Hal ini karena pada saat merasa terancam, tubuh mereka akan mengembang menjadi bulat dan dipenuhi dengan duri-duri.<\/span><\/p>\n<h2><b>11. Ikan Kerong-kerong<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78151\" aria-describedby=\"caption-attachment-78151\" style=\"width: 740px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78151\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/zonabahari.png\" alt=\"payau\" width=\"750\" height=\"512\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78151\" class=\"wp-caption-text\">zonabahari<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ikan Kerong-kerong (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Terapon jarbua<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) memiliki beberapa julukan lain, seperti ikan ikan target. Hal ini karena corak ikan tersebut yang tampak seperti papan target. Corak itu akan terlihat lebih jelas lagi jika dilihat dari sisi atas. Ya, corak inilah yang menjadikan ikan target sebagai salah satu ikan hias yang menarik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Di dalam habitat aslinya yakni perairan air payau, ikan kerong-kerong bisa tumbuh dengan ukuran sampai 36 cm. Memang cukup besar untuk diletakkan di dalam sebuah aquarium. Namun saat ini, kebanyakan jenis ikan target yang dipelihara memiliki ukuran setengah dari yang hidup di alam liar.<\/span><\/p>\n<h2><b>12. Ikan goby<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78150\" aria-describedby=\"caption-attachment-78150\" style=\"width: 890px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-78150 size-full\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/mong.jpg\" alt=\"ikan\" width=\"900\" height=\"484\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/mong.jpg 900w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/mong-768x413.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 900px) 100vw, 900px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78150\" class=\"wp-caption-text\">Mongabay<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis ikan air payau terakhir adalah ikan goby (<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Acanthogobius flavimanus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) adalah jenis ikan yang akan terlihat sangat cantik dan menggemaskan jika dimasukkan ke aquarium rumah. Bentuk tubuhnya yang unik seperti torpedo dan warnanya yang indah, benar-benar membuatnya terlihat sedap dipandang mata.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Keunggulan lain dari ikan goby ini terletak pada karakteristiknya yang sedikit pendiam dan tidak senang mengganggu ikan-ikan lain. Jadi, sangat cocok untuk disandingkan dengan berbagai ikan hias lainnya dalam satu aquarium.<\/span><\/p>\n<p><b>BACA JUGA: <\/b><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-kudu-kudu\/\"><b>Ikan Kudu Kudu, Seram tapi Nikmat dan Punya Banyak Manfaat<\/b><\/a><\/p>\n<h2><b>Tahapan budidaya ikan air payau<\/b><\/h2>\n<figure id=\"attachment_78265\" aria-describedby=\"caption-attachment-78265\" style=\"width: 1990px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78265\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Nature.org_.jpeg\" alt=\"ikan payau\" width=\"2000\" height=\"1325\" srcset=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Nature.org_.jpeg 2000w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Nature.org_-768x509.jpeg 768w, https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/Nature.org_-1536x1018.jpeg 1536w\" sizes=\"(max-width: 2000px) 100vw, 2000px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-78265\" class=\"wp-caption-text\">Nature.org<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah jenis ikan air payau dan ciri-cirinya yang perlu Sedulur tahu. Bagi Sedulur yang tertarik untuk membudidayakannya, kini saatnya untuk tahu mengenai proses budidaya tersebut. Langsung saja, berikut ini beberapa tahapan yang bisa Sedulur lakukan.<\/span><\/p>\n<h2><b>1. Memilih lokasi tambak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pilihlah lokasi yang paling dekat dengan sumber air asin atau air payau untuk memudahkan penggantian air kolam tambak.<\/span><\/p>\n<h2><b>2. Membuat kolam tambak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buatlah kolam semen, kolam tanah, kolam plastik, atau kolam terpal dengan kedalaman kolam 1,5 meter.<\/span><\/p>\n<h2><b>3. Penyuburan kolam tambak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan pupuk organik agar plankton-plankton dan bakteri baik muncul sebagai makanan bibit ikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>4. Tabur bibit ikan air payau<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Belilah bibit ikan unggul yang memang sudah terjamin kualitasnya lalu taburkan ke dalam kolam.<\/span><\/p>\n<h2><b>5. Memberi pakan ikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikan pakan pada ikan sesuai dosis (usia dan juga berat badan ikan).<\/span><\/p>\n<h2><b>6. Pengkinciran air secara teratur<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengkincirian diperlukan agar sirkulasi air berjalan dan oksigen mengalir secara merata ke dalam air.<\/span><\/p>\n<h2><b>7. Menjaga kondisi air<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gantilah air setiap 3 sampai 4 minggu sekali supaya kondisi air tetap stabil.<\/span><\/p>\n<h2><b>8. Panen ikan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lakukan pengurasan kolam atau gunakan jaring kantong keruk dalam proses pemanenan ikan.<\/span><\/p>\n<h2><b>9. Perawatan pasca-panen<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cuci kolam dan lakukan pengeringan kolam selama 7 sampai 10 hari agar bakteri patogen mati sebelum digunakan untuk membudidayakan ikan lagi.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah informasi mengenai jenis ikan air payau beserta cara budidayanya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Sedulur yang sedang belajar mengenai ikan air payau dan cara budidayanya dengan mudah. Selamat mencoba!<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Mau belanja bulanan nggak pakai ribet? <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\"> solusinya! Mulai dari sembako hingga kebutuhan rumah tangga tersedia lengkap. Selain harganya murah, Sedulur juga bisa merasakan kemudahan belanja lewat handphone. Nggak perlu keluar rumah, belanjaan pun langsung diantar.<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Bagi Sedulur yang punya toko kelontong atau warung, bisa juga lho belanja grosir atau kulakan lewat <\/span><\/i><b><i>Aplikasi Super<\/i><\/b><i><span style=\"font-weight: 400;\">. Harga dijamin lebih murah dan bikin untung makin melimpah.<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":78263,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[3620,4531,2584],"class_list":["post-36470","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-ikan","tag-ikan-air-payau","tag-jenis-ikan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sudah tahu belum jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi? Yuk simak jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi serta dibudidayakan di sini.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sudah tahu belum jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi? Yuk simak jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi serta dibudidayakan di sini.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-10-27T05:00:12+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-27T03:25:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/7-24.webp\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"850\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"450\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/7-24.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/7-24.webp\",\"width\":850,\"height\":450,\"caption\":\"ikan air payau\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/\",\"name\":\"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-10-27T05:00:12+00:00\",\"dateModified\":\"2022-10-27T03:25:20+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Sudah tahu belum jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi? Yuk simak jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi serta dibudidayakan di sini.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan","description":"Sudah tahu belum jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi? Yuk simak jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi serta dibudidayakan di sini.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan","og_description":"Sudah tahu belum jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi? Yuk simak jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi serta dibudidayakan di sini.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-10-27T05:00:12+00:00","article_modified_time":"2022-10-27T03:25:20+00:00","og_image":[{"width":850,"height":450,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/7-24.webp","type":"image\/webp"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"10 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/7-24.webp","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/7-24.webp","width":850,"height":450,"caption":"ikan air payau"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/","name":"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-10-27T05:00:12+00:00","dateModified":"2022-10-27T03:25:20+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Sudah tahu belum jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi? Yuk simak jenis ikan air payau yang bisa dikonsumsi serta dibudidayakan di sini.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ikan-air-payau\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"12 Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi Serta Dibudidayakan"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36470"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=36470"}],"version-history":[{"count":9,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36470\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78267,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/36470\/revisions\/78267"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78263"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=36470"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=36470"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=36470"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}