{"id":34711,"date":"2022-02-04T18:00:37","date_gmt":"2022-02-04T11:00:37","guid":{"rendered":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?p=34711"},"modified":"2022-02-04T14:08:53","modified_gmt":"2022-02-04T07:08:53","slug":"cacing-darah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/","title":{"rendered":"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"color: #000000;\">Walau dinamakan sebagai cacing darah, namun sebenarnya jenis cacing ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan darah manusia maupun darah hewan, lho. Hanya tampilannya saja yang seperti jaringan darah, membuat hewan ini mendapat julukan tersebut. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Nah, jenis cacing ini banyak dicari terutama bagi para pelaku bisnis budidaya ikan. Banyak orang menganggapnya sebagai bahan pakan alami yang efektif untuk meningkatkan kualitas ikan yang dihasilkan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mengingat banyaknya orang yang mulai terjun ke bisnis budidaya ikan tersebut, tentu saja Sedulur bisa memanfaatkannya untuk memulai bisnis budidaya cacing darah dan mendapatkan banyak keuntungan. Bagi Sedulur yang tertarik, langsung saja simak informasi yang ada di bawah ini.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ayam-kampung\/\">8 Cara Budidaya Ayam Kampung Modal Kecil, untuk Pemula<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Apa itu cacing darah?<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/penjualcupang.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/bloodworm.jpg\" alt=\"cacing darah\" width=\"800\" height=\"656\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">penjualcupang<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Mungkin sebelumnya Sedulur berpikir jika cacing darah itu adalah cacing memiliki sistem peredaran darah. Namun sebenarnya hal tersebut kurang tepat. C<\/span><span style=\"color: #000000;\">acing darah atau <em>bloodworm<\/em> itu berasal dari larva nyamuk Chironomus, di mana jenis nyamuk tersebut hanya menghisap nektar bunga saja. Karena tampilannya yang berwarna merah pekat seperti darah, membuat jenis cacing ini disebut sebagai <em>bloodworm<\/em>.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Larva tersebut mempunyai masa hidup antara 1 sampai 2 minggu, sebelum akhirnya berubah menjadi pupa. Nah, pada fase pupa itulah <em>bloodworm<\/em> sudah bisa dipanen. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Seperti yang tadi sudah dibilang, <em>bloodworm<\/em> merupakan jenis cacing yang biasanya digunakan sebagai pakan ikan. Jadi, budidaya jenis cacing ini bisa menjadi opsi yang sangat menguntungkan bagi para pelakunya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Lalu dimana mencari cacing darah? <em>Bloodworm<\/em> banyak ditemukan di tempat-tempat basah seperti sawah, sungai, dan selokan.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Kandungan cacing darah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/penjualcupang.com\/wp-content\/uploads\/2020\/02\/Cacing-Darah.jpg\" alt=\"cacing darah\" width=\"800\" height=\"533\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">penjualcupang<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cacing darah terdiri dari 90% air, sedangkan 10% sisanya adalah kandungan padat yang diklaim kaya akan protein. Melansir dari berbagai sumber, dari 10% bagian <em>bloodworm<\/em>, ada kurang lebih 62% kandungan protein, 10% lemak, dan sisanya adalah beragam kandungan yang lain.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Manfaat cacing darah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i2.wp.com\/dayaternak.com\/wp-content\/uploads\/2020\/01\/tips-budidaya-cacing-darah.jpg\" alt=\"cacing darah\" width=\"800\" height=\"600\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">dayaternak<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Karena mengandung protein yang cukup tinggi, <em>bloodworm<\/em> banyak dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan, terutama ikan hias agar membantunya untuk tumbuh secara optimal. Nah, berikut ini beberapa manfaat dari <em>bloodworm<\/em> sebagai pakan alami ikan.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mudah didapatkan di tempat-tempat sekitar rumah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Dapat dengan mudah ditemukan di berbagai kios ikan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bisa diletakkan dan disimpan di dalam <em>freezer<\/em> agar bertahan lebih lama.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lebih higienis, sehingga potensi menularkan penyakit bawaan jauh lebih kecil.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Penyimpanan lebih mudah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kotoran yang dihasilkan lebih sedikit jika dibandingkan dengan jenis pakan alami lainnya.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Tidak hanya tinggi akan kandungan gizi, <em>bloodworm<\/em> juga sering digunakan sebagai indikator pencemaran air. Semakin banyak <em>bloodworm<\/em> dalam suatu wilayah perairan, maka wilayah tersebut semakin steril. Hal ini karena <em>bloodworm<\/em> cukup rentan terhadap kualitas perairan di mana mereka berada.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/lifestyle\/ayam-kalkun\/\">Mengenal Ayam Kalkun: Jenis, Harga dan Cara Budidayanya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Habitat cacing darah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 770px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/media.tabloidbintang.com\/files\/thumb\/a68df1e0161f441ef7e33f2f54dbbb94.jpg\/780\" alt=\"\" width=\"780\" height=\"517\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">tabloidbintang<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Cacing ini hanya bisa hidup di lingkungan yang memiliki temperatur 24 sampai 29 derajat Celcius, kandungan DO 4-8 mg\/l dan kandungan pH 6-8. Selain parameter itu, ada pula parameter lain yakni keberadaan bahan organik dan juga kedalaman air.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Jika kondisi perairan tidak mendukung adanya parameter tersebut, tentu saja cacing darah tidak dapat berkembang dengan optimal, atau bahkan tidak akan ditemukan tanda-tanda kehidupan cacing ini di dalam perairan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:\u00a0<\/strong><\/span><strong><a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/budidaya-jangkrik\/\">Cara Budidaya Jangkrik Untuk Pemula, Mudah &amp; Dijamin Untung<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>Budidaya cacing darah<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 840px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/apollo-singapore.akamaized.net\/v1\/files\/7dpk65letuyj1-ID\/image;s=850x0\" alt=\"\" width=\"850\" height=\"578\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">olx<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Sebenarnya budidaya bloodworm tidak terlalu sulit untuk dilakukan. Namun bagi para petani pemula yang masih awam dengan prosedur pembudidayaannya, butuh waktu untuk memahami apa saja yang harus dilakukan. Jika Sedulur juga termasuk pemula, simak beberapa hal berikut ini.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>1. Pemilihan dan karantina bibit<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 790px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/noodol-cafe.com\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/makanan-ikan-cupang-1.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"500\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">noodol-cafe<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Hal pertama yang harus dilakukan adalah memiliki bibit larva Chironomus dan mengarantinanya. Sedulur bisa dengan mudah mendapatkan bibit tersebut di pasar atau toko penjualan ikan hias. Jika ingin lebih hemat anggaran, Sedulur bisa mencari sendiri bibit <em>bloodworm<\/em> di sekitar area persawahan, sungai, atau selokan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Agar hasil panen yang diperoleh memuaskan, Sedulur harus jeli dalam memilih bakal bibit yang berkualitas. Adapun beberapa ciri-ciri dari bibit larva Chironomus berkualitas baik ialah sebagai berikut.<\/span><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Memiliki pergerakan yang aktif dan juga maksimal.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Daya tahan hidupnya cukup tinggi.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika disebar dalam perairan, maka akan tenggelam ke bagian bawah permukaan air.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Bentuknya mirip seperti rambut kusut, namun berwarna merah.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Apabila sudah berhasil menemukan bakal yang berkualitas, lanjut dengan mengkarantina larva Chironomus untuk menghindari kontaminasi bakteri. Beberapa langkah karantina yang harus dilakukan adalah seperti di bawah ini.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pertama, pisahkan dulu cacing dari bagian arinya.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lalu masukkan cacing tersebut ke dalam wadah lain yang sudah diisi air bersih.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika sudah, diamkan bibit selama 2 sampai 3 hari.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Saat proses karantina ini, pastikan untuk mengaliri wadah dengan air dengan debit yang rendah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Apabila kondisi oksigen dalam wadah sangat rendah, Sedulur bisa menambahkan aerator.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>2. Pembuatan media perkembangbiakan<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 1014px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/www.pinhome.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Cara-Mencari-Cacing-Sutra-1024x576.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"576\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">pinhome<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Berikutnya, Sedulur bisa menyiapkan media untuk proses perkembangbiakan <em>bloodworm<\/em>. Ada 2 jenis media yang biasa digunakan dalam budidaya cacing yaitu lumpur dan air. Dari kedua jenis media tersebut, air menjadi media yang paling banyak diminati karena proses pemeliharaannya lebih mudah.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Nah, beberapa tahapan untuk pembuatan media adalah seperti berikut ini.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siapkan dulu wadah dengan ukuran sesuai jumlah bibit yang akan dibudidayakan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Kemudian isi wadah dengan air bersih yang berkualitas baik, sebagaimana parameter yang sebelumnya sudah dijelaskan di atas.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Agar Sedulur tidak mengganti air dalam wadah terus-menerus, maka kondisikan wadah supaya air bisa terus mengalir ketika proses pengembangbiakan ini berlangsung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika Sedulur ingin membudidayakan cacing dalam skala besar, maka susunlah wadah dengan rapi agar aliran air bisa berjalan lancar.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, letakkan saluran air di bagian atas wadah.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"color: #000000;\"><strong>BACA JUGA:<\/strong><\/span><strong> <a href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/ternak-burung-merpati\/\">Ternak Burung Merpati Terlengkap Sampai Analisa Biayanya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>3. Pemindahan bibit cacing ke dalam media<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 968px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-nXcxLWn829o\/Uu9aap928NI\/AAAAAAAAAUg\/ldkMcADPhyQ\/s1600\/cacing+darah.jpg\" alt=\"\" width=\"978\" height=\"625\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">budilaksono<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Bila media pengembangbiakan bibit telah siap, Sedulur bisa memindahkan bibit cacing darah ke dalamnya. Lakukan proses pemindahan bibit ini dengan hati-hati agar kualitas dari bibit tersebut tetap terjaga. Tidak usah khawatir, Sedulur bisa memindahkan bibit cacing dengan cara berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Siapkan dulu sendok atau jaring kecil untuk membantu proses pemindahan bibit.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Lakukan pemindahan bibit dengan cepat, tepat, dan juga hati-hati agar cacing tidak stres.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jangan pegang bibit cacing secara langsung menggunakan tangan karena akan berpengaruh pada temperatur tubuh cacing dan membuatnya terkontaminasi virus atau bakteri.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>4. Perawatan dan pemeliharaan cacing<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 890px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/4.bp.blogspot.com\/-RJOVH9KaZOQ\/WVoiroJpmVI\/AAAAAAAAAIk\/C6w9OkIA_qI1Cz3BJLp0f1bJTpBDuI58QCK4BGAYYCw\/s1600\/cacing%2Bdarah.jpg\" alt=\"\" width=\"900\" height=\"440\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">aquascapebatang<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perawatan serta pemeliharaan cacing darah harus dilakukan secara rutin supaya perkembangannya bisa maksimal. Oleh karena itu, Sedulur tidak boleh lupa untuk rutin mengecek kondisi air dan juga memberinya pakan. Berikut ini penjelasannya.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pengecekan kondisi air<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Perlu untuk Sedulur ketahui, bahwa larva Chironomus itu sangat sensitif terhadap kondisi air di mana mereka berada. Agar cacing tidak mati, Sedulur harus selalu menjaga kondisi air agar tetap bersih. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Daripada harus bolak-balik mengganti media pengembangbiakan, Sedulur dapat mengaliri wadah dengan air beraliran rendah. <\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Ya, meskipun tidak harus selalu dipantau setiap waktu, namun pastikan air bisa mengalir dengan lancar. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Hal ini karena air yang tidak mengalir akan menyebabkan berkurangnya kadar oksigen. Akan sangat bahaya cacing darah ketika tidak mendapat oksigen yang cukup. Jika itu terjadi, pastinya timbul berbagai macam masalah serius dalam proses pengembangbiakan <em>bloodworm<\/em>.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"color: #000000;\"><strong>Pemberian pakan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Kualitas dan jenis makanan cacing darah juga harus diperhatikan, agar cacing dapat terus berkembang dengan optimal. Pakan yang baik itu mempunyai tekstur yang lembek, lembut, dan juga mudah dihancurkan. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Beberapa jenis pakan yang umumnya digunakan dalam pemeliharaan <em>bloodworm<\/em>, yakni pakan organik fermentasi, ampas tahu, serta tepung ikan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"color: #000000;\"> Selain itu, lakukan pemberian pakan ini secara rutin sampai usia cacing mencapai 10 hingga 12 hari, dihitung dari pemindahan bibit dilakukan. <\/span><span style=\"color: #000000;\">Jika usia cacing sudah melewatinya, maka Sedulur bisa mengganti pakan dengan kotoran ayam fermentasi dan juga sayur-sayuran. Dalam fase ini, penambahan vitamin juga bisa dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang <em>bloodworm<\/em>.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"color: #000000;\"><strong>5. Pemanenan cacing<\/strong><\/span><\/h2>\n<figure style=\"width: 840px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/apollo-singapore.akamaized.net\/v1\/files\/l9v8r3u8b13a-ID\/image;s=850x0\" alt=\"cacing darah\" width=\"850\" height=\"478\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">olx<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Usia ideal untuk <em>bloodworm<\/em> yang sudah siap panen adalah 70 sampai 75 hari setelah pemindahan bibit. Proses pemanenan ini dapat dilakukan dengan memindahkan koloni cacing dari wadah pemeliharaan ke wadah yang lain secara perlahan. Untuk lebih jelasnya lagi, simak langkah-langkah berikut.<\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Pertama, siapkan kain berwarna gelap yang dapat menutupi semua bagian permukaan nampan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Jika Sedulur tidak bisa menemukan kain yang berwarna gelap, maka alternatif cara yang bisa dilakukan adalah menyimpan nampan di ruangan gelap selama 5 sampai 6 jam dulu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Setelah itu, pisahkan <em>bloodworm<\/em> dari nampan pemeliharaan secara hati-hati dengan jaring halus atau sendok.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"color: #000000;\">Terakhir, simpan <em>bloodworm<\/em> hasil panen tersebut ke dalam wadah baru yang sebelumnya telah diisi dengan air bersih. Jangan lupa untuk menutup bagian atasnya dengan kain berwarna gelap.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<div class=\"rltdpstsplgn-related-post-block\"><h4 class=\"rltdpstsplgn-related-title\"><\/h4><p>No related posts found...<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Budidaya cacing darah ini bisa menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan. Dengan kesabaran, keuletan, dan juga ketelitian, hasilnya bisa maksimal. Jadi bagaimana, tertarik untuk mencoba bisnis yang satu ini? <\/span><span style=\"color: #000000;\">Selain dijual langsung dalam bentuk cacing hidup, Sedulur juga bisa menjualnya dalam bentuk cacing darah beku. Bentuk yang beku ini akan membuatnya tahan dalam waktu yang lebih lama. Yang terpenting, Sedulur tidak lupa memberi pakan berkualitas seperti tepung ikan agar pengembangbiakan cacing ini berjalan optimal.<\/span><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sedulur yang membutuhkan sembako, bisa membeli di Aplikasi Super lho! Sedulur akan mendapatkan harga yang lebih murah dan kemudahan belanja hanya lewat ponsel. Yuk unduh aplikasinya <\/span><a href=\"https:\/\/bit.ly\/3g9Xqos\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a> <span style=\"font-weight: 400;\">sekarang.<\/span><\/em><\/p>\n<p><em><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara Sedulur yang ingin bergabung menjadi Super Agen bisa cek <\/span><a href=\"https:\/\/superapp.id\/superagen\/?utm_source=blog&amp;utm_medium=click\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sekarang juga. Banyak keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain mendapat penghasilan tambahan dan waktu kerja yang fleksibel! Dengan menjadi Super Agen, Sedulur bisa menjadi <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">reseller<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> sembako yang membantu lingkungan terdekat mendapatkan kebutuhan pokok dengan mudah dan harga yang lebih murah.<\/span><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"","protected":false},"author":15,"featured_media":34714,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[17],"tags":[4303,4302,4177],"class_list":["post-34711","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis","tag-budidaya-cacing","tag-cacing-darah","tag-jenis-cacing"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.2 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Budidaya cacing darah menjadi salah satu peluang usaha yang mendatangkan banyak keuntungan. Simak cara pengembangbiakannya berikut ini!\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Budidaya cacing darah menjadi salah satu peluang usaha yang mendatangkan banyak keuntungan. Simak cara pengembangbiakannya berikut ini!\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Belanja Kebutuhan Pokok\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-02-04T11:00:37+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-02-04T07:08:53+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/9.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"682\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"536\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Yusuf Jati Winahto\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"9 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\",\"name\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"description\":\"Belanja Kebutuhan Pokok\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/9.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/9.jpg\",\"width\":682,\"height\":536,\"caption\":\"cacing darah\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/\",\"name\":\"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2022-02-04T11:00:37+00:00\",\"dateModified\":\"2022-02-04T07:08:53+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\"},\"description\":\"Budidaya cacing darah menjadi salah satu peluang usaha yang mendatangkan banyak keuntungan. Simak cara pengembangbiakannya berikut ini!\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula\"}]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8\",\"name\":\"Yusuf Jati Winahto\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Yusuf Jati Winahto\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula","description":"Budidaya cacing darah menjadi salah satu peluang usaha yang mendatangkan banyak keuntungan. Simak cara pengembangbiakannya berikut ini!","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula","og_description":"Budidaya cacing darah menjadi salah satu peluang usaha yang mendatangkan banyak keuntungan. Simak cara pengembangbiakannya berikut ini!","og_url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/","og_site_name":"Belanja Kebutuhan Pokok","article_published_time":"2022-02-04T11:00:37+00:00","article_modified_time":"2022-02-04T07:08:53+00:00","og_image":[{"width":682,"height":536,"url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/9.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Yusuf Jati Winahto","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Yusuf Jati Winahto","Est. reading time":"9 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/","name":"Belanja Kebutuhan Pokok","description":"Belanja Kebutuhan Pokok","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/superapp.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#primaryimage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/9.jpg","contentUrl":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/02\/9.jpg","width":682,"height":536,"caption":"cacing darah"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#webpage","url":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/","name":"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula","isPartOf":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#primaryimage"},"datePublished":"2022-02-04T11:00:37+00:00","dateModified":"2022-02-04T07:08:53+00:00","author":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8"},"description":"Budidaya cacing darah menjadi salah satu peluang usaha yang mendatangkan banyak keuntungan. Simak cara pengembangbiakannya berikut ini!","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/bisnis\/cacing-darah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/superapp.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Cara Budidaya Cacing Darah di Kolam Tanah untuk Pemula"}]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/2334f86433d7c39f89ceec361dccdee8","name":"Yusuf Jati Winahto","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/superapp.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/4cfbd70badf05ecda2b202687860b8e9?s=96&d=mm&r=g","caption":"Yusuf Jati Winahto"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34711"}],"collection":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=34711"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34711\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34886,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/34711\/revisions\/34886"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/34714"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=34711"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=34711"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/superapp.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=34711"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}