{"id":34964,"date":"2022-02-07T15:00:56","date_gmt":"2022-02-07T08:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=34964"},"modified":"2022-02-07T08:42:07","modified_gmt":"2022-02-07T01:42:07","slug":"sindrom-iritasi-usus-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/","title":{"rendered":"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab &#038; Gejala"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Saluran pencernaan merupakan salah satu bagian tubuh yang rawan terkena penyakit, salah satunya adalah<em> Irritable Bowel Syndrome<\/em> (IBS) atau yang sering disebut sindrom iritasi usus besar. Iritasi pada saluran pencernaan, memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terlebih lagi, kondisi yang timbul karena sindrom iritasi ini berkepanjangan (kronis) dan bersifat kambuhan. Umumnya penyakit tersebut\u00a0 lebih sering diderita oleh wanita yang berusia di bawah 50 tahun. Ada banyak hal yang bisa memicu terjadinya IBS, lho.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, bagi Sedulur yang merasa penasaran tentang sindrom iritasi usus besar, langsung saja simak informasi yang ada di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ranitidine\/\">Ranitidine: Kenali Pemakaian, Manfaat dan Efek Sampingnya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu sindrom iritasi usus?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/3807733\/pexels-photo-3807733.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"sindrom iritasi usus besar\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><em>Irritable Bowel Syndrome<\/em> (IBS) atau sindrom iritasi usus adalah kondisi iritasi yang menyerang bagian usus besar. Sindrom yang satu ini, biasanya menimbulkan tanda-tanda seperti nyeri perut, kram perut, kembung, hingga perubahan pola buang air besar (konstipasi atau diare).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sindrom satu ini adalah keadaan kronis yang memerlukan penatalaksanaan jangka panjang. Akan tetapi, sindrom tersebut tidak menyebabkan perubahan struktur jaringan usus dan juga tidak berisiko terjadinya kanker usus besar.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Gejala sindrom iritasi usus besar<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_35097\" aria-describedby=\"caption-attachment-35097\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-35097\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-polina-zimmerman-3958561-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35097\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang tadi sudah dikatakan, ada beberapa tanda dan gejala yang muncul ketika terjadinya sindrom iritasi usus besar. Nah, beberapa gejala yang sering muncul adalah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diare atau konstipasi (beberapa kasus da yang mengalami keduanya).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Adanya lendir dalam tinja.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kram perut, nyeri perut, atau kembung (biasanya akan mereda setelah buang air besar).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pengeluaran gas secara berlebihan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebagian besar pengidap sindrom iritasi ini, mengalami gejala yang hilang timbul dengan tingkat keparahan yang beragam. Bahkan ada yang tiba-tiba merasakan gejala yang sangat berat, kemudian tiba-tiba hilang begitu saja.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pola gangguan karena IBS<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/5938368\/pexels-photo-5938368.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"sindrom iritasi usus besar\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sindrom iritasi usus besar itu bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap penderitanya. Akan tetapi, secara umum IBS sendiri menimbulkan 4 pola gangguan saluran cerna, yaitu seperti berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">IBS-C, dengan gejala konstipasi atau sembelit<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">IBS-D, dengan gejala diare<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">IBS-M, dengan gejala campuran diare dan konstipasi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">IBS-U, dengan gejala yang tidak bisa diklasifikasikan<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Penyebab sindrom iritasi usus<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/6542682\/pexels-photo-6542682.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"sindrom iritasi usus besar\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bisa dibilang jika penyebab pasti dari sindrom iritasi usus ini belum diketahui. Tetapi ada beberapa faktor yang berperan penting terhadap terjadinya sindrom tersebut, yakni seperti berikut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kontraksi otot usus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Terjadinya kontraksi pada otot dinding usus yang lebih kuat dari biasanya, bisa menyebabkan penumpukan gas, diare, dan juga kembung. Sedangkan kontraksi yang terlalu lemah, akan membuat makanan sulit melewati usus dan akhirnya terjadi konstipasi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sistem saraf<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Saraf pada sistem pencernaan yang tidak normal, bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di bagian perut. Hal ini menyebabkan pembentukan gas secara berlebih.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Peradangan pada usus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Beberapa penderita sindrom iritasi usus, menunjukkan adanya peningkatan sel radang di bagian usus. Hal ini berkaitan erat dengan terjadinya diare serta nyeri pada perut.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Infeksi berat<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sindrom iritasi ini bisa terjadi karena infeksi berat oleh virus atau bakteri. Biasanya virus atau bakteri tersebut datang pada saat orang mengalami diare.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Perubahan flora normal di usus<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Flora normal merupakan bakteri baik yang ada di usus, ketidakseimbangan jumlah bakteri baik dalam usus dapat menyebabkan terjadinya sindrom iritasi usus.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Faktor risiko sindrom iritasi usus<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_35099\" aria-describedby=\"caption-attachment-35099\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-35099\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-sora-shimazaki-5938358-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35099\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tanpa disadari, banyak orang merasakan tanda-tanda dan gejala dari sindrom iritasi usus ini. Namun selain itu, ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya. Berikut beberapa faktor yang dimaksud.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Usia<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Pada umunya, IBS ini lebih sering terjadi pada rentang usia di bawah 50 tahun.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kelamin<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lebih banyak kasus perempuan yang mengalami IBS, dibandingkan dengan laki-laki. Hal ini karena estrogen sebelum dan sesudah menopause itu bisa meningkatkan risiko sindrom ini.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Riwayat keluarga<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Keluarga yang memiliki riwayat sindrom iritasi usus, kemungkinan akan menurunkan gen yang juga memiliki sifat yang sama. Tentu saja risiko terkena IBS pada generasi berikutnya jadi lebih tinggi.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Riwayat gangguan jiwa<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Depresi, kecemasan, stres ataupun gangguan jiwa yang lain, kerap dikaitkan dengan terjadinya masalah sindrom iritasi usus.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Diagnosis sindrom iritasi usus besar<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_35101\" aria-describedby=\"caption-attachment-35101\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-35101\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-jeshootscom-576831-1-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35101\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Diagnosis dari sindrom iritasi usus besar bisa diberikan oleh dokter, dengan melihat riwayat medis yang sebelumnya. Selain itu, diagnosis ini juga dilakukan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk mencari penyebab yang paling tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, sindrom iritasi usus sendiri dibagi menjadi tiga kategori, yakni gejala dominan diare, gejala dominan konstipasi, dan juga campuran. Beberapa pemeriksaan penunjang yang biasanya dilakukan untuk mencari penyebab sindrom tersebut, yakni:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Sigmoidoskopi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamera dimasukan ke dalam anus, lalu melihat dan mengecek permukaan di area sigmoid.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kolonoskopi<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kamera dimasukan ke dalam anus, lalu melihat dan mengecek permukaan seluruh usus besar.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Foto rontgen atau CT Scan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Foto <em>rontgen<\/em> atau CT<em> scan<\/em> digunakan untuk melihat penyebab yang lain. Nantinya, dokter akan menambahkan cairan kontras barium untuk melihat struktur pada usus secara spesifik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/gejala-usus-buntu\/\">8 Gejala Penyakit Usus Buntu Penyebab &amp; Pengobatannya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pencegahan sindrom iritasi usus besar<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1250px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/7298905\/pexels-photo-7298905.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1260\" height=\"710\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, beberapa hal yang ada di bawah ini bisa Sedulur lakukan untuk mencegah dan mengurangi gejala yang timbul dari penyakit sindrom iritasi usus.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berkonsultasi pada ahli untuk meredakan stres yang menjadi salah satu faktor risiko sindrom iritasi usus. Jika stres sudah hilang, maka kesehatan saluran cerna juga akan terjaga.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Batasi konsumsi teh, kopi, dan soda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Batasi produk-produk olahan susu atau keju.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Buat catatan makanan yang dilarang untuk iritasi usus, dan selalu patuhi larangan tersebut.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Makan dalam porsi yang kecil namun sering.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengobatan sindrom iritasi usus besar<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure id=\"attachment_35104\" aria-describedby=\"caption-attachment-35104\" style=\"width: 560px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-35104\" src=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/pexels-andrea-piacquadio-3808005-570x468.jpg\" alt=\"\" width=\"570\" height=\"468\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-35104\" class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apa sindrom iritasi usus besar bisa sembuh? Kebanyakan pengidap sindrom tersebut bisa disembuhkan kok. Akan tetapi, tidak semua terapi bisa bekerja dengan baik bagi setiap pengidap, lho. Untuk mengurangi gejala, dokter harus menemukan rencana terapi yang tepat.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ada banyak hal yang bisa memicu sindrom iritasi usus besar, seperti makanan tertentu yang mengandung gas, obat-obatan, hingga stres. Para pengidap bisa mengubah gaya hidup dan juga minum obat untuk mengurangi gejala dan tanda yang muncul.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Umumnya, sedikit perubahan pada pola makan dan gaya hidup itu sudah cukup efektif untuk mengurangi gejala yang timbul. Nah, berikut ini beberapa saran untuk mengurangi gejala sindrom iritasi usus besar.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mengatasi sindrom iritasi usus besar diet tinggi serat (makan makanan dengan serat tinggi seperti buah, sayur, dan kacang).<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rutin meminum air putih, paling tidak satu hari 3 sampai 4 gelas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Menghindari minuman yang mengandung kafein seperti teh dan kopi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Tidak merokok.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dalam penanganan sindrom iritasi usus besar latihan fisik juga perlu dilakukan.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Terapi medis sindrom iritasi usus besar<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4021805\/pexels-photo-4021805.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Antibiotik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Antibiotik akan diberikan jika sindrom disebabkan oleh ketidakseimbangan jumlah bakteri di dalam usus.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Antispasmodik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Antispasmodik bisa diberikan untuk sindrom iritasi usus besar pengobatan nyeri saraf. Obat ini akan menurunkan ketegangan otot usus, sehingga kontraksinya terjadi secara berlebihan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Antidepresan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Antidepresan akan meredakan gejala pada beberapa orang, terutama gejala yang dipicu oleh depresi atau stres.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Probiotik<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Probiotik yang merupakan bakteri hidup, bisa membantu dalam proses pencernaan di dalam usus.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Komplikasi sindrom iritasi usus besar<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/1250655\/pexels-photo-1250655.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">IBS adalah penyakit kronis yang bisa meningkatkan risiko terjadinya beberapa kompikasi seperti berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Gangguan mental, seperti cemas atau depresi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Hemoroid (wasir)<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Malnutrisi<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penurunan produktivitas kerja<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kapan harus ke dokter?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1115px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/images.pexels.com\/photos\/4173244\/pexels-photo-4173244.jpeg?auto=compress&amp;cs=tinysrgb&amp;h=750&amp;w=1260\" alt=\"\" width=\"1125\" height=\"750\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pexels<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika Sedulur mengalami keluhan dan gejala seperti yang ada di bawah ini, maka langsung hubungi dokter:<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Benjolan di bagian perut atau perut membengkak<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Berat badan yang turun tanpa alasan yang jelas<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Diare yang terjadi di malam hari<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">BAB atau fases berdarah<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kulit tampak lebih pucat<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mual dan muntah yang semakin sering<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kesulitan untuk menelan makanan<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Rasa sakit perut yang tidak kunjung membaik usai kentut dan buang air besar<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Sesak napas serta jantung berdebar-debar<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ciri-ciri-usus-buntu\/\">8 Gejala &amp; Ciri Usus Buntu Ringan Hingga Berat, Harus Waspada<\/a><\/strong><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, itulah beberapa hal yang perlu ketahui tentang sindrom iritasi usus besar. Ya, sebenarnya penyakit itu tidak terlalu berbahaya. Bahkan sangat kecil kemungkinan mengalami kematian dalam kasus ini.<\/span><\/p>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Meskipun begitu, gejala yang muncul itu terasa sangat mengganggu aktivitas kita sehari-hari. Jadi bagaimana pun caranya, kita harus selalu menjaga kesehatan, terutama usus besar dan pencernaan.<\/span><\/p>\n<p><em>Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di Aplikasi Super lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <a href=\"https:\/\/play.google.com\/store\/apps\/details?id=com.superagent.agent&amp;hl=id&amp;utm_source=artikelblog&amp;utm_medium=cpc&amp;utm_campaign=ps\">di sini<\/a> sekarang.<\/em><\/p>\n<p><em>Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi Super Agen bisa cek <a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\">di sini<\/a> sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi reseller sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":34959,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[4334,4335,4336],"class_list":["post-34964","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-lifestyle","tag-irutasi-usus","tag-usus","tag-usus-besar"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab &amp; Gejala<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Sindrom iritasi usus besar, iritasi pada saluran pencernaan yang memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab &amp; Gejala\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Sindrom iritasi usus besar, iritasi pada saluran pencernaan yang memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-07T08:00:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-07T01:42:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/4-3.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/4-3.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/4-3.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"sindrom iritasi usus besar\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/\",\"name\":\"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab & Gejala\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-02-07T08:00:56+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-07T01:42:07+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Sindrom iritasi usus besar, iritasi pada saluran pencernaan yang memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab &#038; Gejala\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab & Gejala","description":"Sindrom iritasi usus besar, iritasi pada saluran pencernaan yang memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab & Gejala","og_description":"Sindrom iritasi usus besar, iritasi pada saluran pencernaan yang memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-02-07T08:00:56+00:00","article_modified_time":"2022-02-07T01:42:07+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/4-3.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/4-3.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/4-3.jpg","width":682,"height":536,"caption":"sindrom iritasi usus besar"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/","name":"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab & Gejala","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-02-07T08:00:56+00:00","dateModified":"2022-02-07T01:42:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Sindrom iritasi usus besar, iritasi pada saluran pencernaan yang memunculkan berbagai macam gejala yang terasa sangat mengganggu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/sindrom-iritasi-usus-besar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sindrom Iritasi Usus Besar: Waspadai Resiko Penyebab &#038; Gejala"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34964"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34964"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35105,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34964\/revisions\/35105"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}